
Akan banyak adegan dewasa disini, jadi tolong bijak membacanya. Dan bacanya setelah buka puasa aja ya, saya ga jamin anda tidak traveling kemana-mana setelah membaca 😁.
#####
Jordan masih belum puas memberikan sentuhan lembut dikulit putih dan mulus milik istrinya.
Tangan dan bibirnya masih menjelajah diseluruh tubuh molek itu, dari atas ke bawah. Dari ujung rambut hingga ujung kaki.
Jordan suka sekali melihat ekspresi wajah istrinya yang menginginkannya, dia tak berhenti memberikan sensasi memabukkan.
Sudah banyak tanda merah dibanyak tempat disekujur tubuh istrinya. Jordan seolah pelukis yang membuat mahakarya ditubuh indah istrinya.
Jordan lalu keluar dan mengambil handuk kemudian mengangkat tubuh istrinya dan memberikan handuk agar tubuh basah istrinya sedikit kering, begitu pula dengan tubuhnya.
Dengan keadaan polos tanpa sehelai benang pun, Jordan menggendong istrinya ala bridal style menuju peraduannya.
Bibir Jordan tidak tinggal diam, melahap kembali bibir istrinya sampai mereka berdua berada disisi ranjang.
Masih dengan bibir yang sama-sama menempel satu sama lain, mengecap dan melu*** Jordan lalu merebahkan istrinya di kasur empuk miliknya.
Jordan melepaskan bibir istrinya dan kini turun ke leher jenjang yang sudah dipenuhi tanda merah bekas bibirnya.
Setelah puas dibagian atas tubuh Jasmine, tangan Jordan bergerak kebawah. Kembali menciptakan gelenyar aneh ditubuh Jasmine.
Sementara itu adik kecilnya yang sedari tadi sudah berdiri tegak mulai merasa sesak ingin segera menjelajah tempat baru yang kini sah untuk diolah.
Jasmine meremas sprei putih yang dipasang dikasur empuk itu, mulutnya kembali mendesah memohon agar suaminya segera menuntaskan hasratnya, dia seakan dibuat gila dengan semua yang Jordan lakukan.
"Rileks... dan nikmati, akan sedikit sakit awalnya tapi setelah itu kita akan terbang ke nirwana."
Jordan membisikkan kata ke telinga istrinya dan mencium cuping telinganya agar rileks, sementara dibawah sana juniornya sudah memasuki bagian inti istrinya.
Dulu dia melakukannya tanpa banyak perlawanan Jordan karena pasangan mainnya rata-rata sudah sering melakukan hubungan intim dengan orang lain.
Tapi kini Jordan sedikit kesulitan, karena istrinya masih perawan, sehingga sangat sulit membobol pertahanannya, cukup lama Jordan melakukannya.
Hingga dia ingin menyerah saat melihat wajah istrinya yang meringis menahan sakit, tapi ketika dia ingin menyudahi permainannya, Jasmine lah yang menahannya.
Jasmine tidak ingin mengecewakan suaminya di malam pertamanya ini. Jasmine kembali mencium bibir suaminya agar menuntaskan hasratnya.
Jasmine mulai merasakan sakit diarea sensitif nya karena ini yang pertama kali untuknya.
Bibirnya kembali melu*** dan memberikan rasa tenang hingga untuk kesekian kalinya Jordan pun berhasil menembus pertahanan Jasmine.
Air mata Jasmine jatuh disudut matanya, tangannya meremas kain sprei hingga tak berbentuk, belum lagi teriakannya membuat Jordan merasa bersalah.
Jordan mencium kedua mata Jasmine, dan menghapus air matanya. Ada rasa bangga pada dirinya karena dialah yang pertama dan berhasil memiliki Jasmine seutuhnya.
Keduanya kembali merasakan puncak kenikmatan, keringat membasahi tubuh keduanya.
Suhu kamar seketika berubah menjadi panas tampaknya suhu pendingin ruangan itu kalah dengan suhu tubuh mereka yang sudah terbakar gairah.
Mereka sudah tidak bisa menahannya lagi, Jordan lalu menumpahkan laharnya kedalam rahim istrinya. Mereka berdua tersenyum, Jordan lalu merebahkan dirinya disamping istrinya setelah pelepasan.
###
Keduanya tidur sambil berpelukan, hingga mentari pagi menyapa. Masih dalam keadaan polos, dan masih lelah karena semalam mereka mengulangi lagi kegiatan panasnya diranjang hingga dini hari tadi.
