Savage Love

Savage Love
#62



"Kamu cantik sekali hari ini sayangku... "Gulya mencium pipi Jasmine, dia begitu bahagia melihat Jasmine menikah.


"Terimakasih" Jasmine memeluk Gulya, rasa bahagianya ingin sekali ditularkan pada semua sahabatnya.


"Kamu tahu kamu berhutang banyak penjelasan padaku, nona. Dan aku tak sabar ingin menghukummu."


Gulya menarik hidung Jasmine, dia masih penasaran bagaimana seorang Jordan bisa menikahi gadis sederhana seperti Jasmine.


Jasmine pun menceritakan awal pertemuan mereka, bagaimana Jordan menolongnya saat kedua orangtua nya kecelakaan dan meninggal, semuanya dia ceritakan tak ada yang dia tutupi.


Gulya sangat tahu bagaimana kehidupan Jordan sebelumnya, karena pengkhianatan yang dilakukan kekasihnya membuat Jordan menjadi seorang casanova.


Gulya juga tahu bagaimana Jordan dulu saat depresi berat, dia seperti kehilangan semangat hidup.


Hingga akhirnya berhasil bangkit menjadi pribadi baru yang sangat berbeda dengan sebelum kejadian memalukan itu terkuak.


Gulya bersyukur jika akhirnya Jordan melabuhkan hatinya pada Jasmine. Seorang gadis yang tidak banyak tingkah dan lugu.


Chelsea dan Luna mendekat kearah mereka berdua. Luna yang sempat tak percaya akan pernikahan antara Jasmine sahabatnya dengan Jordan, seorang CEO yang sangat dikagumi karena kinerjanya, akhirnya menangis haru.


Luna tetap mendukungnya karena gadis itu percaya semua terjadi karena mereka berjodoh dan saling cinta.


Keempat gadis itu berbincang, tertawa dan berpelukan seperti gadis-gadis lain pada umumnya jika sedang berkumpul.


Dan keempat gadis itu tidak luput dari pandangan Jordan dan teman-temannya. Jordan memperhatikan istrinya yang terlihat bahagia berkumpul bersama para sahabatnya.


###


Jordan mendekati istrinya yang masih duduk bersama sahabatnya, Jordan lalu mendaratkan kecupan di bibir istrinya.


Woouuww....


"Kau sepertinya sudah tidak sabar ingin segera menikmati malam pertama mu, Jo." ucap Gulya asal.


Jordan terlihat cuek dan hanya mengendikan bahunya mendengar ucapan Gulya, tangannya juga sudah menggenggam tangan halus istrinya.


Jordan dan Gulya sudah akrab sejak kecil, itulah mengapa Gulya meminta penjelasan dari Jasmine bagaimana bisa dia mengenal Jordan bahkan sekarang menjadi istrinya.


Seingat Gulya, Jordan bukan orang yang mudah jatuh cinta apalagi setelah perselingkuhan mantan tunangannya terungkap, belum pernah ada berita baik tentang Jordan selain dia menjadi seorang casanova.


Gulya sedikit aneh mendengar penuturan Jasmine tadi, tapi setelah Chelsea membenarkan kata-kata Nya Gulya akhirnya memilih percaya dan berdoa semoga hubungan keduanya akan selalu baik.


Jordan tahu apa yang Gulya pikirkan, dia pasti meragukan perasaan Jordan pada Jasmine. Jordan tidak masalah dengan itu, karena Gulya adalah orang yang peka.


Tidak mudah baginya mempercayainya apa yang baru saja dilihat atau didengarnya, sampai dia bisa membuktikan sendiri.


Apalagi Jasmine istrinya adalah sahabatnya, Gulya pasti akan menjadi orang pertama yang akan menghukumnya jika terjadi sesuatu pada istrinya.


Jasmine tak tahu seberapa dekat Gulya dan suaminya dahulu, yang pasti Jasmine yakin jika Gulya sedikit meragukan perasaan Jordan padanya.


Ketiga sahabat Jordan serta asistennya ikut bergabung bersama para gadis. Zack sedari tadi memperhatikan sahabat Jasmine, terutama Gulya.


Gadis itu tampil cantik hari ini dengan baju hasil desainnya sendiri. Sebuah gaun panjang yang sedikit tertutup dipundaknya dan sedikit belahan menampilkan kaki jenjangnya.


Lain lagi dengan Chelsea, sejak menjadi model terkenal dia selalu memakai pakaian yang menampilkan lekuk tubuhnya.


