
Kyle baru pulang dari kantor, saat pria itu mendapati Audrey yang baru keluar dari kamar mandi dengan wajah pucat dan langkah sempoyongan.
"Muntah-muntah lagi?" Tanya Kyle yang sudah dengan cepat menghampiri Audrey dan membimbing istrinya tersebut untuk duduk di tepi tempat tidur.
"Nggak bisa makan apa-apa seharian tadi. Menggendong Olivia juga nggak bisa," cerita Audrey seraya menyandarkan kepalanya di dada Kyle.
Audrey juga tidak tahu kenapa di kehamilan kedua ini dirinya malah mengalami mual dan muntah yang cukup parah. Berbeda jauh dari saat hamil Olivia.
Apa karena sekarang Kyle ada di samping Audrey, makanya si calon bayi juga lebih manja?
"Minum dulu!" Kyle mengambil segelas air di atas nakas dan membantu Audrey untuk minum. Namun baru beberapa teguk yang masuk ke tenggorokan Audrey, istri Kyle tersebut kembali muntah tepat di baju Kyle.
Ya ampun!
"Kyle, aku minta maaf," ucap Audrey cepat dengan raut bersalah.
Kyle tertawa kecil seolah ini adalah hal yang lucu.
"Tidak apa, Sayang! Mungkin ini tanda agar aku cepat mandi."
Kyle bangkit dari duduknya dan segera berjalan ke arah kamar mandi.
"Aku akan mandi sebentar, Sayang! Kau bisa istirahat dulu jika masih merasa mual," pesan Kyle pada Audrey.
"Ya!" Jawab Audrey singkat dan lirih.
Tapi Audrey tidak bisa berbaring sekarang karena itu hanya akan membuatnya menjadi semakin mual, jadi Audrey memilih untuk menyiapkan baju Kyle saja.
Setelah menyiapkan baju Kyle, Audrey ke kamar Olivia untuk menengok dang bayi.
Rupanya Olivia masih tidur dan belum bangun sejak tadi. Audrey mengusap pipi gembil Olivia dan tersenyum sekaligus merasa sedih.
Beberapa minggu kemarin, setelah mengetahui dirinya hamil lagi Audrey masih bisa menyusui Olivia. Namun seminggu terakhir, Audrey terpaksa berhenti menyusui Olivia karena dirinya terus saja mual dan muntah. Beruntung Audrey masih menyimpan ASIP cukup banyak, sehingga Olivia tetap bisa minum ASI meskipun tak langsung dari sumbernya.
Hhhh!
Audrey menghela nafas dengan berat,
Lalu mengecup pipi Olivia yang masih tidur pulas.
Audrey kembali masuk ke kamarnya yang berada tepat di sebelah kamar Olivia. Kyle masih juga belum selesai mandi. Sedang apa sebenarnya suami Audrey itu?
"Kyle," Audrey membuka pintu kamar mandi tanpa sungkan dan langsung masuk ke dalam, untuk melihat Kyle sedang apa.
Suami Audrey itu masih berdiri di bawah guyuran air dari shower dan berdiri membelakangi pintu masuk. Tangannya denagn lincah mengusapkan shampoo ke kepalanya.
Audrey yang menyaksikan semua pemandangan itu mendadak menjadi gerah dan jadi ingin ikut mandi.
Padahal Audrey tadi sudah mandi.
Ada apa dengan dirinya?
"Kyle," Audrey memeluk Kyle dari belakang, dan membuat Kyle berjenggit kaget.
"Hai, Sayang! Apa aku mandinya terlalu lama?" Tanya Kyle yang sudah berbalik, dan Audrey yang masih memeluk tubuh Kyle yang tak tertutupi sehelai benangpun.
Baju yang Audrey kenakan juga sudah basah kuyup karena terkena air dari shower yang masih menyala.
"Ya, mandimu lama sekali. Kau sedang apa?" Tanya Audrey tanapa mengubah posisinya.
"Menunggumu menyusulku," jawab Kyle dengan nada menggoda.
Audrey hanya tersenyum dan tetap menyembunyikan kepalanya di pelukan Kyle.
"Mau mandi lagi? Bajumu basah," tanya Kyle seraya membuka baju Audrey sekalian dengan baju dalam dan underwear yang Audrey kenakan.
Kini dua tubuh itu sudah sama-sama polos tanpa ada lagi sehelai benangpun yang menjadi penghalang.
"Kau akan memandikanku?" Audrey akhirnya mendongakkan kepalanya dan menatap pada Kyle yang juga sedang menatapnya.
"Memangnya aku bisa menolak, jika kau yang memaksanya," jawab Kyle yang langsung membuat Audrey terkekeh dan memukul kecil dada suainya tersebut.
Dua gunung satu lembah,
Ingin aku menjelajah.
Lalu masuk ke hutan belantara,
Yang membuatku jadi tersesat.
Kyle menyusuri lekuk demi lekuk tubuh Audrey sambil menyanyikan sebuah lagu yang terdengar asing di telinga Audrey.
"Itu lagu apa? Aku tak pernah mendengarnya," tanya Audrey mengernyit bingung.
"Lagu ciptaan Kyle. Kau mau mendengarnya lagi?" Jawab Kyle sedikit terkekeh.
