Remember Me Please, Hubby!

Remember Me Please, Hubby!
KEBINGUNGAN KYLE



Mama Hanni dan Papa Hans baru meninggalkan rumah Tante Viola saat langit sudah gelap. Kedua orang tua Audrey tersebut rencananya akan beristirahat saja di hotel dan pulang besok pagi-pagi.


Audrey langsung kekuar dari kamar, sesaat setelah mobil yang membawa Papa Hans dan Mama Hanni melaju pergi.


"Lapar," keluh Audrey yang langsung membuka kulkas, dan mengambil buah peach serta es krim greentea-nya.


"Kenapa harus pakai acara ngumpet segala, Audrey? " tegur Om Alex pada Audrey yang masih menyendoki es krimnya.


"Audrey masih ingin disini, Om!" Jawab Audrey yang sebenarnya juga bingung. Kenapa ia harus bersembunyi dari papa dan mamanya serta menyembunyikan kehamilannya.


Tapi Audrey masih takut kalau ia memberitahukan keberadaan dirinya pada Mama dan Papa, maka akan semakin banyak yang tahu juga, dan kekuarga Arthur juga akan bisa tahu.


Audrey masih belum siap bertemu Kyle, meskipun kini Audrey merindukan suaminya tersebut.


"Kau bisa tinggal disini sampai kapanpun, Audrey! Tapi setidaknya beritahukan keberadaanmu pada Mama dan Papamu agar mereka tak khawatir!" Nasehat Om Alex bijak.


"Om kamu benar, Audrey! Kau belum menelepon mereka lagi, kan?" Timpal Tante Viola yang ikut-ikutan menasihati Audrey. Om dan Tante Audrey tersebut kini sudah duduk bersebelahan di depan Audrey seperti dua orang tua yang sedang menasihati anaknya.


"Baiklah, Om dan Tante! Nanti Audrey akan menelepon Mama dan Papa dan memberi tahu mereka kalau Audrey baik-baik saja sekarang," putus Audrey akhirnya membuat janji pada Om Alex dan Tante Viola.


****


"Aku hamil!"


"Aku terlambat beberapa hari, lalu aku melakukan test dan hasilnya ternyata dua garis."


"Aku hamil!"


Kyle terbangun tengah malam dan menatap bingung ke sekeliling tempat tidurnya. Hanya ada kegelapan dan cahaya yang berasal dari televisi besar di depannya yang masih mempertontonkan video pernikahan Kyle dan Audrey yang memang Kyle putar berulang-ulang tadi sebelum Kyle tertidur.


Dan lagi-lagi adegan yang muncul di video adalah adegan saat Audrey dan Kyle selesai membacakan sumpah pernikahan mereka. Lalu Kyle mengecup bibir Audrey dengan begitu dalam, dan wajah Audrey yang langsung bersemu merah.


Kyle tersenyum simpul melihat semua adegan mesranya bersama Audrey tersebut, lalu pria itu meraih remote televisi dan mematikan layar empat puluh dua inchi tersebut.


Kyle mengusap wajahnya sendiri, lalu meraih gaun tidur Audrey yang berada di sisinya. Gaun tidur berwarna putih yang Kyle temukan di kamar mandi beberapa bulan yang lalu, setelah kepergian Audrey.


Saat itu masih ada aroma khas Audrey yang tertinggal di gaun tidur tersebut. Namun kini aroma itu sudah menguap pergi bersama dengan rasa rindu Kyle pada Audrey yang semakin menggunung.


Kapan kau pulang, Audrey?


Kau ada dimana sebenarnya?


Kyle beranjak dari atas tempat tidurnya dan keluar dari kamar. Tanpa suara, Kyle menuruni tangga menuju ke dapur, lalu mengambil air minum untuk membasahi tenggorokannya yang terasa kering. Kyle lanjut mengambil es krim greentea-nya dan duduk sendirian di minibar dapur, seraya menikmati es krimnya dalam diam.


Ingatan pria itu melayang ke pesan seorang psikiater yang ia temui beberapa waktu yang lalu.


