Remember Me Please, Hubby!

Remember Me Please, Hubby!
SALAH



Kyle memandangi ombak yang bergulung-gulung di hadapannya. Pria itu masih duduk diatas hamparan pasir putih, sambil menekuk lutut dan memeluknya dengan kedua tangan.


Setelah perdebatannya dengan Valeria tadi, Kyle langsung menaiki mobilnya dan memacunya tanpa arah dan tujuan hingga akhirnya ia malah sampai di pantai yang indah ini. Kyle mendadak jadi ingat pada Audrey saat menatap gulungan ombak di depannya.


Bayangan Audrey yang hanya mengenakan baju renang two piece dan bermain-main dengan ombak hingga tubuhnya basah kuyup menari-nari di benak Kyle.


Kyle tidak tahu dengan otak dan pikirannya sendiri yang begitu labil.


Sebentar - sebentar memikirkan Valeria.


Sebentar - sebentar memikirkan Audrey.


Kenapa Kyle tidak bisa fokus pada satu wanita saja?


Siapa sebenarnya yang Kyle cintai?


Audrey atau Valeria?


Tapi Valeria sudah menikah dengan Arga. Jadi Kyle seharusnya tidak mencintai wanita yang sudah menjadi istri pria lain.


Sedangkan Audrey adalah istri sah Kyle, jadi tidak ada masalah jika Kyle mencintai Audrey dan jatuh cinta pada istrinya itu. Lalu menapa Kyle malah di tempat ini dan mengganggu rumah tangga Valeria sekarang?


Apa yang sebenarnya ada di pikiran Kyle?


Mimpi buruk tentang Vale?


Tapi Vale baik-baik saja, sebelum Kyle mengajaknya berdebat dan malah membuat wanita itu jadi menangis tak karuan.


Kyle masih menatap ke arah gulungan ombak dan ke arah orang-orang yang berkunjung ke pantai ini. Tak banyak wisatawan yang datang. Mungkin karena letaknya yang terpencil hingga tak banyak orang yang tahu. Atau mungkin karena ini bukanlah hari libur?


Kyle masih betah berlama-lama menikmati ombak hingga matahari turun di garis cakrawala dan menciptakan semburat oranye khas senja


Begitu indah!


Langit sudah berubah gelap, saat Kyle meninggalkan kawasan pantai dan kembali ke rumah Arga. Mungkin Kyle akan bicara pada Vale dan minta maaf.


****


Vale sudah selesai menidurkan Ezra dan Vaia yang juga tidur cepat malam ini karena tadi siang bocah tujuh tahun tersebut tidak mau tidur siang. Vale pergi ke dapur untuk menemui Arga yang sejak siang sikapnya begitu dingin ke Vale.


"Kau mau makan lagi, Arga?" Tanya Vale seraya mengusap punggung dan pundak Arga.


Namun Arga sedikit menepisnya dan kembali menyesap kopi di cangkirnya sebelum menjawab pertanyaan Vale.


"Jangan minum kopi terlalu banyak-"


"Apa dia masih mengharapkanmu, Vale?" Tanya Arga tiba-tiba yang kini sudah mebatap pada Vale dan menuntut jawaban dari Vale.


"Dia, dia siapa?" Vale balik bertanya dan sedikit tergagap.


"Tidak usah pura-pura. Oke!" Sergah Arga berdecak frustasi.


"Dia memang masih mengharapkanmu. Kau cinta pertamanya, dan dia lebih segala-galanya ketimbang aku," Arga membuang nafas dengan kasar.


"Arga, dia sedang hilang ingatan!" Sergah Vale yang seolah membela Kyle.


"Lalu?"


"Apa karena dia hilang ingatan lalu dia bisa seenaknya memeluk-meluk kamu, menggenggam tanganmu, mendekatimu dan menjadi kekasihmu lagi? Begitu?" Cecar Arga dengan nada yang sudah mulai meninggi.


"Apa kau diam-diam juga masih menyimpan perasaan kepadanya? Masih mencintainya?" Cecar Arga sekali lagi yang langsung membuat Vale berurai airmata.


"Aku sudah tidak menyimpan perasaan apapun kepadanya, Arga! Aku hanya mencintaimu!" Vale sudah merengkuh pundak Arga ydan berucap dengan sungguh-sungguh.


"Apa kau mau ikut pulang bersamanya. Lalu meninggalkan aku, Vaia, dan Ezra?" Tanya Arga lagi dengan nada yang terdengar frustasi.


Namun Vale menggeleng dengan cepat.


