Remember Me Please, Hubby!

Remember Me Please, Hubby!
CINTA MENEMUKAN JALAN



Gedung Arthur Company


Kyle masih berkutat dengan laptopnya. Pria itu sesekali memijit pelipisnya atau menyesap kopi rock salt caramelnya, lalu Kyle akan kembali ingat pada Audrey yang juga menyukai kopi rasa ini.


Sudah lima bulan berlalu, dan Audrey masih belum ada kabar.


Keluarga Abraham juga masih bungkam dan mereka kekeh menjawab tidak tahu Audrey dimana setiap kali Kyle bertanya. Bahkan Abang Zayn juga menunjukkan pada Kyle tentang ponsel Audrey yang sepertinya sengaja ditinggal oleh Audrey agar tidak ada yang melacak keberadaannya.


Kyle membuang nafas dengan kasar dan bangkit dari duduknya. Berjalan ke arah jendela kaca yang ada di ruangannya, lalu menatap ke arah luar jendela dimana ada gedung-gedung tinggi yang berada di sekitar gedung Arthur Company. Dan jalanan dibawah sana yang dipadati oleh berbagaj jenis kendaraan.


"Kyle!" Sapaan dari Daniel bersamaan dengan pintu ruangannya yang dibuka dari luar membuat Kyle segera menoleh dan melupakan semua lamunannya tentang Audrey.


"Ada apa? Kenapa wajahmu pucat?" Tanya Kyle tak mengerti.


"Ryan dan Lea masuk UGD, aku harus-"


"Lalu kau sedang apa disini? Cepatlah pergi ke rumah sakit, Bodoh!" Potong Kyle menatap marah pada Daniel yang memang tampak seperti orang bodoh.


Daniel tak berucap apapun dan langsung pergi meninggalkan ruangan Kyle.


Namun Kyle juga tak tinggal diam dan dengan cepat menyusul langkah Daniel yang sudah hampir mencapai lift.


"Daniel!" Panggil Kyle yang akhirnya berhasil menyusul Daniel ke dalam lift.


"Aku antar!" Ucap Kyle lagi seraya mengatur nafasnya.


Daniel terlihat kacau, bisa-bisa pria ini lupa caranya mengemudi dengan benar jadi sebaiknya memang Kyle mengantarnya.


****


Setelah berjibaku dengan panasnya aspal selama hampir dua puluh menit, Kyle dan Daniel akhirnya tiba di UGD sebuah rumah sakit. Kedua anak kembar Daniel masih ditangani oleh dokter dan beberapa, sementara Thalia yang juga berada di dalam ruangan terlihat kacau.


"Maaf! Ini semua salahku!" Thalia langsung menghambur ke pelukan Daniel dan menangis tergugu.


Bisa Kyle lihat Lea dan Ryan yang mengalami beberapa luka di tubuh mereka. Sepertinya anak kembar Daniel dan Thalia itu baru saja jatuh di atas cor-coran beton.


"Aku lupa memasang rem dan tidak memperhatikan kereta Ryan dan Lea. Keretanya meluncur turun dan-" Thalia menjelaskan kronologinya pada Daniel sambil berurai airmata.


"Sudah! Jangan menangis lagi, Ryan dan Lea akan baik-baik saja!" Daniel mencoba menenangkan istrinya tersebut.


Semua luka di tubuh kecil Ryan dan Lea sudah diobati dan kedua bocah kembar itu juga langsung diperbolehkan pulang karena tidak ada luka yang serius. Namun namanya anak kecil, tetap saja keduanya langsung rewel karena mungkin mersa nyeri di sekujur tubuhnya.


Kyle sekalian mengantar keluarga kecil itu pulang ke rumah mereka. Lea dan Ryan juga tak mau turun dari gendongan kedua orang tuanya dan masih terus merengek.


"Kyle, soal kunjungan proyek di Bali," Daniel berucap pada Kyle dengan sedikit ragu karena seharusnya sore ini Daniel berangkat ke Bali untuk meninjau proyek. Namun malah ada kejadian tak terduga beginj.


"Masih saja memikirkan kunjungan proyek!" Kyle berdecak marah pada Daniel.


"Kau mau membawa anakmu yang babak belur itu ke Bali, begitu?" Cecar Kyle lagi yang tak habis pikir dengan isi otak Daniel.


"Aku akan mencari orang untuk menggantikanku," ucap Daniel cepat memberikan solusi.


"Aku sendiri yang akan pergi," sergah Kyle cepat yang langsung membuat Daniel melebarkan mata.


"Itu buka proyek main-main, itulah mengapa aku menyuruh kau yang meninjaunya. Tapi berhubung ada kejadian tak terduga ini, jadi biar aku sendiri yang pergi untuk meninjaunya," putus Kyle seraya mengusap punggung Lea yang masih berada di gendongan Daniel. Putri kecil Daniel itu sedikit merengek.


