
Mendekati jam makan siang semua restoran pasti akan ramai diserbu pengunjung, tak terkecuali The Reds.
Berada di pusat kota, ditengah-tengah perkantoran dan juga hotel, serta apartemen membuat restoran itu selalu ramai di jam-jam rawan seperti ini.
Saat makan siang dan makan malam memang selalu ramai pengunjung, bahkan mereka pun sering menerima Delivery Order dari pelanggan yang tidak sempat makan siang diluar.
Seperti saat ini, setelah memimpin meeting di perusahaan nya Jordan langsung menemui klien dikantor nya.
Karena waktunya sudah mendekati makan siang Jordan menyuruh asistennya untuk memesan beberapa menu dari restoran milik paman Aslan tersebut.
Dia juga meminta pesanan itu diantar secara khusus oleh Jasmine. Jamie asistennya terdiam saat Jordan mengatakan hal itu, tapi kemudian dia mengangguk.
Mencoba mengerti keinginan bosnya yang sudah menjadi budak cinta. Bosnya yang dulu kaku, hanya berbicara saat butuh, dan jarang tersenyum.
Bisa dibilang hampir tidak pernah tersenyum sejak kejadian yang membuat malu dirinya dan keluarganya.
Bahkan Jamie juga lah saksi hidup bagaimana bosnya Jordan mencoba bangkit dari keterpurukan, meski akhirnya mulai berubah menjadi pria dingin dan seorang pemain wanita.
Bahkan Jamie pula lah yang mencarikan wanita teman ranjang bosnya setiap malam. Kini Jamie melihat sisi lain dari bos nya, yang bahkan tidak tampak saat masih menjalin hubungan dengan mantan tunangannya.
Jamie berharap semoga dengan hadirnya Jasmine bisa mengembalikan bosnya, Jordan menjadi sosok yang hangat seperti dulu.
Jamie sudah lama mengenal Jordan, sama seperti ketiga sahabatnya yang lain. Bahkan dari kecil Jamie selalu menemani Jordan.
Seperti janjinya pada tuan Robert, dan juga ayahnya sebelum meninggal. Jamie adalah putra dari tangan kanan daddy Jordan, Jack. Sebelum peristiwa naas itu terjadi, hingga merenggut nyawa kedua orang tuanya sekaligus.
Jack Daniel adalah tangan kanan Robert sejak awal merintis usahanya sendiri. Dari Jack lah Robby bisa memperoleh lahan yang sekarang dijadikan tempat usaha pertamanya.
Tanah yang dibeli dari seorang petani tua yang terlilit hutang pada rentenir sehingga membuatnya harus kehilangan seluruh hartanya.
Untung tanah ini tidak menjadi salah satu aset yang disita rentenir. Jack memberikannya dua pilihan padanya, melepas tanah itu dengan harga yang sesuai kesepakatan, atau memberikan cuma-cuma pada rentenir sebagai pembayaran hutang-hutangnya.
Harga yang ditawarkan pada Jack lebih mahal dari harga tanah didaerah itu, bahkan dua kali lipatnya. Jack menawar sesuai harga yang berlaku, karena meskipun tanah itu berada di posisi yang sangat strategis, tapi harga yang ditawarkan sangat tidak wajar.
Hingga akhirnya pemilik tanah itu melepasnya dengan harga yang disepakati daripada dia terus dikejar oleh dept Collector suruhan rentenir.
Usia Jamie saat itu baru tujuh tahun, selisih beberapa bulan dengan Jordan. Dan karena tidak memiliki saudara lain, akhirnya Jamie diasuh oleh daddy Robby, sekolah yang sama dengan Jordan dan kini menjadi asisten Jordan.
Bukan hanya cekatan mengerjakan perintah, tapi Jamie juga pandai membaca keinginan tuannya. Bahkan dia juga pandai membaca situasi, sehingga apa yang dia kerjakan Jordan akan menyetujuinya.
Dan baik Jordan maupun Jamie, asistennya keduanya sama-sama berwajah tampan, bahkan sikap mereka sama-sama dingin jika berurusan dengan pekerjaan.
Tapi Jamie lebih murah senyum pada siapapun, berbeda dengan Jordan yang hanya akan tersenyum pada keluarga, teman atau rekan bisnisnya saja.
