Savage Love

Savage Love
#58



Jordan dan daddy nya sudah sepakat untuk membicarakan masalah Jasmine dengan paman angkatnya Frans.


Frans mengenal siapa daddy Jasmine, termasuk ayahnya. Dan Frans juga tahu siapa saudara angkat daddy Jasmine yang sekarang menguasai harta milik kakek Jasmine.


Sejak Jordan menerima amanat dari daddy Jasmine untuknya, dia juga sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk menjaga gadis itu sepenuh hati.


Terlebih saat Jordan tahu ada yang sengaja menyabotase mobil yang ditumpangi kedua orang tua Jasmine.


Dan membuat seolah-olah itu murni kecelakaan biasa, bahkan tidak menutup kemungkinan ada oknum polisi yang sengaja menutupi kasusnya agar tidak merebak.


Sungguh janggal menurut Jordan, berita kecelakaan dan kematian seseorang yang nota bene seorang ahli waris dari pemilik ranch dan perkebunan anggur terbesar bisa menguap begitu saja.


Belum lagi tentang kebakaran rumah milik mommy Jasmine yang sampai saat ini tidak pernah diusut penyebabnya.


Jordan akan mengembalikan semua milik Jasmine, tak terkecuali meski nanti dia harus berurusan dengan orang-orang yang berada dibalik kecelakaan dan kebakaran itu.


Tapi Jordan tidak boleh gegabah, karena bukan hanya Jasmine yang akan terancam keselamatannya, tapi juga dia dan keluarganya.


We'll see


Jordan tidak akan melepaskan siapapun yang sudah membuat gadisnya sengsara. Siapapun, sekalipun dia adalah seorang petinggi negara.


Jordan tampak geram mengingat semua kejadian itu seolah-olah dianggap angin lalu, apalagi tidak ada satupun pihak yang mencari Jasmine sebagai ahli waris dan berhak tahu yang sebenarnya menimpa keluarganya.


Sengaja, satu kata itu yang bisa dia tangkap. Seseorang dengan sengaja membuat semua kejadian itu seperti sebuah cerita yang masih berlanjut babnya.


Kematian kakeknya, diusirnya keluarga Jasmine dari rumah miliknya sendiri, kecelakaan hingga menewaskan kedua orangtuanya serta kebakaran rumah milik ibunya.


Belum lagi masalah asuransi yang sampai saat ini tidak ada kabar beritanya. Asuransi jiwa dari kecelakaan dan juga kebakaran rumah itu harusnya sudah Jasmine terima.


Uang memang membuat orang buta dan tuli, apalagi jika dia bisa mendapatkannya dengan cara yang sangat mudah. Meski dengan menghilangkan nyawa seseorang.


###


Pesta perayaan festival pun dimulai, sepanjang jalan penuh dengan arak-arakan pawai. Semua warga mengikuti kemeriahan pawai yang disambut suka cita.


Jasmine sama sekali tidak menyentuh pernak-pernik yang kemarin dibelinya, Jordan tidak memperbolehkannya.


Jordan sudah menyuruh pelayan mengerjakan semuanya di flat nya bersama dengan beberapa tetangga sekitar Jasmine.


Jordan sengaja menemui Ny. Daniel di kios bunga dan berbicara mengenai festival. Dan ternyata usul itu disambut baik oleh tuan dan nyonya Daniel.


Mereka juga mengajak tetangga flat. Mereka senang sekali, karena Jasmine terkenal suka membantu tetangganya meskipun pribadinya tertutup.


Dia tidak akan segan membantu siapa saja yang membutuhkan tanpa pilih kasih. Jasmine hanya sendiri, dengan membantu teman atau tetangga dia merasa memiliki saudara.


Suasana di flat pun sudah ramai sejak sore, setelah pawai seluruh penghuni flat berkumpul bersama di basement.


Mereka membawa makanan yang sudah diolah, dan siap disantap. Ada juga buah-buahan yang sudah dipotong kecil, sari buah dan minuman dingin lainnya.


Mereka juga ada yang membawa aneka kue kering dan roti, semua warga bersuka cita. Benar-benar menyenangkan.


Jasmine yang sudah tidak sabar untuk ikut makan bersama tetangga di flatnya, sudah cemberut karena Jordan sengaja melambatkan jam dindingnya.


Jasmine mengunci kamarnya karena kesal, dia bahkan melewatkan makan siangnya yang sudah Jordan siapkan tadi.


Sebenarnya Jordan ingin membuat kejutan untuk Jasmine, tapi karena Jasmine sudah terlanjur kesal, akhirnya Jordan membatalkannya.


