Savage Love

Savage Love
#71



Sepasang suami istri tampak saling bertukar saliva, bibir mereka saling beradu. Mengabsen rongga mulut masing-masing, menikmati ciuman panas mereka.


Sejak tadi Jordan tidak memberikan kesempatan istrinya untuk melepasnya.


Baginya bibir ranum milik istrinya itu adalah candu.


Seketika udara disekeliling kamar itu menjadi panas karena keduanya sama sama bergairah, desa*an terdengar dari mulut keduanya.


Jordan tak luput mengabsen tubuh mulus istrinya, tak ada yang terlewati. mereka tak lagi peduli berapa banyak peluh yang dikeluarkan karena olahraga panas ini.


Hingga keduanya ambruk setelah mengalami puncak kenikmatan surga dunia. Raut wajah bahagia menyertai keduanya.


Keduanya kembali menyatukan bibir dan saling membalas.


"I love you baby"


Jordan mencium pucuk kepala istrinya setelah mereka melepaskan pagutan.


"I love you too, hubby"


Jasmine memeluk tubuh kekar suaminya yang masih basah oleh keringat. Lagi, Jordan mencium kening Jasmine.


"Tidurlah, kamu pasti lelah."


Jordan mengelus lengan istrinya yang sudah tampak kelelahan karena ulahnya. Satu jam lamanya mereka memadu cinta.


Cukup singkat untuk seorang player seperti Jordan, tapi karena hari ini mereka baru saja melakukan meeting yang cukup menguras tenaga, Jordan tak ingin memaksakannya.


Istri mungilnya itu tampak terpejam dengan dengkuran halus terdengar dari mulut mungil Jasmine.


Jordan tersenyum, dia akui istrinya sudah merubahnya menjadi pria sejati seperti keinginan mommy nya.


Tapi ada sedikit rasa bersalah pada Jasmine, karena dia sudah menjadi pria bejat sebelum bertemu dengannya, sudah banyak mencicipi tubuh wanita cantik.


Jordan memang foto copy an daddy nya, sebelum menikah mereka berdua memang termasuk pria nakal yang sukanya celup sana celup sini hanya demi Kepuasan se* semata.


Berapa banyak uang yang dikeluarkan pun tak masalah asalkan bisa bermain dengan puas kapan saja.


Jordan akui, saat dulu masih bersama mantan tunangannya, dia memang tidak pernah mau berhubungan intim karena ingin merasakan setelah resmi menikah.


Meski Sofia selalu saja mengajaknya untuk berhubungan intim namun Jordan selalu berhasil menghindar, tapi siapa sangka Sofia memberikan keperawanan nya pada orang lain, jauh sebelum kenal dengan Jordan.


Dan karena itulah Sofia menjadi seorang yang kecanduan se* yang jika sehari saja dia tidak melakukannya dia akan uring uringan sepanjang hari.


Selain dengan selingkuhan nya Sofia juga melakukan hubungan intim dengan beberapa pria lainnya termasuk beberapa teman dan kolega Jordan.


Tujuannya hanya satu, memuaskan kebutuhan se* nya yang bisa dikatakan hiper. Dan tentu saja hubungan itu berlanjut, selain mendapatkan kepuasan, Sofia juga berhasil mengumpulkan banyak uang dan barang mewah lainnya dari pria pria yang ikut menikmati tubuhnya.


Setelah puas bernostalgila dengan kebodohan masa lalunya, Jordan memejamkan mata. Ya, Jordan menganggap semua masa lalunya adalah sebuah kebodohan.


Terutama karena dia tertipu dan terjerat kecantikan Sofia yang hanya kamuflase belaka. Jordan membetulkan posisi tidurnya sambil tetap memeluk Jasmine.


###


Jasmine mengerjapkan matanya, sinar matahari tampak menerobos masuk dari sela gorden kamar.


Jasmine bangun, posisinya miring menghadap suaminya. Senyum terukir dibibirnya, tangannya terulur meraba lekuk muka persegi yang kokoh dan ditumbuhi sedikit bulu halus.


Mulai dari kening, jari lentiknya turun ke hidung mancung yang sangat pas dengan bentuk wajahnya.


Sempurna


Satu kata yang bisa Jasmine ucapkan untuk maha karya indah yang kini ada dihadapannya. Jika dulu Jasmine hanya bisa mengaguminya dalam diam. Sekarang dia dapat menikmati wajah tampan ini setiap saat.


