Savage Love

Savage Love
#40



Jordan tertawa puas setelah membuat gadisnya kesal, dia masih belum percaya jika tadi Jasmine dengan tiba-tiba memberinya ciuman selamat pagi.


Hatinya berbunga-bunga seolah banyak kupu-kupu terbang didadanya. Rasanya dia tak ingin bangun dari tidur, seandainya ini mimpi. Tapi ini nyata, bahkan dia mencubit tangannya sendiri untuk membuktikan bahwa ini bukanlah mimpi.


Jordan bersorak, terlebih saat mengingat bagaimana wajah gadisnya saat mengucapkan selamat pagi dan memberinya ciuman. Pipinya merona, dia masih malu-malu.


Tak apa, baginya Jasmine berani memberinya kecupan dipipi saja sudah bahagia. Apalagi menciumnya tanpa paksaan, dan tanpa drama seperti biasanya.


Jordan yakin gadis itu sudah mau membuka hatinya, menerimanya meski belum bisa mencintai sepenuhnya. Jordan akan sabar, dan membuat Jasmine belajar mencintai.


Menaklukkan hati Jasmine sebenarnya tidaklah sulit, tapi butuh waktu. Karena trauma masa lalunya terlalu membekas dalam ingatan. Jangankan untuk mencintai, melihat laki-laki yang baru dikenalnya saja susah.


Jordan hanya ingin Jasmine tahu bahwa meskipun diluar sana banyak laki-laki brengsek seperti dirinya tapi Jordan tidak akan pernah menyakitinya, seperti janjinya pada ayah Jasmine.


Jordan mendekat kearah jendela, menyibak tirai yang menutupi jendela kamarnya. Dia membuka pintu dan keluar menuju balkon kamarnya. Menghirup udara pagi yang masih sejuk, merentangkan kedua tangan dan memejamkan matanya sejenak.


Beruntung karena daddy dan mommy nya memiliki tempat ini, tak perlu pergi jauh untuk mendapatkan pemandangan indah dan alami.


Mansion ini berada di pinggiran kota, dengan hutan mengelilinginya, dan satu lagi yang tak kalah menarik, di belakang mansion ada pantai dengan pasir putih yang menghampar.


Jauh dari hiruk pikuk kebisingan dan kemacetan serta polusi seperti di kota. Daddy nya memang sengaja membeli tanah luas sepanjang hutan sampai bibir pantai sebagai hadiah pernikahan bagi mommy nya tercinta.


Dari atas balkon Jordan dapat melihat perahu dan kapal yang terlihat kecil dari kejauhan. Tak jauh dari mansion ada dermaga dan juga tempat pelelangan ikan.


Disanalah para nelayan menjual ikan hasil tangkapannya, sebelum akhirnya masuk ke pasar dan supermarket, serta hotel dan restoran.


Bahkan restoran paman Aslan juga mengambil pasokan ikan dan seafood dari sana. Langsung dari laut, jadi masih segar untuk menjaga kualitas menu yang mereka sajikan.


###


Tangan lembut menyentuh dada Jordan, dan memeluk dari belakang. Jordan yang masih memejamkan mata dengan tangan terlentang tersenyum.


Dia sudah tahu siapa yang berada dibalik punggungnya. Membiarkannya memeluk dan menyentuh dadanya, wangi sabun yang tertangkap indera penciumannya.


Jordan menurunkan tangannya dan menyentuh kedua tangan halus itu. Jordan berbalik, mendekap gadisnya. Mencium keningnya dan kembali memeluk Jasmine.


"Sudah selesai mandinya, berarti sekarang giliranku. Padahal aku ingin kita mandi bersama."


Jordan merajuk, dia melihat Jasmine menyembikkan bibirnya, ingin rasanya Jordan menggigit bibir yang sudah membuatnya candu.


Tapi Jasmine segera melepaskan pelukannya dan mendorong Jordan untuk masuk ke kamar mandi.


"Sekarang sebaiknya hubby mandi, bukankah hubby bilang hari ini ada meeting dengan klien."


Jasmine mendorong tubuh kekar Jordan sampai di depan pintu kamar mandi. Dia tampak ngos-ngosan karena tubuh kecilnya harus mendorong tubuh besar Jordan.


Jordan sudah masuk kedalam kamar mandi tapi keluar lagi, dia mendekati Jasmine lagi dan


Cup


"hubby..." teriak Jasmine ketika pipinya terasa basah karena bibir Jordan. Jordan sebenarnya sudah membasahi tubuhnya, tapi saat akan menuangkan sabun, dia tersenyum dan tiba-tiba melilitkan handuknya lalu menuju keluar kearah Jasmine.


Rupanya dia memang ingin membuat Jasmine kesal, dan benar saja saat mendengar gadis itu berteriak dia tertawa keras dan kembali ke kamar mandi.