Jasmine terbangun saat sinar matahari menyentuh kulitnya, bibirnya tersungging senyum saat melihat wajah suaminya.
Jordan benar-benar melahapnya semalaman, mereka hanya beristirahat sebentar kemudian melanjutkan lagi misi pemersatu bangsa.
Jasmine bangga bisa memberikan harta paling berharganya yang dia jaga sebaik mungkin hanya kepada suaminya, orang yang sudah menemani hari-harinya melewati masa suram saat ditinggalkan kedua orangtua nya.
Jasmine melangkahkan kakinya, tapi merasakan sakit di daerah sensitifnya. Aww
Jasmine berteriak saat kakinya mencoba melangkah lagi. Tiga langkah Jasmine akhirnya duduk kembali di tepian ranjangnya, rasa nyeri makin terasa dibawah sana.
Jordan mengerjapkan matanya ketika mendengar teriakan dari sampingnya, istrinya meringis menahan sakit.
Dan Jordan tersenyum, dia tahu penyebabnya dan dialah pelakunya. Jadi Jordan akan bertanggung jawab penuh mengobati rasa sakitnya.
"Wifey, are you okey?"
Jordan mendekati istrinya, masih dengan keadaan polos dan Jasmine malu saat melihat milik suaminya yang kembali tegak berdiri.
"Oh tidak, aku bisa sendiri. Lebih baik hubby istirahat dulu, aku akan membersihkan diri ke kamar mandi."
Jasmine mencoba mengelak, menghindari suaminya tapi Jordan jauh lebih gesit darinya. Tanpa disuruh dia mengangkat istrinya dan membawanya ke kamar mandi.
"No, hubby turunkan aku. Aku bisa mandi sendiri." Jasmine
"Dengan berjalan tertatih menahan sakit seperti itu? no way, rupanya kamu ingin mommy menghukumku karena sudah membuat menantunya kesakitan."
Jordan tidak melepaskan Jasmine, dia tetap membawanya ke kamar mandi, dan menyalakan air hangat di jacuzzi.
"No...itu tidak benar, hubby" Jasmine membela diri tapi percuma.
"Sebelum mommy menghukumku, maka aku yang akan menghukummu." Jordan menaik turunkan alisnya.
"Tidak..turunkan aku, kamu sudah membuatku susah berjalan, sekarang masih ingin menghukumku lagi. Pliss.."
Jasmine mengerjapkan matanya, memasang tampang innocent agar suaminya berhenti mengganggunya sementara.
Tapi semua percuma, Jordan menurunkan istrinya ke dalam bak mandi dengan air hangat dan meneteskan aroma terapi agar badan mereka segar kembali.
Dan seperti yang sudah Jasmine duga bahwa itu hanyalah modus dari seorang casanova yang sekarang menjadi suaminya.
Jordan kembali mengulangi adegan panasnya semalam, mencium bibir Jasmine dan melu*** nya, Jasmine tak bisa menolak.
Sepertinya kegiatan ini akan jadi rutinitasnya kedepan, karena sang suami tak pernah mau melepasnya.
"Mommy... help me" ucap Jasmine.
Jordan menertawakan tingkah istrinya yang menurutnya menggemaskan itu. Mau berteriak sekeras apapun tidak akan ada yang mendengar karena kamarnya kedap suara.
Dan Jordan tidak membiarkan istri tercintanya menganggur, dia mulai menjelajahi tubuh polosnya.
"Hubby no... "
Jasmine tidak tahan untuk tidak tertawa saat suaminya menciumnya di berbagai titik sensitifnya hingga Jasmine merasa geli.
Mereka mengulangi lagi adegan panas semalam di dalam bak mandi, dan masih berlanjut lagi di bawah shower hingga Jasmine minta ampun agar suaminya berhenti karena dia sudah kelelahan dan juga lapar.
Jordan setuju, karena dia juga lapar setelah melahap istrinya pagi ini. Mereka berdua mandi benar-benar mandi, karena ingin segera sarapan.
Kegiatan panasnya tadi benar-benar menguras tenaganya. Mereka pun berpakaian dan turun ke bawah untuk sarapan.
###
Semoga lulus review ya, saya bingung mau bikin adegan yang tak terlalu hot tapi kok kenapa jadi begini, jadi traveling sendiri kan.