Savage Love

Savage Love
#49



Jordan membawa Jasmine ke tempat restoran terapung berada dengan berjalan kaki. Untung saja dia hanya memakai flatshoes jadi tidak kesulitan ketika berjalan.


Jamie berjalan mengekori bosnya, matanya masih terus mengawasi sekitar karena tidak ingin ada kejadian tak terduga yang bisa membahayakan nyawa majikan sekaligus sahabatnya itu.


Meski dari jauh mereka seperti pengunjung yang lainnya, tapi mereka selalu dikelilingi oleh body guard bayangan suruhan daddy nya.


Jordan sendiri memiliki beberapa pengawal pribadi, yang siap menjaganya setiap saat. Tapi kali ini dia ingin santai menikmati waktu berdua dengan gadisnya.


Ini kencan pertama mereka anggap saja seperti itu. Jadi agar terlihat romantis, Jordan ingin semuanya terlihat senatural mungkin.


Tanpa ada penjaga disekitarnya, walaupun itu sangat tidak mungkin. Karena daddy nya tak akan membiarkannya.


Dunia yang saat ini digeluti Jordan dan keluarganya sangat penuh resiko. Kawan dan lawan bisa datang bersamaan, bahkan mungkin saja orang yang kita anggap kawan ternyata menjadi lawan.


Atau bisa saja yang kita anggap lawan atau saingan justru datang menyelamatkan kita seperti kawan.


###


Sampailah mereka ke tempat yang dituju, udara panas di pantai terasa menyegat dikulit, meski angin bertiup sepoi-sepoi.


Beberapa pelayan telah siap dengan hidangan mereka, Jordan menarik kursi untuk Jasmine duduk. Lalu menarik kursi untuk dirinya sendiri.


Mereka menikmati sarapan pagi sekaligus makan siang dengan berbagai menu olahan seafood.


Jamie ikut menikmati makanannya, dia berada di meja lain tak jauh dari keduanya berada. Jordan masih belum melepaskan kacamata hitamnya yang bertengger diatas hidung mancungnya.


Menarik, gerakan ombak yang seakan tak berhenti memberikan sensasi tersendiri. Restoran terapung itu seperti layaknya perahu yang tersapu ombak, bergoyang-goyang.


Memang tidak akan membuat pengunjung disana jatuh apalagi basah, hanya saja sedikit sport jantung ketika akan naik, dan ketika ombaknya cukup besar seperti saat ini.


Tapi Jasmine menyukainya, ini pengalaman baru yang menyenangkan. Jordan senang Jasmine menyukainya. Tatapannya tak teralihkan sedikitpun.


Melihat Jasmine tersenyum dengan raut wajah bahagia membuatnya ikut bahagia. Jordan tahu gadis ini banyak menyimpan kesedihan. Dia berjanji akan membuatnya bahagia dan melupakan traumanya.


###


Setelah menikmati hari di restauran terapung, Jordan masih belum mengajaknya pulang ke penthouse. Dia masih ingin membawa Jasmine ke suatu tempat.


Tapi ketika Jasmine mengingatkan tentang pekerjaannya, dia mengurungkan niatnya. Jordan sedikit kecewa karenanya.


Jasmine tahu itu, dan Jasmine tidak ingin rasa kecewa Jordan membuat moodnya buruk. Jasmine tahu bagaimana mengatasinya, Jasmine mencium Jordan seketika itu, meski rasanya dia pasti akan malu di depan Jordan dan asistennya Jamie.


Jordan yang mendapat serangan mendadak tentu saja senang sekali, dia berhasil membuat gadisnya tidak lagi malu untuk memberikan ciuman.


Jordan menyeringai, gadisnya sudah banyak belajar darinya. Jordan pun tidak segan untuk membalas ciuman Jasmine.


Bagaimana dengan asisten Jo, jamie. Dia hanya tertunduk malu dan segera memalingkan wajahnya ke arah lain.


Jamie sudah terbiasa bahkan sangat hafal dengan kelakuan bosnya itu. Ketika masih menjadi casanova, setiap hari Jordan mencumbu wanita-wanitanya bahkan tak jarang mereka melakukan hubungan intim didalam mobil.


Jamie melihat banyak perubahan dari diri tuannya, dulu ketika dengan sofia Jordan tidak pernah bersikap manis seperti ini.


