Savage Love

Savage Love
#46



Double Up


Jordan keluar dari mobil mewahnya saat Jasmine sudah berada beberapa langkah di depannya.


Jasmine masih belum menyadari keberadaan Jordan, karena dia berjalan sedikit menunduk. Melihat Jasmine melewatinya begitu saja, Jordan sedikit kesal.


Hingga tangannya berhasil meraih tangan gadis itu dan langsung menariknya kedalam dekapan.


"Aaa..."


Jasmine tersentak, hampir saja dia berteriak meminta tolong, tapi kemudian Jordan membungkam mulutnya dengan ciuman.


Jasmine tidak siap menerima ciuman itu, sampai dia menahan napasnya. Jasmine memukul dada Jordan agar menghentikan ciumannya.


Dan berhasil, Jordan melepaskan bibir Jasmine. Napas Jasmine tersenggal, dia bahkan harus menarik napas karena nya.


"Hubby...kamu ingin membunuhku hah?" teriak Jasmine ketika dia berhasil mengatur napasnya.


"No! kenapa kamu berkata seperti itu wifey. Bagaimana bisa berpikir aku ingin membunuh mu."


Jordan terkejut mendengar Jasmine berkata begitu. Dia pura-pura sedih. Melihat ekspresi Jasmine yang masih berusaha mengatur napasnya.


"Kamu mengagetkanku, bagaimana jika aku jantungan. Puas kamu?"


Jasmine membalikkan badannya, dia kesal bagaimana jika dia benaran jantungan karena kelakuan hubby nya.


Jordan mendekat, mendekapnya dari belakang. Jordan tak ada niat membuat Jasmine kaget, hanya saja dia kesal bagaimana gadis itu hanya melewatinya tanpa menoleh sedikitpun.


"Sorry...aku tidak akan melakukannya lagi."


Jordan membalikkan tubuh Jasmine menghadapnya. Dia kembali memeluknya, kemudian mengangkat dagu dan mengecup bibirnya.


Jasmine tidak menolak karena kali ini Jordan melakukannya dengan pelan. Jasmine ikut menikmatinya.


Cukup lama mereka berdua berciuman, Jordan mengakhirinya. Lalu membukakan pintu mobil agar Jasmine masuk, setelah itu Jordan berjalan memutar kemudian membuka pintu untuk dirinya sendiri.


Jordan menghidupkan mesin mobilnya dan meninggalkan parkiran restoran setelahnya. Jasmine diam selama perjalanan. Dia tidak tahu kemana Jordan akan membawanya kali ini.


Kembali ke mansion daddy Robert, atau ke penthouse miliknya atau justru ke flat miliknya. Tapi sepertinya tidak mungkin jika ke flat, sudah terlalu malam.


Jasmine ingin sekali pulang ke flat, dia sudah lama meninggalkannya. Entah bagaimana keadaan flatnya saat ini. Pasti sangat kotor, karena sudah lama tidak dibersihkan.


Tapi ternyata Jordan membelokkan ke arah kanan, sedangkan arah menuju flatnya ke kiri. Benar saja Jordan memasuki basement apartemen megah, dan dilantai teratas ada penthouse milik Jordan.


Jordan memilih membawa Jasmine ke penthouse karena dia ingin Jasmine beristirahat.


Jika mereka ke flat dipastikan Jasmine masih akan membersihkan kamarnya lebih dulu sebelum tidur.


Sedangkan Jasmine seharian sudah bekerja, mengambil dua shift sekaligus hanya untuk mengganti beberapa harinya bolos.


Meski Jordan tahu paman Aslan nya tidak akan sekejam itu memotong gaji karyawannya tanpa alasan yang jelas.


Apalagi Jasmine tidak masuk kerja karena orang tua nya kecelakaan dan meninggal. Paman Aslan pasti memberikannya pengecualian, meski tetap gajinya hanya akan dibayar sesuai banyaknya shift yang dia kerjakan.


Paman Aslan dan istrinya tidak pernah memotong gaji karyawannya, kecuali dia memiliki hutang padanya. Itu juga sesuai perjanjian hitam diatas putih, dan ada saksi yang menguatkan.


Paman Aslan juga tidak akan setega itu memotong gaji karyawannya sampai tidak ada sisa gaji sedikitpun. Karena itu akan membuat keluarga mereka kecewa, mereka tidak akan bisa makan, tidak bisa membelikan susu untuk anaknya atau untuk berobat jika sakit.


Jordan tahu bagaimana pengelolaan manajemen restorannya, daddy nya juga menjadi salah satu penasehat paman Aslan.


###


Jo menggandeng tangan Jasmine masuk ke dalam penthousenya. Jordan tak melepaskan genggaman tangannya, sampai masuk ke dalam kamarnya.


Jasmine sudah hafal dengan aroma ini, wangi parfum milik Jordan tertangkap indera penciumannya. Jasmine suka sekali parfum ini, sejak pertama kali hidungnya mengenali.


