Remember Me Please, Hubby!

Remember Me Please, Hubby!
SIAPA?



Kyle merebahkan tubuh lelahnya ke atas sofa dan melempar jaketnya sembarangan. Seharian Kyle berputar-putar ke beberapa pasar dan toko buah hanya demi mendapatkan dua buah jeruk Bali yang begitu diidam-idamkan oleh Audrey.


Dan untuk kali ini, Kyle sengaja tak membeli untuk dirinya sendiri karena Kyle sudah paham kalau ujung-ujungnya ia hanha akan mual dan muntah-muntah jika makan jeruk bali yang sedang diinginkan oleh Audrey tersebut.


Benar-benar pembalasan yang setimpal dari calon anaknya!


Nikmati saja, Kyle!


Kyle memeriksa ponselnya yang sejak pagi ia abaikan. Ada puluhan pesan dari Daniel dan Mom Bi seperti biasa.


Mom kandung Kyle tersebut rupanya sangat khawatir pada Kyle. Tapi Kyle tetap pada pendiriannya, dan akan tetap berada di pulau ini selama Audrey juga masih berada disini.


****


"Audrey baik-baik saja, Bang!" Ucap Audrey sekali lagi berusaha meyakinkan Abang Zayn yang nada bicaranya terdengar khawatir.


Malam ini Audrey kembali menelepon keluarganya, namun wanita hamil itu tetap tak memberitahukan tempat keberadaannya dan tentang kehamilannya.


"Lalu kapan kau akan pulang, Audrey? Kau seharusnya sudah pulang sekarang jika kau memang sudah baik-baik saja!"


"Audrey akan pulang dua sampai tiga bulan lagi, Bang!" Jawab Audrey cepat.


Ya,


Audrey memang berencana pulang setelah ia melahirkan saja. Kata dokter, Hari perkiraan lahir bayi Audrey adalah bulan depan. Semoga semuanya lancar dan tak ada kendala apapun.


Setelah bayinya lahir, Audrey akan membawanya bertemu dengan Kyle lalu menyelesaikan masalah diantara mereka berdua. Audrey ingin melihat bagaiamana ekspresi wajah Kyle setelah pria itu tahu kalau Audrey mengandung dan melahirkan anak kandungnya.


"Kenapa harus selama itu, Audrey? Kau sudah pergi hampir satu tahun!" Protes Zayn yang sepertinya keberatan dengan rencana kepulangan Audrey yang masih dua sampai tiga bulan lagi.


"Ini sudah keputusan Audrey, Bang!" Ucap Audrey keras kepala.


Zayn hanya berdecak di seberang telepon.


Setelah sedikit berbasa-basi, Audrey akhirnya menyudahi teleponnya pada Abang Zayn. Audrey menghela nafas panjang dan kembali memakan jeruk bali yang ditemukan oleh Tante Viola di depan pagar tadi.


****


Waktu begitu cepat berlalu.


Audrey masih melakukan rutinitas jalan paginya di jalan depan rumah tante Viola, saat pikiran Audrey membayangkan semangkuk bubur kacang hijau yang lezat.


Ya ampun?


Dimana mencari penjual bubur kacang hijau pagi-pagi begini?


Audrey mengusap perutnya yang sudah membulat sempurna. Hanya tinggal menghitung hari, dan Audrey akan segera bertemu dengan anaknya ini.


Sebuah motor matic melintas perlahan, dan melewati Audrey. Pengendaranya yang mengenakan kaus lengan panjang warna putih, dengan helm fullface yang menutupi kepalanya, tak terlalu menarik perhatian Audrey. Namun saat motor matic tersebut berhenti di depan rumah Tante Viola, lalu pengendaranya menggantungkan sehuah bungkusan di pagar, tanpa turun dari atas motornya, seketika Audrey mematung.


Jadi selama ini, pengendara motor matic itu yang mengirimkan makanan untuk Audrey meninggalkannya di pagar. Tapi siapa orang berkaus putih yang Audrey yakini adalah seorang pria tersebut.


Audrey hendak mengejar pengendara motor tadi, namun rasanya mustahil, mengingat perut besar Audrey yang benar-benar menghambat langkahnya. Audrey tidak mau membahayakan dirinya sendiri dan calon anaknya.


Pengendara motor matic tadi terus menjauh dan akhirnya menghilang di ujung jalan. Audrey segera menghampiri bungkusan yang ditinggalkan oleh pengendara motor misterius tadi, dan melihat isinya.


Ada sebuah thinwall berisi bubur kacang hijau yang begitu menggoda selera.


Astaga!


Apa pria asing tadi seorang peramal yang bisa membaca isi kepala Audrey?


****


Kyle membuka penutup thinwall yang berisi bubur kacang hijau di depannya. Aromanya begitu menggugah selera, membuat Kyle sudah tak sabar untuk segera mencicipinya.


Kyle biasanya kurang suka dengan olahan kacang hijau yang satu ini, namun tadi saat dirinya sedang pergi mencari sarapan, Kyle tak sengaja melihat tukang bubur kacang hijau. Aroma pandan yang menyatu dengan wanginya kacang hijau, membuat Kyle tiba-tiba ingin membelinya.


Kyle bahkan berulang kali menelan ludah saat menunggu antrian karena membayangkan lezatnya kacang hijau empuk yang dimasak dengan air gula lalu disiram saus santan tersebut.


