Savage Love

Savage Love
#21



Pesta penyambutan pewaris kerajaan bisnis keluarga Smith dimulai, seluruh anggota keluarga dan sanak family tampak bersuka cita.


Mereka senang akhirnya Hanna bisa kembali lagi kerumah dengan bayinya. Mereka antusias melihat bayi yang merah dan menggemaskan itu. Banyak hadiah yang diberikan oleh mereka bahkan kamar bayi yang disiapkan sudah berisi dengan kado.


Bahkan para wanita sudah membentuk antrian untuk menggendongnya. Maklumlah di keluarga besar Smith ini cucu pertama mereka yang lahir secara prematur. Dan tentu saja menguras air mata karena keadaan Hanna waktu itu.


Keluarga besar Justin dan Lucy memang suka anak-anak, sebagian dari mereka bahkan membentuk yayasan sosial dan panti asuhan bagi anak-anak terlantar dan kurang mampu.


Dan salah satu anak yang beruntung merasakan kasih sayang mereka adalah Frans. Pria tambun yang lebih suka menghabiskan waktunya di peternakan itu, diadopsi oleh Justin dan Lucy setelah mereka menemukannya tak sadarkan diri di tengah jalan bersama seorang perempuan paruh baya yang sudah meninggal dunia karena luka tembak.


Beruntung, Justin menyayanginya seperti anak mereka sendiri karena saat itu mereka memang sedang melakukan program kehamilan. Usia Frans yang saat itu baru lima tahun, membuat kedua pasangan suami istri ini merasa iba.


Dan diketahui ternyata dia adalah anak yang sempat diculik perampok bersenjata yang menyerang sebuah peternakan tempat kedua orang tuanya bekerja.


Peternakan itu hangus terbakar dan hanya tersisa puing-puing bangunan saja. Sedangkan seluruh isinya sudah habis dibawa perampok dan sisanya dibiarkan hangus terbakar.


Para pekerja peternakan juga banyak ditemukan tewas disana, bersama pemiliknya. Sungguh biadab perbuatan mereka, untung saja saat itu Frans berhasil diselamatkan oleh salah satu pekerja wanita disana.


Meski terkena tembakan dikakinya, dia terus membawa Frans kecil hingga sampai di jalan raya. Sedangkan kedua orang tuanya tidak berhasil menyelamatkan diri.


Frans akhirnya berhasil dirawat dan diadopsi pasangan ini, dan setahun kemudian Lucy dinyatakan positif hamil. Lucy dan Justin menganggap Frans sebagai anak pertama mereka, dan Robby yang lahir beberapa bulan kemudian sebagai anak kedua mereka.


Meski Frans hanya anak angkat tapi mereka tidak pernah pilih kasih. Frans dan Robby saling menyayangi seperti saudara kandung. Begitu juga dengan kedua adiknya Paula dan Julie.


###


Frans dewasa memilih menjadi seorang petani karena ingin melanjutkan cita-cita orang tuanya dulu memiliki perkebunan sendiri.


Dia menabung dan bekerja dengan baik di salah satu perusahaan ayah angkatnya. Setelah tabungannya cukup dia lalu mencoba membeli sebuah lahan perkebunan.


Ayah angkatnya Justin mengetahui hal itu, dan berniat membelikannya sebuah lahan untuk dikelola Frans. Tapi Frans menolak, baginya bisa hidup dan merasakan kasih sayang kedua orang tua saja sudah lebih dari cukup.


Dan setelah menikah Frans benar-benar menetap disana. Tapi saat liburan tiba-tiba keluarga angkatnya akan berkunjung kesana.


Frans dan istrinya Marie akan dengan senang hati menyambut kedatangan mereka. Frans benar-benar mewujudkan impian kedua orang tuanya. Setelah dua tahun menikah akhirnya mereka memiliki dua pasang anak kembar melalui program bayi tabung karena Marie sangat menginginkannya.


Kedua anak mereka Joe dan Anne adalah anak yang pintar dan mereka juga sangat mencintai perkebunan sama seperti kedua orang tuanya. Jika biasanya liburan mereka akan kedatangan kakek, nenek dan keluarga ayah nya. Sekarang mereka bisa bergantian main ke kota karena sudah ada sepupu baru yang baru lahir.


###


Sepuluh tahun berlalu, bayi kecil itu sudah tumbuh besar tingginya sama seperti teman sebayanya. Dengan kulit putih dan wajah tampan, hidung mancung dengan mata sedikit sipit turunan dari mommy nya.