###
Jasmine pergi ke Global Corp, perusahaan ternama yang banyak diincar oleh lulusan terbaik di negara ini.
Perusahaan ini tidak akan segan memberikan bonus bagi karyawannya yang memiliki loyalitas tinggi pada perusahaan.
Tapi itu semua akan hilang dalam sekejap jika terbukti melakukan kecurangan, selain mendapatkan hukuman dan sanksi, dia juga akan langsung di blacklist sehingga tidak akan diterima di perusahaan manapun.
Mengerikan memang, tapi itulah konsekuensinya. Jika dulu kakek dan ayahnya tidak akan terlalu menekan dan dianggap selesai setelah mereka mengembalikan uang yang mereka curi.
Tapi tidak dengan Jordan, pria ini akan terus memburunya sampai dia masuk penjara. Ya, itulah mengapa perusahaan semakin pesat sejak dipimpin oleh Jordan. Karena Jordan tidak pernah pandang bulu pada siapapun yang melakukan kesalahan.
Sekalipun dia adalah keluarganya sendiri. Karena apa yang sudah didapatkan dengan susah payah dan kerja keras, tidak akan diberikan secara cuma-cuma pada orang malas dan serakah.
Perusahaan yang memiliki gedung tertinggi dan menaungi lebih dari seribu orang karyawan, dan mendapatkan beberapa kali penghargaan.
Baik prestasi pencapaian perusahaan melalui income atau karena berhasil menciptakan lapangan kerja baru.
Jordan tahu semakin lama beban yang ditanggungnya semakin berat, karenanya dia selalu menyemangati karyawannya untuk selalu memberikan yang terbaik.
Karena jika nama perusahaan jatuh, pendapatan menurun, kerugian yang diterima perusahaan besar, maka tidak menutup kemungkinan banyak karyawan yang akan dipecat atau dirumahkan.
Tentu saja mereka tak ingin itu terjadi, apalagi sejak bekerja di perusahaan ini mereka bisa memperbaiki kehidupan keluarganya.
###
Jasmine dibantu oleh seorang rekannya membawa pesanan Delivery Order yang dipesan atas nama pimpinan perusahaan Global Corp.
Setelah bertanya pada resepsionis dimana ruangan pimpinan mereka, Jasmine dan rekanannya lalu naik ke lantai yang disebut dengan menggunakan lift khusus, sesuai yang diperintahkan oleh asisten Jamie.
Karena tidak ingin klien nya terlalu lama menunggu, dan juga agar nonanya aman. Jamie benar-benar memperhitungkannya.
Berbeda dengan Jasmine, dia tidak tahu siapa pimpinan perusahaan ini sekarang. Karena dulu saat dia masih kuliah perusahaan ini masih dipimpin oleh tuan Robert.
Jasmine dan rekannya sudah sampai di lantai tertinggi diperusahaan itu, dimana ruangan presiden direktur berada.
Satu buah troley berisi makanan dari restoran The Reds pun sudah siap disajikan. Jasmine mengetuk pintu sebelum masuk, setelah mendengar jawaban dia dan rekannya kembali mendorong troley dan menyusun semua makanan itu diatas meja yang sudah dipersiapkan.
Dan betapa terkejutnya Jasmine saat mendapati Jordan ada diruangan itu, duduk di kursi kebesarannya. Sedari tadi mata Jordan selalu mengawasi Jasmine.
Melihat bagaimana cekatannya gadis itu bekerja, tanpa suara karenanya pekerjaan itu cepat selesai. Jasmine dan seorang rekannya masih berdiri disana menunggu perintah untuk keluar dari ruangan. Hingga beberapa orang asing masuk ke dan bergabung dengan Jordan dan Jamie.
Seperti layaknya perjamuan di restoran, Jasmine dan rekannya mempersilahkan pimpinan perusahaan itu beserta para tamunya untuk menikmati hidangan.
Tanpa basa- basi mereka pun menikmati makan siangnya. Jasmine masih setia disana. Meski sedikit risih karena Jordan terus mengawasinya.
Tak satupun yang dilakukan Jasmine lepas dari pandangannya. Termasuk saat gadis itu mendengus kesal karena kakinya mulai capek berdiri. Begitu pula dengan rekan kerjanya.