
Audrey menyandarkan kepalanya di pundak Alvin yang hari ini menemaninya check up kandungan. Biasanya Audrey pergi bersama Tante Viola. Namun karena hari ini Tante Viola sedang tidak enak badan, jadi Alvin terpaksa menggantikan sang Mami dan mengantar Audrey pergi check up.
Walaupun pemuda itu terus saja menggerutu dan sekarang Alvin malah menyumpal telinganya dengan earphone karena mungkin merasa jenuh menunggu antrian.
"Aku ngantuk, Vin!" Keluh Audrey yang masih menyandarkan kepalanya di pundak Alvin yang hanya cuek dan tak mendengar keluhan Audrey. Bagaimana mau mendengar kalau telinganya saja disumpal dengan earphone.
"Nona Audrey Zivia!" Nama Audrey akhirnya dipanggil dan Audrey segera bangkit dari duduknya. Untuk yang bagian ini, Alvin sedikit peka dan segera membantu Audrey berdiri.
"Mau kemana?" Tanya Alvin seraya melepaskan earphone dari telinganya.
"Ke ruang periksalah! Udah dipanggil! Makanya, itu kuping jangan disumpelin begitu!" Gerutu Audrey yang segera berjalan sendiri masuk ke ruang periksa. Sedangkan Alvin memilih menunggu di luar saja dan kembali memasang earphone-nya.
Dasar Alvin!
****
Audrey menatap ke layar di depannya saat doppler USG mulai digerakkan dokter di atas perut Audrey yang kini sudah terlihat membulat.
Tentu saja, kandungan Audrey sudah masuk usia enam bulan dan Kyle masih belum tahu tentang kehamilan Audrey ini.
Makhluk kecil itu terlihat bergerak-gerak dengan aktif, dan semua anggota tubuhnya juga terlihat lengkap. Calon bayi Audrey tumbuh dengan sehat dan sempurna.
"Semuanya bagus, ya, Bu!" Ucap dokter yang sudah selesai memeriksa Audrey. Segera Audrey bangun dari atas meja periksa dengan dibantu oleh perawat.
Setelah sedikit berkonsutasi dengan dokter, Audrey akhirnya keluar dari ruang oeriksa dan Alvin masih di tempatnya semula, dengan earphone yang tetap menempel di telinganya.
"Vin!" Audrey menjewer telinga sepupunya tersebut.
"Aduh, auuw! Lepas, Kak!" Alvin meringis dengan lebay.
"Ayo pulang!" Ajak Audrey seraya berkacak pinggang pada Alvin.
Sepupu Audrey itu masih mengusap-usap telinganya yang terasa panas karena dijewer oleh Audrey.
"Jangan galak-galak kenapa, Ibu hamil?" Ledek Alvin yang hanya membuat Audrey berdecak. Segera Audrey menggamit lengan Alvin dan mereka berdua terlihat seperti pasangan kekasih sekarang.
"Kalau Tiara lihat, bisa-bisa salah paham ini," gumam Alvin yang hanya pasrah saja dengan sikap Audrey.
"Baguslah! Biar kamu diputusin, trus jomblo deh," kekeh Audrey yang sontak menbuat Alvin berdecak.
"Tinggal cari pacar lagi, kayak nggak laku aja," sahut Alvin enteng.
"Wah, wah! Aku laporin kamu ke Tiara, kalau kamu mau cari pacar baru lagi," ancam Audrey menggoda Alvin.
"Nggak takut!"
Audrey dan Alvin sudah tiba di tempat parkir dan mereka berdua segera masuk ke dalam mobil Alvin yang berwarna putih.
"Nggak! Cepat pulang, aku ngantuk!" Perintah Audrey pada Alvin. Dan Alvin segera melajukan mobil putihnya meninggalkan halaman parkir rumah sakit.
****
Kyle masih mengikuti mobil warna putih yang membawa seorang wanita yang mirip dengan Audrey tadi. Dan mobil itu kini masuk ke sebuah kompleks perumahan.
Kyle masih terus membuntuti, hingga akhirnya mobil berhebti di depan rumah nomor tiga belas. Pria yang tadi duduk di pintu kemudi turun duluan untuk membuka gerbang. Mobil lalu masuk ke dalam garasi yang berada tepat di depan pintu gerbang.
Kyle memarkirkan mobilnya teoat di depan rumah nomor tiga belas tersebut, dan pintu gerbang belum ditutup saat Kyle kembali melihat wanita hamil tadi keluar dari dalam mobil, menjinjing handbag warna merah yang terlihat tak asing di mata Kyle.
Ya, itu adalah handbag yang dulu selalu dibawa Audrey kemana-mana. Sebenarnya Kyle sempat heran kala itu karrna Audrey yang terus menerus memakai handbag itu, padahal koleksi handbag Audrey ada banyak dengan warna dan model yang beragam. Namun cerita Audrey yang mengatakan bahwa handbag itu adalah hadiah dari Kyle saat ia mulai pedekate pada Audrey, membuat Kyle paham kenapa Audrey terus saja memakainya.
Tak hanya menyayangi Kyle, Audrey juga menyayangi semua barang pemberian Kyle dan merawatnya dengan sangat baik.
Kyle masih terdiam di mobilnya dan menatap rumah di depannya, saat pria yang tadi bersama Audrey mendekat ke arah pagar besi dan hendak menutupnya, pria itu menatap sejenak ke mobil Kyle dan sepertinya sedikit curiga. Kyle buru-buru menolehkan kepalanya ke arah lain, dan pura-pura cuek dengan tatapan dari pria yang entah siapa tersebut.
Tidak mungkin itu pacar baru Audrey, kan?
Audrey masih istri sah Kyle.
Jadi tidak mungkin kalau Audrey berselingkuh dan tinggal bersama seorang pria asing.
Dan Audrey hamil.
Audrey sedang hamil.
Kyle sangat yakin kalau Audrey saat ini sangat hamil anak Kyle.
Kyle merasa sangat gembira mengetahui Audrey yabg sedang hamil. Tapi hati Kyle juga terasa sakit mengetahui ada pria asing yang tinggal bersama Audrey.
Siapa pria asing itu sebenarnya?
.
.
.
Pacare Audrey, Mas Kyle!
😂😂😂
Terima kasih yang sudah mampir.
Dukung othor dengan like dan komen di bab ini.