Savage Love

Savage Love
#13



Jordan mendengarkan penjelasan Sam mengenai Jasmine, tentang keluarganya yang mengalami masalah, dan tentang bagaimana gadis itu pernah dilecehkan.


Semakin penasaran saat tahu bagaimana gadis itu bertahan di kota ini seorang diri, hanya berbekal beasiswa.


Bagaimana dia memilih tinggal jauh dari orang tua nya, dan bekerja di beberapa tempat hanya untuk bisa bertahan hidup dan meneruskan kuliahnya.


Jordan tersenyum dan kagum dengan perjuangannya. Dia gadis yang tangguh dan tak gampang menyerah, serta tidak suka memanfaatkan kebaikan orang lain.


Jordan sangat mengenal keluarga Sam, termasuk sepupunya Chelsea. Bahkan daddy nya pernah beberapa kali bekerja sama dengan ayah Chelsea.


Menarik, itu kesan pertama yang dia tangkap dari cerita Sam. Jordan makin tidak sabar mencari tahu semua tentang gadis itu.


"Bagaimana, apa kamu makin penasaran atau sudah tidak berminat lagi padanya?" Sam


Samuel mengetes kesungguhan Jordan, meskipun Jordan seorang casanova tapi jika menyangkut mommy nya, dia tidak akan main-main.


Apalagi setelah perselingkuhan kekasihnya terbongkar, Jordan lebih memilih mempercayai perkataan mommy nya.


"Kau ingin aku menjauhinya bahkan sebelum sempat mendekatinya. Benar-benar teman yang tidak punya belas kasihan." Jordan


"Hahaha...kamu tahu kalau aku tidak main-main dengan ucapanku. Jadi sebelum kamu menyakitinya, aku minta kamu berhati-hati. Dia sudah aku anggap sebagai adikku, sama seperti Chelsea." Sam


"Aku tidak main-main dan kau tahu itu, bagaimana bisa aku menyakitinya sedangkan ancamanmu saja sudah membuat bulu kudukku berdiri." Jordan


"Sialan, aku kira dirimu sudah bertobat dan berhenti menjadi casanova, ternyata jiwa player uncle benar-benar menurun padamu." Sam


"Hahaha...you are right bro, dan aku bangga." Jordan


"Ingat, aku pegang janjimu. Dan aku mengawasimu." Sam


Meletakkan dua jarinya didepan mata dan menunjuk Jordan, menyatakan peringatan keras bagi Jordan.


"Tenang saja, laki-laki sejati tidak akan mengingkari janjinya." Jordan.


"Oke, aku percaya padamu. Selamat berjuang, aku mendukungmu" Sam


"Terima kasih, bye" Jordan


"Bye" Sam


Sambungan telepon terputus, dan dia pun menyuruh asistennya mencari tahu semua tentang Jasmine dan keluarganya.


flashback off


###


Tak butuh waktu lama bagi Jordan mendapatkan semua informasi tentang Jasmine.


Mommy nya pasti senang jika tahu hal ini. Jordan membuka amplop coklat dihadapannya, mengeluarkan isinya.


Menatap beberapa lembar foto jasmine, cantik dan mata nya yang berwarna biru menenangkan.


Membaca file dan mencari tahu apa saja kesukaan gadis itu. Lagi, Jordan dibuat takjub ternyata gadis itu adalah salah satu lulusan terbaik di kampusnya.


Kampus yang sama dengannya hanya berbeda jurusan, dia ternyata adik tingkatnya. Jordan memilih jurusan teknik, Jasmine Akuntansi sama seperti Chelsea, pantas saja jika mereka berdua sangat akrab.


Jordan mengenal hampir semua mahasiswa populer di universitas tempat mereka kuliah. Tapi bagaimana bisa dia tidak tahu dan mengenal Jasmine.


Padahal Chelsea sering menyapanya, bahkan sering bergabung jika ada Sam disana. Jordan. baru sadar setelah membaca laporan dari asistennya bahwa Jasmine adalah pribadi yang tertutup dan sangat memilih teman.


Disana juga diberikan tempat dimana Jasmine bekerja, tempat tinggal nya dan kesibukan harian yang juga dicantumkan disana.


Jantung nya berdetak, berarti saat itu yang di tangkap oleh indera penciumannya benar adanya.


Ternyata hidungnya sangat mengenali wangi parfum gadis itu. Wangi yang selalu dinantinya.


