Savage Love

Savage Love
#53



Jordan melajukan mobil sport miliknya, memecah jalanan malam itu mereka pulang menuju flat.


Jasmine ingin malam ini tidur di kamarnya sendiri di flat, dia sudah sangat rindu kasurnya.


Jordan membuang napasnya, dia tahu malam ini akan jadi malam yang panjang dengan sedikit siksaan.


Jordan berani bertaruh jika besok pagi bukan hanya badannya yang merasa pegal karena tidur di kasur yang sempit milik Jasmine.


Tapi juniornya yang lebih tersiksa, tidur dikasurnya sendiri saja dia harus menahan hasratnya untuk tidak membobol gawang Jasmine sebelum mereka resmi menikah.


Apalagi ini, dikasur yang sempit dan pergerakan mereka berdua yang sangat terbatas, sangat tidak mungkin jika Jordan harus merasakan pening karena juniornya akan memaksa untuk keluar.


Sejak bertemu Jasmine, sudah sudah tidak pernah lagi bermain perempuan bayaran. Bukan tidak ingin tapi juniornya seolah tidak mau bermain di gawang yang sudah tidak orisinil.


Terpaksa Jordan harus bermain solo agar bisa menuntaskan hasratnya, tapi lagi-lagi godaan dari gadis itu sangat besar.


Melihat paha mulusnya saja juniornya sudah on fire, apalagi jika dia sengaja merapatkan tubuh mungilnya yang bagi Jordan terlihat sangat seksi.


Demi cinta apapun akan dilakukan, meski harus tersiksa. Kalimat itu sangat cocok menggambarkan bagaimana Jordan saat ini.


Mobil yang mereka kendarai sudah masuk pelataran parkir. Bukan kali ini saja Jasmine menjadi sorotan, karena memang wajah cantiknya pasti akan mengundang kagum pria-pria disekitarnya.


Tapi kali ini bukan Jasmine yang mereka lihat, melainkan mobil mewah yang terparkir disana. Dan ketika Jasmine keluar dari mobil mewah itu, banyak mata yang memandang sinis kearahnya.


Bagaimana bisa Jasmine berada didalam mobil mewah itu, dan siapakah pria yang bersamanya.


Pertanyaan itu muncul dari beberapa orang tetangganya yang tidak pernah melihat Jasmine sebelumnya.


Para penghuni flat itu memang tidak semuanya memiliki mobil, hanya beberapa dan itupun mobil keluaran lama yang bisa dibilang sudah harus dimuseumkan.


###


Dinegara ini ada peraturan tentang kendaraan pribadi, jika uji emisinya atau tahun pembuatannya sudah tidak masuk kategori layak maka, mereka akan memilih untuk memasukkan mobil mereka ke tempat daur ulang.


Jika tidak mereka akan dikenakan sanksi berupa denda dan juga mobilnya akan diderek ketempat itu.


Itulah mengapa para penduduk di kota ini lebih memilih menggunakan transportasi umum. Baik berupa taksi, trem atau sepeda.


Untuk perjalanan ke luar kota pemerintah menyediakan layanan bis dan kereta api cepat. Jadi mereka tidak perlu mengisi bbm atau sebagainya.


Lalu bagaimana dengan kendaraan pribadi mereka yang tidak layak pakai. Pemerintah akan memberikan ganti rugi berupa fasilitas layanan kesehatan atau layanan publik lainnya.


Jadi tak heran jika disepanjang jalan banyak orang berlalu lalang, atau mereka akan menggunakan sepeda.


Sepeda disini disediakan secara gratis, dan mereka bebas memakainya kapan saja. Mereka hanya perlu menunjukkan kartu yang diberikan oleh pemerintah pada setiap warganya terutama yang berusia diatas lima belas tahun.


Untuk kendaraan umum lain seperti trem, bus dan kereta api mereka juga sudah menggunakan uang elektronik.


Setiap warga yang sudah cukup umur akan memperoleh fasilitas kartu layanan publik untuk kendaraan umum.


Mereka tinggal memilih tipe mana yang mereka mau, dan tarif isi ulangnya juga disesuaikan dengan masing-masing tipe.


Tidak ada pembayaran dalam bentuk uang tunai, karena itu akan sangat menghambat mobilitas mereka.


Mereka tinggal menempelkan kartu yang mereka miliki ke mesin atau dibantu oleh petugas.


Setelah mendapatkan tiketnya uang elektronik itu akan berkurang sesuai biaya pada masing-masing rute perjalanan.


Kecuali taksi, mereka akan membayar secara tunai karena itu milik swasta. Uang hanya berlaku di tempat perbelanjaan, restoran, atau rumah sakit.


Warga di kota ini sungguh sangat dimanjakan, jadi mereka hanya fokus pada pekerjaannya saja.


Bagaimana dengan para pelajar dan mahasiswa, mereka juga memperoleh fasilitas yang hampir sama.


Hanya saja untuk pelajar, mereka akan dijemput oleh bus sekolah dan akan diantar ke tempat mereka menunggu bus itu.


