
Jasmine merasa bosan karena harus menunggui orang tidur. Jordan mungkin terlalu lelah karena kesibukannya beberapa hari ini.
Berkutat dengan dokumen yang harus segera diselesaikan, membuat dia kelelahan. Biasanya dia akan sulit tidur jika berada ditempat lain selain kasurnya di penthouse atau mansion orang tuanya.
Tapi disini dikamar yang bahkan luasnya tidak sampai seperempat kamarnya, dan kasurnya yang juga tidak seempuk kasur king size miliknya, dia bahkan dengan cepat terlelap.
Entah sihir apa yang dipakai oleh Jasmine, bisa membuat sang casanova tampan itu tidur nyenyak. Bahkan tanpa banyak gerakan tak penting yang sering dilakukannya jika sulit tidur.
Jordan memiliki masalah dengan pola tidurnya, bahkan dulu setelah kejadian memalukan yang membuatnya kecanduan, membuatnya bisa lelap adalah dengan menegak beberapa gelas wine atau champagne.
Atau dia akan tidur nyenyak setelah melakukan olah raga malam dengan wanita-wanita yang dikencaninya. Mereka akan dihubungi oleh jamie, asistennya dan biasanya Jordan sudah menunggu dihotel.
Jordan tidak pernah membawa wanita penghangat ranjangnya ke penthouse miliknya. Karena seperti diketahui dia sangat tidak suka ada yang memasuki wilayah pribadinya.
Dia hanya memperbolehkan beberapa pelayan dari mansion daddy nya untuk membersihkan penthouse nya saat dia sedang libur atau malas ke kantor.
Bahkan password untuk masuk kesana saja hanya dia dan mommy nya yang tahu. Tahu bagaimana mommy nya jika sedang mengamuk, membuatnya harus rela memberi tahu kode nya pada sang mommy dari pada di cap anak durhaka.
###
Sementara itu
Hari sudah mulai sore tapi tidak ada tanda-tanda Jordan akan bangun. Sudah hampir dua jam dia tidur dan Jasmine tidak berniat membangunkannya.
Sebenarnya Jasmine risih ada orang lain yang tidur dikasurnya, bahkan Chelsea tidak pernah mau tidur dikasurnya yang sempit itu. Chelsea lebih suka mengajak Jasmine menginap dirumahnya.
Tapi Jasmine tidak tega membangunkan pangeran tampannya yang tidur sangat nyenyak. Dia memilih membereskan barang belanjaannya dan membuat kudapan.
Tidak terbiasa tidur siang karena bekerja membuat Jasmine mengisi waktunya dengan belajar memasak, membuat kue, dan juga membaca saat sedang libur.
Dia suka sekali menonton acara memasak di televisi atau membuka chanel di youtube. Tapi meski waktunya lebih banyak dihabiskan untuk bekerja, Jasmine suka sekali berburu peralatan memasak dan membuat kue.
Dan dia sengaja membuat tabungan khusus untuk itu, karena setelah mencoba haunting peralatan dapur itu, dia benar- benar dibuat kaget dengan harganya.
Bahkan satu set piring saji dengan berbagai bentuk dan beberapa pieces jumlahnya bisa membuatnya kehilangan gajinya di toko bunga selama sebulan.
Selesai
Jasmine sudah selesai membuat pancake yang hanya menggunakan beberapa bahan, setelah itu dia menyusunnya diatas piring saji.
Dua buah piring dengan pancake yang disiram coklat cair dan gula halus serta buah chery diatasnya, sudah tersaji cantik.
Masing-masing piring berisi tiga potong pancake, dan dia menambahkan selembar daun mint diatasnya sebagai pemanis.
Dan sekarang Jasmine membuat coklat panas untuknya dan satu cangkir cappucino untuk si tuan muda yang entah sampai kapan akan tidur dikamarnya.
Done
Jasmine membereskan pantry nya, mencuci peralatan kotor yang tadi digunakan, menyapu dan mengepel lantai, serta mengelap pantry nya.
###
"Ah, dimana aku? bagaimana aku bisa tidur disini?" gumam Jordan.
Tampaknya dia sudah bangun dari tidurnya dan belum menyadari keberadaannya. Menggerakkan kepalanya, mengangkat tangannya sambil sedikit menguap mengumpulkan kesadarannya.
Ceklek
Jasmine membuka pintu kamar berniat membangunkan si tuan besar, tapi ternyata dia sudah bangun lebih dulu.
"Rupanya anda sudah bangun, tuan muda"
Jasmine berjalan mendekat, mengambilkan Jordan handuk baru di lemari dan menyerahkannya.
Jordan terdiam, bagaimana bisa dia tidur ditempat asing bahkan dalam waktu yang cukup lama. Dia ingat kalau dia akan mengajak Jasmine bertemu dengan kedua orang tuanya.
