Remember Me Please, Hubby!

Remember Me Please, Hubby!
LUPA



Dua bulan kemudian.


"Hai, Princess! Om juga punya princess kecil Om sendiri sekarang," sapa Kyle pada Vaia sekaligus memamerkan Olivia yang juga mengenakan gaun princess dan kini ada di gendongan Kyle. Sebuah bandana bayi dengan hiasan mahkota melekat di kepala Olivia dan membuat bayi yang berusia Dua bulan tersebut terlihat lucu.


"Wow! Ayah, ayah!" Vaia memanggil ayahnya dengan heboh.


"Ada apa, Vaia?" Tanya Arga yang tergopoh-gopoh datang menghamoiri Vai dan Kyle serta Olivia yang masih bearda di gendongan Kyle.


"Ayah, lihat! Om Kyle dan Tante Audrey sudah punya adik bayi!" Vaia berseru girang seakan ikut bahagia karena akhirnya, tante kesayangan Vaia tersebut mendapatkan hadian adik bayi dari Tuhan.


"Adik bayi yang cantik," puji Arga sebelum pria itu menyapa Kyle dan memberikan selamat atas kelahiran Olivia serta acara perayaan anniversary pernikahan Kyle dan Audrey yang kedua.


"Kau datang bersama Vale dan Ezra?" Tanya Kyle berbasa-basi pada Arga.


"Ya! Bersama Gavin juga," jawab Arga seraya menunjuk ke arah Vale yang sedang mengobrol bersama Audrey.


"Gavin putra ketiga kalian, ya!" Kyle baru ingat kalau Vale hamilnya berbarengan dengan Audrey. Mungkin hanya selisih beberapa minggu.


"Ya, usianya sebaya dengan Olivia," jelas Arga sambil mengulas senyum di bibirnya.


Audrey sudah datang menghampiri Kyle dan Arga seraya menggendong Gavin. Dan Vale yang menggandeng Ezra, mengekor di belakang Audrey.


"Hai, Princess! Aku cowok ganteng, kenalan dong!" Audrey mendekatkanGavin pada Olivia yang sedang asyik menghisap jari-jari mungilnya.


"Duh! Princess-nya lagi maemin jari," kekeh Audrey lagi yang sontak membuat semuanya ikut terkekeh.


"Jarinya rasa stroberi, Cowok! Mau coba?" Kyle menirukan suara anak kecil dan menyahut kelakar Audrey barusan.


Gavin yang masih berada di gendongan Audrey mulai merengek dan mencari bundanya. Segera Audrey memberikan Gavin pada Vale.


"Langsung program yang kedua setelah ini?" Goda Vale pada pasangan bahagia Kyle dan Audrey.


"Tentu saja!"


"Tidak!"


Kyle dan Audrey menjawab berbarengan tapi dengan jawaban yang berbeda. Sontak hal itu langsung membuat Vale dan Arga tergelak.


"Jadinya iya iya tidak! Tapi semoga saja iya, ya!" Ujar Arga yang langsung melakukan tos dengan Kyle. Dua pria itu tertawa bersama, dan Audrey hanya berdecak.


"Ayah! Vaia lapar," Lapor Vaia seraya menarik tangan sang Ayah.


"Baiklah! Ayo kita cari makanan."


Arga dan Vale pun segera berpamitan pada Audrey dan Kyle, lalu mereka membawa ketiga anak mereka menuju ke stand makanan di sudut ruangan.


Kyle dan Audrey sendiri sudah bergabung bersama tamu undangan yang lain dan menyapa tamu yang mayoritas adalah keluarga serta sahabat mereka.


****


Tok tok tok!


"Kak Audrey!" Panggil Rachel dari luar kamar Audrey.


Kyle segera membuka pintu kamar, karena Audrey masih menyusui Olivia.


"Ada apa, Rachel?"


"Olivia masih disini, Bang? Mom minta Rachel membawa Olivia ke kamarnya," jawab Rachel sedikit meringis.


"Olivia baru selesai menyusu. Biar aku yang membawanya ke kamar," ujar Audrey yang sudah ikut menghampiri Rachel seraya menggendong Olivia.


"Tidak usah, Kak! Biar Rachel saja," cegah Rachel cepat yang langsung mengambil Olivia dari gendongan Audrey.


"Kak Audrey dan Abang Kyle istirahat saja! Pasti lekah habis acara tadi," sambung Rachel sebelum istri Sean tersebut berlaku meninggalkan kamar Kyle dan Audrey.


Kyle segera menutup pintu kamar dan menguncinya. Pria itu bersandar di belakang pintu seraya bersedekap.


"Kau maumlangsung istirahat?" Tanya Kyle yang sudah melempar tatapan menggoda pada Audrey.


Audrey tak langsung menjawab dan malah menggigit bibir bawahnya. Istri Kyle tersebut juga sudah mendekat ke arah Kyle yang masih bersandar pada pintu, lalu memainkan jarinya di dada Kyle yang masih tertutupi oleh kaus warna abu-abu.


"Aku akan pergi mandi dulu dan mungkin sedikit berendam di air hangat," jawab Audrey seraya berbalik dan meninggalkan Kyle.


Audrey mengayunkan langkahnya ke arah kamar mandi dan sepertinya sengaja melepas bajunya sebelum sampai di kamar mandi demi menggoda Kyle yang masih bersedekap di belakang pintu.


Kyle hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dan segera menyusul Audrey sambil menanggalkan kaus dan celananya. Pria itu sudah dengan cepat menangkap tubuh Audrey yang kini hanya terbalut sepasang baju dalam.


"Kau sedang menggodaku?" Tanya Kyle yang tangannya sudah menggelitiki Audrey hingga istrinya itu menjerit kegelian.


