Remember Me Please, Hubby!

Remember Me Please, Hubby!
PULANG



Satu pekan berlalu.


Hari masih pagi, saat sebuah mobil masuk ke kediaman Arthur dan berhenti tepat di depan teras. Kyle turun terlebih dahulu seraya menggendong Olivia yang terbalut selimut warna pink. Lalu Audrey menyusul turun dan sedikit membenarkan selimut Olivia sebelum wanita itu menggamit lengan Kyle.


Audrey baru saja akan menekan bel saat pintu depan tiba-tiba sudah di buka dari dalam, dan Dad Nick yang berdiri di belakang pintu, mengenakan setelan baju kerja lengkap tampak terkejut melihat anak dan menantunya yang mendadak sudah pulang.


Dan mereka membawa bayi.


Apa?


Itu bayi siapa?


"Pagi, Dad!" Sapa Kyle pada Dad sambungnya tersebut.


"Pagi, Dad!" Audrey ikut menyapa Dad Nick yang masih terlihat shock.


"Pagi, Audrey. Kau pulang?" Dad Nick akhir menjawab sapaan Audrey dan segera memeluk istri Kyle tersebut.


"Nick! Kau belum pergi?" Itu suara Mom Bi yang ikut keluar dan akhirnya ikut shock melihat Kyle yang menggendong seorang bayi.


"Kyle, kau sudah pulang? Itu bayi sia-" Mom Bi semakin terkejut saat melihat Audrey yang datang bersama Kyle.


"Audrey!"


"Mom!" Audrey langsung menghambur ke pelukan Mom Bi dan memeluk erat Mom mertuanya tersebut.


"Kau baik-baik saja? Apa Kyle memaksamu untuk pulang dan mengancammu? Atau Kyle menyakitimu lagi?" Cecar Mom Bi seraya memeriksa Audrey dari atas hingga bawah.


"Kyle sudah minta maaf, Mom! Bisakah Mom berhenti mengungkit semua masalalu itu?" Protes Kyle yang merasa tak terima dengan semua pertanyaan Mom Bi pada Audrey.


Dad Nick mengambil bayi perempuan mungil yang ada di gendongan Kyle.


"Jadi, ini adalah?" Dad Nick menatap bergantian pada Kyle dan Audrey seolah minta penjelasan.


"Cucu baru Mom dan Dad!" Jawab Kyle cepat dan lugas.


Mom Bi langsung kaget dan buru-buru mendekat ke arah bayi Olivia yang kini ada di gendongan Dad Nick.


"Kita punya cucu perempuan!" Ucap Mom Bi dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


Mom Bi mengambil dengan hati-hati bayi Olivia dari gendongan sang suami.


"Wajahnya mirip Kyle," gumam Mom Bi lagi yang begitu bahagia dan tak berhenti menimang-nimang Olivia.


"Siapa namanya?" Tanya Dad Nick menatap ke arah Kyle yang kini sudah merangkul Audrey.


"Olivia," jawab Audrey dan Kyle serempak.


"Lahir satu pekan yang lalu di Pulau Bali, Dad!" Sambung Kyle menjelaskan pada Dad Nick dan Mom Bi.


"Jadi, kau di Bali tiga bulan terakhir?" Tanya Mom Bi menyelidik.


"Kyle harus menjaga Audrey, Mom!" Jawab Kyle mencari alasan.


Audrey hanya menahan tawa mendengar jawaban Kyle tentang menjaga Audrey.


Menjaga apanya?


Menguntit lebih tepatnya.


"Kyle masih kurang ajar kepadamu, Audrey?" Gantian Dad Nick yang bertanya pada Audrey.


"Tidak, Dad! Kami sudah bicara berdua, dan mengambil keputusan untuk tetap bersama. Menjadi orang tua yang lengkap untuk Olivia," jawab Audrey dengan penuh keyakinan.


Kyle mengeratkan dekapannya pada Audrey dan mengecup puncak kepala istrinya tersebut.


"Mom sendiri yang akan menghajarmu, kalau kau masih menyakiti Audrey!" Ucap Mom Bi seraya menuding pada Kyle.


"Istrimu sudah memberikanmu putri cantik yang wajahnya mirip denganmu, masih berani kamu menyakitinya?" Cecar Mom Bi sekali lagi masih menatap tegas pada Kyle.


"Tidak akan, Mom! Kyle berjanji tidak akan menyakiti Audrey lagi, dan akan menjadi suami yang baik untuk Audrey serta papa yang baik untuk Olivia," jawab Kyle tegas dan bersungguh-sungguh.


Olivia sudah mulai menggeliat-menggeliat di gendongan Mom Bi.


"Mom rasa, Olivia sudah haus," Mom Bi memberikan Olivia pada Audrey.


"Panggilannya Via, Mom!" Jelas Kyle pada sang Mom yang hanya mengangguk.


"Susui saja di kamar agar kau nyaman, Audrey!" Saran Mom Bi yang langsung membuat Audrey mengangguk.


Audrey membisikkan sesuatu pada Kyle sebelum wanita itu membawa Olivia ke kamar.


"Nanti aku bawakan ke kamar," ucap Kyle menjawab bisik-bisik dari Audrey.


"Ada apa? Apa yang mau dibawa ke kamar?" Tanya Mom Bi bingung.


"Audrey lapar, Mom! Jadi Kyle akan membawakannya makanan ke kamar," jelas Kyle seraya merangkul pundak Mom Bi.


