
[Audrey, kau masih di rumah Mama dan Papamu?] -Mom Bianca-
[Maaf, Mom! Tapi Audrey masih mau pulang ke rumah Mama dan Papa lagi hari ini.] -Audrey-
[Kyle sudah menemuimu?] -Mom Bianca-
[Iya, sudah. Ini Audrey sedang bersama Kyle. Kebetulan tadi Kyle menjemput Audrey ke kantor.] -Audrey-
[Kyle masih membahas soal Valeria?] -Mom Bianca-
[Tidak, Mom! Kyle sudah tak membahasnya lagi.] -Audrey-
[Syukurlah kalau begitu. Semoga Kyle bisa secepatnya lupa pada hubungannya bersama Valeria. Mom sebenarnya ingin bicara hal penting kepadamu, Audrey. Tapi besok saja sekalian jika kau sudah pulang ke sini.] -Mom Bianca-
[Mungkin besok Audrey pulang, Mom] -Audrey-
[Baiklah kalau begitu. Mom tunggu besok di rumah]-Mom Bianca-
Audrey segera menyimpan kembali ponselnya, bersamaan dengan mobil Kyle yang sudah tiba di kediaman Abraham.
Audrey baru saja turun, saat wanita itu mendapati Kak Thalita yang keluar dari rumah seraya menggendong Sakya.
Abang Zayn mengekor di belakang dan menggandeng Zeline.
"Mau kemana?" Tanya Audrey yang langsung mengambil Sakya dari gendongan Kak Thalita dan mencium gemas keponakannya tersebut.
"Ke rumah Mom dan Dad. Biasa, acara kumpul bersama," jawab Kak Thalita yang hendak mengambil Sakya kembali dari gendong Audrey. Namun Audrey menolak.
"Sakya ditinggal sama Aunty saja, ya!" Goda Audrey pada sang keponakan.
"No! Adek Sakya harus ikut!" Protes Zeline yang langsung menghampiri Audrey dan hendak menarik Sakya dari gendongan Audrey.
"Zeline ditinggal juga saja! Nanti biar Mom dan Dad bisa membuat adik baru lagi!" Timpal Kyle ikut-ikutan menggoda Zeline dan langsung membawa gadus kecil itu ke dalam gendongannya.
"Wah, ide bagus itu!" Sahut Zayn bersemangat, namun langsung berhadiah pukulan di bahu dari Thalita.
"Sakya belum lulus ASI! Udah mau bikin adik saja!" Ucap Thalita bersungut-sungut.
"Lho! Aku dulu juga belum lulus ASI, Audrey sudah lahir," jawab Zayn yang langsung membuat Audrey dan Kyoe tergelak.
"Iya, trus sekarang kamu minta tambahan ASI-nya sama aku!" Gerutu Thalita berbisik pada sang suami.
"Ya biarin! Kamu istri tersayang aku!" Zayn mendekap Thalita dengan mesra.
"Dad! Jangan memeluk Mom kencang-kencang begitu! Nanti Mom sesak nafas!" Komentar Zeline menperingatkan sang Daddy.
"Mom!" Sakya ikut protes. Namun bocah satu tahun itu hanya bisa menjerit dan memanggil-manggil sang Mom.
"Udah! Bawa sini Sakya-nya!" Thalita merebut Sakya dari gendongan Audrey.
"Kami mau berangkat," imbuh Kakak ipar Audrey tersebut.
Zayn ikut-ikutan mengambil Zeline dari gendongan Kyle.
"Masuk sana! Mama dan Papa udah pulang," ucap Zayn memberitahu Audrey.
Mata adik kandung Zayn tersebut langsung berbinar senang.
"Benarkah?" Audrey berlari masuk ke dalam rumah seolah sudah kangen berat pada sang Mama dan Papa.
"Kami pergi dulu, Kyle!" Pamit Zayn pada Kyle yang masih berdiri di teras.
Kak Thalita dan kedua anaknya sudah terlebih dahulu masuk ke dalam mobil.
"Hati-hati, Bang! Bye!" Kyle melambaikan tangan pada keluarga kecil Zayn.
Benar-benar keluarga yang bahagia dan lengkap.
Andai Kyle juga punya keluarga kecil sesempurna itu.
****
"Mama!" Audrey yang baru masuk ke rumah, langsung memeluk Mama Hanni yang sedang duduk di meja makan dan menikmati teh mawarnya.