Jordan mengetuk pintu kamar, tapi Jasmine tidak menanggapi. Jasmine bahkan membalas Jordan dengan mengacuhkannya seharian ini.


Jordan tidak memperbolehkan Jasmine keluar untuk melihat pawai di jalanan bersama dengan warga yang lain.


Jasmine sangat ingin melihat pawai, karena selama ini dia hanya fokus belajar dan bekerja dan tidak memikirkan untuk bersenang-senang.


Jasmine bahkan dia sudah mempersiapkan bekal dan akan langsung menuju flat nya. Tapi Jordan melarangnya.


Melihat ramainya pawai dengan lalu lalang warga dari seluruh pelosok kota, Jordan sedikit kuatir dan tak ingin Jasmine sampai tersesat.


Mengingat Jasmine bukan asli warga kota ini, dia juga jarang bepergian, jika terjadi sesuatu padanya, Jordan akan berurusan dengan daddy nya.


Daddy Robby sudah mengancam akan menghukumnya jika terjadi sesuatu pada Jasmine.


Dan itu didukung oleh sang mommy, yang sudah lebih dulu memberi ultimatum. Belum juga Jasmine resmi jadi istrinya kedua orang tuanya sudah memberikan ancaman, bagaimana jika mereka sudah resmi menikah.


Sialnya Jordan tidak bisa menolak, karena Jordan juga terikat janji pada almarhum daddy Jasmine.


Segala cara sudah Jordan lakukan untuk membujuk gadis itu, tapi Jasmine tetap tak bergeming. Hari pun sudah mulai petang, Jordan terpaksa mandi dikamar lain karena Jasmine tak kunjung membuka pintu kamarnya.


Akhirnya setelah setengah jam menunggu, Jordan juga sudah mendapatkan kunci cadangan dari pelayan rumah daddy nya yang biasa membersihkan penthouse nya.


Jordan masuk ke kamar yang setengah gelap karena Jasmine sengaja tidak menyalakan lampunya, hanya cahaya dari luar yang tembus ke kamar, Jasmine pun terlihat meringkuk.


Jordan menekan tombol lampu yang berada di samping pintu kamar, berjalan mendekat dan berlutut disisi ranjang Jasmine.


Mengusap bekas air mata yang membasahi pipi mulus Jasmine hingga bantalnya pun basah.


"I'm sorry..."


Cup


Jordan mengecup pipi Jasmine dan membelainya, merasa tidurnya terusik Jasmine menggerakkan kepalanya.


Matanya bertemu dengan mata coklat milik Jordan. Jordan mengulangi lagi permintaan maafnya.


Memegang tangannya masih dengan posisi berlutut. Jordan tak patah arang meskipun Jasmine memalingkan muka.


Tubuh jangkung Jordan memudahkannya untuk menjangkau Jasmine. Dan kali ini dia sudah berada disisi Jasmine. Berbaring disampingnya.


Jordan tahu Jasmine pasti marah padanya, Jordan memberi alasan kenapa dia sampai membentak Jasmine.


Karena rasa takut akan kelilangan jauh lebih besar, dia bertanggung jawab penuh atas Jasmine. Dia juga tidak sengaja membentak Jasmine seandainya gadis itu tidak bersikap kekanakan.


Jordan memeluk Jasmine dari belakang, merasa tidak ada penolakan Jordan mencium wangi rambutnya dan juga wangi tubuhnya.


Jordan mendaratkan kecupan ke bahu gadis itu, Jasmine hanya diam. Air matanya kembali menetes, dia juga merasa bersalah.


Sikap kekanakannya tadi memancing kemarahan Jordan, yang ternyata sangat peduli padanya.


Tapi Jasmine juga tidak sepenuhnya bersalah karena dia hanya ingin bersenang-senang saja. Dia juga ingin seperti warga lainnya yang ikut merasakan euforia perayaan yang hanya terjadi setahun sekali.


Mereka berdua akhirnya sama-sama minta maaf, Jasmine paham posisi Jordan yang kini tengah mengemban amanat dari daddy nya.


Jordan sudah sangat baik menjaganya, mereka berdua berpelukan. Setelah cukup lama berbaring, Jordan menyuruh Jasmine untuk membersihkan diri.


###


Penuh perjuangan untuk mencapai satu bab, apalagi sedang puasa begini jadi mager. Tetap semangat ya teman-teman, semoga puasanya lancar sampai nanti.


Jangan lupa like, vote, komen nya ya. Tengkyuuu😘😘😘