Sedangkan yang lainnya persis seperti daddy nya. Anak yang menyenangkan dan ramah, tapi jangan pernah mengusiknya karena dia pasti akan membalasnya suatu hari nanti.


Jordan sangat menyukai perkebunan seperti pamannya Frans, dan tentu saja karena dia anak tunggal maka dia akan mendapatkan apa yang dia mau. Tapi tidak pada kenyataan, karena meskipun dia tunggal Jordan tetap di didik untuk mandiri dan terampil.


Tentu saja sama seperti ayahnya dahulu, Jordan juga belajar bisnis sejak kecil, meski dia sangat menyukai sains. Jordan belajar keduanya dibantu oleh asisten ayahnya, Larry dan juga kakeknya Justin.


Joe dan juga Anne akan menemaninya bermain, sampai mereka puas dan tertidur di pondok kecil dekat perkebunan anggur. Pondok itu awalnya dibangun agar para pekerja disana tidak terlalu jauh mencari tempat berteduh.


Tapi justru jadi tempat favorit anak-anak, mereka akan bermain, berlarian di sekeliling kebun anggur, dan ikut memetik buah saat panen tiba.


Mereka juga akan ikut menuju tempat pengolahan dan penyimpanan anggur dan disana mereka belajar mengenali ciri-ciri minuman dengan kadar alkohol berbeda yang banyak diminati oleh kalangan atas.


Minuman anggur atau dikenal dengan nama wine akan dicari dan diburu oleh kolektornya, semakin tua umur wine, semakin bagus kualitasnya dan tentu saja semakin mahal.


Paman Frans mengajari anak-anaknya dan juga keponakan nya itu tentang seluk beluk perkebunan anggur, pengolahan bahkan cara menjualnya. Joe, Anne dan Jordan juga suka ikut mengincip minuman anggur buatan pamannya.


Ada beberapa jenis anggur ditanam disini, selain untuk minuman ada juga anggur yang ditanam khusus untuk buah-buahan konsumsi. Mereka menjualnya pada beberapa supermarket di kota nya serta beberapa kota lainnya.


Terkadang jika panen berlebih, buah anggur itu akan dikeringkan dan dibuat untuk berbagai olahan kue, kismis namanya. Dan tentu saja anak-anak itu tidak akan melewati begitu saja.


Mereka juga akan ikut merasakan bagaimana proses anggur menjadi kismis dan masuk kedalam adonan kue dan roti sebagai isian atau cuma sebagai topping saja.


Dan joe sebagai yang tertua akan menjadi pemberi aba-aba bagi kedua adiknya yang juga sama-sama menyukai kue itu. Frans paman yang selalu jadi idolanya akan memanjakan mereka dengan aneka olahan kue dari istrinya.


Karena sudah familiar dengan wine sejak kecil, Jordan bahkan bisa menebak tahun pembuatannya, dibuat dimana, dan berapa harganya meski dengan mata tertutup.


Sekarang jika ada teman atau koleganya yang akan mengadakan perjamuan pasti akan meminta pendapat Jordan.


Flashback off


###


Jasmine menoleh kearah Jordan yang masih membuka ponsel nya dan mengecek email. Di melirik kearah jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kanannya.


Sudah pukul sepuluh malam, oh tidak Jasmine harus segera pulang ke flat nya karena besok dia ada giliran shift pagi, dia harus segera beristirahat agar tidak terlambat masuk kerja.


Setelah acara makan malam dan sedikit berbincang-bincang dengan keluarga Jordan yang ternyata tidak semenakutkan yang dia pikirkan. Mereka justru ramah dan sangat baik padanya. Kecuali satu orang yang sedikit menjengkelkan, siapa lagi kalau bukan si tuan muda arogan dan pemaksa itu.


"ssstt...hei, tuan muda" panggil Jasmine pada Jordan. Tapi yang dipanggil tidak merespon bahkan tampak tertawa sambil membuka ponselnya.


Jasmine merasa tak dihiraukan akhirnya menginjak kaki Jordan, dan tentu saja teriakannya mengundang pertanyaan dari kedua orang tuanya.


"Kenapa kamu menginjak kakiku?" tanya Jordan langsung menoleh pada Jasmine. Jasmine langsung ciut, niatnya hanya ingin membuatnya menoleh justru semua yang ada disana ikut menoleh.


"Maaf, saya hanya..." Jasmine bingung mau menjelaskan.


###


Bersambung....