"Audrey kan kangen Mama, Pa!" Ujar Audrey yang masih gelendotan pada sang Mama bak anak kecil.
"Sore, Mama, Papa," sapa Kyle yang sudah ikut masuk kd dalam rumah menyusul Audrey.
"Mau menjemput Audrey, Kyle?" Tanya Papa Hans berbasa-basi pada sang menantu yang terlihat sedikit kaku belakangan ini di rumahnya.
Lebih tepatnya sejak mengalami amnesia, Kyle memang berubah kaku saat berada di kediaman Abraham.
"Audrey masih mau menginap katanya, Pa. Jadi Kyle akan ikut menginap juga," jawab Kyle menjelaskan.
"Mau menginap sampai kapan, Audrey?" Papa Hans ganti bertanya pada sang putri.
"Cuma sampai malam ini, Pa! Audrey masih kangen sama Mama," jawab Audrey seraya mencium pipi Mama Hanni.
"Mandi sana! Lalu nanti ajak Kyle makan malam," titah Mama Hanni pada Audrey yang masih bergelayut di pundaknya.
Kyle yang melihat kedekatan Audrey pada Mama Hanni sedikit heran.
Kyle baru tahu kalau Audrey ternyata semanja itu pada Mama kandungnya. Atau mungkin Audrey memang selalu seperti itu, dan Kyle saja yang tak ingat.
Lucu juga.
Wanita yang setiap saat terlihat mandiri dan dewasa, mendadak berubah menjadi bak anak kecil saat di dekat Mama kandungnya.
"Nanti malam Audrey tidur sama Mama, ya!" Ucap Audrey sedikit berbisik pada Mama Hanni.
"Kau bukan Zeline, Audrey! Berhenti bersikap kekanakan pada Mamamu!" Perintah Ppaa Hans yang sepertinya cemburu karena merasa dicueki.
"Kyle pamit ke atas dulu, Ma, Pa! Mau mandi," pamit Kyle akhirnya yang terdengar begitu canggung.
"Silahkan, Kyle!" Jawab Mama Hanni tersenyum ramah.
Kyle ikut tersenyum sebelum berjalan ke arah tangga dan menghilang dengan cepat ke lantai dua.
"Itu suamimu diurus dulu sana!" Titah Mama Hanni lagi pada Audrey seraya berusaha melepaskan lengan putrinya tersebut dari pundaknya.
"Masih tahap pedekate ceritanya. Belum jadi suami," jawab Audrey yang kini sudah duduk di samping mama Hanni.
"Maksudnya bagaimana?" Tanya Papa Hans bingung.
"Kata abang Zayn, kalau Audrey tak kunjung bisa mengembalikan ingatan Kyle. Lebih baik Audrey memulai semuanya dari awal saja."
Audrey menuang air putih di gelas dan meneguknya sebelum mmelanjutkan penjelasannya pada sang Papa.
"Jadi Audrey harus bisa membuat Kyle yang sekarang jatuh cinta lagi pada Audrey," ujar Audrey melanjutkan penjelasannya.
Papa Hans dan Mama Hanni mengangguk bersamaan pertanda paham.
"Tapi misalnya kau merasa lelah dengan semuanya kau bisa berhenti, Audrey! Nanti Kyle pasti akan mencarimu jika ingatannya kembali," tutur Papa Hans menanggapi rencana Audrey.
"Jika ingatan Kyle tidak kembali?" Pertanyaan Audrey seolah membungkam Papa Hans.
"Audrey akan berjuang kalo ini, Pa! Audrey tidak mau lagi menjadi janda untuk kedua kali," lirih Audrey yang sudah menitikkan airmata.
Mama Hanni segera bangkit dari duduknya dan memeluk putri bungsunya tersebut.
"Mama dan Papa akan selalu mendukung apapun rencanamu, Audrey!"
"Mama juga tahu, kalau kau sangat mencintai Kyle. Kau pasti akan bisa melalui semua ini dan mengembalikan lagi Kyle-mu seperti dulu," sambung Mama Hanni lagi seraya mengusap airmata di pipi Audrey.
Audrey hanya mengangguk-angguk dan kembali memeluk sang Mama.
.
.
.
Terima kasih yang sudah mampir.
Dukung othor dengan like dan komen di bab ini.