Remember Me Please, Hubby!

Remember Me Please, Hubby!
BABYMOON



"Perempuan," ucap dokter saat melihat jenis kelamin calon bayi Audrey dan Kyle di layar monitor.


"Yakin perempuan lagi, Dok? Dokter salah lihat mungkin. Coba dilihat lagi!" Kyle yang merasa tidak terima terus saja melayangkan protes.


"Itu sudah jelas bentuknya, Sayang! Kan aku sudah bilang kalau yang ini perempuan lagi," kekeh Audrey seraya mengusap-usap tangan Kyle yang sejak tadi berdiri di sampingnya.


Ck!


Kyle hanya bisa berdecak.


"Semuanya bagus ya, Bu! Beratnya juga sudah sesuai dengan usia kandungan," jelas dokter lagi yang hanya membuat Audrey mengangguk seraya tersenyum tipis.


USG sudah selesai. Kyle membantu membenarkan baju Audrey, lalu membantu istrinya tersebut untuk bangun juga. Keduanya segera menuju ke meja konsultasi dan dduk di depan dokter.


"Masih menyusui?" Tanya dokter pada Audrey.


"Masih, Dok!"


"Tetap dijaga asupan nutrisinya, ya! Sudah tidak mual-mual, kan?" Tanya dokter lagi.


Audrey menggeleng cepat.


"Tidak."


Dokter menuliskan resep vitamin untuk Audrey dan memberikannya pada Kyle sebelum pasanag suami ustri tersebut keluar dari ruang periksa.


"Kita ambil obat dulu, lalu langsung ke hotel," ucap Kyle seraya mengecup kening Audrey.


"Ke hotel?" Audrey mengernyit bingung.


"Babymoon!"


"Kita mulai menginap di hotel malam ini dan pulang lusa. Kau bebas minta apa saja sampai lusa, dan aku akan menemanimu dua puluh empat jam. Aku akan selalu berada sampingmu," jelas Kyle panjang lebar.


"Tapi aku belum berpamitan pada Olivia tadi," sergah Audrey yang sepertinya masih keberatan dengan rencana Kyle.


"Olivia sudah diurus oleh Mom. Mau diajak menginap di rumah Mama dan Papa hari ini. Alle juga diajak menginap kesana. Jadi ramai nanti di rumah Mama dan Papa. Olivia tidak akan rewel!" Ujar Kyle berusaha menenangkan Audrey.


Kyle merengkuh kedua pundak istrinya tersebut dan berucap dengan yakin serta sungguh-sungguh.


"Baiklah!"


"Aku boleh ke spa dulu sebelum kita ke hotel?" Audrey mengajukan permintaan pertamanya pada Kyle.


"Tentu saja, Tuan Putri! Ayo?" Kyle merangkul Audrey dan keduanya segera menuju ke apotik rumah sakit untuk mengambil obat.


****


"Taraaa!" Kyle membuka penutup mata Audrey dan istri Kyle itu langsung terperangah melihat kejutan Kyle di dalam kamar hotel tempat mereka akan menginap malam ini.


Aroma dari kelopak mawar segar yang betebaran di seluruh sudut kamar, langsung menguar da memenuhi indeera penciuman Audrey. Tulisan babymoon di atas tempat tidur, dengan semua hiasannya melengkapi kejutan Kyle malam ini. Ditambah sebuah buket bunga segar yang tiba-tiba disodorkan Kyle untuk Audrey, menjadikan suasana semakin romantis.


"Ini apa?" Tanya Audrey menunjuk ke arah kotak merah muda berbentuk love yang ada di atas tempat tidur.


"Bukalah!" Jawab Kyle seraya melingkarkan lengannya ke perut Audrey dan menyerukkan kepalanya di pundak Audrey.


Audrey membuka penutup kotak merah muda tersebut, dan sebuah balon berbentuk love langsung beterbangan keluar dari dalam kotak.


"Kau sedang melamarku lagi?" Tanya Audrey seraya terkekeh.


Audrey mengeluarkan aneka baju bayi dari dalam kotak tersebut.


"Kyle,"


"Hmmm! Ada apa?" Jawab Kyle yang kini sudah mengecupi tengkuk dan leher Audrey.


"Bukankah ini...."


"Baju bayi yang kau kumpulkan di kotak bayi kita berdua," jawab Kyle menyambung kalimat Audrey.


"Aku pikir kau membuang kotaknya," ucap Audrey tak percaya.