Apapun yang dipakainya selalu cantik, seperti kali ini dress berwarna merah setinggi lutut, dengan sedikit belahan dan tali kecil dipundaknya.


Tapi sayangnya, Chelsea hanya tertarik dengan si dingin Jamie, asisten Jordan itu lebih menantang dari pada yang lain.


Chelsea sesekali mencuri pandang kearah asisten Jamie yang asyik berbincang dengan Adam, dan ketika pandangan mereka bertemu, Jamie mengangkat gelasnya, Chelsea tersenyum manis.


Lalu bagaimana dengan Tony dan Adam, mereka berdua tampak biasa saja. Adam sudah ada pemiliknya, jadi tidak mungkin dia menebar pesona pada gadis lain.


Sebentar lagi dia akan bertunangan dengan dokter cantik yang sudah menjadi kekasihnya. Hari ini dia sedang ada operasi caesar dan tidak bisa menemani Adam.


Tinggal Tony dan Luna, dua orang tidak tertarik untuk memperhatikan satu sama lain. Keduanya masih asyik dengan jalan pikiran masing-masing.


Setelah perkenalan singkat tadi tampaknya memang mereka lebih banyak diam dan hanya sesekali tertawa saat ada candaan dari Zack yang selalu bisa membuat rame suasana.


Jordan mengajak istrinya untuk berdansa ketika sebuah musik indah mengiring, kedua pengantin tampak bahagia.


Tak lama daddy Robby dan mommy Hanna beserta beberapa sahabatnya juga turun berdansa menemani pasangan pengantin baru.


Zack mengulurkan tangan pada Gulya, Chelsea menarik tangan Jamie untuk menemaninya berdansa.


Dan hanya tersisa Tony dan Luna disana, Adam lalu menyenggol lengan Tony saat melihat Luna memperhatikan mereka yang asyik berdansa.


Tony yang malas hanya diam, diantara mereka memang Tony yang pendiam jika tidak ada sesuatu yang menarik perhatiannya.


Sekali lagi Adam menyenggolnya, dengan kode matanya Adam menyuruh Tony untuk mengajak Luna berdansa.


Tony tampaknya malas dan hanya fokus pada hand phonenya. Adam tidak menyerah, lagi-lagi memaksa Tony untuk turun bersama sahabat Jasmine itu.


Mau tidak mau Tony pun mengulurkan tangan pada Luna dan mengajaknya berdansa, Luna yang awalnya bengong kemudian menyambut uluran tangan dari pria dingin ini.


Tony sepertinya sedang menutup hatinya pada wanita lain sejak ditinggalkan oleh pasangannya ketika pesta topeng dulu.


Dan sampai saat ini Tony tidak tertarik untuk menjalin hubungan kembali dengan siapapun. Dia juga sudah jarang terlihat bermain dengan wanita pemuas nafsunya.


Berbeda dengan Zack yang hampir tidak ada jeda main celup sana celup sini dengan beberapa wanita koleksinya. Tony sering menolak ajakan zack jika sedang tidak mood.


Mungkin jika mereka sudah menemukan gadis yang tepat mereka akan menjadi budak cinta seperti yang Jordan alami saat ini.


Dan selama itu belum terjadi, mereka menikmati masa mudanya dengan bersenang-senang lebih dulu.


Satu lagu slow berlalu, kini irama yang lebih enerjik. Mereka masih asyik berdansa dan sesekali tertawa saat ada yang salah gerakan.


Jordan dan Jasmine menikmati pesta mereka, berbeda dengan Tony dan Luna yang ketika lagu pertama selesai memilih duduk kembali.


Zack dan Gulya masih berdansa, begitu pula dengan Chelsea dan Jamie. Chelsea tidak melepaskan Jamie sedetikpun.


Jamie merasa tidak nyaman dengan tindakan Chelsea yang menurutnya sangat agresif itu. Tapi demi menghormati Jordan dan keluarga nya, Jamie memilih diam saja.


Suasana pesta pernikahan Jordan dan Jasmine cukup meriah meski tidak banyak relasi dari tuan Robert maupun Jordan yang diundang.


Pesta pun usai dan semua orang sudah kembali ke peraduan masing-masing. Mansion keluarga Robert masih ramai dengan saudara yang datang.


Para pelayan pun telah selesai membersihkan taman belakang yang digunakan sebagai tempat pesta tadi.


###


Jangan lupa like, komen dan vote nya ya, terima kasih.