Jasmine mengumpat pelan, bukan hanya pipinya yang basah, baju yang baru saja dia pakai beberapa menit lalu ikut basah, dan ini lantai kamar terasa licin karena ada bekas kaki Jordan.


Sementara itu dikamar mandi Jordan berteriak senang karena berhasil mengerjai gadisnya. Membuat Jasmine kesal menjadi hobinya, bisa mengembalikan moodnya.


"I got you baby, lihat saja sebentar lagi aku akan membuatmu jatuh cinta padaku, bukan hanya kamu yang membuatku jatuh cinta."


Jordan melanjutkan mandinya dibawah shower sambil bersiul. Sesekali menyanyikan lagu yang menggambarkan suasana hatinya saat ini.


Jordan keluar dari kamar mandi, setelah melakukan aktifitasnya di kamar mandi dia menuju walk in toilet untuk mengambil baju kerjanya.


Tapi sebelum masuk kedalam walk in toilet, matanya menangkap beberapa pakaian sudah disiapkan oleh Jasmine untuknya diatas ranjang.


Jordan mendekat, bibirnya tersenyum rupanya gadisnya sudah lebih dulu menyiapkan pakaiannya. Jordan tetap berjalan kearah walk in toilet karena dia belum memakai pakaian dalamnya.


Dapat dipastikan setelah ini dia akan mendapat omelan dari gadis itu lagi jika tidak segera berpakaian lengkap.


Sebelum memakai kemejanya, Jordan menyemprotkan parfum favoritnya di seluruh badannya. Aroma nya tercium, sangat wangi. Wangi yang memabukkan, yang sangat Jasmine sukai.


Setelah memakai kemejanya, Jordan menyisir rambutnya yang sudah diolesi pome, penampilannya sangat berbeda dengan yang tadi.


Karena tidak melihat dimana gadisnya berada, Jordan berjalan keluar kearah balkon. Rupanya gadis itu ada disana sedang menikmati pemandangan.


Jordan mendekat dan mendaratkan lagi kecupan di pipinya. Gadis itu menoleh, dan meletakkan tangannya didada Jordan. Mencium wangi tubuh Jordan yang bercampur dengan wangi parfumnya.


Sama persis seperti yang ada di sapu tangannya, ya dialah gadis sapu tangan. Jasmine ingat sebutan itu disematkan oleh Jordan untuknya.


Jordan mengambil kedua tangan Jasmine dan mengalungkan di lehernya, Jordan lalu mendekat menarik tengkuknya dan melu*** bibirnya.


Bibir merah candunya, bibir yang selalu ingin di sesapnya bahkan seandainya Jasmine tidak memaksanya untuk berhenti dia akan membuat bibir Jasmine menjadi bengkak.


Jika tadi Jasmine hanya diam menerima perlakuan Jordan, sekarang Jasmine membalasnya. Mereka saling menikmati hingga keduanya berkeringat, karena sinar matahari mulai menyengat.


Jordan membawa Jasmine masuk kekamarnya, bukannya melepas pagutan nya mereka justru semakin terbuai satu sama lain.


Tangan Jordan mulai menempati posisi favoritnya, Jasmine semakin terlena menikmati sentuhan ditubuhnya.


Ciuman Jordan turun dari mata ke hidung lalu bibir, sekarang menuruni leher jenjang gadis itu dengan bibirnya. Membuat tanda kepemilikan disana.


Kulit putih Jasmine langsung berubah merah karena perbuatan Jordan, bukan hanya satu tapi beberapa. Jordan tersenyum tipis, tak ada penolakan dari gadisnya.


Merasa terbakar gairah keduanya juga sudah mulai bermandikan peluh, karena tentu saja udara panas di luar sudah pindah kedalam kamar.


Dan akhirnya Jordan dan Jasmine menyudahi kegiatan mereka, memutuskan untuk mandi kedua kalinya. Jasmine yang sudah merasa bajunya sedikit basah ditambah keringat yang membasahi karena kegiatan mereka akhirnya mandi lebih dulu.


Jordan tertawa, dua kali sudah dia mengerjai Jasmine dan dua kali pula dia harus mandi. Jika tidak dapat dipastikan dia akan membuat Jasmine marah dan sedih karena dia tidak dapat menepati janjinya.


Janjinya pada ayah Jasmine dan dirinya sendiri, bahwa dia tidak akan menitipkan benihnya didalam rahim Jasmine sebelum gadis itu resmi jadi miliknya.


Setelah Jasmine keluar, giliran Jordan yang masuk kamar mandi. Mandi lagi, karena berkeringat lagi.


###


Semoga kali ini lolos review...sudah tiga kali ditolak, sampai harus merubah sebagian cerita agar bisa lolos.


Ternyata saya memang tidak bakat menulis adegan hot, yang bikin saya maju mundur kena. Maafin ya jika nanti ceritanya agak melenceng dengan bab berikutnya.