
Hari sudah beranjak sore saat Kyle tiba di kediaman Arthur.
Suasana sepi.
Kemana semua orang?
Kyle bergegas menaiki tangga dan menuju ke kamarnya di lantai dua untuk menemui Audrey yang mungkin sedang beristirahat di kamar. Tadi Kyle sudah sempat mampir ke kantor Audrey sebelum menuju kemari. Namun kata salah satu karyawannya, Audrey sedang mengambil cuti sampai batas waktu yang belum ditentukan.
Apa Audrey sakit?
"Audrey!" Panggil Kyle seraya mendorong pintu kamar.
Namun yang Kyle temui hanyalah sebuah kamar kosong dengan tempat tidur yang begitu rapi, seakan sudah berhari-hari tak ada yang menempati.
Kemana Audrey?
"Audrey!" Panggil Kyle lagi dan pria itu ganti memeriksa kamar mandi di dalam kamarnya. Audrey tetap tidak ada.
"Audrey!" Kyle memeriksa balkon dan Audrey juga tak ada di balkon kamar.
"Audrey! Audrey!" Kyle terus memanggil-manggil Audrey dan menyusuri setiap sudut ruangan di lantai dua rumah kedua orang tuanya. Namun Audrey tetap belum Kyle temukan.
Kyle ganti menuruni tangga untuk mencari Audrey di lantai bawah.
Mungkin Audrey sedang bearad di halaman belakang.
Mungkin Audrey sedang berenang.
Atau bermain berasam Alle su kamar keponakannya tersebut.
"Audrey!" Suara Kyle menggema ke setiap sudut rumah besar tersebut, namun tak ada jawaban seolah rumah itu kosong dan tak berpenghuni.
Kemana semua manusia penghuni rumah besar ini?
Ceklek!
Suara pintu kamar yang dibuka membuat Kyle menoleh ke arah sumber suara. Dan pria itu segera mendapati Mom Bi yang keluar dari kamar.
"Mom, Audrey kemana?" Tanya Kyle to the point yang langsung menghampiri sang Mom. Namun Mom Bianca seolah mengabaikan kehadiran Kyle dan Mom kandung Kyle itu lanjut masuk ke dapur untuk mengambil air dingin dari kulkas.
"Mom! Audrey kemana?" Kyle mengulangi pertanyaannya dan Mom Bi tetap membisu.
"Mom!" Kyle berteriak frustasi pada Mom Bi.
Tak berselang lama, Rachel, Sean, dan Alle sudah tiba di rumah mejbawa banyak paperbag. Sepertinya adik Kyle dan keluarga kecilnya tersebut baru saja pulang dari jalan-jalan dan belanja.
"Alle! Sudah pulang, Sayang?" Mom Bi menyapa Alle dan segera membawa cucunya itu ke dalam gendongannya.
Sangat berbeda dengan sikap Mom Bi pada Kyle.
Ada apa sebenarnya dengan semua orang?
"Sean, apa kau tahu dimana Audrey?" Tanya Kyle pada Sean yang baru saja meletakkan barang-barang belanjaannya di sofa ruang tengah.
"Sean tidak tahu, Bang!" Jawab Sean denagn nada datar.
"Jangan bohong kamu! Katakan dimana Audrey!" Kyle yang emosi sudah menarik kerah baju Sean dan Rachel langsung dengan cepat melerai suami serta abang iparnya tersebut.
"Bang, lepaskan Sean!"
"Dimana Audrey?" tanya Kyle sekali lagi dengan nada yang sudah meninggi.
"Kenapa tiba-tiba mencari Audrey, Kyle 22 tahun? Bukankah kekasihmu adalah Valeria? Sana, susul Valeria dan tidak usah lagi mencari Audrey!" Itu suara Dad Nick yang baru keluar dari kamar. Rambut pria paruh baya tersebug terlihat basah, sepertinya baru saja mandi.
"Apa maksudnya, Dad? Istri Kyle adalah Audrey, bukan Valeria. Audrey kemana, Dad? Kemana?" Tanya Kyle berteriak-teriak seperti orang gila di depan Dad Nick.
