Remember Me Please, Hubby!

Remember Me Please, Hubby!
PANTAI



Matahari sudah bergulir ke arah barat, saat Audrey selesai menata dan membereskan barang-barang bawaannya. Kyle sendiri tak terlihat batang hidungnya sejak selesai makan siang tadi entah kemana perginya pria itu.


Audrey yang merasa sedikit gerah setelah beres-beres, memilih untuk mandi dulu saja sebelum pergi mencari dimana Kyle.


Selang lima belas menit, Audrey sudah selesai mandi, dan Kyle belum juga pulang ke rumah.


Tidak mungkin Kyle tersesat.


Kyle sudah hafal pulau ini karena dia sudah berkunjung kesini sejak kecil.


Aneh sekali!


Audrey keluar menuju teras dan hanya mengenakan dress putih tipis, yang menampakkan dengan jelas baju dalamnya. Rambut Audrey yang basah juga ia biarkan tergerai, dan sedikit berkibar tertiup angin yang cukup kencang sore ini.


Audrey menuruni undakan reras seraya mengedarkan pandangannya ke sekitar rumah dan segera mendapati Kyle yang sedang tertidur pulas di hammock samping rumah.


Bergegas Audrey menghampiri suaminya tersebut.


Mata Kyle masih teroejam rapat, bibir pria itu menyunggingkan sebuah senyuman seakan Kyle sedang bermimpi indah sekarang. Tangan Audrey refleks terulur dan membelai wajah Kyle yang kini ditumbuhi oleh jambang tipis, yang sedikit membuat geli saat suaminya ini menciumi wajah dan tubuh Audrey.


Baru sebentar tangan Audrey mengusap wajah Kyle, tangan pria itu tiba-tiba sudah terangkat dan menggenggam erat tangan Audrey. Terang saja hal itu membuat Audrey jadi tersentak kaget. Mata Kyle juga langsung terbuka dan pria itu terlihat menatap bingung ke arah Audrey.


"Aku dimana?" Tanya Kyle dengan suara serak khas orang bangun tidur.


"Di atas hammock, disamping rumah satu-satunya yang ada di pulau Dad," jawab Audrey jelas dan lengkap.


"Kau sudah mandi? Kenapa rambutmu basah?" Tanya Kyle seraya meraup rambut Audrey yang masih basah dan sedikit berkibar tertiup angin.


"Ya, aku sedikit gerah setelah beberes tadi. Jadi aku pergi mandi," jawab Audrey menjelaskan.


Kyle memindai penampilan Audrey dan dress tipisnya. Pria itu tersenyum miring, seakan bisa menangkap maksud Audrey memakai dress seperti itu di depannya.


"Apa kau selalu memakai dress seperti ini selama kita berbulan madu dulu?" Tanya Kyle penasaran. Pria itu sudah nengubah posisnya menjadi duduk di atas hammock.


"Kau yang memintanya." Jawab Audrey jujur.


"Aku benar-benar pria mesum berarti, ya," gumam Kyle menertawakan dirinya sendiri.


Pria itu segera turun dari atas hammock dan melingkatkan lengannya di pinggang Audrey.


"Jadi, apa yang kita lakukan selama satu pekan di pulau? Bercinta setiap hari?" Tanya Kyle penasaran.


"Pergi ke pantai, berenang, ke ladang di bawah bukit untuk mencari pisang yang matang, mengumpulkan rumah kerang, berbicara tentang arti kehidupan, lalu pergi ke dermaga tengah malam untuk berenang." Tutur Audrey panjang lebar menjelaskan pada Kyle yang kini sibuk mrmainkan bibirnya di leher dan tengkuk Audrey.


"Lalu apa lagi?" Tanya Kyle seraya menatap ke dalam netra hazel milik Audrey.


"Mendirikan tenda dan berkemah di luar saat malam sedang cerah. Menyalakan api unggun dan membakar jagung-"


"Lalu bercinta setelahnya di bawah naungan langit malam dan taburan bintang-bintang di angkasa," sela Kyle melanjutkan kalimat Audrey seraya mengecup bibir Audrey.


