
Jasmine meletakkan hand phone nya kedalam tas kecilnya, hari ini dia akan berbelanja keperluan festival.
Jordan mengambil kunci mobil dan bersiap pergi, mereka akan pergi bersama. Jordan akan pergi ke perusahaannya sebentar.
Setelah menurunkan Jasmine ke pusat perbelanjaan Jordan langsung melajukan mobilnya ke perusahaan.
Sebelum pergi Jordan sudah meminta Jasmine untuk pulang ke penthouse setelah berbelanja. Jordan juga sudah memberitahukan kode acces masuk penthousenya pada Jasmine.
Jasmine berkeliling beberapa toko di pusat perbelanjaan itu untuk membeli semua kebutuhan yang sudah dia catat.
Setelah puas berkeliling, dan membawa beberapa paperbag berisi pernak pernik Jasmine pun pulang menuju penthouse.
Jordan melarang dia berjalan kaki, karena bawaannya juga lumayan banyak. Jasmine naik taksi dan langsung menuju penthouse.
###
Jasmine meletakkan paperbagnya, dia memeriksa dapur dan ternyata mendapati semua belanjaan nya kemarin sudah berada di tempatnya masing-masing.
Jasmine ingat jika kemarin dia belum membereskan belanjaan mereka. Tapi ternyata sudah tertata rapi mungkin pelayan dari mansion daddy nya yang mengerjakan.
Jasmine mengambil bahan makanan, dia akan membuat makan siang disini, dia memasak bahan-bahan yang ada di kulkas.
Setengah jam berkutat di dapur bersih di penthouse membuat Jasmine seolah lupa banyak hal.
Dia sangat suka memasak apalagi jika memiliki dapur bersih seperti ini, sepertinya dia tak akan berhenti memasak.
Makan siang sudah siap, mulai dari olahan daging ayam dan ikan. Aneka salad juga dibuat, Jasmine juga membuat hidangan pembuka dan penutup.
Jasmine terlihat letih tapi bibirnya tersenyum karena berhasil menyelesaikan masakannya sebelum jam makan siang.
Jasmine lalu memfoto semua hasil masakannya dan mempostingnya di sosial medianya.
Jasmine juga mengirimkan foto makanan itu ke nomor Jordan. Tapi Jordan rupanya sedang sibuk karena tidak ada balasan.
Lama Jasmine menunggu, Jordan tidak juga membalas pesan dari nya. Jasmine sudah lapar, jika menunggu Jordan datang perutnya pasti akan sakit.
Jasmine memutuskan untuk makan sendirian, tak mau menunggu Jordan pulang. Baru akan mengambil makanan, terdengar bel pintu berbunyi.
Jasmine ingat pesan Jordan untuk tidak sembarangan membukakan pintu, terlebih jika dia tidak mengenalnya.
Jasmine mengintip dari balik kaca kecil di tengah pintu. Rupanya daddy dan mommy Jordan yang datang.
Kebetulan sekali, berarti Jasmine tidak sia-sia memasak banyak makanan ini.
Jasmine lalu membukakan pintu bagi kedua orang tua Jordan. Mommy dan daddy kaget karena Jasmine ada disini, disaat jam kerja.
Jasmine memeluk mommy dan daddy Jordan, mereka senang Jasmine sudah tidak canggung lagi.
Mereka lalu masuk dan mencium aroma masakan yang menggugah selera. Jasmine mempersilahkan mommy dan daddy untuk makan siang bersama.
Ketika Hanna menanyakan Jordan, Jasmine pun menceritakannya. Daddy memaklumi jika saat ini Jordan sibuk, tapi menyayangkan jika dia sampai makan diluar.
Daddy Robby lalu menelpon Jordan tapi tidak diangkat, daddy lalu menelpon Jamie asistennya.
Seketika daddy menyuruh Jamie untuk mengajak Jordan segera pulang, Jamie mengiyakan perintah bos besarnya.
Jamie lalu masuk ke ruangan meeting dimana Jordan sedang mendengarkan laporan dari salah satu staf nya.
Setelah itu Jamie mendekat dan membisikkan sesuatu pada bosnya. Jamie mengangguk saat Jordan menanyakan mommy dan daddynya.
Setelah selesai mendengarkan laporan itu, Jordan meminta semua divisi untuk mengirimkan laporan mereka ke emailnya.
Jamie berjalan lebih dulu dan membukakan pintu bagi bosnya. Jamie langsung melajukan mobilnya ke penthouse Jordan.
