Remember Me Please, Hubby!

Remember Me Please, Hubby!
AUDREY KENAPA?



Waktu terus berlalu.


Tanpa terasa, Olivia usianya sudah masuk sembilan bulan dan perut Audrey juga sudah kembali membulat karena usia kandungannya sudah masuk enam bulan.


Mual dan muntah masih saja menghampiri Audrey meski kini kandungannya sudah masuk trimester kedua.


Sepertinya anak kedua Kyle dan Audrey ini benar-benar manja.


"Ayo, Via! Buka mulutnya!" Ucap Audrey pada Olivia yang terus saja menggigit jarinya dan tidak mau memakan makanan pendamping ASI yang disuapkan Audrey.


"Ayo, Via!" Bujuk Audrey lagi yang mulai merasa kesal karena Via tak kunjung mau membuka mulut. Sudah hampir setengah jam Audrey membujuk Via, namun bayinya itu sepertinya keras kepala sekali.


"Berhentilah menghisap jarimu!" Audrey menyingkirkan jari mungil Via dari mulut sang bayi. Terang saja hal itu langsung membuat Via menangis kencang.


Audrey meletakkan dengan kasar mangkuk berisi makanan Via dan ikut menangis karena melihat Via menangis.


"Audrey, ada apa ini?" Tanya Mom Bi yang langsung tergopoh-gopoh menghampiri Via dan Audrey karena mendengar tangisan Via yang semakin kencang. Namun Audrey tak menjawab dan malah semakin sesenggukan. Tentu saja hal itu membuat Mom Bi menjadi bingung.


"Mbak!" Mom Bi memenggil pengasuh Via dan meminta sang pengasuh untuk membawa Via serta menenangkan bayi kecil tersebut.


Sementara Mom Bi segera membimbing Audrey untuk bangkit dari duduk dan mengajaknya masuk ke kamar.


"Audrey sudah jadi ibu yang gagal untuk Via, Mom!" Cicit Audrey mengungkapkan uneg-uneg dalam hatinya.


"Audrey tak lagi bisa menyusui Via, Audrey tak bisa menyuapi Via, Audrey selalu membuat Via menangis." Audrey semakin sesenggukan.


"Audrey, dengarkan Mom!" Mom Bi segera merangkul dan mengusap lembut punggung Audrey.


"Tidak ada yang namanya ibu gagal. Kau sudah melakukan semua yang terbaik untuk Via!"


"Dan soal Via yang rewel belakangan ini, itu karena Via mau tumbuh gigi. Bukankah dokter sudah mengatakannya kemarin? Wajar jika Via tiba-tiba mogok makan dan suka mengunyah-ngunyah jarinya. Itu karena gusinya merasa gatal," jelas Mom Bi panjang lebar.


"Audrey terlalu sibuk mual dan muntah-muntah sampai Audrey kurang memberikan perhatian ke Via," Audrey masih sesenggukan.


"Via tidak kekurangan perhatian ataupun kasih sayang di rumah ini, Audrey! Semuanya menyayangi Via sama seperti Kyle dan kau menyayangi Via."


"Kami semua ikut merasa senang dengan kehamilan keduamu ini, Audrey! Jadi berhentilah merasa sedih begini!" Mom Bi mengusap airmata di kedua pipi Audrey.


"Kau sudah makan tadi?" Tanya Mom Bi seraya merapikan anak rambut Audrey yang berserakan di wajah.


"Sudah, Mom."


"Kau bisa tidur siang dulu kalau begitu. Tidak perlu khawatir soal Via. Mom yang akan menjaganya." Ucap Mom Bi yang langsung membuat Audrey mengangguk-angguk.


Mom Bi segera membantu Audrey untuk berbaring dan membenarkan selimut menantunya tersebut.


"Tidur dan beristirahat saja, oke! Jangan stress jangan banyak pikiran. Kau sedang hamil," pesan Mom Bi sekali lagi dan Audrey memaksa untuk mengulas senyum di bibirnya.


****


"Kyle!" Panggil Mom Bi pada Kyle yang baru saja akan membuka pintu kamar.


Kyle tak jadi membuka pintu kamarnya dan ganti menghampiri Mom Bi.


"Ada apa, Mom?"


"Duduklah! Audrey sepertinya masih tidur," Mom Bi menunjuk ke arah sofa ruang tengah.


"Apa Audrey masih mual-mual lagi hari ini?" Tanya Kyle khawatir pria itu sudah duduk di sofa bersebelahan dengan Mom Bi.


"Tidak. Tapi Mom rasa Audrey sedikit tertekan atau mungkin stress," pendapat Mom Bi menerka-nerka.


"Kenapa bisa begitu? Audrey terlihat baik-baik saja," sergah Kyle yang memiliii pendapatnya sendiri.


"Makanya jangan sibuk di kantor terus, Kyle! Audrey itu sedang dalam tahap menjadi ibu baru, lalu tiba-tiba ia juga hamil anak kedua, dan dia terus menyalahkan dirinya sendiri karena merasa tak bisa menjadi ibu yang baik untuk Via. Hanya karena Via rewel atau menangis, Audrey langsung ikut menangis. Padahal seusia Via sangat wajar jika rewel atau menangis. Tapi Audrey terlihat stress sekali hanya karena melihat Via menangis." Tutur Mom Bi panjang lebar menjelaskan pada Kyle tentang kondisi Audrey.


"Lau Kyle harus bagaimana, Mom?" Tanya Kyle bingung seraya garuk-garuk kepala.


"Ajak Audrey babymoon dan ambillah cuti dua atau tiga hari!" Jawab Mom Bi memberikan saran.


"Babymoon kemana? Via bagaimana?" Cecar Kyle masih bingung.


"Tidak perlu ke luar kota. Ajak saja Audrey menginap di hotel, lalu temani dia seharian. Ajal belanja, makan di luar, atau jalan-jalan. Apa saja agar pikiran Audrey kembali segar dan dia tidak stress begini."


"Dan jangan lupa untuk mengajaknya bicara dari hati ke hati. Lupakan sejenak soal Via. Mom yang akan menjaga Via," jelas Mom Bi panjang lebar yang langsung membuat Kyle mengangguk paham.


"Baiklah, Mom! Kyle akan membujuk Audrey nanti," janji Kyle seraya bangkit dari duduknya.


"Kyle akan ke kamar dan memeriksa Audrey," pamit Kyle yang sudah melangkah menuju ke arah kamarnya.


Audrey masih tidur saat Kyle masuk ke dalam kamar. Setelah mengecup kening Audrey, Kyle segera msuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.


Dukung othor dengan like dan komen di bab ini.