Hari ini Jasmine libur dari restoran, tapi ternyata gadis itu tidak berada flatnya, dia sedang bekerja di toko bunga.


Dan toko bunga ini berjarak satu blok dari kantornya juga dari The Reds. Sedangkan flat nya berada di komplek apartemen dan flat yang ada dibawah naungan grup milik keluarga zack.


Oh ho...Jordan tersenyum senang, bahkan sepertinya alam mendukungnya, hingga semua yang berhubungan Jasmine berada dalam jangkauannya.


Menjelang makan siang Jordan menghubungi asistennya untuk mengosongi jadwalnya beberapa jam ke depan.


Dia akan mengerjakan yang harus dia lakukan, apalagi mommy nya hanya memberinya deadline dua hari untuk mencari informasi tentang gadis bernama Jasmine itu.


Termasuk membawanya ke rumah untuk mengenalkan pada mommy nya. Dia memutar otak bagaimana caranya agar bisa membujuk gadis itu.


Sudahlah sekarang lebih baik dia menemui nya, ingin melihat langsung bagaimana gadis yang beberapa hari ini bermain di ruang mimpinya.


###


Jordan melajukan kendaraannya dengan pelan, belum masuk jam makan siang tapi sepanjang jalan yang dilaluinya tampak ramai oleh beberapa pejalan kaki.


Sebenarnya kota ini termasuk kota yang sangat sibuk, dengan berbagai aktivitas yang berjalan sepanjang waktu seakan tak pernah tidur.


Para penduduk disini lebih suka berjalan kaki atau bersepeda di area kota. Jika ingin melakukan perjalanan yang cukup jauh mereka bisa menggunakan trem, dan mobil meskipun tak terlalu diminati.


Kereta api cepat dan pesawat juga salah satu moda transportasi yang sering digunakan masyarakat.


Meskipun termasuk negara maju, dan salah satu kota dengan tingkat mobilitas tinggi, tapi disini masyarakat sangat tertib.


Mereka sangat menghargai para pejalan kaki dan pesepeda. Di beberapa ruas jalan ada tempat penitipan sepeda listrik bertenaga surya.


Jalur lalu lintas untuk pejalan kaki dan pesepeda sudah ada sejak lama, tapi hanya beberapa tahun terakhir yang banyak dipilih oleh warga sekitar.


Selain untuk mengurangi kemacetan karena penggunaan mobil pribadi, mereka juga ikut anjuran pemerintah setempat agar menjaga keamanan dan kebersihan lingkungan, serta mengurangi polusi udara.


Gaya hidup masyarakat yang beragam dan unik, serta kesadaraan masyarakat yang tinggi akan hal tersebut membuat kota ini menjadi salah satu ikon kota dengan penduduk tertinggi kebersihannya.


Satu lagi yang menarik dari kota ini adalah tingginya upah minimum regional (UMR) dan tingkat pengangguran dan tunawisma yang rendah.


Jangan tanya tingkat keamanan disini, sangat jarang ada kasus pencurian dan perampokan terjadi.


Dalam setahun tidak lebih dari sepuluh kasus kriminal terjadi, baik itu pencurian atau penjambretan, serta pembunuhan terjadi.


Meskipun begitu kasus kecelakaan masih yang tertinggi, baik kecelakaan lalu lintas dan kecelakaan kerja. Baik yang disebabkan faktor manusia maupun alam.


Itulah yang membuat Jasmine betah tinggal disini. Selain nyaman untuk belajar juga nyaman untuk tinggal.


Meski kedua orang tua Jasmine berat untuk melepasnya, tapi mereka memahami keinginan anak semata wayang mereka.


Jasmine anak yang cerdas dan pintar, tidak susah baginya bertahan hidup di tempat lain, dan dia juga harus menghindari orang-orang yang telah membuat gadis itu trauma.


Terbukti setelah lulus sekolah menengah atas dia langsung diterima di jurusan akuntansi di kampus pilihannya.


Meski hanya melalui jalur bea siswa tapi dia mampu bertahan, mendapat predikat cumlaude dan bisa langsung melanjutkan studi S2 nya yang juga diperoleh dari bea siswa.


Meski akhirnya memilih bekerja karena kesehatan ayahnya yang menurun juga tidak bisa selamanya bergantung dari bea siswa itu.