Remember Me Please, Hubby!

Remember Me Please, Hubby!
FOTO BERCERITA



Acara makan malam bersama Mama Hanni dan Papa Hans sudah selesai.


Audrey memilih untuk langsung masuk ke kamar dan berkutat dengan laptopnya. Sementara Kyle masih dibawah menemani Papa Hans bermain catur.


Jarum jam menunjukkan pukul sembilan malam, saat Kyle masuk ke kamar Audrey, dan Audrey tetap sibuk dengan laptop di pangkuannya.


"Masih mengurus pekerjaan?" Tanya Kyle yang sudah duduk di sisi lain tempat tidur Audrey.


"Hanya sedang mencari inspirasi saja buat dekorasi," Audrey menunjukkan deretan foto dekorasi pernikahan di layar laptopnya pada Kyle.


"Saat pernikahan kita, apa yang mendekor semuanya juga WO milikmu?" Tanya Kyle penasaran.


"Bisa dibilang iya, bisa dibilang tidak. Entahlah!" Jawaban Audrey malah membuat Kyle bingung sekarang.


"Aku tak mengerti."


"Acara pernikahan itu penuh kejutan. Mama, Papa, Abang Zayn, lalu Mom da Dad. Mereka semua yang menyiapkannya," tutur Audrey menjelaskan pada Kyle.


"Dan kau tahu kalimat yang kau ucapkan saat itu kepadaku?" Imbuh Audrey lagi meminta Kyle untuk menebak.


"Apa? Seorang perencana pernikahan juga butuh orang lain untuk merencanakan pernikahannya?" Jawab Kyle menerka-nerka.


Audrey diam sesaat karena kalimat Kyle sama persis dengan yang pria ini ucapkan dulu.


"Ya! Seperti itu kalimat yangbkau ucapkan kala itu," jawab Audrey seraya menutup laptopnya.


Wanita itu meletakkan laptopnya di atas nakas dan turun dari atas tempat tidur.


"Aku akan tidur di sofa," ucap Audrey yang hendak mengambil satu bantal dari atas tempat tidur. Namun Kyle mencegah dengan cepat dan menahan lengan Audrey.


"Kita masih suami istri, Audrey! Jadi tidur saja disini bersamaku!" Pinta Kyle menatap sungguh-sungguh pada Audrey.


"Kau yakin?" Audrey merasa ragu.


"Iya, aku yakin. Aku juga mau bertanya beberapa hal," Kyle mengambil rentetan foto polaroid yang memang di tempelkan Audrey di atas tempat tidurnya.


"Jangan merusaknya, Kyle!" Protes Audrey yang sama sekali tak digubris oleh Kyle.


Kyle melepaskan foto-foto tersebut dari tali dan menyusunnya di atas tempat tidur, di antara ia dan Audrey yang sudah berbaring.


"Kau mau melakukan apa dengan foto-foto itu? Bukankah kau sudah melihat semuanya di album foto yang aku berikan tempo hari?" Tanya Audrey tak mengerti.


Wanita itu kini sudah berbaring miring menghadap ke arah Kyle. Dan Kyle juga ikut berbaring miring menghadap ke arah Audrey. Ada hamparan foto-foto di tengah mereka berdua.


"Ya, aku memang sudah melihat semuanya, namun kau tidak menjelaskan dengan detail semua kejadian di foto. Jadi malam ini, kita akan bermain permainan foto bercerita," jelas Kyle menjawab pertanyaan Audrey barusan.


"Jelaskan yang ini!" Kyle menunjukkan foto dirinya yang diambil dari arah belakang. Sepertinya itu di balkon apartemen Kyle.


"Aku mengambilnya saat dinihari menjelang pagi. Angle-nya bagus, ada lampu kota yang berpendar di depanmu dan kau tampak merenung, jadi aku ìseng memotretmu. Hasilnya bagus ternyata," jelas Audrey panjang lebar.


"Kapan dan dimana?" Pertanyaan singkat Kyle tak langsung dijawab oleh Audrey.


Wanita itu menarik nafas panjang terlebih dahulu sebelum menjawab.


