Remember Me Please, Hubby!

Remember Me Please, Hubby!
TEKAD AUDREY



Kyle dan Audrey sudah duduk berhadapan di kursi teras. Namun keduanya masih saling diam dan seperti tak berniat memulai sebuah obrolan.


"Ingatanmu sudah kembali?" Tanya Audrey akhirnya sedikit bergumam.


"Pulanglah, Audrey!" Pinta Kyle kembali dengan nada memelas itu.


Menyebalkan!


"Aku minta maaf, jika perkataanku semalam menyinggungmu dan menyakiti hatimu," imbuh Kyle lagi yang raut wajahnya sudah berubah menjadi raut bersalah.


"Tak seharusnya aku membanding-bandingkanmu dengan Valeria atau dengan wanita manapun."


"Maaf jika sikapku begitu kekanakan," tutur Kyle seraya menundukkan wajahnya.


"Aku masih ingin disini sampai Mama dan Papa pulang," ucap Audrey yang langsung membuat raut wajah Kyle berubah kecewa.


Audrey menghela nafas sejenak.


"Kau bisa ikut menginap disini, Kyle! Kau suamiku, dan dulu kita sering menginap berdua disini," sambung Audrey yang langsung membuat Kyle mengangkat wajahnya dan sedikit berpikir.


"Aku harus ke kantor pagi ini-"


"Bajumu masih banyak yang tertinggal disini. Baju kerja juga ada beberapa," sela Audrey cepat yang langsung membuat Kyle menarik nafas lega.


Audrey sudah bangkit dari duduknya dan masuk ke dalam kamar. Kyle segera mengekori istrinya tersebut.


"Kau ke kantor WO hari ini, Audrey?" Tanya Kyle sedikit berbasa-basi pada Audrey.


Mereka berdua kini sudah tiba di depan kamar Audrey.


"Ya!" Jawab Audrey singkat seraya membuka pintu kamarnya.


Pemandangan pertama yang dilihat Kyle saat masuk ke kamar Audrey adalah, foto pernikahan mereka berdua dalam ukuran yang cukup besar. Lebih besar dari yang ada di kamar Kyle, meskipun posenya sama.


Dan foto itu juga sama dengan foto yang menjadi walpaper laptop Kyle.


Sepertinya foto yang itu benar-benar berkesan untuk Kyle dan Audrey, hingga mereka memajangnya di semua tempat.


Entahlah!


"Kau bisa mandi duluan, Kyle!" Audrey menyodorkan satu stel baju kerja pada Kyle yang masih menatap fotonya bersama Audrey.


Kyle segera mengambil baju kerja yang disodorkan oleh Audrey dan mengulas senyum ke arah istrinya tersebut.


"Terima kasih."


Kyle segera masuk ke kamar mandi yang ada di dalam kamar Audrey. Sementara Audrey pergi keluar kamar untuk mengambil sarapan di dapur. Seperti kebiasaan Audrey dan Kyle saat menginap disini, mereka akan sarapan di kamar berdua.


****


Audrey sudah selesai menyiapkan sarapan yang akan ia bawa ke kamar, saat tiba-tiba Abang Zayn memanggilnya.


"Ya! Abang mau bicara apa?" Audrey kembali meletakkan nampan ditangannya ke atas meja, dan wanita itu duduk di sebelah Abang Zayn yang sepertinya akan bicara hal serius.


"Kyle masih dikamar?" Tanya Abang Zayn sebelum mulai bicara hal penting pada Audrey.


"Dia masih mandi, Audrey rasa. Abang mau bicara apa?" Audrey mengulangi pertanyaannya.


"Begini," Abang Zayn menarik nafas panjang.


"Tadi malam aku dan Thalita sempat berdiskusi tentang amnesia yang dialami Kyle. Lalu kami memikirkan satu hal buruk, yang tentu saja kita semua tak menginginkannya."


"Hal buruk apa?" Tanya Audrey menyela penjelasan Abang Zayn.


"Ingatan Kyle yang tak pernah kembali," ujar Abang Zayn yang masih menatal serius pada Audrey yang raut wajahnya sudah berubah sendu.


"Kita semua tentu tidak mau hal itu terjadi, Audrey! Tapi tetap saja, kita tidak tahu dengan ingatan Kyle ke depannya." Jelas abang Zayn yang tetap tak membuat raut wajah Audrey berubah.


"Jadi maksud Abang, jika ingatan Kyle tidak kembali, Kyle akan lupa dengan semua memorinya bersama Audrey?" Tebak Audrey yang seakan sudah paham dengan arah pembicaraan sang abang.


Abang Zayn mengangguk samar sebelum kemudian merengkuh kedua pundak Audrey.


"Jika saat ini Kyle hanya ingat pada Kyle 22 tahun yang tergila-gila pada Valeria, maka satu-satunya jalan adalah, kau harus merebut hati Kyle kembali Audrey!"


"Apa maksudnya?" Tanya Audrey bingung.


"Kau harus membuat Kyle 22 tahun jatuh cinta kepadamu, hingga ia bisa melupakan Valeria." Abang Zayn menatap yakin pada Audrey.


"Kau pernah membuat Kyle 27 tahun jatuh cinta dan tergila-gila kepadamu, jadi sekarang kau pasti bisa melakukannya pada Kyle 22 tahun!" Sambung abang Zayn lagi masih penuh dengan keyakinan.


"Abang tahu, ini semua tidak mudah untukmu, Audrey! Tapi Abang yakin kau akan mampu melakukannya. Kau wanita yang kuat. Kau juga sangat mencintai Kyle, bukan begitu?" Abang Zayn kembali memberikan semangat untuk Audrey.


"Audrey akan mencobanya, Bang!" Audrey mengangguk-angguk seolah sedang meyakinkan dirinya sendiri.


"Audrey akan berusaha membuat Kyle jatuh cinta lagi pada Audrey!" Tekad Audrey penuh keyakinan.


Ucapan Abang Zayn memang ada benarnya.


Jika saat ini Kyle masih terus terbayang dengan masalalunya bersama Valeria, maka Audrey akan membuat Kyle bisa melupakan semua tentang masa lalunya tersebut.


Ada banyak kenangan manis di antara Audrey dan Kyle yang harus tetap Audrey jaga.


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.


Dukung othor dengan like dan komen di bab ini.