Sofia lah yang selalu bersikap manja dan kekanakan. Sofia tidak memperbolehkan wanita manapun mendekati Jordan. Dia akan sangat marah jika ada yang mencoba mendekatinya, termasuk sepupunya sekalipun.


Jordan bahkan harus setiap saat mendengar Sofia mengomel jika telat memberitahu kegiatannya. Seperti terkekang, karena cintanya pada Sofia yang begitu besar Jordan bahkan rela membelikannya apartemen beserta isinya.


Sofia bukanlah wanita baik, hanya karena penampilannya yang anggun dan kalem, dia berhasil menghipnotis Jordan agar hanya mencintainya.


Tentu saja agar Sofia dengan mudah mengeruk keuntungan darinya, semua barang-barang mewah yang dipakainya adalah pemberian Jordan.


Terakhir sebelum acara pertunangan mereka berlangsung Sofia bahkan meminta mobil sport keluaran terbaru.


Semua tindak tanduk Sofia dan keluarganya, serta perubahan sikap Jordan selama bersama Sofia hingga membuat mommy nya kuatir, tidak luput dari pengamatan daddy Robert dan sahabat-sahabatnya.


Mereka sudah berulang kali memberitahukan kelakuan Sofia dibelakang Jordan, bagaimana Sofia berselingkuh dengan rivalnya bahkan jauh sebelum mereka resmi berpacaran.


Tapi semuanya sia-sia karena cinta buta Jordan pada Sofia. Jamie sebagai asisten Jordan akan selalu menjadi tameng agar bosnya tidak melakukan hal bodoh yang akan disesalinya dikemudian hari.


Jamie juga selalu melaporkan kegiatan Jordan bersama Sofia pada kedua orang tua Jordan. Mereka memang tidak bisa membuat Jordan percaya begitu saja dengan semua bukti yang sudah mereka kumpulkan.


Karena Sofia dengan sangat licik akan memutar balikkan fakta. Sofia pula yang membuat hubungan Jordan dan sahabatnya, saudara sepupunya bahkan orang tuanya sendiri merenggang.


Hanya satu yang tidak bisa Sofia dapatkan, keperjakaan Jordan. Meskipun mereka sering melakukan ciuman panas dimana saja, tapi Jordan tidak pernah mau merusak kegadisan Sofia.


Karenanya segarang apapun Sofia menyerangnya, Jordan tidak akan pernah mau melakukannya. Hingga drama perselingkuhan terungkap, dan Jordan menjadi depresi.


Sembuh dari depresi membuat Jordan jadi pribadi baru yang berbeda jauh dengan sebelumnya, Jamie sangat menyesali itu.


Jordan seakan membalas sakit hatinya dan bermain dengan banyak wanita, Jamie berharap suatu saat akan ada wanita yang membuat bosnya sadar dan mencintainya dengan tulus.


Dan saat Jamie mendapat perintah untuk mencari informasi tentang Jasmine, Jamie bersorak dalam hati. Bahkan berani seandainya Zack, Tony atau Adam mengajaknya taruhan.


Sekarang hanya beberapa hari dekat dengan Jasmine, membuat Jordan mengalami banyak perubahan. Sikap lembutnya pada wanita, perlakuan manisnya bukan hanya karena bosnya sudah menjadi budak cinta.


Tapi itu sisi kelembutan Jordan yang tidak banyak orang tahu, hanya pada mommy dan saudara-saudara perempuannya saja dia berani menunjukkan.


Dulu jangankan membuka pintu mobil untuk wanitanya, berjalan bergandengan tangan saja tidak pernah. Hanya wanita-wanita itu yang bergelut manja dilengannya.


Jordan bahkan berani tampil apa adanya di depan Jasmine, dengan kaos, celana jeans dan topi. Tidak selalu berpenampilan mewah seperti saat bersama mantannya.


Jamie bersyukur Jasmine berasal dari keluarga terhormat, yang mendidik putrinya sangat baik dan selalu menghargai orang lain.


Jamie tahu Jasmine bisa merubah Jordan menjadi lebih baik, dan saat itu datang dialah orang pertama yang akan mengucapkan selamat.


Jamie juga berharap suatu saat akan ada gadis yang mencintainya tulus, seperti Jasmine pada Jordan. Sebuah permintaan sederhana dari seorang anak yatim piatu yang sudah lama kehilangan kasih sayang kedua orang tuanya.


next