Remember Me Please, Hubby!

Remember Me Please, Hubby!
CERITA KYLE



Tepat pukul empat sore, mobil Kyle sudah tiba di kantor Audrey untuk menjemput Audrey.


"Hai, kau sudah datang?" Sapa Audrey pada Kyle yang memilih menunggu di bawah, alih-alih naik ke atas dan langsung menuju ke ruangan Audrey.


Ya,


Mungkin Kyle memang masih belum ingat, dan bagi Kyle tempat ini juga mungkin masih terasa asing.


"Sudah lama?" Tanya Audrey lagi berbasa-basi.


"Baru sekitar lima belas menit," jawab Kyle datar.


"Baiklah! Ayo kita pulang sekarang!" Ajak Audrey selanjutnya dan Kyle segera mengangguk.


Pasangan suami istri itu segera meninggalkan kantor Audrey, menaiki mobil hitam Kyle.


****


Mobil Kyle masih melaju membelah aspal hitam dan berbaur bersama mobil-mobil serta kendaraan lain, saat Kyle menunjuk ke sebuah restorant di depan mereka.


"Itu Rainer's Resto milik keluarga Vale," mata Kyle terlihat berbinar.


"Ya! Dulu kita sering mampir untuk makan siang di sana atau makan malam jika kita keburu lapar," jawab Audrey sedikit bercerita pada Kyle.


"Kita bisa mampir sebentar berarti? Perutku sudah lapar," usul Kyle meminta persetujuan dari Audrey.


"Tentu!" Jawab Audrey meskipun Audrey merasa sedikit aneh.


Kyle terlihat sangat bersemangat kali ini dan ini berbeda dengan dulu saat Kyle dan Audrey mampir ke Rainer's Resto.


Setelah memarkirkan mobilnya di depan Rainer's Resto, Kyle dan Audrey berjalan beriringan masuk ke dalam restorant tersebut.


"Dulu saat aku bingung mencari Vale di mana, dan ponselnya mati, tempat ini yang selalu pertama aku kunjungi. Vale selalu mengerjakan tugas sekolahnya di resto ini, " cerita Kyle pada Audrey yang lebih mirip seperti remaja yang baru saja kasmaran.


"Kau biasanya memesan apa saat kemari, Audrey?" Tanya Kyle seraya membuka buku menu yang disodorkan oleh waitress.


"Chicken salad," jawab Audrey sedikit lirih.


"Tidak memesan beef steak saja?" Tawar Kyle pada Audrey yang langsung menggeleng.


Mungkin Kyle lupa kalau Audrey kurang suka dengan olahan makanan dari daging.


"Aku dan Vale dulu suka sekali memesan beef steak di sini. Rasanya enak dan pas sekali di lidah. Jadi aku memesan itu saja."


Kyle segera menyebutkan pesanannya dan pesanan Audrey pada waitress.


"Kau mau menesan apa?" Tanya Kyle saat ia dan Audrey baru tiba di Rainer's Resto untuk makan siang.


"Chicken salad, Chicken steak, apa saja asal jangan memberiku olahan daging," jaeab Audrey sedikit terkekeh.


"Kau tidak suka daging?" Tanya Kyle menyelidik.


"Hanya sedikit trauma. Karena saat kecil aku pernah tersedak potongan daging hingga nyaris mengalami gagal nafas. Beruntung Papa langsung tanggap dan berhasil menyelamatkan nyawaku," jelas Audrey yang langsung membuat Kyle mengangguk paham.


"Baiklah, kita berdua memesan Chicken salad saja! aku juga akan mengurangi makan daging," putus Kyle yang langsung membuat pesanan sama dengan apa yang dipesan oleh Audrey.


"Oh, ayolah, Kyle! Kau tidak harus melakukan itu!" Audrey merasa sedikit aneh dengan sikap Kyle.


"Tidak apa! Aku suka meniru apa yang kamu sukai dan tak kamu sukai," jawab Kyle jujur dan blak-blakan.


"Audrey!" Teguran Kyle membuyarkan lamunan Audrey tentang kebersamaan dengan Kyle beberapa waktu silam.


"Kau melamun?" Tanya Kyle kembali menyelidik.


"Tidak! Hanya sedang memikirkan konsep baru untuk salah satu klienku yang mendadak minta konsep acaranya diubah," jawab Audrey mengulas senyum di bibirnya dan sedikit berdusta.


Kyle mengangguk mengerti.


"Jadi, Wedding Organizer milikmu tak hanya mengurusi acara pernikahan?" Tanya Kyle menerka-nerka.


"Tidak! Kami sekarang juga mengurusi acara lain selain pernikahan," jelas Audrey.


"Pernah mengurus pernikahan di restoran ini? Kata Vale tempat ini sering disewa untuk acara pernikahan juga. Dulu Anne dan Abi juga menikah disini kalau tidak salah. Aku datang bersama Vale kala itu," Kyle memulai lagi ceritanya tentang Vale.


"Ya! Semua anak-anak keluarga Halley menggelar pernikahan disini. Kecuali Kak Thalita yang menggelar pernikahannya di hotel keluarga Abraham karena permintaan Papa," ujar Audrey menanggapi cerita Kyle.


"Kau yang mengurus pernikahan mereka semua?" Tanya Kyle penasaran.


"Ya. Dan kau juga selalu datang ke semua acaranya," jawab Audrey berharap Kyle akan mengingatnya.


"Aku sama sekali tak ingat," tutur Kyle yang langsung membuat Audrey tersenyum kecut.


Makanan yang dipesan oleh Kyle dan Audrey sudah tiba. Kyle segera mengiris daging steak-nya yang masih mengepulkan asap, dan memasukkannya begitu saja ke dalam mulut, sebelum akhirnya pria itu kelojotan dan merasa kepanasan.


"Hati-hati, Kyle! Itu masih panas!" Audrey segera menyodorkan segelas air minum untuk Kyle.


"Kebiasaan buruk!" Gumam Kyle sedikit terkekeh.


"Aku sudah tidak sabar untuk mencicipi rasanya apa masih sama dengan yang terakhir kali aku makan atau tidak," lanjut Kyle lagi yang kini ganti mengiris kecil-kecil daging steaknya.


"Kapan kau akan memakannya?" Tanya Audrey yang sedikit heran dengan cara makan Kyle kali ini.


"Setelah aku mengiris semuanya dan sedikit hangat," jawab Kyle santai.


Audrey tertawa kecil.


"Kalau dulu, Vale yang akan memotongkan steak dagingku. Tapi sekarang Vale sudah punya suami dan dua orang anak, jadi aku potong saja sendiri," cerita Kyle dengan raut sendu, seakan sedang patah hati karena ditinggal oleh Vale.


Tawa di bibir Audrey langsung lenyap seketika.


Kau juga sudah menikah denganku, Kyle!


Tidak bisakah kau mengingat sedikit saja kebersamaan dan kemesraan kita berdua?


Kenapa yang kau ceritakan terus saja tentang Vale?


Audrey berteriak dalam hati dan hanya mengaduk-aduk chicken salad-nya. Selera makan Audrey mendadak hilang dan dada Audrey terasa sesak sekarang.


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.


Dukung othor dengan like dan komen di bab ini.