"Aku kira kau sudah tahu tempatnya." Audrey tersenyum tipis pada Kyle.


"Di balkon apartemenku?" Tebak Kyle yang langsung menbuat Audrey mengangguk masih sambil tersenyum tipis.


"Kapan?" Tanya Kyle sekali lagi


"Malam setelah pernikahan kita," jawab Audrey akhirnya.


"Pantas saja aku tidak memakai baju," Kyle terkekeh dan melihat foto itu sekali lagi.


Pertama kali?


Berdarah-darah?


Apa itu artinya Kyle lupa kalau Audrey bukan seorang gadis saat mereka menikah?


"Andai aku masih ingat rasanya. Tapi aku sama sekali tak ingat," imbuh Kyle lagi yang sekarang ganti mengambil foto lain.


"Ini di pulau milik Dad?" Tebak Kyle selanjutnya seraya menunjukkan foto kepala Kyle yang tengah berada dipangkuan Audrey yang hanya mengenakan kain pantai.


"Ya, kita habis berenang di pantai dan itu kita sedang bersantai di gazebo yang ada di dekat pantai itu. Kau ingat?"


"Sangat ingat. Aku pernah nyaris tenggelam di pantai itu saat usiaku enam tahun," cerita Kyle yang kembali terkekeh seolah itu adalah sebuah cerita lucu.


"Bagaimana ceritanya? Bukankah kau sudah bisa berenang sejak kecil?" Tanya Audrey penasaran.


"Aku belum pernah cerita kepadamu sebelumnya?" Tanya Kyle yang langsung dijawab Audrey dengan gelengan kepala.


"Jadi Dad membawa pisang ke pantai. Kau pasti tahu ada ladang kecil di bawah bukit milik Dad yang penuh dengan pohon pisang?"


"Iya aku tahu. Kita mengunjunginya beberapa kali saat di pulau untuk mencari pisang yang masak." Jawab Audrey yang masih ingat sekali dengan ladang pisang di pulau Dad Nick.


Kyle berulang kali mencuri ciuman dari bibir Audrey saat mereka berdua disana, bahkan mereka nyaris saling menelanjangi di ladang.


Dasar gila!


"Aku sangat bersemangat dan mengambil buah pisangnya. Aku memasukan dua pisang sekaligus ke mulutku. Dan di satu sisi aku juga sedang ingin berenang."


"Mom sudah memperingatkan, tapi karena Mom sedang fokus pada Sean, jadi aku mengabaikan peringatan Mom dan aku langsung masuk ke air. Aku kesulitan menelan pisang, dan nyaris tak bisa bernafas."


"Tapi untunglah Dad langsung tanggap saat melihatku, jadi aku masih hidup hingga detik ini," pungkas Kyle mengakhiri ceritanya bersamaan dengan pria itu yang kini menguap lebar.


"Sepertinya kau punya banyak kenangan masa kecil yang manis di pulau itu," ujar Audrey menanggapi cerita Kyle.


Audrey berganti posisi menjadi duduk dan membereskan foto-foto yang berserakan di atas tempat tidur.


"Sebaiknya kau tidur, Kyle! Sudah malam," ucap Audrey lagi yang langsung membuat Kyle mengangguk.


"Aku juga sudah mengantuk," Kyle kembali menguap lebar.


"Andai aku ingat semua kenangan kita di pulau, Audrey," gumam Kyle sebelum pria itu berbalik dan memunggungi Audrey.


"Selamat malam, Kyle!" Ucap Audrey seraya memasukkan foto-foto di tangannya ke laci nakas.


"Selamat malam, Audrey!" Balas Kyle yang masih tetap memunggungi Audrey. Pria itu sedikit menarik selimutnya, mungkin karena hawa malam ini yang dingin.


Audrey kembali merebahkan tubuhnya dan menatap pada punggung Kyle sejenak, sebelum akhirnya wanita itu berbalik dan balas memunggungi Kyle.


Sepanjang pernikahan, baru kali ini Kyle dan Audrey tidur saling memunggungi.


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.


Dukung othor dengan like dan komen di bab ini.