Savage Love

Savage Love
#69



"Bagaimana apa kamu sudah menemukan gadis itu?"


Ucap suara berat ketika salah satu anak buahnya menghadap. Dijawab dengan anggukan oleh pria berbadan tegap berpakaian gelap dihadapannya.


"Sudah tuan, nona sekarang berada di kota X dan tinggal di apartemen sederhana, bekerja di salah satu restoran terkenal disana."


Setelah menjelaskan semuanya, pria itu lalu menyerahkan beberapa foto Jasmine yang diletakkan dalam amplop coklat, kepada tuannya.


Si pria tua ini lalu membuka amplop berisi foto dan tersenyum melihatnya.


"Bagus, terus awasi dia dan laporkan semuanya padaku."


Pria tua itu lalu memantik korek apinya dan menyalakan cerutunya, menghisap pelan dan mengeluarkan asap dari mulutnya.


Bersamaan dengan itu pintu terbuka dan masuk seorang pemuda mendekati pria tua itu dan langsung mendudukkan dirinya di sofa.


"Sekarang pergilah, ada yang harus aku bicarakan berdua dengan ayahku."


Pemuda tadi mengusir anak buah yang sudah melaporkan semua tentang Jasmine pada ayahnya.


Sepeninggal anak buah nya, Ayah dan anak itu terlihat pembicaraan serius. Mereka adalah saudara angkat Davisio, Marco Philip dan putranya Andreas yang telah melecehkan Jasmine.


Keduanya tertawa saat tahu dimana keberadaan Jasmine sekarang. Tapi mereka tidak tahu jika Jasmine sudah menikah dan tak lagi bekerja di restoran The Reds.


Karena Jordan menutup akses tentang Jasmine setelah mereka menikah. Jordan pasti punya alasan kenapa menutup aksesnya, hanya membiarkan secuil informasi tentang istrinya sebagai pancingan.


Dan ternyata berhasil. Tapi Jordan juga harus siap menghadapinya, karena mereka berdua adalah orang licik yang bisa melakukan apa saja demi mendapatkan yang diinginkan.


"Dad, lalu apa yang akan kita lakukan pada gadis itu. Aku sudah tidak sabar ingin menyentuhnya seperti dulu." Andreas tersenyum smirk.


Plak


"Awww"


"Kamu itu pikirannya hanya seputar sana saja, harusnya kamu mikir bagaimana caranya agar gadis bodoh itu mau menandatangani berkas yang sudah kita buat."


Marco menatap tajam putranya setelah melayangkan pukulan ke kepala anaknya, sedangkan putranya hanya meringis kesakitan.


Andreas, pemuda mesum yang berulang kali menjadi melakukan pelecehan seksual pada banyak gadis dan meninggalkan banyak luka pada korbannya.


Dia tidak akan puas bermain dengan satu wanita saja, bahkan setelah melecehkan korban, dia akan memperkosanya dan mengancam keluarga korban agar tidak melaporkan perbuatannya.


Dan dengan kekuatan uang yang dimiliki oleh ayahnya dia gampang saja mengulangi kelakuan bejatnya tanpa takut dihukum.


Tentu saja semua karena uang, yang dengan mudah dia keluarkan untuk menyogok para penegak keadilan, membungkam mulut korban serta mengancam akan melenyapkan siapapun yang berani melaporkannya.


Like father like son, Andreas seperti itu tak luput dari andil sang ayah yang juga adalah pemain wanita.


Marco memiliki banyak wanita simpanan dan hanya satu wanita yang bisa memberinya keturunan laki-laki yaitu ibu dari Andreas.


Mereka juga tidak pernah menikah seperti yang diungkapkannya pada banyak orang, karena ibu Andreas meninggal saat melahirkan putra nya.


Dan itu juga tanpa sepengetahuan Marco, karena laki-laki itu sedang sibuk dengan para wanitanya yang lain.


Karena memang Marco tidak suka terikat dalam pernikahan. Itu hanya akal-akalannya saja agar orang tua angkatnya memberikannya harta warisan.


"Sebaiknya kita segera bertindak agar gadis itu tidak berbuat ulah dan kita semakin cepat menguasai harta pak tua bodoh itu."


Dia memikirkan langkah berikutnya untuk bisa bertemu Jasmine, keponakan kesayangannya itu.


