Savage Love

Savage Love
#63



Ketika semua orang bersiap untuk beristirahat, pasangan pengantin baru ini tengah sibuk mempersiapkan diri masing-masing untuk pasangannya.


Jordan sudah berpesan pada para pelayannya untuk tidak diganggu. Jordan juga memasang tanda larangan di depan pintu kamarnya.


Awas anjing galak, jangan diganggu !


Jordan juga mematikan semua hand phone miliknya dan Jasmine. Dia benar-benar tidak ingin diganggu gugat.


Jordan dan Jasmine memasuki kamar mereka yang sudah dihias sedemikian rupa oleh para sahabatnya. Karena Jordan tidak suka ada orang lain yang masuk ke wilayah pribadinya.


Sejak pintu terbuka aroma mawar tercium wangi semerbak, kelopak bunga mawar merah ditebar sepanjang jalan menuju ranjang empuknya.


Dan lilin-lilin kecil aroma terapi menjadi pinggiran dari ratusan kelopak bunga mawar merah itu.


Jordan masih belum menyalakan lampu kamar nya, dia menuntun istrinya berjalan menuju peraduan mereka.


Jordan sengaja menutup mata istrinya dengan selembar kain sejak didepan pintu kamarnya. Jasmine penasaran, beberapa kali pertanyaan nya hanya dijawab dengan kecupan mesra di pipinya.


Jasmine berhenti bertanya dan hanya mengikuti kemana suaminya membawanya. Tapi sejak masuk ke dalam kamarnya, indera penciumannya seperti mengenal aroma ini.


Ya, sejak Jasmine bekerja di toko bunga milik tuan Daniel Jasmine mulai mempelajari tentang aneka jenis bunga terutama yang banyak dijual di toko itu.


Mulai dari jenisnya, aromanya hingga arti dari setiap warna dari bunga itu sendiri. Dan Jasmine mengenali aroma ini, kelopak mawar sangat familiar di indera penciumannya.


Semakin mendekati ranjang aroma ini semakin kuat aroma menusuk hidungnya, Jordan menuntun Jasmine ke pinggiran ranjang king sizenya.


Jordan belum membuka penutup mata istrinya, dia membiarkan Jasmine dengan imajinasinya. Jasmine tersenyum, dan setelah nya mencari keberadaan suaminya dengan meraba sekitarnya.


"Hubby... where are you?" Jasmine masih menggerakkan tangannya mencari suaminya.


"Are you ready, sweetheart" Bisik Jordan ditelinganya.


Ternyata Jordan sudah ada di belakang Jasmine, dan bersiap membuka penutup mata menunggu jawaban istrinya.


Jasmine mengangguk, Jordan lalu membuka kain yang menutupi mata istrinya. Dan terasa...


Jasmine membuka matanya pelan, dia takjub banyak sekali bunga dari berbagai jenis di dalam kamarnya.


Jasmine melihat kearah pintu kamar, ada jalan setapak yang dibuat dari ratusan bahkan mungkin ribuan kelopak bunga mawar dengan lilin kecil dipinggirannya.


Mata Jasmine lalu tertuju ke ranjangnya, kembali bunga mawar berada disana dibuat menjadi bentuk hati, dan ditengah diletakkan bunga melati.


Seperti namanya, sesuai dengan aromanya yang sangat Jasmine kenal. Bunga khas daerah tropis ini hanya terdapat di beberapa negara saja.


Sahabat Jordan berhasil mendatangkan langsung khusus untuk pernikahan Jordan dan Jasmine.


Selain itu di beberapa tempat lain dalam kamar ini juga ada bunga lainnya. Krisan salah satunya.


Entah bagaimana Jordan mengetahui kesukaannya, yang pasti saat ini Jasmine sangat bahagia. Hidupnya seolah kembali cerah setelah melihat bunga-bunga ini.


Meski hanya hiasan dan akan segera rusak setelah pertempuran panas mereka nantinya. Jasmine menggelengkan kepalanya, dia tak mau membayangkannya.


Tapi pipi Jasmine sudah merona mengingat bagaimana dulu Jordan membuatnya melayang.


Jordan tahu apa yang ada dalam pikiran istrinya, dan dia tidak mau menunda lagi kegiatan unboxing yang sudah lama dinantikannya.


Tapi Jordan tidak mau terburu-buru dan memberi kesan buruk pada ritual penyatuan pertamanya kali ini.


Jordan ingin sedikit tarik ulur, agar istrinya tetap merasa nyaman dan akhirnya akan meminta sendiri.


Jordan sudah tak tahan membayangkan betapa indahnya tubuh sang istri. Jordan melepas semua pakaiannya.


