Remember Me Please, Hubby!

Remember Me Please, Hubby!
CERITA VAIA



Kyle mengikuti Vaia masuk ke dalam kamar bernuansa pink. Ada sebuah gantungan baju yang berisi deretan gaun princess di sudut kamar. Satu gaun di barisan paling depan membuat Kyle sedikit tercengang.


"Siapa yang membelikan gaun ini untuk Vaia?" Tanya Kyle menunjuk ke arah gaun yang sangat mirip dengan yang dikenakan Audrey di hari pernikahannya bersama Kyle.


Kyle masih ingat dengan jelas karena Kyle yang beberapa kali menonton video pernikahannya bersama Audrey.


"Semua ini tante Audrey yang membelikan untuk Vaia, Om! Apa Om tidak ingat?" Cerita Vaia yang matanya terlihat berbinar.


"Tante Audrey begitu baik pada Vaia. Setiap Vaia berkunjung ke rumah Oma dan Opa, Tante Audrey akan meminta Vaia meneleponnya. Lalu setelahnya, Tante Audrey akan membawakan gaun princess untuk Vaia," cerita Vaia lagi serata tertawa kecil seolah gadis kecil otu begitu bahagia memiliki tante sebaik Audrey.


Padahal kalau ditilik dari segi manapun, Vaia dan Audrey tak memiliki hubungan saudara apapun, tapi Audrey sepertinya sangat menyayangi Vaia.


Bukan hanya Vaia.


Pada Alle, Zeline, dan Sakya, Audrey juga selalu memanjakan mereka. Jiwa keibuan dalam diri Audrey terlihat sangat kuat dan nyata.


Benar-benar seorang istri idaman.


Tapi Kyle malah menyakitinya dan mengabaikannya.


"Baju yang ini diberikan oleh tante Audrey beberapa hari setelah axara resepsi pernikahan Om Kyle dan Tante Audrey."


"Bentuknya sama persis dengan gaun princessnya tante Audrey," Valeria menurunkan gaun warna putih itu dari gantungan lalu mengenakannya. Kyle sedikit membantu Vaia yang kesulitan menaikkan ritsletingnya.


Dan lagi-lagi Kyle dibuat tercengang, karena Kyle seakan bisa melihat Audrey yang mengenakan gaun ini. Audrey dengan senyum bahagianya di hari pernikahan mereka berdua.


"Aku Audrey Zivia Abraham, berjanji untuk selalu mencintaimu, Kyle Aditya Arthur. Mencintai dalam semua keadaan. Dalam susah maupun senang. Dalam sehat maupun sakit. Mendampingimu menjalani rumitnya kehidupan ini. Berbagi tawa dan berbagi kesedihan. Berjuang bersama mengarungi kehidupan rumah tangga, hingga nanti kita menua bersama."


Janji pernikahan yang pernah diucapkan oleh Audrey kembali terngiang di telinga Kyle. Kyle segera memeluk Vaia dengan mata yang berkaca-kaca. Membayangkan kalau kini ia tengah memeluk Audrey-nya.


"Om Kyle kenapa menangis?" Tanya Vaia seraya menghapus genangan airmata di pelupuk mata Kyle.


"Om tidak menangis, Vaia! Om hanya sedang kelilipan," jawab Kyle berdusta.


"Apa Om kangen pada Tante Audrey? Vaia akan menelepon Tante Audrey," Vaia sedikit mengangkat gaunnya dan gadis kecil itu sudah keluar dari kamar, menghampiri satu-satunya telepon yang ada di rumah Arga dan menekan nomor yang sepertinya Vaia hafal di luar kepala.


"Nomor tidak aktif, Om! Mungkin Tante Audrey lupa men-charge ponselnya," lapor Vaia pada Kyle yang hanya ditanggapi Kyle denga sebuah senyuman.


"Nanti biar Om yang telepon Tante Audrey sendiri," ujar Kyle memberikan solusi dan Vaia langsung mengangguk paham.


Vaia kembali masuk ke kamarnya untuk melepas gaunnya serta mengambil hadiah untuk Audrey yang akan ia titipkan pada Kyle.


