
Semakin hari semakin romantis saja perlakuan Jordan pada istrinya, dia bahkan tidak malu menunjukkan kemesraannya pada sang istri ditempat umum.
Jika Jordan dengan bangga mengakui Jasmine sebagai istrinya, dia bahkan sering mengajak istrinya untuk datang ke berbagai acara dan memperkenalkan Jasmine pada semua koleganya.
Tapi tidak halnya dengan Jasmine, dia tidak percaya diri. Dia masih malu karena merasa berbeda derajat dengan keluarga suaminya.
Jasmine sering termenung sendiri mempertanyakan kenapa Jordan mau menikah dengan gadis desa sepertinya.
Jasmine tidak tahu saja jika ada rahasia besar yang sengaja ditutupi oleh ayahnya dan kini rahasia itu disimpan rapat oleh Jordan dan keluarga nya.Mereka menunggu saat yang tepat untuk membuka jati diri siapa sebenarnya Jasmine.
Dan rasa tidak percaya diri yang Jasmine alami saat ini juga pernah Hanna alami dulu, dia sangat tahu penyebabnya. Hanna dengan sangat sabar melatih kepercayaan diri Jasmine agar bisa sejajar dengan mereka.
Hanna mengajarinya bersikap tenang saat menangani pertanyaan yang suatu saat pasti akan dilontarkan oleh orang yang tidak suka melihatnya bersanding dengan Jordan.
Hanna juga mendatangkan guru tata krama agar bisa membentuk kepribadian Jasmine menjadi seorang wanita berkelas.
Tapi itu tak butuh waktu lama karena sesungguhnya Jasmine sudah memilikinya, bahkan kedua orang tuanya dulu kerap mengajarinya bersikap seperti layaknya keluarga bangsawan.
Sikap rendah hati dan tutur kata nya yang lembut mencerminkan siapa dia sebenarnya, meski ditutupi oleh penampilannya yang sederhana.
Tak hanya itu, Hanna juga mendatangkan seorang Make Up Artis terkenal untuk mengajarinya berdandan disetiap suasana.
Membawa seorang fashion style untuk mengubah penampilannya agar Jordan semakin kagum padanya.
Hanna seperti menemukan dirinya yang dulu pada menantunya, dia yang dulu dekil dan kotor berhasil dirubah total oleh ibu mertuanya. Sekarang giliran dia yang mempercantik Jasmine agar layak bersanding dengan putra semata wayang nya.
Hanna dan seluruh asistennya hanya perlu sedikit memoles batu yang ditemukan nya menjadi sebuah berlian berharga.
Dan Hanna dengan bangga mengakui kecantikan alami seorang Jasmine Olivia Fernandez.
Gadis sederhana dan pendiam ini dalam sekejap berubah menjadi bidadari dengan kecantikan dan keanggunannya.
Jasmine tak lagi bekerja di restoran The Reds, bukan karena mereka malu mempunyai menantu yang masih bekerja pada orang lain sedangkan mereka berasal dari kalangan konglomerat dan memiliki banyak usaha.
Mereka justru bangga pada Jasmine yang masih mau bekerja menjadi pelayan restoran dan sesekali menjadi penjual bunga seperti sebelum menikah, hanya saja Jordan merasa sayang dengan ijazah yang dimilikinya.
Akhirnya dengan sangat terpaksa setelah melewati beberapa drama, Jasmine menerima tawaran daddy Robby untuk menjadi sekretaris Jordan.
Dengan begitu memudahkan Jordan untuk mengawasi istrinya dan menghindari dari hal yang tidak diinginkan.
Tidak semua pegawai di perusahaan nya tahu bahwa Jasmine bukan hanya sekretaris pribadi atasannya tapi sekaligus istri dari pewaris tunggal perusahaan raksasa di negaranya.
Meski banyak yang tidak mengetahui hubungan mereka sebenarnya, mereka menghormati Jasmine sebagai sekretaris CEO yang terkenal tegas itu.
###
Awal bekerja sebagai sekretaris Jasmine merasa tidak nyaman dan banyak melakukan kesalahan, karena itu dia memilih belajar dari seniornya yaitu sekretaris lama Jordan yang sekarang menjadi sekretaris asisten Jamie.
Luciana, sekretaris lama Jordan dengan senang hati mengajari nona mudanya karena Jasmine orangnya baik dan gampang bergaul.
Dengan otaknya yang cerdas dia sangat cepat menangkap apa yang diajari oleh Luciana, bahkan Jasmine menganggapnya sebagai kakak karena sikapnya yang dewasa.
Luciana juga dengan senang hati menganggap Jasmine seperti adiknya sendiri, mereka bahkan sering kali pergi berdua jika tidak ada pekerjaan dan diwaktu senggang.
Hal itu tentu membuat iri beberapa pegawai disana, karena Luciana terkenal dengan sikapnya yang tegas dan dingin.