Seketika bulu kuduk Jasmine berdiri, Jordan membisikkan kata-katanya tepat dibelakang cuping telinganya. Salah satu daerah sensitifnya.


Jordan sudah berada di kamar mandi, Jasmine ragu apa dia harus menyusul suaminya ke kamar mandi atau menunggunya keluar.


Jasmine melepas semua atributnya, gaun pengantin yang sederhana tapi elegan pun sudah ditanggalkan, dia hanya memakai jubah mandinya.


Jasmine melepas hiasan dikepala yang tadi sempat dipasangkan oleh salah satu sepupu Jordan yang paling kecil, dan kini dia mulai membersihkan riasannya.


Jordan tak kunjung keluar dari kamar mandi, Jasmine sudah tidak tahan gerah karena seharian berdiri dan bersalaman dengan tamu undangan.


Merasa sudah tidak tahan lagi ingin buang air kecil Jasmine akhirnya memberanikan diri untuk masuk ke kamar mandi.


Pintu terbuka, kepala Jasmine masuk lebih dulu mencari suaminya. Beberapa kali dipanggil tak ada jawaban Jasmine akhirnya masuk menuju toilet melepaskan hajatnya.


Jasmine lalu menekan tombol flush dan mencuci tangannya. Kamar mandi itu ada dua sekat, yang pertama berisi bilik shower, dan di sebelahnya adalah toilet dan juga wastafel.


Sedangkan di ujung lorong kamar mandi, sebuah jacuzzi yang sangat mewah dan menarik perhatian siapa pun untuk mencobanya.


Jasmine berjalan mendekati jacuzzi, belum juga ada suaminya. Akhirnya Jasmine bermain busa di jacuzzi, dengan wangi lavender dari aroma terapi yang diteteskan.


Jasmine melepas jubah mandinya begitu saja, lalu masuk ke dalam jacuzzi, air hangat yang sudah diberi aroma terapi itu menenangkannya.


Hingga Jasmine pun terpejam, merasakan sensasi air hangat dan aroma menenangkan dari lavender membuatnya lupa jika sebelumnya dia mencari keberadaan suaminya.


Tiba-tiba sepasang lengan kekar memeluknya dari belakang tanpa dia sadari, aroma tubuhnya membuat Jasmine terlena.


Tangan besar itu juga memijat lembut Jasmine, mulai dari pundak lalu turun ke kaki. Sebenarnya berendam air hangat juga termasuk terapi alami karena bisa menghilangkan rasa pegal di badan.


Jasmine menyukai pijatan yang diberikan oleh suaminya, meski terkadang tangannya harus memukul atau menyingkirkan tangan nakal itu.


Jordan tertawa karena keusilannya membuat istrinya cemberut. Jasmine juga tidak menolak saat sang suami memberikan sentuhan dibeberapa titik sensitif tubuhnya.


Sesuai janjinya jika mereka sudah resmi menikah, Jordan bebas melakukan apa saja pada tubuhnya. Karena itu haknya sebagai suami.


Jasmine mengikuti saja, dia mengakui jika suaminya sangat ahli dalam hal ini. Setiap sentuhan yang diberikan membuat dirinya terlena.


Puas bermain dibagian tubuh istrinya, Jordan lalu menyentuh bibir Jasmine dengan bibirnya. Dia melu*** dan memberi gigitan kecil agar Jasmine membuka mulutnya.


Kecapan terdengar dari keduanya, lidah mereka bertemu dan mereka menikmati ciuman yang semakin lama semakin panas.


Kedua tangan mereka saling meraba, menyentuh bagian tubuh satu sama lain. Merasakan sensasi indah yang belum pernah Jasmine rasakan sebelumnya.


Traumanya memang tidak sepenuhnya hilang, tapi Jordan dengan sabar melatihnya, membantunya melupakan traumanya.


Jasmine menikmati setiap sentuhan yang diberikan oleh suaminya, tubuhnya menginginkannya.


Senyum tersungging dibibir Jordan, saat melihat istrinya mulai memejamkan mata merasakan sensasi yang dia ciptakan.


Bibirnya kembali melu*** bibir mungil di depannya, ciumannya turun ke leher jenjangnya dan memberikan tanda merah dibeberapa tempat disana.


Jordan akhirnya ikut berendam menemani istrinya, dia melanjutkan kegiatannya tadi tanpa terburu-buru. Menikmati malam panjang yang sudah dinantikannya.


###


Semoga kali ini lulus review, mumet aku tuh bikin cerita hot nya.


Jangan lupa dukung otor ya man-teman, like komen dan vote, terimakasih.