"Aku hanya mencintaimu Arga! Percayalah kepadaku!" Vale yang berurai airmata sudah ganti menangkup wajah Arga dan berusaha meyakinkan suaminya tersebut.


"Aku hanya mencintaimu. Aku juga menyayangi Vaia dan Ezra. Jadi aku tak akan kemana-mana. Aku akan tetap disini bersama kalian bertiga. Tolong percayalah, Arga!"


"Tolong percayalah!"


"Aku hanya mencintaimu!" Ucap Valeria tanpa henti dengan airmata yang terus bercucuran.


Arga yang matanya juga sudah berkaca-kaca segera bersimpuh dan memeluk Valeria.


"Aku percaya, Sayang! Aku percaya," gumam Arga seraya memeluk erat Valeria.


"Aku mencintaimu, Arga," gumam Valeria lagi seraya menggenggam erat tangan Arga. Dan suaminya itu hanya mengangguk-angguk lalu kembali memeluk Vake dengan erat.


"Aku hamil," ucap Vale lagi denagn nada lirih.


"Apa?" Arga merenggangkan pelukannya pada Vale dan mengerutka kefua alisnya.


"Aku hamil lagi," ulang Vale kai ini sedikit lebih keras.


Arga masih menatap tak percaya pada Valeria.


Apa istrinya ini sedang bercanda?


"Aku terlambat hampir satu minggu, lalu aku melakukan tes, dan hasilnya dua garis. Aku hamil lagi, Arga!" Vale teratwa di dalam tangisannya seolah mengungkapkan pada Arga kalau ia tengah bahagia sekarang.


"Vaia dan Ezra akan punya adik lagi. Jadi mungkin itu yang menbuat Ezra sedikit rewel belakangan ini."


Arga kembali memeluk Vale dan menciumi wajah istrinya itu berulang kali.


"Rumah kita akan semakin ramai," ucap Arga dengan sorot mata penuh hinar kebahagiaan.


Vale hanya mengangguk-angguk mengiyakan kalimat Arga.


"Aku mencintaimu, Sayang! Aku mencintaimu!" Arga memeluk erat Valeria sekali pagi dan pasangan suami istri itu masih saling bersimpuh di atas lantai kayu dan saling memeluk.


"Aku juga mencintaimu, Arga! Aku hanya mencintaimu. Kau percaya, kan? " Vale menatap penuh kesungguhan pada Arga.


"Ya. Aku percaya padamu. Aku akan selalu percaya padamu," jawab Arga seraya mengecup lembut kening Vale.


Arga membimbing Vale agar bangkit berdiri lalu mengajak istrinya tersebut duduk di sofa. Masih dengan posisi saling memeluk, Arga membentangkan selimut untuk mrnutupi tubuhnya dan juga tubuh Vale.


Pasangan suami istri itu lanjut mengobrol, saking bertukar pikiran, dan berbicara tentang hidup dan masa depan.


Kyle yang menyaksikan semua pemandangan itu memundurkan langkahnya perlahan. Kyle bahkan sudah mengyping semuanperdebatan antara Arga dan Vale tadi. Dari sejak Vale yang menangis dan mati-matian meyakinkan Arga kalau ia memang sudah tak memiliki perasaan apapun pada Kyle, hingga pasangan itu yahg sudah saling memeluk dengan hangat.


Dasar bodoh!


Kau benar-benar bodoh Kyle!


Valeria sudah bahagia disini bersama Arga, Vaia, Ezra, dan calon anak ketiga mereka.


Dan kau malah datang mengacau.


Membuat rumit hubungan rumah tangga Arga dan Vale.


Dasar bodoh!


Kyle berjalan lesu ke arah toko milik Arga.


Pintu bagian samping sepertinya sengaja tidak dikunci oleh Arga agar Kyle bisa masuk dan naik ke lantai dua toko untuk beristirahat.


Kyle bergegas naik ke lantai dua, menyusul Paman Jo yang ternyata sudah terlelap.


Kyle akan tidur disini malam ini, lalu mengemudi pulang besok pagi. Sudah cukup Kyle membuat kekacauan di tempat ini dan sebaiknya Kyle memang melupakan hubungannya bersama Valeria yang sudah lama lenyap.


Vale sudah menjadi milik Arga, Kyle!


Dan kau sudah punya Audrey.


Jadi pulang saja, dan fokus pada hubunganmu bersama Audrey!


.


.


.


Ya kalau Audrey masih mau sama kamu, Babang Kyle!


Kalau nggak mau lagi yo jangan salahkan othor 😅


Salahin reader itu yang suka ngompori 😂


Terima kasih yang sudah mampir.


Dukung othor dengan like dan komen di bab ini.