
Audrey dan Kyle masih saling menatap dengan tubuh polos masing-masing yang kini berada di dalam bathtube yang penuh dengan busa sabun.
"Kapan pertemuan pertama kita?" Tanya Kyle yang akhirnya memecah kebisuan di antara dirinya dan Audrey.
Audrey tak langsung menjawab dan sedikit mengingat-ingat.
"Saat pertunangan Abang Zayn aku rasa," jawab Audrey seraya mengendikkan bahunya.
Audrey sebenarnya juga tak terlalu ingat pertemuan pertamanya dengan Kyle. Karena adegan pertemuan mereka selalu saja sama dan berulang. Saling menabrak dengan tak sengaja.
"Seseorang mengenalkan kita? Atau aku yang menyapamu terlebih dahulu?" Tanya Kyle menerka-nerka.
"Aku tak sengaja menabrakmu dan menumpahkan minuman di tuksedo mahalmu," jawab Audrey menyangkal kedua tebakan Kyle.
"Kau pasti berjalan sembari melamun, sampai bisa menabrakku," tebak Kyle lagi yang kali ini langsung dijawab Audrey dengan sebuah anggukan meskioun senyuman di bibjr Audrey sedikit pudar.
Mengingat pertemuan pertamanya dengan Kyle, membuat Audrey kembali mengingat malam saat ia berdebat dengan Papa Hans di pertunangan Abang Zayn.
Pernikahannya dengan Will yang kala itu diambang kehancuran, membuat Audrey kerap melamun.
Namun kini, Audrey tak akan membiarkan pernikahannya dengan Kyle kembali runtuh begitu saja. Audrey akan tetap mempertahankan mahligai pernikahannya kali ini.
"Kita langsung berkenalan saat itu?" Tanya Kyle lagi masih membahas pertemuan pertamanya dengan Audrey.
"Tidak! Kau masih menjadi kekasih Valeria saat itu, jadi aku hanya minta maaf, dan pergi begitu saja sari hadapanmu," jawab Audrey seraya meringis karena dirinya yang krmbali harus menyebut nama Valeria.
"Aku masih bingung dan tak mengerti awal kandasnya hubunganku dengan Valeria. Kami baik-baik saja sejak awal menjalin hubungan. Tapi kenapa Vale bisa begitu cepat berpaling dan jatuh cinta pada pria lain," tutur Kyle penuh tanya yang sontak membuat Audrey menghela nafas kasar.
Ya ya ya!
Salah Audrey karena menyebut nama Valeria tadi.
Dan sekarang Kyle akan mulai membahas tentang mantan kekasihnya tersebut, lalu meratapi hubungannya bersama Valeria yang sudah kandas.
"Aku juga tidak tahu detailnya, Kyle. Tapi saat itu kau hanya bercerita kepadaku kalau Vale hilang dan kau beserta keluarga Vale sedang berusaha mencari keberadaan Vale. Jadi kau minta padaku agar pernikahan kalian berdua ditunda," terang Audrey yang akhirnya menjelaskan kronologi kejadian kala itu.
Apa Vale tidak menceritakan semuanya secara detail pada Kyle saat mereka bertemu di kediaman Rainer waktu itu?
"Kau yang mengurus pernikahanku dengan Vale yang batal itu?" Tanya Kyle seraya mengangkat kedua alisnya.
"Ya! Semuanya aku yang mengurus dan mengatur. Termasuk saat mempelai prianya mendadak berganti," Audrey sedikit terkekeh kali ini karena kembali ingat saat timnya yang kalang kabut mengganti beberapa dekorasi di acara pernikahan Vale.
"Aku melepaskan Vale di detik terakhir?" Tanya Kyle masih setengah percaya.
"Aku juga tidak tahu apa yang kau pikirkan saat itu, Kyle. Semua orang mungkin juga tak paham sama seperti diriku. Kau memilih bungkam setelahnya dan membaur dengan tamu lain seolah tak terjadi apa-apa," tutur Audrey lagi menjelaskan pada Kyle.
"Lalu kapan aku mulai dekat denganmu? Setelah acara pernikahan?" Cecar Kyle merasa bingung.
Namun Audrey menggeleng cepat.
"Tiga atau empat bulan setelah pernikahan Vale, kau tiba-tiba datang ke kantorku dan meminta EO milikku mengatur acara di Arthur Company," cerita Audrey yang langsung membuat Kyle mengernyit bingung.
"Aku bisa meminta tolong Daniel. Kenapa aku harus datang sendiri ke kantormu?"