###


Sementara itu di tempat lain, Jasmine sedang membacakan agenda dari bos sekaligus suaminya, Jordan.


Hari ini mereka akan menemui klien Jordan yang berasal dari negara P, Jordan jelas menantikannya karena selain pembicaraan bisnis, dia juga ingin menanyakan suatu hal pribadi yang berhubungan dengan istrinya.


Tapi tanpa sepengetahuan Jasmine tentunya, karena dia ingin mengorek informasi dari klien nya kali ini tanpa harus melibatkan Jasmine.


Jamie sudah memberikan informasi mengenai klien nya kali ini, dan kenapa Jordan antusias untuk menemuinya karena kliennya kali ini adalah salah satu orang yang dekat dengan kakek Jasmine dulu.


Sambil menunggu telepon dari asisten kliennya mereka berdua pergi makan siang bersama. Mereka makan siang di tempat Jasmine pernah bekerja dulu.


Ya, Jordan memilih The reds untuk makan siang sekaligus menjamu tamu spesialnya disana.


Sesuai perintah Jamie lalu menghubungi asisten klien nya untuk langsung menuju ke tempat yang mereka pilih.


Setibanya di restoran, Jasmine dan Jordan langsung menuju ruang VIP yang sudah mereka pesan sebelumnya.


Sedangkan Jamie menunggu tamu spesial tuannya di dekat pintu masuk restoran. Sebenarnya bisa saja dia menyuruh pegawai restoran untuk mengantarkan ke ruangan yang sudah Jordan pilih, tapi ini pengecualian karena Jordan memiliki rencana lain.


Tak lama setelah mereka sampai di restoran, asisten dari tamu spesial Jordan menelpon jika mereka sudah sampai di depan restoran.


Dengan sigap Jamie menyambut tamu mereka dan membawa rombongan tamunya ke ruangan VIP tempat Jordan berada.


Sesampainya di ruangan tersebut Jordan langsung menyalami tamunya, dan mengajaknya makan siang bersama.


Ini bukan kali pertama Jordan melakukan hal itu tapi untuk tamu spesial seperti tuan Ramon Montana.


Lelaki berperawakan tinggi besar dan masih terlihat gagah di usianya yang memasuki tujuh puluh tahun ini memang istimewa, karena dia terkenal sebagai pebisnis yang sukses.


Berhasil membangun kerajaan bisnisnya mulai dari nol, dengan beberapa kali jatuh bangun dan beberapa kali pula ditipu rekannya.


Tapi tuan Ramon tidak pantang menyerah, dia terus berusaha hingga menjadi pebisnis tangguh.


Sekarang semua usahanya sudah dipegang oleh anak dan cucunya, tapi mereka tetap meminta keputusannya untuk bisa melakukan kerjasama dengan perusahaan lain.


Termasuk dengan perusahaan milik Jordan, beberapa kali proposal kerja sama nya ditolak bahkan dikirim kembali karena tidak sesuai keinginan nya.


Namun kini keberuntungan berpihak pada Jordan karena tuan Ramon sendiri yang mengajukan tawaran kerjasama.


Beliau tertarik dengan software yang ditawarkan oleh perusahaan Jordan. Karena software ini hanya dibuat khusus bagi perusahaan milik tuan Ramon.


Awalnya lelaki tua ini curiga karena tidak pernah ada orang yang dengan getol menawarkan kerjasama, meski sudah berkali kali ditolak.


Akhirnya Jordan berinisiatif membuat software yang khusus dibuat untuk perusahaan raksasa ini. Dan tidak sia sia perjuangan Jordan untuk bisa bertemu langsung dengan pemilik perusahaan yang terkenal sangat disiplin ini.


Tentu saja tuan Ramon sudah menyelidiki siapa saja yang menawarkan kerja sama dengan nya termasuk Jordan, dan dia tertarik karena ternyata Jordan menikahi gadis yang tak lain adalah cucu dari sahabat lamanya.


Gayung bersambut, mereka kemudian terlihat pembicaraan yang sangat akrab layaknya seorang kakek dan cucunya.


Tuan Ramon juga tertarik mendengar penjelasan Jordan tentang keluarga Jasmine istrinya, yang ternyata menyimpan duka mendalam dihatinya.