"Hei tuan...yuhuuuu"
Jasmine menggerakkan tangannya didepan Jordan, yang tampaknya masih bingung.
"Ah, iya. Maaf karena aku harus meminjam kasurmu dan tampaknya aku tertidur cukup lama disini." Jordan tersenyum.
"Apa kamu keberatan jika aku tidur disini, setiap hari?" tanya Jordan, memancing reaksi Jasmine.
"Tentu saja tuan, jika anda tidur disini setiap hari lalu bagaimana denganku? Apa aku harus tidur di sofa dan besoknya badanku akan sakit semua."
Jasmine tidak mau jam tidurnya terganggu oleh siapapun, no way.
"Ya, kita bisa tidur bersama disini sambil berpelukan. Dan itu akan sangat menyenangkan nona."
Lagi-lagi Jordan menggodanya, alisnya naik turun dan dan tersenyum lebar, rupanya kesadarannya sudah pulih sepenuhnya.
"No way, tidak akan. Dan itu hanya dalam mimpimu saja, dasar tuan mesum"
Jasmine mendorong tubuh kekar dihadapannya untuk segera masuk ke kamar mandi. Dia sudah mulai terganggu dengan pemandangan gratis dihadapannya.
Jordan dengan sengaja membuka kemejanya di depan Jasmine dan menunjukkan perut kotak-kotak yang tercetak sempurna disana.
Blush
Jasmine tidak dapat menahan malunya saat Jordan membuatnya salah tingkah lagi, dia melempar begitu saja kemejanya kearah Jasmine dan langsung menutupi kepalanya.
"Kauuu" Jasmine berteriak kesal
Jordan tertawa dan meninggalkannya masuk ke kamar mandi, membersihkan diri karena badannya terasa lengket setelah bangun tidur.
Jasmine mengambil kemeja itu dan meletakkannya begitu saja, tapi sebelumnya dia menikmati aroma tubuh laki-laki yang sudah membuat kacau harinya.
"Tenang masih ada beberapa jam lagi sebelum dua puluh empat jam berganti, dan semoga setelah mandi otaknya kembali normal."
Jasmine mendengus, dia sudah memutuskan untuk tidak memikirkan kekonyolan apalagi yang akan dibuat laki-laki yang sedang mandi itu.
"Hei tuan, cepatlah dan pakai pakaianmu lalu pulang. Jangan berlama-lama disitu, kau akan menaikkan tagihan listrik dan juga airku bulan ini."
Jasmine mengucapkan kalimat dengan sangat keras di depan pintu kamar mandi agar Jordan mendengarnya.
Jordan hanya menanggapinya dengan tertawa, apalagi saat mendengar pintu kamar ditutup dengan sangat keras.
###
Jordan melangkah menuju dapur rambutnya masih sedikit basah dan dia hanya mengenakan celana kain yang tadi dipakainya.
"Astaga" Jasmine terperangah, mulutnya terbuka saat melihat si tampan ini berjalan mendekatinya.
"Kenapa, ada yang salah denganku? Jangan katakan kamu tidak pernah melihat tubuh sebagus ini." Jordan mendudukkan dirinya di kursi sebelahnya.
"Ya tuhan, mimpi apa aku semalam" Jasmine mengusap wajahnya, tak bisa menyembunyikan rona merah di pipinya.
Gumamannya terdengar jelas dan Jordan tertawa puas. Dia sangat menikmati kegugupan gadis ini, hingga membuatnya salah tingkah.
"Sudah, diamlah dan ini, maaf jika hanya ini yang bisa buat." Jasmine menyodorkan piring berisi pancake dan juga cangkir berisi cappucino yang tadi dibuatnya.
"Maaf jika sedikit dingin, karena anda terlalu lama tidur dan bermain air." tegas Jasmine sambil menyembikkan bibirnya.
"Tidak masalah, dan terima kasih." Jordan menikmati pancake buatan Jasmine yang dia potong kecil hingga memudahkannya mengunyah.
Jasmine dan Jordan makan dalam diam, tapi beberapa kali mereka terlihat bersitatap. Jasmine salah tingkah saat menyadari Jordan memperhatikannya.
Selesai makan Jasmine membersihkan piring dan cangkir yang baru saja digunakan. Jordan mengambil kaos tanpa kerah yang diberikan Jasmine.
Dia tidak mau menggunakan lagi kemejanya yang sudah penuh keringat, membuatnya risih.
"Bersiaplah, kita akan menemui seseorang setelah ini." ucap Jordan.
Jasmine yang merasa tak ada yang salah dengan penampilannya, perlu berdandan lagi hanya menambahkan lipstik berwarna pink dan mengambil tas selempangnya.
###
Jangan lupa like, komen, dan vote ya.😊