"Aku juga tidak tahu. Kau selalu datang sendiri menemuiku setiap kali perusahaanmu akan mengadakan acara. Alasanmu saat itu adalah agar kau bisa membicarakan konsep acara secara mendetail denganku." Tutur Audrey menirukan alasan yang pernah dikemukakan Kyle kala itu.
"Dan mungkin agar aku bisa menggodamu," sahut Kyle sedikit terkekeh.
Audrey ikut terkekeh.
"Sepertinya aku adalah pria yang romantis saat itu," gumam Kyle menerka-nerka.
"Kau masih romantis hingga kini, Kyle!" Tukas Audrey meyakinkan Kyle.
"Mesum pada istri sendiri, apa masalahnya?" Pendapat Audrey seraya mengendikkan bahu.
Kyle menatap pada istri agresifnya tersebut. Sudah berulang kali Kyle menyentuh dan mencumbunya, namun rasa penasaran dalam diri Kyle malah semakin menjadi dan menggebu-gebu setiap ia menatap Audrey seperti ini.
Entah ada apa dengan Kyle sebenarnya?
"Sebaiknya kita sudahi acara berendam kita, Kyle!" Audrey sudah bangkit berdiri dari dalam bathtube tanpa rasa malu sedikitpun pada Kyle, meskipun kini tubuh polosnya terpampang sangat nyata.
"Langit malam ini sepertinya akan cerah. Bagaimana kalau kita membakar jagung di luar," usul Audrey selanjutnya yang sudah menyalakan shower dan mengguyur tubuhnya dengan air yang mengalir dari shower.
Kyle hanya ternganga menyaksikan semua pemandangan itu.
"Membakar jagung hingga tengah malam, lalu lanjut ke dermaga untuk berenang seperti ceritamu waktu itu," Kyle sudah ikut keluar dari dalam bathtube, dan berdiri di depan Audrey. Melingkarkan lengannya dipinggang Audrey dan membiarkan air dari dalam shower mengguyur tubuh polosnya dan juga tubuh polos Audrey.
"Bagaimana?" Tanya Kyle sekali lagi meminta persetujuan pada Audrey yang sedang sedang mengerjap-ngerjapkan matanya, mungkin karena merasakan gesekan antara kulitnya dengan kulit Kyle yang sama sekali tak berpenghalang.
"Baiklah, aku setuju," jawab Audrey sedikit tergagap sebelum kemudian Kyle meraup bibir merekahnya.
Acara berendam bersama yang sudah berakhir, nyatanya tak benar-benar berakhir karena kini Audrey dan Kyle malah melanjutkan acara mereka dengan saling memandikan dan mengusapkan sabun ke setiap lekuk tubuh masing-masing.
****
Malam menjelang.
Seperti tebakan Audrey, langit malam ini memang cerah.
Kyle sudah selesai mengumpulkan kayu bakar dan kini pria itu sedang menata kayu-kayu tersebut untuk membuat api unggun.
Audrey yang sudah selesai mengupas jagung dan membuat bumbu segera ikut bergabung bersama Kyle.
Audrey menggelar alas piknik tak jauh dari kayu bakar yang sudah disusun Kyle dan hanya melihat ke arah Kyle yang masih berusaha untuk membuat api menyala.
"Huh, akhirnyanya!" Kyle bersorak senang saat api yang ia buat berhasil menyala. Audrey segera mengoleskan bumbu pada jagung dan mulai membakarnya.
Kyle mengambil posisi di sebelah Audrey dan ikut membakar jagungnya yang sudah disiapkan oleh Audrey.
"Dua saja cukup," ucap Audrey meminta pendapat Kyle.
"Cukup untukku dan kau tidak akan kebagian," jawab Kyle tertawa renyah.
"Baiklah, Tuan tukang makan! Kita akan membakar lima dan kau yang akan menghabiskannya nanti!" Audrey menuding ke arah Kyle dan kembali mengambil jagung, lalu mengoleskan bumbu dan membakarnya.
Ada lima jagung sekarang yang berjajar di atas perapian.
"Nanti aku suapi, agar kau ikut menghabiskannya," ucap Kyle yang kembali melempar tatapan menggoda pada Audrey.
Audrey hanya geleng-geleng kepala dan tangannya dengan cekatan membolak-balik jagung agar matang merata.
.
.
.
Jadi pengen jagung bakar 😅
Beli jagung dulu ke pasar, sebelum jalannya dipalang sama satpol PP
Terima kasih yang sudah mampir.
Dukung othor dengan like dan komen di bab ini.