
Jasmine memasuki ruangan yang luas itu dengan langkah pelan, asisten Jordan masih setia mendampinginya.
Didalam ruangan sudah hadir kedua orangtua Jordan, para sahabatnya serta kedua orang tua Chelsea bersama Chelsea tentu saja.
Ketiga sahabat Jordan juga hadir disana, Jasmine sedikit tidak mengerti mengapa banyak sekali orang diruangan ini.
Meski bingung Jasmine tetap berjalan menuju kearah Jordan yang tampak gagah dengan setelan jas berwarna biru muda dan dasi kupu-kupunya.
"Kenapa dia jadi tampan sekali hari ini" batin Jasmine ketika melihat lelaki yang selama ini sudah menemaninya.
Begitu pula dengan Jordan yang tak berkedip melihat kearah gadis cantik yang sedang menatapnya.
Keduanya tersenyum dan tampak malu-malu. Seorang yang sejak tadi berdiri dihadapan mereka mulai membacakan sesuatu saat Jasmine sudah berdiri disamping Jordan.
Jasmine tak menyangka jika Jordan akan menikahinya, bahkan tanpa lamaran romantis seperti impian banyak gadis diluar sana.
Jasmine masih belum mempercayainya, dia menundukkan kepalanya dan menggigit bibir bawahnya agar tangisnya tidak pecah.
Jasmine benar - benar tidak menyangka jika ucapannya waktu itu menantang Jordan akan dibuktikan hari ini.
Dan hakim yang memimpin pernikahan mereka akhirnya membacakan janji suci yang akan diikuti oleh mereka berdua.
Mereka sudah sah menikah dimata hukum sekarang, setelah mengucapkan janji pernikahan mereka diperbolehkan saling tukar cincin.
Cincin pernikahan dibawa oleh Chelsea sebagai pendamping pengantin wanita, dan Jamie sebagai pendamping pengantin pria.
Kemudian hakim memperbolehkan mereka untuk berciuman setelah memasangkan cincin dijari manis masing-masing.
Jordan dan Jasmine nampak malu - malu, karena sekarang mereka berada dihadapan orang banyak.
Seandainya tidak ada orang mungkin Jordan tidak akan membiarkan Jasmine lolos. Jordan hanya memberikan kecupan di bibir istrinya.
Zack dan sahabat Jordan yang lain menyorakinya, mereka ikut bahagia melihat Jordan sudah mendapatkan tambatan hatinya.
Chelsea dan kedua orangtua nya juga ikut bahagia, mereka tidak menyangka jika akhirnya Jasmine resmi disunting oleh seorang Jordan Alexander Smith yang notabene adalah CEO muda yang sukses.
Orangtua Chelsea berharap semoga Jordan akan melindungi Jasmine dari bahaya yang kapan saja mengintainya.
Dan mereka juga berharap semoga Chelsea putri mereka segera menyusul sahabatnya Jasmine, mengakhiri masa lajangnya dan menikah dengan orang yang juga mencintainya.
Dengan bangga Jordan mengakui Jasmine sebagai istrinya sekarang, seperti permintaan gadis itu.
Jordan tak menampik jika setelah ini akan banyak cobaan yang akan mereka lewati. Jordan harus siap menghadapinya, apalagi masalah yang menyangkut istrinya bukan masalah sepele.
#Flashback On
Beberapa jam sebelumnya Jordan menerima kabar bahwa paman angkat Jasmine sudah mulai menyelidiki siapa yang telah membantu Jasmine.
Bahkan orang suruhannya sudah mulai mengawasi gerak-gerik Jasmine dan semua orang yang berhubungan dengan gadis itu.
Mau tidak mau Jordan harus segera bertindak cepat, satu-satunya jalan adalah dengan mengikat Jasmine dengan pernikahan.
Terdengar konyol memang, apalagi Jordan pasti akan menerima cibiran dari sahabatnya jika itu hanyalah modus Jordan untuk mendapatkan Jasmine.
Tapi satu yang tidak mereka ketahui bahwa dibalik itu, semua demi keselamatan Jasmine. Jordan sudah tahu tujuan utama paman Jasmine.
Jordan terpaksa pergi pagi buta sebelum Jasmine bangun untuk mendiskusikan masalah ini dengan daddy nya.
Jordan tak ingin gegabah jadi semua harus benar-benar dipikirkan secara matang, karena musuhnya kali ini bukan orang sembarangan.
Dia bisa melakukan hal nekat demi mewujudkan keinginannya. Jordan masih ingat kejadian yang menimpa kedua orangtua Jasmine, dan juga kasus pembakaran rumah mommy Jasmine.