****


"Masih sakit?" Tanya Kyle yang sudah mulai menyuapi Audrey yang sedang menyusui Olivia.


"Apanya?"


"Itu!" Kyle menunjuk ke arah payudara Audrey yang masih dihisap oleh Olivia.


Kemarin Audrey mengeluh sakit karena ujungnya sakit dan sedikit lecet.


"Sudah mendingan dan tak sesakit kemarin. Kata Mama, nanti akan lentur dengan sendirinya dan tak akan sakit lagi jika rajin menyusui," jelas Audrey yang hanya membuat Kyle manggut-manggut.


"Via sudah tidur lagi. Bisakah kau menyiapkan tempatnya?" Pinta Audrey sedikit memohon pada Kyle.


Kyle segera bangkit berdiri dan menyusun bantal serta guling di atas tempat tidur untuk Olivia.


"Nanti Via akan punya kamar sendiri di bawah, kita juga akan pindah ke lantai bawah nanti," ucap Kyle memaparkan rencananya bersama Mom Bi tadi.


Rencananya hari ini memang Mom Bi akan langsung belanja semua perlengkapan bayi untuk Olivia dan sekalian menyiapkan kamar untuk putri Kyle adn Audrey tersebut.


"Sudah siap! Biar aku yang memindahkannya," Kyle mengambil Olivia dari pangkuan Audrey dan segera memindahkan putrinya itu ke atas tempat tidur. Sedangkan Audrey lanjut menghabiskan makanan di piringnya yang hanya tinggal sedikit.


"Kau tidak ikut tidur?" Tanya Audrey pada Kyle yang sudah kembali duduk di sofa dan menemani Audrey.


"Kau juga tidak tidur. Kenapa aku harus tidur?" Kyle memainkan jarinya di pundak Audrey.


"Aku baru selesai makan. Jadi tidak boleh tidur!" Jawab Audrey yang sudah bangkit berdiri dan hendak membawa piringnya keluar kamar. Namun Kyle mencegah dengan cepat dan menarik tubuh Audrey agar kembali duduk.


Kyle menarik Audrey ke dalam dekapannya dan menghirup aroma tubuh istrinya tersebut.


Kyle mengecup leher dan tengkuk Audrey berulang kali hingga membuat Audrey kegelian.


"Kita masih belum bisa melakukannya, Kyle!" Audrey sudah berbalik dan merangkulkan lengannya ke leher sang suami.


"Aku tahu," Kyle menyandarkan kepalanya di pundak Audrey dan merasa sedikit frustasi.


"Seharusnya aku langsung menemuimu saja saat di Bali itu, jadi aku tak perlu menahannya selama ini," Kyle seolah sedang menertawakan kebodohannya sendiri.


Audrey menangkup wajah Kyle dan mengecup singkat bibir suaminya tersebut.


" Jangan mulai, Audrey! Ciumanmu selalu membuatku bergairah dan aku jadi ingin menyentuhmu," Kyle berdecak frustasi.


"Seperti ini?" Audrey langsung menindih Kyle dan menciumi bibir suaminya itu dengan penuh semangat. Kyle tentu saja ikut bersemangat dan segera membalas ciuman Audrey.


"Bagaimana kita akan melakukannya setelah ini? Aku tidak mungkin menyakitimu," Kyle bertanya dengan wajah frustasi.


"Kau tidak akan menyakitiku! Tapi aku akan membantumu menuntaskannya," Audrey tersenyum nakal ke arah Kyle dan menggigit bibir bawahnya. Wanita itu menarik tubuh Kyle agar duduk dan bersandar di sofa lalu Audrey bersimpuh di depan Kyle dan membuka kancing celana yang Kyle kenakan.


"Aku akan mengunci pintu kamar dulu!" Ucap Audrey yang sudah bangkit berdiri dengan cepat dan segera mengunci pintu kamar.


Audrey sudah kembali menghampiri Kyle yang masih duduk dan bersandar di sofa. Wanita itu kembali bersimpuh di depan Kyle, lalu lanjut membuka celana Kyle yang tadi baru ia buka kancingnya.


"Kau yakin akan melakukannya?" Tanya Kyle merasa ragu.


"Aku akan berhenti jika kau tak setuju. Aku tidak akan memaksamu, oke! Aku hanya ingin membantumu menuntaskannya," jawab Audrey diplomatis.


"Bangunlah, Sayang!" Kyle membantu Audrey untuk bangun dari bersimpuh. Lalu membawa istrinya itu ke atas pangkuannya


"Kau tidak mau?" Tanya Audrey seraya menatap pada Kyle.


"Aku masih bisa menahannya hari ini. Tapi besok jika aku menginginkannya, aku akan memberitahumu," jawab Kyle yang langsung membuat Audrey mengangguk paham.


"Aku hanya ingin mendekapmu sekarang," ucap Kyle lagi yang sudah menyusupkan kepalanya di dada Audrey.


"Dan menghirup aroma tubuhmu," sambung Kyle sekali lagi.


Audrey hanya diam dan wanita itu memilih untuk balas mendekap Kyle dengan erat.


.


.


.


Sampai lupa caranya bikin adegan nganu Kyle - Audrey 😂😂


Aku cepetin aja timingnya, ya!


Kasihan Babang Kyle kalo nahan-nahan terus. Bisa jerawatan satu muka nanti 😂😂


Terima kasih yang sudah mampir.


Dukung othor dengan like dan komen di bab ini.