Sebenarnya tujuan utama Jordan menjadikan istrinya Jasmine sebagai sekretaris adalah agar bisa selalu berdekatan dengan istrinya.
Dan itu sudah dapat dibaca oleh daddy dan mommy nya, tapi mereka mendukung keputusan Jordan, bahkan diam diam mereka lebih dulu meminta pada tuan Aslan sebelum Jasmine resmi mengundurkan diri.
Tuan Aslan dan Ozgu istrinya sangat mendukung karena mereka menyayangkan ijazah Jasmine jika masih bekerja sebagai pelayan restoran.
###
Satu minggu pertama bekerja sebagai sekretaris Jordan tentu tidak mudah karena berbeda jauh dengan ilmu yang didapat saat kuliah, tapi Jasmine terus belajar dan tak patah semangat.
Jika di kantor Jasmine dibimbing oleh Luciana sebagai seniornya dan juga Jamie yang tak segan memberikan kritikan jika Jasmine kurang teliti pada pekerjaannya.
Hal itu dia lakukan agar Jasmine tidak melakukan banyak kesalahan yang akan membuatnya malu dikemudian hari, dan juga menghindari sikap dingin bosnya.
Jordan memang tidak pernah pandang bulu jika menyangkut pekerjaan, hampir semua karyawannya pernah merasakan bagaimana pria dingin itu ketika mendapati pekerjaan yang tidak sesuai keinginannya.
Pernah suatu waktu saat pertama kali bekerja menjadi sekretaris Jordan, Jasmine dibuat kaget karena perubahan sikap suaminya.
Ketika masih dirumah sikapnya sangat hangat dan terlihat kalau dia sayang pada istrinya, tapi begitu sampai di kantor sikap Jordan berubah seratus delapan puluh derajat.
Ketika itu Luciana mengabarkan jika ada perubahan jadwal pertemuan dengan salah satu koleganya dan itu terjadi secara mendadak karena kolega Jordan sedang mengalami masalah serius di salah satu cabang perusahaannya.
Jordan langsung memarahi Luciana karena semua jadwal terpaksa harus dirombak ulang, Jordan paling tidak suka jika jadwal yang sudah dijanjikan dirubah tiba tiba tanpa konfirmasi lebih dulu sehari sebelumnya.
Luciana dan Jamie yang sudah terbiasa dan paham maksud bosnya hanya diam dan mengaku salah, sedangkan Jasmine seperti orang ketakutan.
Tapi seiring berjalannya waktu dan sudah sering melihat bagaimana cara kerja suami sekaligus bosnya itu, Jasmine sudah tidak kaget lagi.
Luciana bahkan dengan senang hati menjadi pendengar setia istri dari bos nya itu jika sudah mendapat omelan.
Luciana tersenyum karena Jasmine bisa dengan mudah menguasai pekerjaannya, karena bekerja di bidang yang berbeda dengan ilmu yang kita miliki tentu tidak mudah.
Perlu banyak latihan dan belajar giat lagi, beruntung bagi Jasmine karena dikelilingi oleh orang yang sayang padanya.
Jika dikantor ada Luciana dan Jamie yang selalu siap membantunya, dirumah Jasmine memiliki mentor yang tak kalah mumpuni bahkan senior dibidangnya.
Siapa lagi kalau bukan daddy Robby, yang selalu menanyakan kabar Jasmine setelah pulang dari bekerja.
Dengan raut wajahnya sangat mudah bagi daddy mengetahui isi hati dari menantunya tersebut.
Daddy selalu menanyakan tentang pekerjaannya, kesulitan apa saja yang dia alami hari itu dan juga bagaimana mengatasi sikap suaminya saat bekerja.
Tentu jadi pertanyaan kenapa bukan Jordan yang membimbing istrinya dengan pekerjaan barunya, karena Jordan ingin istrinya mandiri.
Tak jarang sikap Jordan ketika di kantor menjadi boomerang baginya saat kembali kerumah. Istrinya akan merajuk dan memilih tidur lebih dulu jika kesal akan sikap Jordan.
Bahkan saat pertama kali Jasmine bekerja sebagai sekretaris Jordan, dia tidak mau melayani Jordan diatas ranjang, alasannya capek padahal dia masih marah dan kesal.
Karena tak ingin berlarut dan tidak mau jatah bercintanya harus berkurang setiap malam, akhirnya Jordan memilih meminta maaf dan merayu istrinya dan berjanji tidak akan mengulangi agar kembali melayaninya.
Jordan tidak mau rugi karena baginya sehari tanpa melakukan penyatuan seperti makan tanpa minum, aneh.
Dan Jasmine hanya mengiyakan keinginan suaminya karena dia juga sudah mulai menikmati setiap sentuhan Jordan pada tubuhnya.