"Vaia titip ini buat Tante Audrey, Om!" Ucap Vaia seraya menunjukkan sebuah gambar pada Kyle. Ada sepasang suami istri di gambar tersebut. Lalu ada kereta bayi, dan seorang bayi ditangan sang istri.


Apa maksudnya?


"Ini gambar siapa?" Tanya Kyle bingung.


"Ini Om Kyle, ini Tante Audrey, dan ini adik bayi yang selalu diharapkan oleh Tante Audrey," jekas Vaia menunjuk satu persatu ke arah gambarnya.


"Setiap kali Tante Audrey memberikan baju princess untuk Vaia, Tante Audrey selalu minta Vaia berdoa pada Tuhan agar memberikan Tante Audrey seorang adik bayi seperti Ezra. Sudah lama tante Audrey minta sendiri pada Tuhan tapi tak kunjung diberikan. Jadi Tante Audrey meminta Vaia ikut membantunya meminta pada Tuhan," tutur Vaia panjang lebar yang sontak membuat hari Kyle melengos tak berdaya.


Jadi selama ini Audrey benar-benar merindukan kehaduran seorang anak dalam kehidupannya.


"Om berikan gambarnya untuk Tante Audre, ya! Semoga setrlah Tante Audrey menempelkannya di tembok kamar, Tante Audrey akan secepat mendapat hadiah adik bayi dari Tuhan," pesan Vaia sekali lagi pada Kyle yang langsung memeluknya.


"Om akan pulang sekarang." Kyle mengusap kasar airmata yang menggenang di pelupuk matanya.


"Vaia jagain Ayah, Bunda, sama Adik Ezra, ya!" Pesan Kyle pada bocah tujuh tahun tersebut.


"Siap, Om!"


Kyle bangkit berdiri saat netranya tak sengaja mendapati Valeria yabg baru keluar dari dapur. Valeria tak berkata sepatah katapun dan Kyle juga memilih untuk segera berlalu dan keluar dari rumah Arga.


Kyle berpamitan sekali lagi pada Arga yang masih duduk di teras dan bermain-main bersama Ezra.


Setelah merasa semuanya beres, Kyle segera menuju ke arah mobilnya yangbterparkir di depan toko. Namun baru saja Kyle menyalakan mesin mobil, Arga terlihat berlari ke arah mobil Arga seraya menbawa sebuah kotak makan. Segera Kyle membuka kaca jendela mobilnya.


"Ada apa, Arga?"


"Sarapanmu. Vale yang mrmintaku memberikannya kepadamu," jawab Arga menunjuk ke arah Valeria yang kini berdiri di teras rumah sera menggendong Ezra.


"Sarapan dari adik untuk Abangnya. Jadi terimalah!" Ucap Arga lagi seraya menepuk punggung Kyle. Dan Kyle langsung mengulas senyuman lebar.


"Dan soal kejadian kemarin, Vale bilang kepadaku kalau dia sudah melupakannya dan dia memaafkanmu," imbuh Arga yang langsung membuat Kyle kembali tersenyum.


"Terima kasih untuk semuanya, Arga! Kau benar-benar pria yang baik. Pantas saja Vaia juga berhati malaikat sama sepertimu," ucap Kyle memuji Arga.


"Kau memuji terlalu berlebihan, Kyle! Tapi semoga perjalanan pulangmu lancar!"


"Ya! Lain kali saat aku kesini aku akan mengajak Audrey agar ia bisa melihat pantai indah yang disana itu," janji Kyle pada Arga.


"Aku akan menyiapkan bekalnya nanti, dan aku benar-benar menunggu kau dan Audrey datang dan berkunjung kemari," jawab Arga memasang senyuman hangat pada Kyle.


"Aku pulang dulu, Arga!" Kyle melambaikan tangannya pada Arga dan segera melajukan mobilnya meninggalkan rumah serta toko Arga yang letaknya saling berseberangan.


.


.


.


Kyle, othor punya lagu buat kamu lho!


"Saat kau membuka pintu hatimu,


Mungkin aku telah jauh,


Meninggalkan dirimu dan kenanganku,


Rasa kecewaku padamu."


🎶🎶🎶🎶


Terima kasih yang sudah mampir.


Dukung othor dengan like dan komen di bab ini.