
"Kau banyak pekerjaan minggu ini, Kyle?" Tanya Audrey membuka obrolan.
Audrey dan Kyle sudah duduk di tepi kolam renang sekarang. Acara keluarga Arthur di halaman belakang rumah sudah selesai. Semua orang sudah masuk ke dalam dan mungkin sudah bersiap tidur di kamar masing-masing.
Namun Kyle dan Audrey masih betah duduk di halaman belakang sembari menatap pada air di kolam yang beriak kecil.
Audrey sudah melepas alas kakinya. Dan wanita itu memainkan kaki jenjangnya di dalam kolam, membuat gerakan-gerakan kecil yang mengusik ketenangan air di dalam kolam.
"Tidak terlalu banyak. Lebih banyak duduk-duduk saat di kantor karena Daniel yang terlampau rajin dan kadang pria itu membantu menyelesaikan sebagian pekerjaanku," jawab Kyle yang sudah ikut-ikutan memasukkan kakinya ke air kolam.
"Apa kau keberatan jika kita berlibur beberapa hari ke pulau Dad?" Tanya Audrey yang sudah memutar kepalanya dan kini menatap pada Kyle yang sedang menatap jauh ke depan.
Entah sedang memikirkan apa.
"Kau ingin kita mengulang bulan madu kita di pulau yang tak bisa aku ingat sekarang?" Tebak Kyle yang seakan bisa membaca amaksud dan tujuan Audrey mengajaknya ke pulau.
"Aku tidak memaksa, Kyle! Aku hanya memberikan usul dan kau bisa menolaknya jika keberatan," ucap Audrey yang memaksa untuk mengulas senyum di bibirnya.
"Aku sudah melihat semua foto bulan madu kita di pulau. Dan kau tahu sendiri, au tetap tak ingat satupun addgan dari foto-foto itu," tutur Kyle yang langs6membuat senyuman di bibir Audrey pudar.
"Ya. Tapi ada beberapa hal yang kita lakukan di pulau yang tak ada di foto. Dan beberapa hal itu hanya bisa kita lakukan jika kita kesana," ujar Audrey memberikan sebuah informasi pada Kyle.
"Maksudku, kita tidak tahu hal berkesan mana yang pernah kita lakukan yang mungkin saja bisa membangkitkan semua ingatanmu. Jadi jika kita mengulangnya di tempat yang sama, mungkin akan beda cerita," imbuh Audrey lagi menuturkan pendapatnya.
"Hal apa memangnya?" Tanya Kyle seraya mengangkat sebelah alisnya. Pria itu seperti mulai penasaran.
"Berenang di dermaga saat tengah malam salah satunya," jawab Audrey seraya mengendikkan bahu.
Tapi itu adalah hal terkonyol yang pernah Kyle dan Audrey lakukan.
"Kita bisa berenang di kolam ini sekarang. Ini juga sudah hampir tengah malam," tukas Kyle yang malah menjadikan jawaban Audrey sebagai candaan.
"Sensasinya berbeda. Itu jawabanmu saat kau mengajakku ke pulau kedua kali, agar kita bisa kembali berenang di dermaga, namun aku hampir menolaknya."
"Apa bedanya memang?" Kyle tiba-tiba menjadi semakin penasaran.
"Tak bisa kujelaskan dengan kata-kata. Karena kau baru akan memahaminya jika sudah merasakan langsung," jawab Audrey dengan penuh keyakinan.
"Akan kuatur jadwalku kalau begitu," pungkas Kyle yang sudah mengangkat kakinya dari dalam kolam.
Kyle mendekat ke arah Audrey dan tanpa Audrey kira, Kyle malah mendorongnya masuk ke kolam.
"Kyle!" Jerit Audrey yang sudah basah kuyup karena sikap tak terduga Kyle. Pria itu sudah melepas kemejanya dan ikut masuk ke dalam kolam.
Demi apapun, ini hampir tengah malam, dan Kyle malah mengajak Audrey berenang.
"Hanya ingin membandingkan sensasi berenang di kolam saat tengah malam, dengan berenang di dermaga saat tengah malam," ucap Kyle tanpa dosa yang kini sudah melingkarkan lengannya pada Audrey dan membelit kaki Audrey dengan kakinya.
Tanpa suara, Kyle menggendong Audrey menaiki tangga dan langsung menuju ke kamar mereka berdua. Lalu sekali lagi, Kyle mencumbu tubuh molek Audrey, mencecap setiap inchi dari kulit Audrey dan memusnahkan rasa dingin yang sempat menyergap ke dalam aliran darah istrinya tersebut.
Kyle benar-benar tak mau berhenti untuk terus menuntaskan semua hasrat yang menggebu dalam dirinya.
Ini bukan cinta.
Ini hanya soal nafsu dan kebutuhan.
****
Audrey membuka matanya, saat cahaya matahari pagi menyusup melalui jendela besar di kamar Kyle. Audrey menyingkirkan lengan Kyle yang masih melingkatj tubuhnya. Wanita itu segera bangun dan duduk di atas tempat tidur. Menatap sejenak pada Kyle yang kini berbaring tengkurap dan matanya masih terpejam rapat.
Semalaman Kyle dan Audrey bercinta dengan sangat panas, hingga masing-masing dari mereka kehilangan kendali. Namun tetap saja, Audrey merasa kalau Kyle sudah jauh berbeda.
Sekuat apapun Audrey mencari, Audrey tetap tak menemukan tatapan penuh cinta dari Kyle yang dulu selalu bisa menghangatkan hati Audrey.
Audrey merasa kalau Kyle menyentuhnya dan mencumbunya hanya sebagai pelampiasan hasratnya yang mungkin sudah mencapai ubun-ubun.
Ya!
Kyle pria dewasa yang normal.
Audrey menatap dan mengusap wajah Kyle yang masih saja terlelap. Berharap, saat pria ini membuka matanya nanti, ia akan ingat pada Audrey.
Ingat ada semua kenangan mereka berdua.
Ingat pada semua mimpi indah yang selalu mereka bicarakan setiap malam menjelang tidur.
Audrey membuang nafas dengan kasar dan memilih untuk segera bangkit dari atas ranjangnya. Wanita itu masuk ke kamar mandi tanpa suara, dan segera menenggelamkan tubuhnya ke dalam bathtube yang berisi air hangat.
Mungkin Audrey akan berendam sedikit lama.
.
.
.
Maaf kalau alurnya mboseni, ya!
Banyak adegan nganunya juga yang mungkin bikin eneg.
Terima kasih yang sudah mampir.
Dukung othor dengan like dan komen di bab ini.