
Pagi ini Jordan pergi ke perusahaan seperti biasanya tapi dia sama sekali tidak membangunkan Jasmine.
Jasmine bangun seperti biasa dan tidak menjumpai Jordan disemua ruangan di penthouse.
"Ini aneh, tumben si tuan muda pergi sepagi ini." ucap Jasmine setelah memeriksa ruangan terakhir dan tak menemukan Jordan disana.
Jasmine lalu kembali ke kamarnya dan membersihkan diri, hari ini dia akan pergi ke restoran untuk bekerja seperti biasanya.
Meski mungkin kali ini akan berbeda dengan hari sebelumnya, Jasmine tidak terlalu memikirkannya.
Baginya tuan Aslan dan istrinya sudah dia anggap sebagai orang tuanya sendiri. Paling juga Jasmine akan digoda habis-habisan oleh mereka, apalagi sekarang ada Gulya.
# Flashback on
Kemarin disaat perayaan, Jordan terlihat menggandeng seorang gadis yang nampak asing bagi sahabat daddy dan mommy.
Tapi tidak dengan Uncle Aslan dan istrinya, karena mereka sangat mengenali Jasmine. Apalagi saat mommy Hanna memperkenalkan Jasmine sebagai calon menantunya.
Tentu saja semua yang hadir disana saling berpandangan, tidak menyangka jika Jordan bisa menambatkan hatinya pada seorang gadis sederhana seperti Jasmine.
Apalagi uncle Aslan yang menjadi pemilik restoran tempat Jasmine bekerja, cukup terkejut mendengarnya.
Karena setahu dia, selama bekerja padanya Jasmine adalah pribadi yang tertutup, dan hanya beberapa orang saja yang bisa berbicara lama dengannya.
Tapi Aslan dan istrinya bersyukur, karena Jasmine tidak lagi sendiri dan kini ada yang menjaganya.
Daddy Robby juga menceritakan siapa keluarganya, sebenarnya tidak masalah siapapun calon menantunya asalkan dia benar-benar mencintai dan menerima Jordan apa adanya.
Beberapa sahabatnya cukup mengenal keluarga Jasmine, bahkan tahu cerita singkat bagaimana ayah Jasmine sampai keluar dari rumah orang tuanya.
Ya nama Davisio Fernandez memang tidak asing di dunia bisnis, bahkan Hans Orlando dan Javier Luiz pernah menjalin kerjasama dengannya, sebelum perusahaannya dinyatakan kolaps.
Seperti dugaan mereka bahwa keluarnya tuan David panggilan Davisio Fernandez dari perusahaan miliknya serta rumah peninggalan keluarganya pasti ada permainan kotor dari orang dalam.
Daddy Robert juga meminta bantuan sahabatnya untuk mengusut masalah yang menimpa keluarga Jasmine, termasuk tentang kecelakaan kedua orangtua nya.
Daddy berharap dengan mencari tahu dalang dibalik semua kejadian yang menimpa keluarga Jasmine bisa segera mengirimnya ke penjara.
Flashback off
Jasmine sudah siap pergi dengan mengenakan dress selutut berwarna putih dan flatshoes nya, dia sangat suka outfit seperti ini karena terlihat simpel tapi tetap girly.
Dengan sapuan make up natural dan hanya ditambah lipgloss. Jasmine tidak suka berdandan menor, karena akan menarik perhatian banyak orang dan itu tidak nyaman buat nya.
Jasmine mengambil goodie bag nya, Jasmine sengaja membawa tas yang agak besar karena sekalian mengambil pakaian kotornya di loker restoran.
Rencananya Jasmine akan langsung ke flatnya setelah pulang kerja. Tapi belum juga Jasmine melangkah sudah terdengar bel pintu.
Jasmine tidak tahu siapa yang datang bertamu sepagi ini, mungkin ada hal penting tapi Jasmine tetap awas. Dia ingat pesan Jordan untuk tidak sembarang membuka pintu.
Dua kali bel berbunyi tapi Jasmine justru memilih duduk di sofa. Tak lama kemudian hand phone nya berdering.
Jasmine mengambil hand phone nya dan menjawab telepon yang ternyata dari Jordan. Dan yang dari tadi berdiri di depan pintu adalah asisten Jamie.
Jasmine akhirnya membukakan pintu untuk asisten Jordan itu, Jamie menundukkan kepalanya.
"Selamat pagi nona, ini ada titipan dari tuan muda Jordan." asisten Jamie menyerahkan sebuah paper bag lumayan besar pada Jasmine.
