
Chelsea dan Jasmine tiba ditempat acara, mereka sudah mengenakan topeng sesuai dress code nya.
Chelsea memasuki ballroom dengan penuh percaya diri, dunianya tidak jauh dari pesta. Beberapa pasang mata terpesona akan penampilannya.
Bagaimana dengan Jasmine, begitu memasuki ballroom dia tampak gugup. Tangannya sedikit basah karena keringat, seandainya Chelsea tidak menggandengnya dia memilih jalan memutar saja.
Sebenarnya mereka itu sepaket, Chelsea dengan penampilannya yang sexy dan glamor sedangkan Jasmine yang simpel tapi elegan.
Berjalan mendekati pencetus sekaligus pemilik acara, mereka mendapat sorotan dari banyak pasang mata disana.
Chelsea mendekati Sam dan mencium pipinya, dan memeluknya sebentar. Meski ada yang menatap tak suka, tapi Chelsea tak peduli.
Dia kangen sekali pada kakak sepupunya ini, sudah lama tidak bermanja-manja padanya. Bahkan pacar Sam sendiri tak percaya jika mereka hanya saudara sepupu.
Sam yang tahu kebiasaan adik sepupunya hanya menggeleng kepala, dia mencium pucuk kepalanya dan mengacak rambutnya.
"Sam..." rengek Chelsea, Sam tertawa.
Pemandangan itu tak luput dari perhatian Jordan dan kawan-kawannya. Mereka ikut tersenyum.
Jasmine yang sedari tadi diam saja, akhirnya mendekat ke arah Sam. Sam melihatnya, bibirnya tersungging.
"Hei kemarilah adik kecil, apa kau tidak merindukan kakakmu ini seperti Chelsea"
Sam merengkuh tubuh kecil Jasmine, Sam sudah menganggap Jasmine seperti adiknya sendiri sama seperti Chelsea.
Tak ada penolakan dari Jasmine, sebenarnya Jasmine juga sama seperti Chelsea merindukan Sam, karena kesibukan mereka masing-masing.
Sam menggantikan ayahnya menjadi CEO diperusahaannya, Chelsea sibuk dengan dunia modelnya yang kadang harus meninggalkan kedua orangtuanya, sedangkan Jasmine meski tak sesibuk mereka tapi dia punya kesibukan juga.
Dia menjadi pelayan di salah satu Restoran berbintang lima di kota ini. Meski sebenarnya dia bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, karena ayah Chelsea menawarkan posisi sebagai staf akuntan di kantornya.
Tapi Jasmine menolak, bahkan Chelsea pun tak bisa membujuknya untuk menerima tawaran pekerjaan dari ayahnya.
Alasan Jasmine karena dia ingin memulai dari bawah, dengan nilai yang didapatnya saat kuliah dia bisa menjabat manajer keuangan sekaligus. Tapi Jasmine adalah Jasmine, dia tak akan pernah merubah pendiriannya kalau itu hanya akan membuat dirinya bingung.
Sebenarnya Jasmine tidak menerima tawaran pekerjaan itu bukan tanpa sebab, dia sudah menjadi pelayan disana sejak dia pertama kali masuk kuliah.
Saat itu dia sangat membutuhkan biaya untuk menyambung hidupnya, dia tak mau meminta pada orangtua nya mengingat usahanya yang mengalami penurunan drastis dari tahun ke tahun.
Masih bisa bertahan dan menerima beberapa pesanan dari pelanggan lamanya saja sudah cukup untuk membuat mereka tetap bertahan hidup.
Jasmine tahu kehidupan yang dijalani kedua orangtua nya saat ini sangat menyedihkan bahkan memprihatinkan. Oleh karenanya sebisa mungkin dia menghemat pengeluarannya demi bisa membantu orangtuanya.
Jasmine tinggal di sebuah flat tak jauh dari tempatnya bekerja, terkadang saat libur dia membantu salah satu tetangga flatnya yang memiliki toko bunga.
Jasmine senang sekali merawat bunga-bunga disana, dan karena dirinya tak memiliki waktu banyak untuk merawat sendiri jadi dia puas walau hanya seminggu sekali berada ditoko bunga.
Selain itu dia juga senang merangkai bunga, tak jarang jika ada pesanan buket atau karangan bunga dia lah yang mengerjakan. Tuan dan Nyonya Daniel sangat menyukai hasil karyanya, mereka bahkan sering mengajak dirinya makan bersama selayaknya keluarga.
