
Jam makan siang.
Audrey keluar dari lift yang mengantarnya ke lantai tempat ruangan Kyle berada. Baru berjalan beberapa langkah, Audrey berpapasan dengan Daniel yang sepertinya hendak pergi makan siang.
"Hai, Audrey! Lama tidak kesini," sapa Daniel yang langsung tersenyum ke arah Audrey.
"Ya. Aku membawakan makan siang Kyle hari ini. Apa dia ada di ruangannya?" Jaeab Audrey seraya menunjukkan tas kain berisi makan siang di tangannya.
"Tadi dia bilang mau ke kantormu dan mengajakmu makan siang. Tapi sepertinya pria itu belum berangkat," ujar Daniel seraya menatap ke arah pintu ruangan Kyle yang masih tertutup rapat.
Namun sedetik kemudian pintu itu sudah terbuka, dan Kyle keluar dari ruangannya seraya menbawa kotak coklat yang tempo hari Audrey tinggalkan di apartemen Kyle.
"Itu dia! Baru mau pergi ternyata," Daniel sedikit terkekeh.
Audrey hanya mengangguk.
"Kau mau ikut bergabung dan makan siang bersama?" Tawar Audrey pada Daniel.
"Ya, sebenarnya aku sangat ingin menjadi obat nyamuk diantara kalian. Tapi aku sudah terlanjur janji pada Thalia kalau aku akan pulang dan memakan masakannya. Aku tidak mau membuat Thalia mengamuk, lalu menghancurkan rumah," tutur Daniel sedikit berkelakar. Dan tentu saja hal itu sukses membuat Audrey terkekeh.
"Sampaikan salamku untuk Kak Thalia, Lea dan Ryan kalau begitu," ucap Audrey yang masih sedikit terkekeh.
"Baiklah! Aku pulang dulu. Bye!" Pamit Daniel yang sudah setengah berlari menuju ke arah lift.
Audrey baru saja berbalik saat mendapati Kyle yang ternyata sudah berada di dekatnya.
"Kau kesini? Aku baru mau ke kantormu padahal," ujar Kyle yang sepertinya memang terkejut dengan kejutan Audrey siang ini.
"Kebetulan tadi habis bertemu klien dan meninjau lokasi acara di dekat sini, jadi sekalian saja aku mampir dan membawakanmu makan siang," Audrey menunjukkan tas kain di tangannya.
"Kebetulan juga saat aku sudah lapar. Ayo masuk ke ruanganku dannmakan diang disana!" Ajak Kyle seraya merangkul pundak Audrey.
Audrey hanya mengangguk dan segera mengikuti Kyle masuk ke dalam ruang kerjanya. Baru saja berdiri di ambang pintu, dan kelebat bayangan dirinya bersama Kyle langsung melintas di benak Audrey.
"Baa!" Audrey masuk ke ruang kerja Kyle dan mengagetkan Kyle yang sedang menerima telepon.
"Surprize!" Seru Kyle yang buru-buru menutup telepon dan bangkit dari duduknya lalu menghampiri Audrey.
"Kau kesini sendiri? Kenapa tidak meneleponku agar aku bisa menjemputmu?" Lengan Kyle sudah melingkar di pinggang Audrey dan pria itu mengecup singkat bibir Audrey yang berhiaskan lipstik warna nude.
"Kau sibuk meeting. Bagaimana mau menjemputku?" Jawab Audrey mengungkapkan alasannya.
"Aku bisa kabur kapan saja. Apalagi kalau demi istriku yang cantik, aku kabur seharian juga rasanya tak masalah," ucap Kyle dengan nada nakal.
"Mesum!" Audrey memukul dada Kyle dan segera melepaskan dirinya dari dekapan sang suami. Audrey lanjut berjalan ke sudut ruangan untuk mengambil air putih dingin dari kulkas. Sementara Kyle sudah selesai mengunci pintu ruangannya dan menutup tirai.
"Aku hanya mampir untuk menyapamu, Sayang! Aku tidak mampir untuk bercinta-"
"Kyle!" Audrey memekik karena Kyle yang sudah dengan cepat menggendongnya lalu mendaratkan tubuh Audrey ke atas sofa.
"Aku punya waktu luang sekitar satu jam. Mungkin bisa empat atau lima ronde," ucap Kyle seraya membuka kancing blazer Audrey satu persatu.
"Kau gila! Aku tidak mau!" Audrey berontak dan langsung mendorong tubuh Kyle.
Kyle tergelak lalu duduk di sofa dan mengusap betis mulus Audrey. Menyusurinya dan mengecupnya sambil terus naik ke atas.
Kyle menyibak rok yang dikenakan Audrey dan kini sudah menciumi pangkal paha Audrey.
"Kyle! Jangan gila!" Desah Audrey saat jemari Kyle sudah menyusup ke dalam underwear Audrey dan mengusap bagian intim istrinya tersebut.
"Kau belum memberiku jatah semalam. Jadi sekarang," Kyle masih memainkan jarinya di area milik Audrey. Mengusap dengan lembut lalu membuat gerakan memutar.
Oh, ya ampun!
Audrey merasa melayang dengan sentuhan lembut dari jemari Kyle.