Para pelajar mulai dari pendidikan pra sekolah sampai jenjang sekolah menengah atas berada dalam satu distrik khusus.


Untuk kegiatan olah raga atau pun seni yang membutuhkan ruangan khusus juga disediakan oleh pemerintah.


Gedung olah raga, kolam renang, dan juga panjat dinding. Mereka juga difasilitasi dengan tenaga pengajar yang sangat kompeten dibidangnya.


Tak heran kota ini banyak melahirkan atlet-atlet tangguh dan juara. Karena mereka didukung penuh oleh pemerintah.


Untuk kesenian pun ada fasilitas penunjang. Itulah mengapa Jasmine ingin sekali melanjutkan pendidikan di kota ini, karena fasilitas itu hanya akan dia dapatkan disini.


Para guru memberikan kesempatan kepada para siswa nya untuk mengembangkan bakat mereka baik dibidang olahraga maupun seni.


###


Jasmine dan Jordan melewati beberapa orang yang masih terlihat bergerombol disekitar tangga menuju kamar Jasmine.


Sangat jarang Jasmine pulang ke flat disaat masih ramai seperti ini, baru kali ini dan inipun bersama orang lain.


Untung saja Jordan mengenakan topi nya jadi tidak banyak yang mengenalinya. Jasmine menyapa mereka.


Jasmine memang terkenal ramah pada siapapun meski tidak dikenalnya. Jasmine melihat banyak warga berkumpul di sebelah tangga dekat kamarnya.


Mereka sedang menyiapkan beberapa hiasan dan juga bendera. Jasmine baru ingat jika dua hari lagi ada festival dikota ini.


Festival yang diselenggaran setiap tahun, dan setiap warga berhak berpartisipasi didalamnya.


Tidak hanya flat atau apartemen, perkantoran, pusat perbelanjaan dan juga sekolah juga akan mengadakan acara masing-masing.


Dan puncaknya adalah ketika festival berlangsung, akan ada pawai kereta yang berisi aneka bunga, buah dan sayur. Ada pula yang berupa makanan siap saji dari berbagai olahan daging, ikan dan susu.


Festival ini diselenggarakan setiap tahunnya sebagai wujud syukur kepada Sang pencipta karena mereka dilimpahkan banyak rezeki.


Berada di negara yang memiliki empat musim, dengan limpahan produk hasil pertanian dan perkebunan, serta hasil laut membuat warga berinisiatif mengadakan festival.


Dan festival ini juga menjadi daya tarik sendiri, menarik perhatian wisatawan baik domestik maupun mancanegara.


###


Jasmine belum mempersiapkan apapun di kamar flat nya, masih ada waktu satu hari menghias flatnya.


Setiap penghuni flat diwajibkan menghias flat nya masing-masing sesuai kemampuan, dan pihak pengembang dan pengurus flat akan memberikan penilaian.


Penilaian kebersihan dan kerapian serta antusias mereka menyambut festival tahunan ini.


Setelah upacara festival akan dimulai dengan pawai dan arak-arakan kereta, dan diakhiri dengan acara makan bersama makanan yang diarak tadi.


Jasmine sudah tidak sabar menyambut hari esok, dia ingin segera berbelanja dan menghias kamar flatnya.


Bagaimana dengan Jordan, dia tentu akan senang sekali membantu gadisnya menyiapkan semuanya.


Jika dulu Jordan dan teman-temannya akan sangat menantikan festival ini, karena disini mereka bisa bertemu dengan wanita-wanita cantik dan seksi, tentu saja dengan senang hati memberikan miliknya pada orang yang mereka sukai meski baru saja kenal.


Bukan itu saja, mereka akan menikmati hubungan singkat ini dengan setengah kesadarannya karena biasanya mereka sudah mabuk.


Menjalin hubungan diluar nikah bagi pria dan wanita apalagi hidup bersama dikota itu bukan lah hal yang tabu.


Terkadang mereka memiliki anak dari hubungan itu, dan itu tidak tercatat di pemerintahan.


Karena anak-anak yang lahir diluar nikah akan diurus oleh dinas sosial. Tapi mereka tidak akan memperoleh fasilitas dari negara seperti anak-anak yang lahir dari status pernikahan.


Di negara ini, tingkat mobilitas tinggi tapi juga berdampak pada angka kelahiran. Banyak dari warga memilih bekerja dan mengembangkan karirnya dari pada menikah dan membina rumah tangga.


Bahkan menurut catatan dinas kependudukan dikota tersebut, usia rata-rata perempuan yang menikah adalah dua puluh lima sampai tiga puluh tahun.


Sedangkan prianya rata-rata menikah diusia tiga puluh lima sampai empat puluh tahun. Jadi tak heran jika banyak keluarga yang memiliki anak berusia balita sedangkan orang tuanya sudah mencapai empat puluh tahun lebih.


Oleh karenanya jumlah penduduk dikota itu sangat kecil, angka kelahiran dan kematian berbanding terbalik.