Dan setelah melalui banyak pertimbangan Jordan akhirnya memutuskan untuk menikahi Jasmine.
"Kamu yakin son?" tanya daddy
"Aku...aku tahu ini terkesan terburu-buru tapi aku hanya ingin melindunginya, dan satu-satunya cara yaitu dengan menikahinya."
"Mungkin aku hanya kasihan pada awalnya tapi aku tidak bisa meninggalkan dia, terlebih setelah beberapa hari kebersamaan kami, aku yakin kalau diantara kami berdua sudah mulai tumbuh cinta."
Jordan menjelaskan semuanya, dia tidak menutupi satu pun termasuk tentang pernikahannya hari ini.
Robby dan Hanna saling menatap, mereka tahu jika antara Jordan dan Jasmine sudah saling suka. Tapi tentang pernikahannya hari ini, Hanna dan Robby tidak menyangka sama sekali.
"Son, menikah itu bukan main-main, kamu tidak bisa menikah dan berpisah begitu saja seperti membalikkan telapak tangan. Kamu harus benar-benar yakin dengan hatimu."
Robby tidak ingin anaknya menjadikan pernikahan sebagai permainan. Dia ingin Jordan menikah dari hati bukan karena terpaksa.
"No dad, aku sudah memikirkan hal ini. Apalagi Jasmine pernah mengatakan jika aku hanya tertarik pada tubuhnya, dan setelah bosan aku akan meninggalkannya."
"Itu tidak benar, aku akan buktikan bahwa aku tulus padanya bukan karena ingin merasakan tubuhnya saja. Dan aku siap menikahinya."
"Aku tersiksa setiap kami berdekatan, berciuman bahkan kami ingin lebih dari sekedar ciuman. Dan aku ingin memiliki semua yang ada padanya."
Jordan mengusap kasar wajahnya, dia tidak mungkin membatalkannya. Tekadnya sudah bulat.
"Oke, daddy percaya padamu. Ingatlah untuk selalu menjaga keutuhan rumah tanggamu, apapun yang terjadi jangan mudah mengucapkan pisah apalagi cerai, Tuhan membenci itu."
"Daddy berharap semoga pilihanmu untuk segera menikahi Jasmine adalah yang terbaik bagi kalian berdua. We proud of you son"
Robby menepuk pundak anak satu-satunya, yang sebentar lagi akan segera mengakhiri masa lajangnya.
Jordan dan Robby saling berpelukan, Hanna yang melihat pasangan ayah dan anak ini juga mendekat, air matanya menetes, dia bahagia Jordan bisa mengambil keputusan yang tepat.
Mereka lalu melanjutkan obrolannya, tak lupa Hanna menelpon sahabatnya untuk menghadiri pernikahan Jordan dan Jasmine nanti di catatan sipil.
Termasuk keluarga Chelsea, yang tentu saja terkejut mendengar kabar ini. Tapi mereka lega akhirnya Jasmine mendapatkan seorang pria yang akan menjaganya.
Jordan memilih menikahi Jasmine di catatan sipil karena itu akan lebih menguatkannya, pernikahan mereka sah secara hukum dan agama.
Flashback off
Setelah semua proses berjalan lancar, mereka akhirnya bersama-sama pergi ke mansion Robert untuk merayakan pernikahan Jordan dan Jasmine.
Dan disana sudah ada beberapa kerabat dan juga sahabat Robby yang lain. Rupanya Jordan sudah mempersiapkan semuanya dengan sangat matang.
Bahkan saudara-saudara Robby sudah hadir disana. Hanna dan Robby tersenyum bangga, putra mereka membuktikan kata-kata nya.
"He's my boy" Ucap Robby bangga.
Robby dan Hanna menyambut tamu-tamunya, tak banyak yang mereka undang karena Jordan sengaja menutupi pernikahannya dari media agar privasi Jasmine terjaga.
Jordan dan Jasmine menerima banyak ucapan selamat dari tamu udangan, tak lupa tuan Aslan sekeluarga dan juga tuan Daniel beserta istrinya hadir untuk mengucapkan selamat kepada pengantin baru.
Gulya yang hadir bersama kedua orangtua dan juga kakaknya, senang akhirnya Jasmine menikah.
Mereka berpelukan erat, Chelsea dan juga Luna yang melihat keduanya ikut mendekat dan saling berpelukan.
Bahagia, itu yang mereka rasakan saat Jasmine sahabatnya menikah, mereka juga berharap segera bertemu dengan jodohnya.
**To be continued
Jangan lupa liku komen dan vote nya ya. Terima kasih**.