Remember Me Please, Hubby!

Remember Me Please, Hubby!
PULAU



Suara deburan ombak yang menabrak batu karang langsung bisa terdengar saat Audrey turun dari helikopter milik keluarga Arthur yang membawa ia dan Kyle datang ke pulau ini.


Pulau pribadi milik Dad Nick.


Ini sudah ketiga kalinya Audrey berkunjung, dan aroma khas pulau masih sama.


Beberapa barang dan keperluan Audrey serta Kyle satu pekan kedepan sudah diturunkan. Audrey segera menghampiri pilot helikopter dan mebgatakan kapan merrka harus menjemput Audrey dan Kyle untuk kembali pulang.


Setelah semuanya beres, helikopter itu segera pergi meninggalkan pulau. Meninggalkan Audrey dan Kyle. Berdua saja, di sebuah pulau terpencil.


Kyle sudah sibuk membawa barang-barang masuk ke dalam rumah satu-satunya yang ada di pulau. Rumah yang pernah menjadi saksi bisu, betapa romantisnya Kyle saat pertama kali pria itu membawa Audrey kesini.


Dan sepekan ini, Audrey akan mengembalikan Kyle-nya yang dulu.


Audrey menghampiri hammock yang masih tergantung di samping rumah, diantara dua pohon kelapa yang kini sedikit bergoyang-goyang karena tertiup angin. Tangan Audrey menyusuri hammock tersebut dan matanya terpejam, seakan sedang berusaha mengingat kejadian manis kala itu.


"Ciluk baa!"


Kyle mengecup singkat bibir Audrey yang sedang berbaring sekaligus berayun-ayun di atas hammock.


"Darimana?" Tanya Audrey penasaran.


"Taraaa!" Kyle menunjukkan sebuah kalung dari rumah kerang yang ia kumpulkan dari pinggir pantai.


"Wow! Kau membuatnya sendiri? Apa ada toko souvenir disini?" Cecar Audrey saat Kyle melingkarkan kalung buatannya di leher Audrey.


"Ya, toko souvenir Kyle namanya. Mau lihat?" Jawab Kyle seraya menggoda Audrey.


"Dasar!"


Kyle ikut naik ke atas hammock.


"Kau akan membuat kita berdua jatuh, Kyle!" Protes Audrey pada suaminya yangbtetap keras kepala tersebut.


"Aku sudah minta hammock-nya di ganti dengan yang lebih kuat dan lebih besar. Jadi ini muat untuk kita berdua," ucap Kyke seraya menarik Audrey agar krmbali berbaring bersamanya.


Kyle mendekap tubuh istrinya yang hanya terbalut gaun pantai tipis tersebut.


"Kita tidak akan bercinta di atas hammock, oke!" Audrey memperingatkan Kyle.


"Siapa memangnya yang ingin bercinta? Apa kau sddang bergairah sekarang?" Tanay Kyle yang sepertinya bersemangat sekali.


"Tidak! Aku hanya mengingatkan, oke!" Kilah Audrey yang semakin menyusupkan kepalanya ke dekapan hangat Kyle.


"Ouh, aku kira kau ingin bercinta denganku saat ini. Aku sudah bersemangat sekali padahal," kekeh Kyle yang tanpa malu-malu sudah menggiring tangan Audrey ke atas miliknya yang masih terbalut celana.


Ya, seperti Kyle punya malu saja kalau di depan Audrey.


"Kau tahu, aku membaca sebuah artikel mdnarik beberapa hari yang lalu," cerita Kyle yang mengalihkan arah pembicaraan.


"Artikel apa?" Wajah Audrey seketika berubah antusias.


"Katanya jika sepasang suami istri terutama yang masih pengantin baru seperti kau dan aku." Kyle menjeda kalimatnya dan mengecup singkat bibir Audrey yang sedang menatap wajahnya.


"Berenang di laut saat tengah malam, maka pasangan suami istri itu, akan awet muda lalu menjadi pasangan yang awet romantis juga, dan hubungan merrka akan langgeng selamanya," tutur Kyle menyambung kalimatnya seraga mencolek hidung Audrey.


"Kau mengarang indah!" Celetuk Audrey yang langsung memukul dada Kyle yang terbalut kaus warna putih.


"Tidak! Aku serius," ucap Kyle dengan raut wajah serius.


