
"Audrey!"
"Audrey, kau dimana?" Seruan dari Kyle membuat Audrey tersentak dan wanita itu buru-buru menghapus airmatanya.
"Audrey, kau sedang apa disini?" Tanya Kyle yang kini sudah berdiri di balik punggung Audrey.
"Hanya sedang menikmati suasana pantai," jawab Audrey yang sekuat tenaga menahan sesak di dadanya dan membuat suaranya agar terdengar normal.
"Kita harus berkemas. Helikopter akan menjemput sebentar lagi," uajr Kyle mengingatkan Audrey.
"Ya." Jawab Audrey yang segera bangkit berdiri.
"Aku tidak bisa meninggalkanmu sendirian di pulau ini. Maaf jika perkataanku tadi sedikit kasar, Audrey," ucap Kyle penuh rasa bersalah.
"Aku baik-baik saja!" Jawab Audrey yang sudah mengulas senyum ke arah Kyle.
Sebuah senyum yang dipaksakan.
Tapi Kyle sudah minta maaf.
Jadi sebaiknya Audrey melupakan pertanyaan Kyle di rumah tadi tentang status Audrey sebelum menikah dengan Kyle. Lagipula, Audrey memanglah seorang janda sebelum Kyle melamarnya dan meyakinkannya untuk kembali membangun sebuah mahligai rumah tangga.
Jadi kenapa Audrey harus marah atau tersinggung?
"Ayo kembali ke rumah," Kyle mengulurkan tangannya ke arah Audrey dan Audrey segera menyambutnya.
Pasangan suami istri itupun berjalan bergandengan tangan menuju ke arah rumah satu-satunya yang ada di pulau tersebut.
"Kenapa mendadak kau ingin pulang hari ini, Kyle?" Tanya Audrey merasa penasaran.
Audrey da Kyle sudah mulai mengemasi barang-barang mereka untuk dibawa pulang.
"Aku bermimpi buruk semalam. Entahlah," suara Kyle terdengar lirih.
"Aku bermimpi tentang Valeria yang diculik dan jatuh ke jurang. Lalu Vale memanggil-manggil namaku. Jadi aku ingin secepatnya pualng dan memastikan kondisi Valeria sekarang," tutur Kyle yang langsung membuat Audrey tertegun.
Valeria diculik lalu jatuh ke jurang?
Bukankah itu adalah kejadian dua tahun yang lalu?
Saat Vale yang tiba-tiba hilang menjelang hari pernikahannya bersama Kyle?
Apa itu artinya Kyle sudah mulai menemukan ingatannya.
"Kyle, Valeria baik-baik saja!" Tukas Audrey cepat yang langsung membuat Kyle melempar tatapan tak mengerti ke arah Audrey.
"Valeria diculik itu adalah kejadian dua tahun yang lalu. Saat ini Valeria sudah baik-baik saja bersama suami dan anak-anaknya!" Sambung Audrey lagi berusaha meyakinkan Kyle.
"Tidak! Kejadian itu terlihat nyata! Dan aku tidak akan tenang sebelum aku memastikan sendiri keadaan Valeria sekarang!" Sergah Kyle tetap keras kepala.
"Tapi itu seperti sebuah firasat! Bagaimana kalau Vale menjadi target penculikan lagi sekarang dan nayawanya dalam bahaya? Aku harus menyelamatkan Vale, Audrey!" Ucap Kyle menatap tegas pada Audrey dan pria ini benar-benar keras kepala.
"Aku akan menemui Vale setelah pulang nanti. Dan memastikan kalau Vale memang baik-baik saja!" Tegas Kyle lagi yang tangannya masih merengkuh kedua pundak Audrey.
Kyle terlihat begitu khawatir pada Valeria.
Mungkin Kyle memang belum sepenuhnya melupakan Vale selama satu setengah tahun ini.
Mungkin Kyle memang masih sangat mencintai Vale.
Dan mungkin Audrey hanyalah pelarian dari cinta Kyle pada Vale yang tak pernah sampai.
Menyakitkan sekali!
Suara deru helikopter yang mendekat mengakhiri perdebatan Kyle dan Audrey. Pasangan suami istri tersebut segera mengambil barang-barang mereka dan menyiapkannya di teras, bersamaan dengan helikopter yang kini sudah mendekat dan mendarat di pulau.
Dua orang pria turun dari dalam helikopter dan membantu membawakan barang-barang Kyle dan Audrey naik ke dalam helikopter. Dua orang itunjuga yang selanjutnya akan membereskan dan membersihkan rumah di pulau setelah Audrey dan Kyle sekesai berlibur. Mereka adalah orang-orang kepercayaan Dad Nick yang memang bertugas merawat rumah di pulau dan mempersiapkan semua hal ketika ada anggota keluarga Arthur yang akan berlibur ke Pulau.
Audrey sudah duduk di dalam helikopter yang kini mulai meninggalkan daratan. Pandangan mata Audrey tak lepas dari jendela, menatap ke arah pulau milik Dad Nick yang semakin lama terlihat semakin jauh dan kecil.
Semua kenangan manis Audrey dan Kyle akan terkubur rapat di pulau itu.
****
Langit sudah hampir gelap, saat helikopter mendarat di atas gedung Arthur Company.
Kyle dan Audrey masih sama-sama membisu hingga keduanya meninggalkan gedung dan menuju ke kediaman Arthur.
Setibanya di rumah, Audrey juga hanya berbasa-basi ala kadarnya pada Mom dan Dad, sebelum akhirnya Audrey pamit untuk istirahat di kamarnya.
Perasaan Audrey benar-benar kacau sekarang.
Entahlah!
Audrey bingung.
.
.
.
Terima kasih yang sudah mampir.
Dukung othor dengan like dan komen di bab ini.