"Bersihkan dirimu lalu beristirahatlah." Jordan melepaskan genggamannya.


"Tapi aku belum ngantuk hubby, aku mau nonton televisi saja, boleh ya."


Jasmine justru butuh rangsangan agar bisa tidur, karena itu pula dia mengalami insomnia. Sudah beberapa cara dia lakukan menurut yang dia baca dibuku.


Ada yang menyarankan untuk minum coklat hangat sebelum tidur, ada pula yang mengatakan membaca buku, mendengarkan musik, bahkan sedikit meditasi agar tidurnya nyenyak.


Tapi semuanya berakhir sia-sia, dia kembali sulit memejamkan matanya. Kalaupun matanya terpejam, pikirannya melayang entah kemana.


Terus terang ini sangat mengganggunya, dan meskipun Jasmine tidur larut malam bahkan kadang menjelang pagi baru tidur, dia akan selalu bangun tepat waktu.


Jasmine selalu menyetel alarm nya pukul enam pagi, ada waktu baginya untuk membersihkan diri, memasak bahkan membersihkan rumah sebelum berangkat kerja.


Jordan tahu itu, karenanya dia ingin membuat Jasmine bisa kembali tidur nyenyak tanpa drama.


"No, tidak ada teve, tidak ada buku, apalagi coklat. Sekarang bersihkan badanmu atau aku yang akan melakukannya."


Jordan menyeringai, menarik turunkan alisnya, reflek saja Jasmine langsung menyilangkan kedua tangannya menutupi bagian sensitif tubuhnya.


Jordan terbahak saat Jasmine berlari kecil menuju kamar mandi. Jasmine ingin menenangkan dirinya sejenak.


Jujur saja, semakin lama berada dekat dengan Jordan semakin tidak bagus bagi kesehatan mata dan jantungnya.


Matanya yang masih polos harus melihat pemandangan yang membuat air liur nya menetes jika berlebihan, untung saja dia masih bisa mengecap sempurna, meski bolak-balik harus menelan salivanya.


Lalu jantungnya, apa kabar? jantungnya masih sehat, Jasmine yakin itu. Tapi jika berada disamping Jordan membuat nya harus sport jantung.


Jasmine mengisi air hangat di bathup, memberikan beberapa tetes essensial oil kesukaannya dan berendam.


Sesekali dia mencelupkan kepalanya dalam air lalu keluar, menahan napas saat berada di air membuatnya terasa lepas dari beban.


Lebih lima belas menit Jasmine berada di kamar mandi, tak ada suara air atau apapun. Jordan yang sedari tadi duduk diranjang menunggu gadisnya keluar, mulai cemas.


Jordan mengetuk pintu kamar mandi, tak ada sahutan. Ternyata pintunya tidak dikunci, Jordan mencoba masuk mencari tahu apa yang terjadi didalam.


Dan betapa kagetnya dia saat melihat Jasmine berada didalam bath up sedang tertidur, kepalanya hampir saja masuk kedalam air jika saja Jordan terlambat mengangkatnya.


Jordan harus menahan salivanya, dia akan sangat tersiksa karenanya. Melihat Jasmine dalam keadaan polos tanpa sehelai benangpun, membuat sesuatu dibawah sana terbangun dari tidurnya.


****


Jordan mengumpat, tapi sekarang bukan saatnya memikirkan itu, dia harus segera membawa Jasmine keluar dari sana.


Jordan mengangkat Jasmine dan menggendongnya ala bridal. Susah payah menahannya, kini malah disuguhi dengan cuma-cuma.


Setelah berhasil membawa Jasmine ke ranjang, Jordan kembali ke kamar mandi mengambil washlap dan membasahinya dengan air hangat.


Kemudian dia mengelap seluruh tubuh gadis itu, agar tidak lengket. Lagi, dia menelan salivanya. Matanya sedikit terpejam apalagi ketika sampai di daerah sensitifnya.


"Oh my god, ini siksaan terberatku." gumamnya.


Jasmine tidak sekalipun terusik, gadis itu tampaknya sangat lelah hingga tidak menyadari apa yang sedang terjadi.


Selesai membersihkan tubuh Jasmine, Jordan lalu mengambil kemeja dan memakaikannya di tubuh Jasmine agar gadis itu tidak merasa kedinginan.


Ponselnya berkali-kali berbunyi, tapi tidak diangkatnya. Setelah selesai memakaikan bajunya, Jordan menutupi tubuh Jasmine dengan selimut sampai kebatas dadanya.


Kemudian Jordan melakukan panggilan ulang pada nomor yang tadi menghubunginya. Nama Zack disana, sialnya dia akan terus menanyakan dimana dia.


Akhirnya Jordan memilih menemui teman-temannya di club. Dan meninggalkan Jasmine yang tertidur pulas.


###


Akhirnya selesai juga double up nya, terima kasih yang sudah mampir dan memberikan boom like nya.


Tetap jaga kesehatan dan kewarasan, karena makin lama keadaan makin tidak kondusif membuat kita makin pusing saja.


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya ya.