"Hanya kau yang bisa mengendalikan pikiranmu sendiri, Kyle!"


"Jika kau ingin fokus pada Audrey dan semua ingatanmu tentang pernikahanmu, maka kau harus meninggalkan semua hal yang berkaitan dengan masalalumu!"


"Tapi aku masih sering bermimpi tentang masalaluku. Tentang Valeria,"


"Mimpimu dipengaruhi oleh isi pikiranmu. Selama kau masih berpikir tentang Valeria, maka kau akan terus bermimpi tentang masalalumu."


Nasehat tersebut seakan menohok hati Kyle.


"Jika kau bermimpi tentang Valeria, segera lupakan saat kau bangun. Tak perlu lagi kau ingat-ingat atau kau pikirkan. Sibukkan saja pikiranmu dengan hal lain. Maka malam selanjutnya kau akan bermimpi hal lain, dan bukan tentang Valeria lagi."


Ya, nasehat psikiater itu ada benarnya. Karena setelah konsultasi Kyle hari itu, Kyle terus menyibukkan pikirannya dengan pekerjaan di kantor serta semua video tentang dirinya dan Audrey. Kyle sengaja memutar video pernikahannya berulang-ulang agar pikirannya semakin tertuju pada Audrey.


Dalam mimpi itu, Kyle seperti berada di sebuah pesta. Lalu Audrey yang mengenakan gaun pesta warna hitam wajahnya terlihat murung. Dan Kyle hanya menatap Audrey dari kejauhan seperti orang asing yang tidak saling mengenal.


Namun Kyle tak berhenti menatap pada Audrey yang tetap murung sepanjang acara dan wanita itu terlihat tertekan.


Aneh!


Lalu di adegan selanjutnya, Kyle yang memegang minuman di tangannya tak sengaja bertubrukan dengan Audrey yang juga memegang gelas berisi minuman yang akhirnya sedikit tumpah di tuksedo Kyle.


"Aku benar-benar minta maaf," ucap Audrey yang suaranya sedikit tergagap dan sikapnya kaku sekali pada Kyle. Wajah Audrey juga murung.


Kenapa Audrey murung?


Kyle masih memikirkan mimpinya tentang Audrey saat obrolannya bersama Audrey di dalam bathtube saat mereka sedang di Pulau kembali berkelebat di benak Kyle.


"Kapan pertemuan pertama kita?" Tanya Kyle pada Audrey.


Audrey tak langsung menjawab dan sedikit mengingat-ingat.


"Saat pertunangan Abang Zayn aku rasa," jawab Audrey seraya mengendikkan bahunya.


"Seseorang mengenalkan kita? Atau aku yang menyapamu terlebih dahulu?" Tanya Kyle menerka-nerka.


"Aku tak sengaja menabrakmu dan menumpahkan minuman di tuksedo mahalmu," jawab Audrey menyangkal kedua tebakan Kyle.


"Kau pasti berjalan sembari melamun, sampai bisa menabrakku."


Mungkinkah mimpi Kyle seminggu terakhir adalah pertemuan pertamanya denagn Audrey di pesta pertunangan Abang Zayn?


Tapi kenapa Audrey terlihat murung?


Kenapa Audrey terlihat sedih?


Jika di runut waktu kejadiannya, saat pertunangan Abang Zayn sepertinya Audrey belum berpisah dari suami pertamanya.


Apa itu yang membuat Audrey sedih?


Apa memang yang sudah dilakukan suami pertama Audrey hingga Audrey terlihat begitu sedih?


Apa yang dilakukan Kyle sekarang juga sama seperti yang pernah dilakukan oleh mantan suami Audrey dulu?


Kyle masih berperang dengan pikirannya sendiri, saat sebuah teguran menyebtak lamunan Kyle.


"Bang, belum tidur?"


.


.


.


Mengurai benang ruwet dulu.


Otaknya othor ikutan ruwet.


Terima kasih yang sudah mampir.


Dukung othor dengan like dan komen di bab ini.