"Karena hanya ada kita berdua di pulau ini. Dan pulau ini hanya milik kita setiap bagiannya," gumam Audrey melanjutkan kalimat Kyle dan membalas kecupan bibir Kyle yang mendesak.


"Apa au pernah mengatakan kalau bibirmu adalah sebuah candu sebelum aku hilang ingatan?" Tanay Kyle di sela-sela ciumannya bersama Audrey.


"Kau mengatakannya setiap waktu," jawab Audrey dengan nafas yang terengah.


"Gazebo di tepi pantai. Apa itu masih ada?" Tanya Kyle tiba-tiba yang suadh melepaskan pagutannya pada bibir Audrey.


"Ini masih terlalu terang, Kyle! Akan terlihat jelas saat ada kapal yang melintas jika kita-" Audrey tak jadi melanjutkan kalimatnya.


"Kita bisa berenang dulu di pantai. Atau berpagutan hingga hari gelap," Kyle kembali mencecap bibir Audrey.


"Ayo!" Kyle sudah menarik tangan Audrey dan setengah berlari menyusuri jalan setapak yang menyeberangi hutan dan menuju ke pantai berair bening dan berpasir putih yang ada di sisi lain pulau.


Pantai paling indah yang pernah Audrey lihat.


"Lepaskan gaunmu!" Kyle menarik lepas gaun tipis Audrey melewati kepala, dan kini menyisakan baju dalam two piece yang membalut tubuh Audrey.


Kyle sendiri juga sudah menanggalkan kemejanya dan celana selututnya, menyisakan sebuah celana boxer ketat yang membalut bagian bawah tubuhnya.


"Ayo, Audrey!" Kyle tersenyum pada Audrey dan mengulurkan tangannya, meminta Audrey untuk meraihnya.


Audrey segera meraih tangan Kyle dan pasangan suami istri itu turun ke dalam air menerjang ombak yang bergulung-gulung di sore ini.


Angin laut langsung menerpa wajah Audrey dan Kyle namun mereka berdua terlihat begitu menikmati dan semakin asyik bermain-main di pantai, hingga matahari terbenam di garis cakrawala.


Langit sudah mulai gelap, saat Kyle membopong Audrey di pundaknya, dan mendaratkan tubuh istrinya tersebut dengan lembut ke atas gazebo. Masih dengan tubuh yang basah oleh air laut, Kyle kembali mencecap bibir Audrey, lau turun ke dagu, ke leher, dan terus turun ke dada Audrey.


Kyle menyibak bra Audrey dengan hati-hati, sebelum melahap kedua gundukan di dalamnya dengan begitu lembut.


Sangat berbeda dengan sikap Kyle di kantor Audrey tempi hari yang bermain dengan kasar, sore ini Kyle berrmain dengan sangat lembut hingga Audrey bisa menikmati setiap sentuhan yang diberikan oleh Kyle di setiap jengkal tubuhnya.


"Bukan hanya bibirmu, Audrey! Taoi setiap jengkal tubuhmu adalah sebuah candu untukku," ucap Kyle saat pria itu mulai menyentak masuk ke dalam milik Audrey.


Begitu hati-hati dan perlahan, hingga Audrey bisa merasakan tubuhnya yang dibuai melayang, dan seakan terbang ke awang-awang.


Kyle memulai pergerakan lembutnya, dan Audrey ikut bergerak seirama dengan gerakan yang dilakukan oleh Kyle.


Bagaikan dua sejoli yang sedang dimabuk asmara, desahan Kyle dan Audrey saling bersahutan dan segera tenggelam oleh suara deburan ombak dipantai.


Angin malam mulai bertiup dan menimbulkan hawa dingin. Tapi tidak bagi Audrey dan Kyle yang kini sedang bertukar peluh dan panas dalam tubuh mereka, hingga akhirnya dua tubuh itu saling mengejang dan mencapai puncak bersamaan.


Audrey segera melesakkan kepakanya di dada Kyle dan mendekap erat tubuh suaminya tersebut, seakan baru saja menemukan Kyle-nya yang selama ini menghilang.


"Aku mencintaimu, Kyle!"


.


.


.


Aku mencintaimu ferguso 😩😩


Terima kasih yang sudah mampir.


Dukung othor dengan like dan komen di bab ini.