"Kau disini saja, dan rawat kedua anakmu. Tak usah datang ke kantor kalau tidak ada meeting! Kau bisa memeriksa berkas dari rumah, kan?" Pesan Kyle lagi yang langsung dijawab Daniel dengan anggukan kepala.


"Akan kupesankan tiket untukmu," tawar Daniel yang langsung membuat Kyle mengangkat tangannya.


"Berhentilah menjadi asistenku satu hari ini, dan jadi saja Papa yang baik untuk kedua anakmu! Aku akan memesan tiketku sendiri!" Sergah Kyle yang kembali berdecak.


"Aku akan pulang sekarang." Kyle menghampiri Lea yang masih merengek di gendongan Daniel.


"Hai, Cantik! Kau mau oleh-oleh apa dari Bali? Om akan pulang dua hari lagi," tanya Kyle pada putri Daniel tersebut.


Namun Lea yang masih merasakan nyeri di sekujur tubuhnya hanya menggeleng.


"Ooo, Om tahu! Lea mau baju princess, ya?" Tawar Kyle lagi namun Lea tetap menggeleng.


"Dia tidak mau apa-apa, Kyle! Berhentilah memaksanya!" Ucap Daniel memperingatkan Kyle.


"Baiklah! Aku akan pulang sekarang. Sampaikan salamku untuk Thalia, sepertinya dia sedang menidurkan Ryan," pamit Kyle akhirnya seraya menuju ke arah pintu utama rumah Daniel.


"Hati-hati, Kyle! Dan berliburlah sedikit mumpung kau ada di Bali," pesan Daniel pada sahabat sekaligus atasannya tersebut.


"Aku kesana untuk bekerja!" Jawab Kyle sebelum pria itu benar-benar meninggalkan rumah Daniel dan masuk kecdalam mobilnya.


Mobil Kyle sudah melaju meninggalkan halaman rumah Daniel.


****


Dua hari di Bali, Kyle hanya disibukkan dengan kunjungan proyek dan menemui beberapa kliennya.


Dan siang ini, Kyle baru saja menemui kliennya yang terakhir. Rencanyanya sore nanti, Kyle akan kembali pulang dan meninggalkan pulau ini. Tiket juga sudah Kyle pesan.


Kyle mengemudikan mobilnya dengan perlahan, karena ada kecelakaan yang membuat arus lalu lintas sedikit tersendat.


Beberapa orang terlihat melambaikan tangan ke arah mobil yang melintas untuk minta bantuan mengangkut korban kecelakaan yang mengalami luka ringan ke rumah sakit terdekat.


Kyle segera menghebtikan mobilnya, karena jiwa kemanusiaannya yang mendadak terketuk, melihat para korban yang merintih kesakitan.


"Masuk, Pak! Saya antar ke rumah sakit," ucap Kyle pada beberapa orang yang menolong korban kecelakaan.


Setelah ada dua korban yang naik ke mobil Kyle, segera Kyle melajukan mobilnya ke arah rumah sakit terdekat agar korban segera mendapatkan pertolongan.


Tak butuh waktu lama, dan mobil Kyle sudah tiba di depan IGD rumah sakit.


Kyle segera membantu korban kecelakaan yang ia antar masuk ke dalam IGD untuk mendapatkan pertolongan.


Setelah memastikan semuanya beres, Kyle segera bergegas meninggalkan rumah sakit. Namun baru saja, Kyle akan masuk ke dalam mobilnya, kedua netra pria itu tak sengaja menangkap sosok wanita yang mirip dengan Audrey, sedang berjalan dan menggamit lengan seorang pria yang lebih muda dari Kyle, dan wajah pria itu juga terlihat asing.


Tunggu!


Apa itu Audrey?


Kyle memperhatikan dengan seksama wanita itu dari ujung kaki hingga ujung kepala dan Kyle sedikit terkejut saat mendapati perut bulat wanita itu.


Wanita itu sedang hamil.


Tapi apa itu benar-benar Audrey?


Kyle tak jadi masuk ke dalam mobilnya dan hendak menghampiri wanita tadi, namun rupanya, wanita yang wajahnya mirip Audrey itu sudah masuk ke sebuah mobil dengan cepat bersama pria yang tadi bersamanya. Dan tak butuh waktu lama, mobil itu sudah melaju meninggalkan rumah sakit.


Kyle terdiam sejenak sebelum akhirnya pria itu kembali masuk ke dalam mobilnya dan memutuskan untuk mengikuti mobil wanita hamil yang mirip Audrey tadi.


Benarkah itu Audrey?


Atau Kyle hanya salah lihat?


.


.


.


😷😷😷😷😷😷


Terima kasih yang sudah mampir.


Dukung othor dengan like dan komen di bab ini.