Tak cukup sampai disitu, Jasmine tiba tiba tergerak untuk memberikan kecupan ke seluruh anggota tubuh yang masih terlelap dalam mimpi indah nya.


Tapi saat Jasmine ingin mengakhiri kecupan terakhirnya, bibirnya tak bisa berpindah karena ternyata pemiliknya sudah melu*** bibir mungil Jasmine.


Jordan menahan tengkuknya agar bisa memperdalam ciumannya. Jasmine yang awalnya kaget akhirnya bisa mengikuti permainan suaminya.


Tangan Jasmine menyentuh dada bidang dengan ukiran roti sobek yang membuat kaum hawa terpana.


Begitu pula dengan Jordan tak tinggal diam, kedua tangannya mulai memainkan gundukan kenyal yang makin lama makin kencang karena ulahnya.


Keduanya pun kembali melakukan olah raga pagi yang membuat keringat mereka bercucuran, saat mencapai puncak bersama.


Seperti yang pernah Jordan baca di salah satu artikel di internet, bahwa hubungan intim yang dilakukan pagi hari akan membangkitkan semangat bagi kedua pasangan.


Dan sesuai yang dia baca pula, bahwa hubungan intim di pagi hari saat matahari beranjak naik akan membawa keharmonisan bagi pasangan tersebut.


Terdengar sedikit konyol memang, tapi sepertinya Jordan menikmatinya, bahkan mereka melakukannya dua kali pagi ini.


Mentang mentang hari libur, mereka jadi bermalas malasan ria di tempat tidur. Tapi tak apa, bukankah mommy Hanna menginginkan seorang cucu dari mereka berdua.


Selesai sesi adegan pemersatu bangsa yang kedua mereka pun mandi, tapi Jordan tampaknya tak menyia-nyiakan kesempatan yang ada.


Dia kembali melahap tubuh mungil istrinya yang seakan tanpa lelah. Meski mulut Jasmine menolak dan berkata tak mau lagi, tapi tubuhnya seolah tak peduli bahkan mengikuti kemauan suaminya lagi.


Hingga akhirnya Jasmine memukul dada bidang Jordan karena bibirnya sudah terasa bengkak.


Jasmine merasa kesal karena suaminya sudah beberapa kali menyerangnya pagi ini. Membuat badannya lemas dan lapar.


"Hubby, stop it. Kamu membuat bibirku bengkak seperti ini."


Jasmine merajuk, mengerucutkan mulutnya karena kesal. Bukannya marah Jasmine justru terlihat lucu dimata Jordan.


"Wifey, kamu mau menggodaku lagi. Jadi jangan salahkan aku jika kembali menerkammu. Karena aku yakin, kamu pun menyukainya."


Jordan berbicara dibelakang Jasmine tepat dibelakang telinganya, membuat Jasmine kembali merasakan gelenyar aneh yang membuatnya menggigit bibir bawahnya.


Tapi sejenak, setelahnya dia kembali memasang mode ngambeknya.


"No no no, sudah cukup tiga kali pagi ini. Jika kamu melakukan lagi, aku akan menghukumnya dan mengadukannya pada mommy."


Bantah Jasmine dia tak ingin lagi terperdaya oleh pesona casanova insaf dibelakangnya, meski jujur saja tubuhnya tak bisa menolak sentuhan dari suaminya.


"Yakin tidak mau lagi?" Jordan menaik turunkan alisnya, menggoda istrinya membuatnya selalu bersemangat.


"No...." teriak Jasmine, ketika suaminya kembali membuatnya mende*ah karena sentuhan lembut yang dilakukan suaminya.


Jasmine hanya bisa pasrah, menghadapi sang suami yang seolah tak ada capeknya. Tapi perutnya sudah berbunyi pertanda minta diisi.


Benar saja, mereka hampir melewatkan sarapan pagi mereka karena kegiatan panasnya.


Krucuk krucuk


Ups


Jasmine menutup mulutnya, malu karena bunyi perutnya terdengar. Jordan hanya tertawa melihatnya, inilah mengapa dia jatuh cinta pada Jasmine.


Gadis sederhana yang tampil apa adanya tanpa peduli orang mau menilainya apa. Selama itu tidak merugikan dirinya, dia akan cuek dan masa bodo.


###


Maaf ya, baru sempat up. Mendekati lebaran makin sibuk di dapur, entah apa saja yang mau dimasak.


Ngetiknya semalam tapi badan keburu tepat, jadi baru bisa terkirim sekarang. Semoga lulus review ya.