"Apa kau masih harus bertanya? Dasar tidak peka!" Cibir Audrey seraya berbalik dan mengalungkan lengannya di leher Kyle.


"Sudah siap aku terkam malam ini?" Kyle menyatukan keningnya dengan kening Audrey dan bersuara dengan berbisik.


"Belum! Aku masih berdarah," jawab Audrey yang malah menggoda Kyle.


"Kau suka sekali menggodaku, Nona Audrey!" Kyle mengangkat tubuh Audrey dan istrinya itu dengan sigap melingkarkan kedua kakinya di pinggang Kyle.


"Bukankah kau suka aku goda, Tuan Kyle!" Ucap Audrey seraya mengerling nakal pada Kyle.


Kini dua tubuh tanpa penghalang dan tanpa sehelai benang tersebut sudah saling mengusap dan mengecup di dalam hangatnya air bathtube berbalut wanginya aroma sabun yang menguar memenuhi seluruh sudut kamar mandi.


****


"Aku punya hadiah untukmu," Kyle menyodorkan sebuah kotak persegi pada Audrey setelah mereka berdua selesai berendam dan saling memandikan.


"Apa ini, Kyle?" Tanya Audrey penasaran.


Audrey langsung membuka kotak putih berhiaskan pita satin warna merah tersebut. Dan saat melihat isi di dalamnya, Audrey sedikit tersenyum malu.


"Aku harus memakainya malam ini?" Tanya Audrey seraya mengangkat lingerie warna merah menyala dari dalam kotak, lalu melekatkan lingerie tersebut dj tubuhnya sendiri yang hanya berbalut handuk.


"Ya! Warnanya senada dengan mobil dan tas merahmu," jawab Kyle yang sudah dengan cepat memakaikan lingerie meran tersebut ke tubuh Audrey, lalu menarik lepas handuk yang tadi membalut tubuh Audrey.


Oh, ya ampun.


"Perutku masih seperti orang hamil," keluh Audrey menunjuk lipatan di perutnya.


"Tidak masalah untukku. Kau tetap terlihat seksi di mataku," bisik Kyle di telinga Audrey sebelum pria itu bersimpuh dan mengecup perut Audrey.


Kecupan Kyle terus turun ke bagian bawah tubuh Audrey, hingga akhirnya berhenti tepat di area paling intim milik Audrey.


"Apa masih terasa sakit?" Tanya Kyle merasa khawatir.


Audrey langsung menggeleng dengan cepat.


Kyle menyingkap kain tipis yang menutupi milik Audrey tersebut, lalu mengecupnya berkali-kali, hingga Audrey menggelinjang dan hilang kendali.


Audrey hampir jatuh ke atas lantai, namun Kyle dengan sigap menangkap tubuh istrinya tersebut dan membaringkannya dengan lembut ke atas tempat tidur. Kyle melanjutkan kegiatannya tadi, mengecup dan memainkan lidahnya di dalam milik Audrey yang kini mulai basah.


Sepertinya Audrey sudah sangat bergairah. Jadi tanpa membuang waktu, Kyle segera melepaskan handuk yang sedari tadi membalut bagian bawah tubuhnya, laku melesakkan miliknya yang sudah tefak menantang ke dalam milik Audrey.


Istri Kyle itu meringis dan memasang raut wajah kesakitan.


Apa Kyle terlalu kasar?


"Apa masih sakit?" Tanya Kyle yang wajahnya penuh kekhawatiran.


Namun bukannya menjawab pertanyaan Kyle, Audrey malah tertawa mengejek pada suaminya tersebut.


"Aku hanya bercanda!"


Kyle berdecak tak percaya dan langsung bergerak perlahan. Bibir Kyle tak tinggal diam dan langsung meraup bibit Audrey yang menggiurkan.


Dua tubuh yang sudah lama tak saling menyentuh tersebut, kini sudah menyatu dalam pergerakan penuh irama. Desahan dan lenguhan terus terdengar dari bibir Kyle dan Audrey, karena kini mereka sedang sama-sama menikmati kehangatan dan penyatuan ini.


Kyle semakin mempercepat gerakannya saat ia merasakan milik Audrey yang semakin kuat mencengkeram miliknya, hingga terasa seperti disedot-sedot. Kyle dengan cepat meraup bibit Audrey, saat ia merasakan miliknya yang semakin menegang hingga akhirnya Kyle menumpahkan cairan hangat yang langsung memenuhi rahim Audrey.


Audrey yang masih berada di bawa tubuh Kyle yang terengah-engah, tak berhenti mengerjapkan matanya karena merasa ada sesuatu yang ia lupakan.


Pengaman!


Kyle tidak memakai pengaman!


Dan Audrey belum memasang alat kontrasepsi.


"Kyle!"


"Apa, Sayang? Kau mau lagi?"


Audrey menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Kenapa kau tumpahkan semuanya di dalam? Aku belum KB," cicit Audrey yang langsung membuat Kyle mengernyitkan kedua alisnya.


"Memangnya akan langsung jadi? Kan hanya satu kali," ujar Kyle mencari pembenaran.


Audrey hanya mengendikkan bahu.


"Jangan berpikir macam-macam!" Kyle mengecup kening Audrey dengan lembut.


"Aku akan langsung menemui kedua orang tuamu dan menikahimu jika kau hamil," sambung Kyle lagi yang sontak membuat Audrey tertawa dan memukul dada suaminya tersebut.


"Dasar tukang gombal!"


.


.


.


Jadi nggak, hayo?


Terima kasih yang sudah mampir.


Dukung othor dengan like dan komen di bab ini.