
Kediaman Arthur.
"Sudah sampai," ucap Kyle saat mobilnya sudah tiba di halaman rumah keluarga Arthur.
"Ayo turun!" Ajak Audrey seraya melepaskan sabuk pengamannya.
Hari beranjak sore dan matahari sudah bergulir ke arah barat hingga mungkin nyaris tenggelam karena kini yang tersisa hanyalah semburat oranye di ufuk barat.
Audrey dan Kyle baru pulang dari kantor, dan mereka memang langsung pulang ke rumah Mom dan Dad, seperti janji Audrey pada Mom Bi kemarin.
"Baru pulang, Kak?" Sapa Rachel pada Audrey yang baru datang.
Ibu satu anak itu terlihat memegang botol susu di tangannya.
"Yang lain kemana?" Tanya Audrey berbasa-basi pada Rachel.
"Di halaman belakang. Mau ada acara malam ini kata Mom. Nanti makan malamnya juga pindah di halaman belakang," tutur Rachel menjelaskan acara sore ini di keluarga Arthur.
"Aku akan mandi dan bersiap dulu kalau begitu," ujar Audrey pada Rachel yang sepertinya akan menuju ke halaman belakang.
Terlihat dari jendela ruang tengah yang mengarah langsung ke halaman belakang, Sean yang sedang menggendong Alle seraya berbincang bersama Dad Nick di tepi kolam renang.
"Baiklah! Nanti Kak Audrey dan Abang Kyle bisa langsung menyusul ke halaman belakang jika sudah selesai," pungkas Rachel seraya berlalu menuju ke halaman belakang.
Audrey segera berbalik dan menaiki tangga, menyusul Kyle yang sudah terlebih dahulu naik dan masuk ke kamar.
****
Kyle baru selesai memakai bajunya yang sudah disiapkan oleh Audrey. Pria itu lanjut menyisir rambutnya, bersamaan dengan Audrey yang sudah keluar dari kamar mandi.
"Kau sudah siap?" Tanya Audrey berbasa-basi pada Kyle.
"Ya. Mau turun bersama?" Tawar Kyle yang juga sudah selesai menyisir rambutnya.
"Kau duluan saja! Aku masih harus mengeringkan rambut," Audrey menunjuk ke arah rambutnya yang terbungkus handuk warna putih.
"Baiklah, kalau begitu. Aku turun duluan," pamit Kyle seraya keluar dari kamar.
Audrey segera duduk di depan meja rias dan mulai mengeringkan rambutnya yang masih setengah basah.
"Audrey!" Sapa Mom Bi bersamaan dengan pintu kamar yang dibuka dari luat.
"Iya, Mom!" Audrey menghentikan aktivitas mengeringkan rambut, dan menoleh pada sang mama mertua.
Mom Bi masuk ke dalam kamar dan menutup pintu. Wanita paruh baya tersebut duduk di tepi ranjang yang tak jauh dari Audrey.
"Mom lihat, kau dan Kyle sudah semakin akrab sekarang," ucap Mom Bi yang sudah mengulas senyum di bibirnya.
"Ya, begitulah, Mom. Ternyata lebih mudan menjadi orang asing yang berusaha mendekati Kyle ketimbang menjadi istri yang dilupakan oleh Kyle dan berusaha mengembalikan ingatan Kyle," jawab Audrey ikut mengulas senyum tipis di bibirnya.
"Mom mau bicara hal penting apa kemarin?" Tanya Audrey yang mendadak ingat pada kalimat Mom Bi tempo hari di telepon.
"Mom mau, kamu dan Kyle berlibur ke pulau," jawab Mom Bi yang langsung membuat Audrey terkejut.
"Semacam napak tilas. Kau bisa mengulangi semua yang pernah kau lakukan bersama Kyle di pulau saat bulan madu," tutur Mom Bi lagi memaparkan rencananya.
"Tapi Audrey pikir acara napak tilas itu tak membuat kemajuan apapun untuk ingatan Kyle, Mom! Audrey sudah sering mengulang hal romantis yang pernah Audrey dan Kyle lakukan disini, dan Kyle tak mengingatnya sama sekali," jawab Audrey merasa pesimis.
"Mom rasa akan beda cerita jika kalian hanya berdua di pulau. Tidaka ad salahnya mencoba, Audrey!" Mom Bi menepuk lembut punggung Audrey.