Audrey menggigit bibir bawahnya dan mendongakkan kepalanya, seolah menikmati apa yang sedang dilakukan oleh Kyle.
"Lepaskan saja!" Kyle menarik turun underwear Audrey lalu lanjut ke celananya sendiri.
"Kyle kita sedang di kantor." Desah Audrey mengingatkan.
"Siapa yang peduli! Kau milikku sampai kapanpun!" Tegas Kyle seraya menyentak masuk ke dalam milik Audrey.
Dasar gila!
Siang-siang bolong dan di sofa kantor, Audrey dan Kyle malah bercinta dengan panas. Saling menghentak dan mencecap.
Kyle bahkan harus berulang kali menbungkam mulut Audrey karena istrinya itu yang hampir berteriak saat Kyle mempercepat gerakannya.
"Sekarang!"
"Belum! Sedikit lagi!"
"Sekarang Kyle!"
"Hampir!" Kyle menatap wajah Audrey dengan tatapan penuh cinta.
"Hampir!"
"Berhenti menggodaku!" Audrey meraih kepala Kyle dan tanpa aba-aba langsung mel*mat bibir suaminya tersebut dengan agresif. Kyle tentu saja langsung membalasnya dan tak kalah agresif. Tangan Kyle juga tak tinggal diam dan sudah bergerilya di dada Audrey.
Kyle memperdalam ciumannya pada Audrey saat Audrey meraskan milik Kyle yang kini menegang, lalu menyemburkan cairan hangat ke dalam rahimnya.
"I love you Audrey! Aku mencintaimu," bisik Kyle sebelum tubuh pria itu terkulai dan memeluk Audrey dengan erat. Menyusupkan kepalanya di ceruk leher sang istri dan menghirup aroma tubuh Audrey yang membuatnya tergila-gila.
"I love you, Kyle," gumam Audrey saat lamunannya tentang siang panas di ruangan ini beberapa bulan yang lalu tiba-tiba buyar.
Audrey mengedarkan pandangannya ke dalam ruangan Kyle dan wanita itu segera mendapati Kyle yang kini menatapnya dengan heran.
"Kau melamun, Audrey? Aku memanggilmu sejak tadi," tanya Kyle yang sudah duduk di sofa.
Kyle memanggil Audrey sejak tadi?
Kenapa Audrey tak mendengarnya sama sekali?
"Maaf, aku hanya tiba-tiba ingat dengan apa yang dulu sering kita lakuan di ruanganmu ini," jawab Audrey yang sudah menyusul Kyle untuk duduk di sofa.
Audrey membongkar tas kain yang tadi ia bawa dan mengeluarkan dua box makanan dari dalam sana.
"Kita sering melakukan apa memangnya di ruanganku? Apa kau juga sering membawakanku makan siang seperti ini?" Tanya Kyle menyelidik.
"Tidak sesering kunjunganmu ke kantorku. Tapi seminggu dua kali aku pasti datang kemari untuk mengantar makan siangmu. Lalu kita makan bersama dan mengobrol banyak hal. Lalu setelahnya-" Audrey tak jadi melanjutkan kalimatnya.
"Selanjutnya apa? Kau disini sampai sore dan menemaniku?" Tebak Kyle sok tahu.
"Ya! Jika aku sedang tidak ada pekerjaan," jawab Audrey seraya tersenyum tipis.
"Aku tak keberatan jika hari ini kau menemaniku sampai sore disini. Kita bisa menghabiskan coklat truffle ini berdua," Kyle menunjuk ke arah box coklat truffle yang juga ada di atas meja.
"Apa ini coklat yang kemarin?" Tanya Audrey sedikit ragu.
"Ya! Aku belum memakannya satupun, dan tadinya aku berniat membawanya ke kantormu agar kita bisa menikmatinya berdua," tutur Kyle menerangkan rencananya yang gagal.
Tak sepenuhnya gagal sebenarnya, karena Kyle tetap bisa makan siang bersama Audrey hari ini.
Audrey membuka penutup box coklat, lalu mengambil satu coklat dengan dengan motif garis-garis putih, yang semalam hampir dicomot oleh Kyle. Audrey menyuapkan coklat tersebut ke dalam mulut Kyle.
"Cobalah!"
Kyle segera memejamkan matanya dan merasakan coklat lumer di mulutnya.
"Ada selai stroberi di dalamnya aku rasa," ucap Kyle yang masih menikmati rasa dari coklat truffle tadi.
"Isinya penuh kejutan. Dan kita biasanya saling tebak isi di dalam coklat truffle sebelum mulai menggigitnya," cerita Audrey pada Kyle mengenang apa yang mereka lakukan pada sekotak coklat truffle ini saat Valentine kemarin.
"Jadi itu maksud dari permainan yang kau ceritakan kemarin itu!" Tebak Kyle yang akhirnya paham.
Audrey mengangguk dengan cepat.
"Nanti kita coba setelah kita menghabiskan makan siang," usul Kyle yang sebenarnya ingin langsung ditolak oleh Audrey. Namun Kyle cepat-cepat mengangkat tangannya dan minta Audrey untuk tak menolaknya.
Baiklah!
Masih Kyle yang keras kepala dan tak mau dibantah!
.
.
.
Terima kasih yang sudah mampir.
Dukung othor dengan like dan komen di bab ini.