"Apa ini?" tanya Jasmine, tangannya sudah mengambil paper bag tersebut. Tapi wajahnya masih menyisakan tanya.
"Silahkan nona buka sendiri, saya permisi dulu. Nanti jam sepuluh saya akan menjemput nona." ucap asisten Jamie
Jamie lalu pamit dan kembali ke perusahaan. Jasmine mengunci pintu setelah asisten Jamie menghilang dari pandangan.
Jasmine membawa paper bag nya ke kamar, dia melihat isinya, ada sepatu, gaun berwarna putih gading yang simpel tapi begitu mewah, serta satu kotak parfum.
Kriiing..
Hand phone Jasmine berdering, Jasmine tahu itu pasti telepon dariJordan. Dan benar dugaannya, Jasmine tersenyum dan menjawab teleponnya.
"Halo, Hubby" Jasmine
"Bagaimana kamu suka hadiahnya? sudah kamu coba?" Jordan
Jasmine mengangguk, seolah Jordan ada dihadapannya.
"It's beautiful, i like it." jawab Jasmine antusias
"Good, nanti jam sepuluh Jamie akan menjemputmu dan pakailah hadiahmu. Aku ingin kamu terlihat cantik hari ini." Jordan
"Tapi hubby, aku kan harus bekerja." Jasmine
"Hari ini kamu libur, aku sudah minta ijin pada uncle Aslan. Dan dia setuju. Jadi bersiaplah." Jordan sudah tidak sabar melihat Jasmine.
"Hubby... aku..." Jasmine belum sempat mengucapkan kata, dan Jordan kembali menyelanya.
"I love you, wifey. Bye." Jordan memutuskan panggilan teleponnya sepihak.
"Love you too, bye." Jasmine pun menutup teleponnya.
Dia segera bersiap seperti permintaan Jordan, dia harus tampil cantik hari ini dan memakai gaun serta sepatu pemberiannya.
Jasmine tidak tahu kejutan apa yang sudah Jordan siapkan untuknya, yang pasti dia hanya ingin tampil cantik untuk hubby nya.
Setengah jam lamanya Jasmine menyiapkan dirinya, memakai gaun cantik pemberian Jordan dan merias wajahnya dengan make up yang membuatnya terlihat lebih cantik dan segar.
Dengan bantuan youtube Jasmine mencari tutorial make up simpel tapi tetap cantik dan mempesona.
Jasmine juga mencari tutorial rambut agar sesuai dengan gaun dan make up yang dipakainya.
Dan setelah beberapa saat, Jasmine memperhatikan penampilan nya di cermin, dia seperti calon pengantin dengan gaun yang dikenakannya.
Terakhir Jasmine mengambil kotak parfum yang tadi diberikan Jordan untuknya. Jasmine menyemprotkan parfum itu ke beberapa bagian tubuhnya.
Mencium wanginya, Jasmine menyukainya. Ternyata Jordan sangat tahu seleranya, tidak terlalu buruk, yang pasti harganya mengalahkan gajinya selama satu bulan.
Jasmine tahu itu, dari deretan parfum yang Jordan miliki semuanya merk terkenal dan harganya selangit termasuk yang dia pakai barusan.
Tepat jam sepuluh bel pintu kembali berbunyi, Jasmine melihat dibalik pintu. Asisten Jamie sudah siap menjemputnya.
Jasmine segera keluar dan mengikuti asisten Jamie, di dalam lift Jasmine terlihat gugup. Sesekali dia menoleh kearah Jamie, tapi asisten pribadi Jordan itu hanya diam menundukkan kepalanya.
Ting
Pintu lift terbuka, tak banyak orang berlalu lalang disana karena memang sudah jam kerja, tentu mereka disibukkan dengan aktivitasnya masing-masing.
Jamie berjalan lebih dulu dan membukakan pintu untuk nona mudanya. Jasmine masuk dan mendudukkan dirinya dibangku penumpang.
Jamie segera melajukan kendaraannya ke suatu tempat, dimana Jordan sudah menunggunya.
Jasmine sedikit heran ketika Jamie menghentikan mobilnya di depan sebuah gedung pemerintah.
Gedung itu terdiri dari beberapa lantai dan masih berupa bangunan kuno yang masih terawat.
Jamie mengajak nona mudanya naik ke lantai tiga. Jasmine hanya memperhatikan sekilas, dan langkah mereka terhenti didepan pintu bertuliskan Catatan Sipil.
###
Puasa hari ke sepuluh, semangat yak!