Remember Me Please, Hubby!

Remember Me Please, Hubby!
NGIDAM?



Bunda Naya dan Emily masih saling melempar pandang saat melihat Kyle yang dengan lahap menyendoki es krim rasa greentea di dalam cup, lalu menyuapkannya ke dalam mulut. Kyle terlihat menikmati sekali.


"Sejak kapan Abang suka eskrim rasa greentea?" Tanya Emily akhirnya karena sudah sangat penasaran.


Sejak dulu Kyle tidak pernah doyan dengan es krim yang rasa itu, dan Kyle selalu mengatakan kalau rasanya aneh.


"Sejak dulu," jawab Kyle sedikit ragu.


"Ck! Dulu Abang itu nggak doyan sama es krim greentea! Biasanya juga cuma doyan yang stroberi. Itu juga nggak sampai menghabiskan satu cup begini," Emily menunjuk ke arah cup es krim di depan Kyle yang hampir kosong.


"Ya, nggak tahu!" Kyle mengendikkan kedua bahunya dan menyuapkan es krim terakhir ke dalam mulut.


"Tidak mau makan yang lain lagi, Kyle?" Tawar Bunda Naya sekali lagi.


Kyle kembali melirik ke arah capcay Bunda Naya. Terlihat menggiurkan. Sayang, aromanya membuat Kyle menjadi mual.


Kyle akhirnya hanya menggeleng.


"Coba pesan makanan kesukaan Abang, mungkin ada yang bisa masuk ke perut," usul Emily memberikan solusi.


"Tadi siang sudah dipesankan Daniel macam-macam makanan yang biasanya aku suka. Tapi tetap saja semuanya membuat mual," Cerita Kyle sedikit frustasi.


"Kayak Emily pas ngidam hamil Aileen dulu. Mungkin nggak, sih Kak Audrey sedang hamil sekarang dan ngidamnya pindah ke Abang Kyle?" Celetuk Emily tiba-tiba yang langsung membuat Kyle terdiam.


Apa benar, Audrey sedang hamil?


Tapi bukankah seharusnya Audrey pulang atau minimal memberitahu Kyle kalau ia sedang hamil?


Ponsel Kyle berbunyi menandakan ada pesan yang masuk. Rupanya dari Daniel yang sudah dapat info dimana membeli buah peach tadi.


"Kyle pulang dulu, Bund! Ada keperluan," ucap Kyle seraya bangkit dari duduknya dan mencuci tangan sebentar sebelum keluar dari ruang makan dan dari rumah Bunda Naya.


Namun baru sampai di depan pintu, pandangan mata Kyle sudah tertujuu pada pohon kelapa dengan buahnya yang bergelantungan dan terlihat menggiurkan yang ada di halaman rumah Bunda.


"Itu kelapanya boleh dipetik nggak, Bund?" Tanya Kyle pada Bunda yang baru muncul dari arah ruang makan.


"Boleh. Kenapa? Kamu ganti ngidam kelapa muda?" Kekeh Bunda Naya ditimpali dengan gelak tawa dari Emily.


"Biasanya nggak pernah mau juga kalau kesini dan ditawari kelapa muda. Eh sekarang mau petik sendiri," celetuk Emily yang malah menggoda sang abang.


"Sudah, Em! Jangan digoda begitu! Namanya orang ngidam ya di turuti saja," ucap Bunda Naya bijak.


Bunda Naya menunjukkan letak tangga di gudang pada Kyle, dan Kyle segera membawa tangga besi itu ke bawah pohon kelapa. Pria itu memanjat tangga sendiri lalu memetik dua buah kelapa muda untuk dirinya sendiri.


"Mau Bunda bukain? Atau mau dibawa pulang?" Tanya Bunda Naya memberikan pilihan.


"Dibuka sekarang saja, Bund. Kyle sudah pengen minum airnya," jawab Kyle yang langsung membuat Bunda Naya mengangguk.


Tanpa menunggu lama, segelas es kelapa muda sudah ada di hadapan Kyle sekarang. Dan Kyle langsung menghabiskannya tanpa sisa.


"Enak, Bang?" Goda Emily lagi pada Kyle.


"Iya, enak!"


"Udah, mau pamit pulang dulu."


Kyle segera berpamitan pada Bunda Naya dan Emily, karena Kyle masih harus pergi ke swalayan membeli buah peach yang tadi siang membuatnya menelan ludah berulang kali.


Entah ada apa dengan Kyle hari ini.


Mobil Alvin sudah terparkir di depan garasi rumah Tante Viola. Audrey langsung turun, masih sambil menyendoki es krim rasa greentea yang sejak tadi memang Audrey makan di dalam mobil. Sementara Alvin sendirian mengangkut belanjaan Audrey yang jumlahnya tidak sedikit.


Bisa Audrey dengar gerutuan dari Alvin saat harus menjadi 'asisten' dadakan untuk Audrey.


"Tante masak apa?" Tanya Audrey yang langsung menuju ke dapur, menghampiri Tante Viola yang masih berkutat dengan kompor dan banyak bahan di dapur.


"Wah, capcay!" Ucap Audrey daat melihat capcay yang baru matang dan baru selesai dipindahkan Tante Viola ke atas mangkuk. Audrey segera mengambil sendok dan mencicipi masakan sang tante tersebut.


"Enak?" Tanya Tante Viola meminta pendapat Audrey.


"Enak, Tan!" Jawab Audrey yang kembali mencicipi capcay aneka sayur tersebut.


Audrey membawanya ke atas meja makan dan segera mengambil nasi.


Alvin yang sudah selesai membawa belanjaan masuk ke dalam rumah ikut duduk di meja makan dan menuang air putih ke dalam gelas.


"Kok menunya sayur lagi, Mi? Alvin kan nggak suka sayur," komentar Alvin saat melihat semangkuk capcay di atas meja.


"Harus makan banyak sayur! Jangan pilih-pilih makanan!" Tegas Tante Viola seraya meletakkan beberapa lauk yang juga sudah matang di atas meja makan.


"Es krimnya udah kamu masukin ke freezer, Vin?" Tanya Audrey pada Alvin yang sedang meneguk air minumnya.


"Bentar! Alvin nafas dulu, Kak!" Jaeab Alvin mencari alasan.


"Ck! Keburu mencair semua!" Gerutu Audrey yang akhirnya bangkit dari duduknya dan membongkar sendiri belanjaannya, lalu menyusun cup-cup es krim greentea nya ke dalam freezer.


"Kenapa beli es krim banyak sekali, Audrey?" Tanya Tante Viola yang sudah ikut melihat belanjaan Audrey.


"Lagi pengen aja, Tan!" Jawab Audrey seraya meringis.


"Nggak takut gendut, Kak?" Celetuk Alvin dari arah meja makan.


"Dari dulu nggak bisa gendut juga. Makan banyak tapi badan segini-segini saja," jawab Audrey santai.


"Nanti juga gendut bentar lagi, terutama perutnya," Alvin membentuk gerakan setengah lingkaran di depan perutnya sendiri.


Audrey hanya berdecak dan enggan menanggapi.


"Tante lupa memberitahu, Mama dan Papa kamu sedang ada di pulau ini," ucap Tante Viola yang sudah ikut duduk di samping Audrey.


"Mau mampir kesini juga?" Tanya Audrey yang langsung menghentikan aktivitas makannya.


"Tante kurang tahu. Tapi biasanya memang mam-"


"Sore!"


Suara sapaan dari arah pintu depan langsung membuat semua orang yang masih berada di ruang makan menjadi terdiam.


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.


Dukung othor dengan like dan komen di bab ini.