Dan karena Mereka tidak memiliki anak, Jasmine sudah dianggap seperti anak mereka sendiri. Mereka sangat menyayanginya, dan menjaganya seperti putri.
Uang hasil bekerja di restoran Jasmine gunakan untuk membayar sewa flat dan juga makan, sedangkan dari hasil dari bekerja di toko bunga dia masukkan kedalam tabungan yang sewaktu-waktu bisa digunakan, terutama untuk keperluan kedua orangtuanya.
Sebenarnya ada satu pekerjaan lagi yang dia lakukan dan itu sifatnya flexibel, artinya sewaktu-waktu mengerjakannya. Yaitu menjaga orangtua angkat nyonya Morino.
Nenek angkat Chelsea itu sangat pemilih, dia tidak akan mau berinteraksi dengan orang lain selain keluarga dekatnya dan perawatnya tentu saja.
Berbeda saat bersama Jasmine, wanita tua itu sudah menyukainya sejak pertama kali bertemu. Makanya jika sewaktu-waktu Nyonya Morino memanggilnya dia harus siap.
Chelsea dan orang tuanya sebenarnya tak mau meminta Jasmine menjaganya, tapi justru dengan alasan itulah mereka bisa bertemu Jasmine.
###
Flashback on
"Jasmine, aku sebenarnya ingin meminta tolong sesuatu padamu, tapi aku takut kamu menolaknya."
Ucap Chelsea, dia menggenggam tangan Jasmine dan melihat sorot matanya. Jasmine tahu pasti ada sesuatu yang mengganggu pikirannya.
"Katakan apa itu, aku akan dengan senang hati membantu"
Jasmine yakin, tangannya masih dalam genggaman Chelsea.
"Nenekku Dorothy sangat ingin bertemu denganmu, bahkan berulang kali dia mengatakan akan menginap ditempatmu."
"Kau tahu kan bagaimana nenekku itu, dia akan merepotkanmu jika sampai menginap disana. Oh tuhan, ada-ada saja permintaannya."
"Tapi kau tahu sendiri bagaimana dia, sangat sulit membuat dia mau berbicara dengan orang lain. Dan kamu justru bisa merebut hatinya melebihi aku cucunya sendiri. Nenekku itu memang aneh"
Jasmine tertawa pelan, dia mengakui semua yang Chelsea ucapkan adalah benar. Bahkan dia menyaksikan sendiri bagaimana nenek itu menangis karena ingin bertemu dengannya.
Mungkin dia begitu karena kurang perhatian saja, karena nyonya Morino sering keluar kota bahkan keluar negeri menemani suaminya melakukan kunjungan.
Sedangkan Chelsea, jika sudah ada tawaran show atau pemotretan dia akan seharian diluar, bahkan sering tidak pulang berhari-hari. Kasihan juga, disaat dia ingin menghabiskan masa tuanya dengan anak dan cucu, mereka justru meninggalkannya.
Jasmine sebenarnya tidak enak hati tapi kondisi nya memang seperti itu jadi harus menyesuaikan dengan jadwalnya.
"Aku senang mendengarnya, aku akan bicarakan ini pada mom dan dad ku, dan masalah pekerjaanmu, kamu bisa tetap bekerja."
"Jika kamu masuk shift pagi, maka setelahnya kamu bisa menemani nenek. Sebaliknya jika kamu masuk shift sore maka paginya kamu bisa menemani nenek. Kamu kan juga bisa menginap disana, jadi tidak bolak-balik."
Chelsea meyakinkan Jasmine, dalam hatinya dia sangat senang Jasmine mau membantunya.
Chelsea spontan memeluk Jasmine, setelahnya dia menceritakan hal itu pada kedua orangtua nya.
Keesokan harinya Jasmine benar-benar menemui mereka sepulang bekerja. Meski lelah tapi Jasmine tidak masalah.
Chelsea dan orang tuanya sangat baik padanya, jadi dia ingin membalas kebaikan mereka meski tidak sebanding.
Seharian bekerja membuat badannya letih, tapi melihat nenek Chelsea tertawa, hatinya ikut bahagia.
Flashback off
Jika awalnya setiap hari Jasmine datang menemui nenek Dorothy, bahkan saat libur dia akan menemaninya, dia juga membawakan bunga yang dia rangkai tadi sebelum pulang.