Menggiurkan sekali!


Kyle memilih untuk membeli dua porsi, karena Kyle tiba-tiba merasa yakin kalau Audrey juga tengah menginginkan bubur kacang hijau sekarang. Seakan meyakini kalau dirinya dan Audrey memiliki ikatan batin yang kuat, Kyle berulang kali membeli makanan yang mendadak ia inginkan, lalu mengirimkannya pada Audrey.


Seperti main tebak-tebak buah manggis.


Padahal seharusnya Kyle bertanya saja Audrey sedang mau makan apa.


Bukan main kucing-kucingan seperti ini.


Ponsel Kyle berbunyi nyaring, tepat saat Kyle sekesai menghabiskan satu porsi bubur kacang hijaunya.


Ajaib!


Kyle tidak lagi merasa mual atau ingun muntah kali ini.


Semoga bisa seperti ini seterusnya.


"Halo! Ada apa Daniel?"


"Kyle, proyek yang di daerah A sedikit mengalami masalah. Bisa kau meninjaunya hari ini?" Daniel menyebutkan nama daerah yang masih berada di pulau yang sama. Namun di kota berbeda yang jaraknya sedikit jauh dari tempat Kyke berada saat ini.


Kyle menyugar rambutnya dengan kasar.


"Baiklah aku akan berangkat agak siang dan menyelesaikan masalahnya," jawab Kyle akhirnya meskipun hatinya merasa berat.


Entahlah, Kyle hanya tak bisa berjauhan dari Audrey.


****


Kyle masih duduk di ruang tunggu rumah sakit dan memperhatikan Audrey yang juga duduk di ruang tunggu depan di depan poli kandungan, bersebelahan dengan Alvin yang hari ini mengantarnya.


Kyle harus pergi ke luar kota hari ini dan mungkin baru akan kembali lusa, jadi Kyle sengaja ke rumah sakit dulu untuk menemani Audrey check up kandungan.


Menemani dari jauh maksudnya.


Ya, andai Kyle bukan seorang pengecut, pastilah kini dirinya yang duduk di sebelah Audrey dan memberikan pundaknya untuk tempat Audrey bersandar.


Sesekali Kyle harus menundukkan pandangannya saat Audrey melihat sekilas ke arahnya.


Apa penampilan Kyle terlau mencolok?


Kyle hanya mengenakan masker dan kaus hitam lengan panjang saat ini.


"Nona Audrey!" Panggilan dari dalam ruang poli kandungan, membuat Audrey segera bangkit berdiri. Terlihat, Alvin yang dengan sigap membantu Audrey bangkit berdiri.


Tak butuh waktu lama, Audrey dan Alvin sudah menghilang ke dalam poli kandungan, dan Kyle hanya bisa berdiri di depan pintu poli kandungan yang tertutup seperti orang bodoh.


Suami macam apa kamu, Kyle?


****


Audrey yang sedang duduk di ruang tunggu di depan poli kandungan, tak sengaja menangkap seorang pria yang perawakannya mirip dengan Kyle sedang duduk di kursi tunggu juga yang sedikit jauh dari tempat Audrey.


Pria yang mengenakan kaus lengan panjang warna hitam tersebut seperti sedang mengamati Audrey dari kejauhan.


Atau mungkin hanya perasaan Audrey saja?


"Nona Audrey!" Panggilan dari perawatan poli kandungan segera membuyarkan lamunan Audrey dan membuat wanita hamil itu bangkit dari duduknya.


Alvin membantu Audrey dengan sigap. Namun sesaat Alvin mematung di tempatnya saat melihat seorang gadis muda yang sepertinya seusia dengan Alvin keluar dari dalam poli kandungan.


"Ghea! Sedang apa disini?" Tanya Alvin pada gadis muda yang ternyata bernama Ghea tersebut.


Ghea sepertinya juga kaget dengan kehadiran Alvin di depan matanya.


Terlebih saat melihat Audrey yang menggamit lengan Alvin, membuat raut wajah Ghea berubah menjadi masam.


Ada hubungan apa memangnya antara Ghea dan Alvin?


Bukankah pacar Alvin adalah Tiara?


"A-aku hanya sedikit berkonsultasi pada dokter," ucap Ghea yang sedikit tergagap menjawab pertanyaan dari Alvin.


"Kau jadi menetap di sini?" Tanya Alvin lagi pada Ghea.


"Tidak!" Jawab Ghea cepat tanpa sedikitpun menatap ke arah Alvin.


"Aku hanya berlibur dan aku akan pulang besok. Bye!" Ucap Ghea lagi yang nada bicaranya sudah berubah ketus.


Wanita muda itu langsung berlalu begitu saja meninggalkan Alvin dan Audrey yang masih mengernyit heran.


"Nona Audrey!"panggil perawat sekali lagi dan Audrey segera melanjutkan langkahnya masuk ke dalam poli kandungan masih sambil menggamit lengan Alvin.


"Tadi siapa, Vin?" Tanya Audrey merasa kepo.


"Hanya teman lama, Kak!" Jawab Alvin singkat.


.


.


.


Ada yang bisa nebak alur ceritanya Ghea dan Alvin?


😅😅😅


Next episode, othor punya kejutan buat kalian.


Terima kasih yang sudah mampir.


Dukung othor dengan like dan komen di bab ini.