Savage Love

Savage Love
#12



Jasmine membawa pakaian kotornya ke tempat laundry, di sini tempat laundry menjadi ajang pertemuan karena setiap minimal dua blok flat atau apartemen akan mencuci ditempat ini.


Para pengelola gedung dan pemerintah bagian tata kota tidak menginginkan ada pakaian bergelantungan di tempat tinggal mereka.


Sebenarnya peraturan itu dibuat karena berkaca dari pengalaman beberapa tahun lalu, sebuah kecelakaan beruntun terjadi hanya karena ada kain cucian yang tertiup angin dan akhirnya menutupi pandangan pengemudi yang tampaknya sedang mabuk.


Dia melajukan kendaraannya sangat cepat dan tidak bisa menguasai kendaraan saat kain itu menutupi kaca depan mobilnya.


Harusnya menginjak rem malah porseneling, dan mobilnya menabrak mobil yang sedang berhenti di lampu merah. Bukan hanya satu karena mobil-mobil didepannya pun tertabrak.


Banyak korban luka-luka, tapi pengemudi mobil yang mabuk tadi mengalami koma dan akhirnya meninggal seminggu setelah tabrakan terjadi.


Sejak itulah pemerintah kota mulai menerapkan peraturan ketat dan memberikan sangsi pada warga yang melanggar. Selain hukuman kurungan, mereka juga harus membayar denda.


Selesai mencuci pakaian nya di tempat laundry dan bertemu beberapa tetangga di flat nya serta tetangga flat sebelah, Jasmine langsung menuju toko bunga Nyonya Daniel.


Jaraknya dari flat ke tempat laundry dan toko bunga tidak begitu jauh. Malah Jasmine memilih berjalan kaki. Selain bisa menyapa beberapa karyawan dan pemilik toko sepanjang jalan.


Dia juga bisa mencicipi roti gratis yang diberikan oleh pemilik toko roti setiap minggu, Jasmine mengenal baik pemilik toko roti karena dia juga salah satu pelanggan setia mereka.


Karena persediaan roti dirumahnya habis, dia lalu masuk ke toko roti dan membelinya. Menyapa karyawan toko dan juga pemiliknya.


Mendapatkan roti yang seperti keinginannya, sekaligus mencicipi roti gratis, juga membelikan roti untuk tuan dan nyonya Daniel, dia pun melanjutkan lagi perjalanannya.


Sepanjang perjalanan menuju toko bunga, Jasmine tak berhenti menyapa orang-orang yang dikenalnya. Dia juga tersenyum pada orang yang baru ditemui atau tidak dikenalnya.


Sebenarnya Jasmine adalah gadis yang periang dan ramah, bahkan dia bisa menghidupkan suasana dengan candaannya.


Tapi sejak dia dilecehkan oleh laki-laki yang mengaku sebagai mantan tunangannya waktu membuat dia menjadi tertutup.


Dia hanya tersenyum dan berbicara seperlunya, tapi jika didekat orang-orang yang mengenalnya dengan baik maka dia akan menjadi gadis yang ceria dan lucu.


Setelah berjalan beberapa lama, sampailah dia di toko bunga milik nyonya Daniel. Seperti yang dikatakan oleh tuan Daniel bahwa hari ini ada pesanan buket bunga oleh seorang pengusaha.


Bunga itu akan diberikan pada orang yang spesial. Dan saat makan siang nanti buket itu akan diambil oleh pemesannya langsung.


Setelah meletakkan tas dan belanjaannya, Jasmine pun menyapa nyonya Daniel.


"Pagi nyonya Daniel, apa kabar hari ini?"


Jasmine mengecup pipi kanan dan kiri nyonya Daniel seperti biasa. Dan nyonya Daniel membalasnya.


"Kabarku baik sayang, bagaimana denganmu?"


Nyonya Daniel meletakkan bunga crysan yang masih baru di antarkan oleh kurir ke tempatnya.


Jasmine mulai mengambil apron yang biasa dipakainya saat bekerja, mulai memilah dan memotong bunga sesuai pesanan.


"Aku baik nyonya, dimana tuan Daniel. Apa hari ini tidak kemari?"


"Tidak sayang, setelah mengantarkan ku dan membukakan pintu toko dia langsung pergi lagi."


"Apakah ada urusan penting?"