Meski jalanan sedikit macet karena memasuki jam makan siang, tapi Jamie berhasil melewati kemacetan.
Mereka berdua sudah sampai di basement apartement dan Jamie membukakan pintu bagi Jordan.
Jordan keluar dan segera berjalan menuju lift, tiba-tiba dia menoleh dan memanggil Jamie yang bersiap untuk meninggalkan gedung apartemen.
Untung saja Jamie masih akan menuju pintu kemudi, saat Jordan memanggilnya. Jamie mengunci mobilnya dan berjalan menuju Jordan.
Jordan menyuruh Jamie untuk ikut makan siang bersama mereka. Jamie awalnya menolak tapi karena paksaan dari bosnya akhirnya mengiyakan ajakannya.
Mereka berdua sudah ada didalam lift yang membawa keduanya ke lantai paling atas dimana penthouse Jordan berada.
Ting
Pintu lift terbuka, Jordan berjalan lebih dulu karena tidak sabar menemui mommy dan daddy nya serta gadisnya.
Setelah menekan kode accesnya, Jordan dan Jamie segera menyusul mommy, daddy dan Jasmine di ruang makan.
Bibir Jasmine tersenyum melihat Jordan datang dan menuju kearahnya. Mencium kening nya dan duduk disamping Jasmine.
Jamie juga ikut duduk bersama mereka. Acara makan siang yang sejak tadi Jasmine tunggu akhirnya terlaksana juga.
Bahkan bukan hanya Jordan, mommy dan daddy yang tiba-tiba datang tanpa rencana, serta asisten Jordan yang sudah dianggap sebagai saudaranya sendiri membuat Jasmine terharu.
Air mata nya menetes di pipinya, Jordan melihat itu. Dia tidak tahu apa penyebabnya yang pasti Jordan meminta maaf pada Jasmine didepan mereka semua.
"I am sorry. Awalnya aku hanya ingin mendengarkan laporan dari satu divisi, ternyata semua divisi sudah berkumpul dan jadilah meeting dadakan hari ini."
Jordan menjelaskan panjang lebar, dia merasa bersalah karena tidak menjawab telepon dan juga pesan masuk yang Jasmine kirim.
Jasmine terharu karena Jordan akhirnya datang juga makan siang bersamanya, dan juga dia sudah lama tidak merasakan makan bersama seperti saat ini sejak meninggalkan mommy dan daddynya.
Makan siang hari itu sungguh diluar dugaan, dan inilah yang Jasmine inginkan, suasana makan siangnya pun tidak kaku.
Mereka saling mengobrol tentang banyak hal, dan itu membuat Jasmine bahagia. Setelah makan siang Jordan membantu Jasmine membereskan meja makan dan mencuci peralatan makan dan masak yang tadi sudah digunakan.
Jordan tidak merasa risih membantu Jasmine, karena memang dia sudah terbiasa memasak dan membersihkan sendiri peralatan masaknya.
Daddy, mommy dan Jamie beralih keruang tengah dan mereka mengobrol disana. Daddy menanyakan kondisi perusahaan, Jamie melaporkan semuanya.
Daddy sangat tahu jika Jordan akan bisa memimpin perusahaannya bahkan sekarang jauh lebih baik darinya.
Karena Jordan tipe orang berdarah dingin yang tidak akan mudah tertipu oleh wajah melas orang-orang yang biasa menjilat dan menjatuhkannya.
Berbeda dengan daddy Robby, meski dia terkenal dengan keahlian dan kejeliannya membaca pergerakan lawan, tapi dia selalu tidak bisa menolak jika melihat wajah-wajah melasnya.
Walaupun akhirnya dia juga yang harus menanggung resiko ditinggalkan karena berhasil menipunya.
Sebenarnya mudah bagi daddy untuk melaporkan orang-orang yang berniat buruk padanya, tapi dia sengaja memeliharanya sampai Jordan dewasa dan siap menggantikannya.
Tujuan daddy Robby cuma satu, agar Jordan paham dan dapat menilai orang-orang yang benar-benar tulus dan royal kepadanya, atau orang-orang yang hanya pura-pura dan menusuk dari belakang.
Dan ternyata tebakan daddy benar, satu persatu orang yang selalu menjilatnya dan mencoba menjatuhkannya dipecat dan dikeluarkan dari perusahaan.
###
Selamat menunaikan ibadah puasa semuanya, semoga puasa kali ini makin menambah tingkat keimanan dan kesabaran kita.