"Dan dariku agar kita segera dibetikan momongan," lanjut Kyle lagi.


"Dan lihatlah sekarang! Kita langsung diberikan dua bidadari dalam jarak berdekatan," Kyle sudah bersimpuh dan mengecup perut Audrey.


"Hai, Princess ketiganya Papa! Tumbuh sehat di dalam sana, ya!" Kyle menyapa sang calon putri.


"Papa akan menunggumu lahir ke dunia ini, agar Papa bisa segera menggendongmu, menciummu, dan memelukmu," tutur Kyle lagi yang sontak membuat mata Audrey menjadi berkaca-kaca.


"Mmmuuuah!" Kyle mengecup perut Audrey sekali lagi lalu bangkit berdiri, dan Audrey langsung menghambur ke pelukan suaminya tersebut.


"Terima kasih untuk semuanya, Kyle!" Cicit Audrey yang masih membenamkan kepalanya di pelukan Kyle.


"Jangan pernah sedih lagi, oke! Kau ibu yang terbaik untuk Olivia dan calon putri kedua kita, jadi jangan banyak pikiran lagi, jangan stress, dan jangan terus-terusan menyalahkan dirimu sendiri," nasehat Kyle seraya mengusap kepala Audrey.


"Kau bisa bercerita apapun kepadaku agar kita bisa memecahkan semua masalah berdua. Kau bisa menegurku kapanpun jika aku terlalu sibuk dengan pekerjaanku. Kau tidak pernah sendirian, Audrey! Aku akan selalu berada di sampingmu," Kyle sudah ganti menangkup wajah Audrey sekarang.


Audrey hanya mengangguk-angguk ddngan semua nasehat dari Kyle.


"Aku mencintaimu, Audrey!" bisik Kyle sekali lagiyang langsung membuat Audrey melengkungkan bibirnya.


"Aku juga mencintaimu, Kyle!" Audrey langsung meraup bibir Kyle dan pasangan suami istri tersebut langsung berpagutan.


Cukup lama keduanya saling mengecup dan mencecap, dengan tangan yang bergerak lincah melucuti setiap baju yang melekat di tubuh pasangan masing-masing.


Kyle membaringkan dengan lembut tubuh polos Audrey ke atas tempat tidur, sebelum pria itu mencecap setiap inchi tubuh Audrey yang tak tertutupi sehelai benangpun. Audrey bergerak senakin gelisah, saat Kyle bermain-main dengan cukup lama di dadanya, lalu menghisap kedua gundukan miliknya seperti Olivia saat sedang menyusu.


Sepertinya Kyle begitu menikmati.


"Kyle, sudah!" Audrey menjambak rambut Kyle saat suaminya itu semakin gila melahap kedua gunung kembarnya.


Oh, ya ampun!


"Sudah apa? Sudah basah?" Jari Kyle bergerak ke bagian pangkal paha Audrey dan bergerak-gerak di pangkal paha sang istri dan membuat Audrey semakin menggelinjang tak terkendali.


Kyle mengarahkan miliknya ke dalam milik Audrey, dan tak butuh waktu lama, milik Kyle sudah menyentak masuk.


Kyle berguling ke samping dan membiarkan Audrey yang berada di atas,agar istrinya tersebut bisa bergerak dengan leluasa tanpa memberikan tekanan pada perut Audrey yang sudah membulat.


Audrey bergerak perlahan dengan kedua netranya yang tak lepas menatap pada wajah tampan Kyle.


Ya, suami Audrey itu memang tampan.


"Lebih cepat!" Kyle mulai meracau saat Audrey mempercepat gerakannya.


Dua tubuh itupun semakin berpeluh, hingga akhirnya Kyle dan Audrey mencapai pelepasannya bersama.


Dengan nafas yang masih terengah, Kyle membenarkan posisi Audrey agar nyaman berbaring, lalu mendekap istrinya tersebut dan menarik selimut.


"Kakiku sedikit kram, Kyle," keluh Audrey yang juga masih berusaha mengatur nafasnya.


"Nanti aku pijit," janji Kyle seraya mengecup pundak Audrey.


Audrey hanya mengangguk-angguk dan memilih untuk memejamkan matanya.


Audrey benar-benar merasa lelah sekarang.


.


.


.


Tolong jangan komen "kurang hot, Thor!"


Nanti aku selipin kompor juga lama-lama.


Terima kasih yang sudah mampir.


Dukung othor dengan like dan komen di bab ini.