"Tapi tangannya harus sambil bergerak dan menjelajah begini saat menyanyikannya. Agar cepat hafal," bisik Kyle lagi yang sontak berhadiah cubitan di perut dari Audrey.
Dasar Kyle mesum!
****
Audrey baru selesai menyisir rambutnya, saat Kyle masuk ke kamar sambil menggendong Olivia. Seorang maid yang membawa nampan berisi makanan ikut masuk ke kamar, lalu meletakkan nampan tadi di atas meja.
"Via sudah bangun?" Audrey langsung bangkit berdiri dan mengambil alih bayi Via dari gendongan Kyle.
"Kau masih mual? Aku suapi makan, ya!" Bujuk Kyle seraya merangkul Audrey yang kini duduk dan memangku Via.
"Nanti aku muntah-muntah lagi kalau makan," tolak Audrey sedikit merengut.
"Coba dulu! Atau kau mau makan yang lain?" Tawar Kyle masih berusaha membujuk.
"Ayo buka mulut!" Kyle menyodorkan sesendok nasi ke depan mulut Audrey.
"Aku mau makan siomay," ucap Audrey tiba-tiba yang langsung membuat Kyle mengernyit.
"Siomay?"
"Iya siomay yang dijual abang-abang pinggir jalan itu, tapi aku mau makan di tempat dan kau juga harus ikut makan," jelas Audrey mengajukan syarat.
"Sekarang?" Tanya Kyle seraya garuk-garuk kepala. Kyle baru saja makan, dan ia tak yakin akan mampu makan lagi.
"Iya, sekarang. Ayo!" Audrey sudah bangkit berdiri masih sambil menggendong Via. Kyle mengekor di belakang Audrey dan membawakan selimut untuk Via.
Tak butuh waktu lama, mobil Kyle sudah meninggalkan kediaman Arthur demi mencari penjual siomay untuk Audrey yang sedang ngidam.
****
Setelah berputar-putar ke beberapa tempat, Kyle akhirnya berhasil menemukan penjual siomay memakai gerobak yang masih buka.
Audrey sudah turun dan memesan. Sementara Kyle memilih untuk langsung duduk dan menggantikan Audrey memangku Olivia.
Tak butuh waktu lama, pesanaan Audrey sudah jadi.
"Kok pesan dua porsi, Sayang?" Tanya Kyle bingung.
Kyle pikir tadi Audrey cuma memesan satu porsi.
"Iya, kan buat kamu sama aku. Nanti kalau Via sudah bisa makan baru pesan tiga porsi," jawab Audrey sedikit terkekeh.
"Tapi aku sudah makan tadi," cicit Kyle memberi alasan.
"Sudah terlanjur dipesan. Jadi harus dimakan, Sayang! Ayo, buka mulut!" Audrey memaksa Kyle untuk membuka mulut dan mulai menyuapi suaminya tersebut sambil memakan siomaynya sendiri.
Kyle yang sudah kenyang, mau tak mau tetap memakan siomay yang disuapkan oleh Audrey agar istrinya itu tidak marah atau ngambek.
"Aku udah kenyang, Sayang. Masih setengah kamu habiskan sekalian, ya!" Audrey menuang siomaynya yang tinggal setengah ke piring Kyle menjadi satu dengan siomay Kyle yang juga tinggal setengah.
Sekarang masih ada satu porsi siomay di piring Kyle dan suami Audrey itu harus menghabiskannya.
"Sayang, Sayang! Kita bungkus saja sisanya, ya! Nanti aku lanjut makan di rumah, " Pinta Kyle pada Audrey karena perut Kyle rasanya sudah mau meledak sekarang.
"Kamu habiskan sekalian kenapa? Kalau mau dibungkus, bungkus yang baru saja, sekalian kita belikan untuk orang rumah," jawab Audrey menolak permintaan Kyle.
"Ini tinggal sedikit lagi, Sayang! Ayo kamu habiskan!" Audrey kembali menyuapi Kyle yang sudah susah payah mengunyah siomay.
"Kamu makan lagi, ya! Tadi kamu baru makan sedikit," Kyle mengambil alih sendok di tangan Audrey dan ganti menyuapi istrinya tersebut.
Meskipun sempat menolak, namun akhirnya Audrey mau makan siomaynya lagi dan akhirnya, Kyle dan Audrey berhasil menghabiskan dua porsi siomay pesanan mereka tadi.
Audrey tersenyum bahagia, sementara Kyle merasa sangat kekenyangan sekarang.
"Ayo pulang, Sayang!" Audrey mrngambil Olivia dari pangkuan Kyle dan membawa bayinya itu masuk ke dalam mobil. Sementara Kyle bangkit berdiri dengan susah payah dan segera membayar siomay sebelum menyusul Audrey masuk ke dalam mobil.
Seperti ini ternyata menemani istri yang sedang ngidam.
Nikmati saja Kyle!
Daripada harus mual muntah seperti saat Audrey hamil Olivia kemarin.
Tapi ini juga sama-sama menyiksa.
.
.
.
Maaf telat UP.
Sedang ada urusan mendadak di dunia nyata yang amat sangat menyita waktu ðŸ˜
Semoga besok bisa lancar pagi UP nya
Terima kasih pengertiannya