"Audrey sudah pergi!" Jawab Dad Nick tegas.
"Pergi kemana? Audrey pergi kemana?" Kyle menatap penuh tanya pada demua orang di ruangan tersebut. Pada Sean, pada Rachel, pada Dad Nick. Namun semuanya membisu.
Dan Mom Bi serta Alle yang sudah tak terlihat lagi. Sepertinya Mom kandung Kyle tersebut sengaja membawa Alle menjauh dari perdebatan agar bocah satu tahun itu tak perlu mendengarkan teriakan sang Paman yang seperti orang gila.
"Audrey pergi kemana, Dad? Apa dia dirumah kedua orang tuanya?" Kyle sudah mendekat ke arah Dad Nick yang hanya menampilkan raut wajah datar.
"Apa Audrey di rumah orang tuanya?" Tanya Kyle lagi yang masih seperti orang gila.
"Berhentilah mengganggu hidup Audrey jika kau masih menjadi Kyle 22 tahun yang labil, Kyle! Sudah cukup kau menyakiti hati Audrey, mengungkit-ungkit tentang statusnya sebelum menikah denganmu!" Suara Dad Nick tercekat di tenggorokan.
Kalau soal status Dad Nick juga menikahi seorang janda beranak satu. Tapi hingga detik ini, Dad Nick tak pernah sedikitpun menyinggung atau mengungkit tentang status Mom Bi tersebut.
"Kau sudah benar-benar keterlaluan kali ini, Kyle! Kau sudah sangat menyakiti hati Audrey!" Imbuh Dad Nick lagi meluapkan kekesalannya pada sang putra.
"Tapi itu hanya candaan, Dad! Kyle tidak pernah bermaksud menyinggung Audrey tentang semua hal itu. Dan Kyle menyesal sekarang," wajah Kyle sudah terlihat frustasi.
"Jika kau belum ingat, maka Dad yang akan mengingatkanmu."
"Kau! Kyle Aditya Arthur pernah berjanji pada keluarga Abraham kalau kau akan membuat Audrey bahagia dan tak membiarkannya menangis atau bersedih. Kau juga sudah berjanji kalau kau tak akan mengungkit semua hal tentang masalalu Audrey."
"Tapi kau sudah melanggar semua janjimu, Kyle! Kau mengabaikan peringatan dari Mom dan Dad untuk melupakan semua masalalumu bersama Vale dan fokus pada Audrey! Kau mengabaikan semuanya karena kau itu keras kepala dan semaumu sendiri!" Cecar Dad Nick yang seolah sedang meluapkan semua kekesalannya pada Kyle.
"Dan karena Dad sudah berjanji pada keluarga Abraham kalau Dad sendiri yang akan memberimu pelajaran, jika kau sampai menyakiti hati Audrey. Jadi hari ini Dad tidak akan memberitahumu dimana Audrey!" Pungkas Dad Nick dengan nada yang tegas.
Pria paruh baya itu segera berbalik pergi dan menyusul Mom Bi serta Alle di halaman belakang.
"Berhentilah mengganggu Kak Audrey jika Abang hanya ingin kembali menyakitinya, Bang! Kak Audrey sudah cukup terluka saat Abang memutuskan untuk pergi menemui Vale," nasehat Sean yang suaranya terdengar lebih lembut serta tidak meledak-ledak seperti Dad Nick tadi.
Namun bukan Kyle namanya jika tetap tidak keras kepala.
Pria itu segera menyentak tangan Sean dan berlalu menuju ke pintu utama kediaman Arthur.
Kyle sangat yakin kalau Audrey pasti ada di rumah Mama Hanni dan Papa Hans.
Jadi Kyle akan menjemput Audrey, bersujud di kakinya, lalu membujuk istrinya itu agar mau pulang ke rumah.
Kyle benar-benar akan gila jika Audrey meninggalkannya.
.
.
.
Hidup tanpa ada kamu
Aku gilaaaa!
🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶
Terima kasih yang sudah mampir.
Dukung othor dengan like dan komen di bab ini.