"Tidak, hanya mengurus uang pensiunan yang belum diambil di bank."


"Oh, aku kira ada urusan lain sampai harus meninggalkan mu sendirian disini, nyonya"


"Tidak sayang, tapi sekarang kamu sudah datang dan aku tidak sendirian lagi."


Ucap nyonya Daniel sambil tersenyum. Mereka lalu melanjutkan pekerjaannya.


Toko bunga ini memang tidak terlalu besar, tapi hampir semua bunga hidup ada dan dijual disini. Dan para pembeli bebas memilih bunga yang ingin mereka rangkai.


Jasmine sangat menyukai bunga, baginya berada di dekat bunga-bunga itu sangat menyenangkan.


Dia akan betah berada disana meski berjam-jam lamanya, bahkan sampai lupa waktunya makan.


###


Dengan siapa dia datang ke pesta, dan apa saja yang dia lakukan selama pesta. Akhirnya setelah berhasil menghubungi Sam, Jordan kemudian mencari tahu semua tentang Jasmine.


flashback on


Tut..tut..


Nada panggilan masuk, beberapa kali mencoba akhirnya bisa tersambung.


"Halo..."


Suara di seberang membuka percakapan. Jordan pun menyapanya.


"Halo, apa kabar bro?"


"Wah tumben CEO perusahaan yang jadi tranding topik menghubungiku, ada keperluan apa sampai meluangkan waktu untukku."


Sam mulai menggoda Jordan, Sam sangat tahu kesibukan Jordan. Meskipun mereka tidak terlalu sering bertemu, tapi keduanya cukup akrab.


"Kamu selalu begitu, bukankah kamu juga sama sibuknya denganku bahkan tidak pernah absen melakukan kunjungan keluar negeri."


"Hahaha...bisa saja, oiya sekali lagi selamat ya kamu memang pantas menerima penghargaan itu"


"Terima kasih, kamu terlalu berlebihan."


"Oke, aku tahu pasti ada maksud tertentu tiba-tiba menelponku. Katakan ada yang bisa aku bantu?"


"Kau benar, aku ingin minta bantuanmu."


Jordan menghela napasnya, mengendorkan dasinya. Kemudian mengatakan maksudnya, dia tahu Sam akan menggodanya. Tapi Jordan membutuhkan informasi dari nya.


"Jangan katakan ini tentang gadis yang berdansa bersamamu waktu itu. Kamu penasaran kan?"


Samuel tertawa, Jordan pun memutar matanya malas. Sam berhenti tertawa, dia lalu kembali ke mode serius.


"Kamu tahu, kamu jadi bintang waktu itu. Aku baru tahu ternyata sang casanova mulai jatuh cinta."


"Jika kamu serius dengannya aku akan memberi tahu namanya. Tapi kamu harus janji padaku. Kau akan menjaganya. Dan jangan sakiti dia."


Jordan cukup heran dengan ucapan Samuel, temannya ini selalu serius jika menyangkut masalah pekerjaan dan keluarganya.


Tapi ini, tidak biasanya Sam serius membicarakan seorang gadis yang bukan anggota keluarganya.


Jordan semakin penasaran, apa yang sebenarnya terjadi, dan siapa gadis itu hingga Sam meminta untuk menjaganya.


Sam lalu menceritakan tentang gadis itu, gadis sapu tangan yang membuat Jordan harus melakukan hal gila atas permintaan mommy nya.


Jasmine merasa ada yang sedang membicarakan dia, berkali-kali dia bersin bahkan tangannya sempat tertusuk duri mawar.


"Siapa yang sedang membicarakanku, sampai aku harus tertusuk duri begini, hatchi..."


Nyonya Daniel mendekat dia membawakan tisu dan plester serta obat anti septik untuknya.


"Berhentilah, kamu tampak kurang sehat dear"


Ucap nyonya Daniel dan memberikan tisu dan obat antiseptik yang dibawanya.


Jasmine menerimanya, membersihkan hidungnya dan juga air mata yang keluar karena berkali-kali bersin.


"Aku juga bingung, baru kali ini bersin sampai keluar air mata. Mana tanganku sakit tertusuk duri mawar."


Jasmine lalu membersihkan darahnya, memberikan anti septik pada jarinya yang berdarah. Kemudian memasang plester diatas lukanya, agar darahnya berhenti.


###