Sekarang hanya beberapa kali dalam sebulan dia datang. Dan jika dirinya harus lembur, maka dia akan meminta ijin terlebih dulu, atau mengganti menemani nenek dilain hari.
Tapi satu yang tidak disukai Jasmine, dia selalu menerima pemberian nenek entah itu berupa makanan ataupun uang.
Itu sedikit mengganggunya, dan jika menolak maka nenek itu pasti akan sedih. Chelsea dan Nyonya Morino mengetahuinya karena sang nenek jugalah yang bercerita.
Mereka senang Jasmine mau menerimanya, meski kadang selalu menolak dengan bermacam alasan. Jasmine bukan tipe orang yang senang memanfaatkan keadaan. Itulah mengapa mereka menyayanginya.
Jasmine sungkan tapi menolakpun percuma, karena bukan hanya nenek yang akan sedih tapi Chelsea dan ibunya pasti akan membuatnya tambah sedih.
###
Setelah puas memeluk kedua adiknya Sam lalu bergabung dengan tamu-tamunya menikmati pesta. Mereka bergoyang sesuai musik yang diputar oleh DJ.
Dan disaat banyak gadis disana berlomba untuk mendapatkan perhatian Jordan, ada satu orang gadis yang nampak tak perduli.
Jasmine melangkah pergi, dia mendekati meja tempat hidangan disiapkan. Chelsea jangan ditanya kemana, tadi dia bertemu dengan salah satu pengagum rahasianya.
Chelsea tertawa disana, entah apa yang mereka bicarakan. Jasmine mengambil beberapa potong buah dan kue, lalu membawanya ke meja didekat sajian itu dihidangkan.
Jordan memperhatikannya, bahkan saat zack bertanya padanya dia tak mendengarkan. Toni menyenggol Zack, menunjuk kemana tatapan Jordan tertuju.
Zack paham sekarang, rupanya ada mangsa baru yang diincarnya. Zack dan Toni tertawa, mereka lalu meninggalkan Jordan, menuju lantai dansa menyusul Adam.
Melihat gadis incarannya berdiri mendekati meja tempat aneka minuman, Jordan lalu mendekatinya.
Prang....
"Maaf, maafkan saya nona."
Ucap seorang pelayan yang tiba-tiba saja menumpahkan minuman ke baju Jasmine. Jasmine sedikit panik, tapi sebisa mungkin dirinya mencoba untuk tenang.
Jika dia marah pasti akan mengundang perhatian banyak orang, dan dia sadar bahwa hal ini bisa saja tak sengaja terjadi. Karena dia pun sering mengalaminya.
Dimarahi, dicaci maki bahkan disuruh mengganti kerugian akibat ulahnya. Tapi Jasmine tidak mau membalas perlakuan itu pada orang lain.
Dia melihat pelayan tadi sudah pucat karena melakukan kesalahan. Tapi Jasmine hanya tersenyum, dia memaafkan pelayan itu dan membiarkan nya pergi.
"Bagaimana ini, baju ini jadi kotor dan aku bahkan harus membawanya ke loundry dengan uangku."
Jasmine bergumam pelan, hal itu terdengar oleh pria yang ada disampingnya. Jasmine belum menyadari tingkahnya diperhatikan orang lain.
Masih mengibaskan tangan pada bajunya yang basah karena tumpahan champagne, Jordan mendekat dia mengambil sapu tangan yang ada di saku jasnya.
Melihat ada yang mengulurkan sapu tangan, Jasmine langsung mengambilnya. Dan mulai membersihkan sisa tumpahan tadi.
"Terimakasih"
Jasmine tak menoleh sedikitpun pada orang yang memberinya sapu tangan. Jordan tergelak, baru kali ini dia diacuhkan oleh seorang perempuan.
"Kalau nona butuh bantuan, saya siap atau butuh tumpangan saya dengan senang hati mengantarkan."
Jordan memperhatikan mimik wajah gadis itu, suaranya mengalihkan pandangan gadis dihadapannya.
"Tidak..tidak...aku tak mau termakan rayuan pria hidung belang, lebih baik aku pergi saja."
Batin Jasmine kemudian, tapi saat pria itu mengulurkan tangan ingin berkenalan Jasmine tidak menolak, dia menyambutnya.
Namun...
###
Yah gantung....tunggu kelanjutannya ya 😁