"Mom nanti yang akan bicara pada Kyle. Anggao saja ini pengganti liburan anniversary kalian yang gagal kemarin," imbuh Mom Bi lagi yang hanya membuat Audrey terdiam dan sedikit berpikir.
Tapi mungkin ide Mom tidak ada salahnya dicoba. Memang banyak hal berkesan yang Audrey dan Kyle lakukan bersama di pulau saat mereka honeymoon setahun yang lalu.
"Audrey akan mencari waktu dulu, Mom. Minggu ini sedikit sibuk karena ada beberapa acara yang masih harus Audrey tangani," putus Audrey pada akhirnya.
"Cepatlah bersiap dan turun ke bawah! Kita akan makan malam di halaman belakang," ujar Mom Bi yang sudah bangkit adri duduknya dan berjalan ke arah pintu kamar.
"Iya, Mom!" Jawab Audrey yang juga sudah selesai mengeringkan rambutnya.
Audrey segera memakai baju terusan warna peach dan memoleskan make up tipis di wajahnya sebelum turun dan bergabung bersama keluarga Arthur di halaman belakang.
****
Acara makan malam yang penuh dengan kehangatan dan canda tawa sudah berakhir.
Audrey masih duduk memangku Alle, sambil memperhatikan Mom Bi dan Dad Nick yang tengah berdansa nengikuti musik yang sengaja di putar oleh Sean malam ini.
Rachel menghampiri Audrey dan mengambil Alle dari pangkuan kakak iparnya tersebut. Bersamaan dengan Sean yang juga menghampiri Audrey dan mengajak Audrey untuk berdansa.
Sementara Kyle masih sibuk menerima tekepon di tepi kolam renang, entah dari siapa. Kyle memperhatikan Audrey yang kini berdansa ceria bersama Sean, dan mendadak hati Kyle merasa tidak suka.
Bukankah Audrey istri Kyle?
Lalu kenapa sekarang Audrey malah berdansa bersama Sean, dan wanita itu terlihat tertawa lepas.
Meskipun Sean adalah adik Kyle, tapi tetap saja rasanya itu tidak benar.
Sean juga sudah punya istri dan anak sendiri, jadi kenapa Sean tidak mengajak Rachel berdansa dan malah mengajak Audrey?
Aneh sekali!
Kyle melesakkan ponselnya dengan cepat ke dalam saku dan menghampiri Audrey yang masih menari bersama Sean.
"Hai!" Sapa Audrey seraya tersenyum pada Kyle.
"Kau sedang-" Kyle tak jadi melanjutkan kalimatnya karena Audrey yang sudah meraih tangannya, menggengganya erat, lalu mengajak Kyle menari mengikuti alunan musik yang terdengar semakin keras.
Sean sudah melangkah mundur dan ganti mengajak Rachel untuk menari. Sementara Alle sudah berpindah ke gendongan Dad Nick yang kini duduk bersama Mom Bi.
Audrey masih menggenggam erat tangan Kyle seakan sedang membimbing dan mengajari suaminya itu cara berdansa. Kyle hanya menurut dan mengikuti dengan apa yang dilakukan oleh Audrey.
Sejak pergelutannya di ranjang pagi tadi bersama Audrey, Kyle berpikir kalau Audrey adalah wanita yang agresif. Nyatanya, Audrey memang wanita yang agresif dan sama sekali tak malu-malu saat menggoda serta merayu Kyle seperti ini.
Namun Kyle sama sekali tidak merasa illfeel.
Kyle menyukainya. Kyle menyukai Audrey yang agresif.
Audrey berputar sekali lagi dibawah lengan Kyle, dan mata Kyle tak lepas memandang pada Audrey yang bergerak dengan sangat luwes serta senyuman yang tak lepas dari bibirnya.
Kyle menarik tubuh Audrey ke dadanya, dan wanita itu memekik kecil. Manik mata hazel milik Audrey menatap penuh cinta pada wajah Kyle. Tatapan yang sesaat membuat Kyle mematung, sebelum akhirnya Kyle mendekatkan wajahnya pada Audrey yang masih berada di dekapannya.
Perlahan tapi pasti Kyle menyatukan bibirnya dengan bibir Audrey, mengabaikan keberadaan anggota keluarga Arthur lain yang masih berada di sekitar mereka.
Kyle tidak tahu mengapa.
Tapi Kyle seakan sudah kecanduan dengan bibir merekah milik Audrey.
.
.
.
Terima kasih yang sudah mampir.
Dukung othor dengan like dan komen di bab ini