"Dimana artikelnya? Aku mau lihat!" Tantang Audrey yang jarinya sudah bermain-main di wajah Kyle.


"Di laptop yang ada di kantorku. Sepertinya sudah terhapus juga karena lupa aku simpan," jawab Kyle sedikit terkekeh.


"Tidak ada bukti berarti tidak ada praktek!" Putus Audrey yang langsung membuat Kyle berdecak.


"Aku akan memaksamu kalau begitu," Kyle menatap tajam pada Audrey dan tangannya menahan lengan Audrey yang masih bermain-main di wajahnya sejak tadi.


"Aku tidak mau, Kyle! Kita tidak perlu mencoba hal konyol seperti itu!" Pendapat Audrey yang tetap pada pendiriannya.


"Kita akan mencobanya malam ini." Kyle menatap tegas pada Audrey.


"Saat langit cerah," sambung Kyle lag yang semakin mendekatkan wajahnya pada Audrey.


"Berenang di dermaga, tanpa sehelai benangpun." Tatapan Kyle terasa semakin mengintimidasi Audrey.


"Dasar gila!" Audrey memukul-mukul dada Kyle dan suaminya ith bisa dengan mudah menghentikan lengan Audrey.


Kyle langsung meraup bibir Audrey dan menciumnya dengan sangat intim hingga Audrey pun hilang kendali. Bersama suara angin yang meniup daun-daun krlapa sertta deburan ombak yang menciptakan suasana syahdu, Kyle dan Audrey terus saling mencecap dan mengecup satu sama lain.


"Audrey!" Teguran dari Kyle yang kini berdiri di teras rumah membuat lamuna Audrey buyar seketika.


Audrey menatap sekilas pada hammock yang masih bergoyang-goyang ditiup angin sebelum berjalan cepat ke teras dan menghampiri Kyle.


"Ya! Kau sudah selesai memasukkan barang-barang, Kyle?" Tanya Audrey sedikit berbasa-basi.


"Sudah, dan sekarang aku lapar," lapor Kyle seraya memegangi perutnya.


"Kau mau makan apa? Biar aku memasak sesuatu untukmu," ujatr Audrey yang sudah masuk ke dalam rumah. Kyle mengekor di belakang istrinya tersebut.


"Apa saja, Audrey! Aku sudah lapar sekali," jawab Kyle yang terus mengekori Audrey yang sudah masuk ke dapur.


Audrey membuka kotak logistik yang tadi mereka bawa dan mengeluarkan beberapa bahan untuk dimasak. Sedangkan Kyle langsung duduk di kursi yang ada di samping meja makan.


"Apa ada yang bisa aku bantu?" Tanya Kyle sedikit berbasa-basi pada Audrey yang sudah mulai mengupas bahan-bahan mentah.


"Tidak usah! Kau bisa duduk saja disitu-"


"Dan membantu melihatmu menyiapkan makanan dari sini," Kyle menyela dan menyambung kalimat yang hendak diucapkan oleh Audrey.


Audrey tertegun dengan kalimat yang baru saja diucapkan oleh Kyle, dan wanita itu menghentikan aktivitasnya sejenak.


"Kyle, bisakah kau membantuku mengupas bawang?" Pinta Audrey sedikit memohon pada Kyle yang hanya duduk-duduk sejak tadi, sementara Audrey yangbhanya berkutat sendirian menyiapkan makan siang untuk mereka berdua.


"Maaf, aku tidak bisa, Sayang!" Tolak Kyle yang terang saja langsung


membuat Audrey berdecak.


"Lalu bisamu apa?" Tanya Audrey yang sudah memutar krpalanya ke arah Kyle dan memelototi suaminya tersebut.


"Aku bisa membantu melihat dan memandangimu menyiapkan makanan dari sini," jawab Kyle dengan senyuman tanpa dosa.


"Atau kau mau aku peluk dari belakang sembari kau menyiapkan makan siang?" Tawar Kyle dengan nada sedikit menggoda pada Audrey.


"Lalu makanannya tak akan matang karena pasti kau malah akan mengajakku bercinta di lantai dapur!" Sahut Audrey sedikit ketus.


"Kita belum pernah mencoba yang itu, Sayang! Bisa kita mencobanya sekarang?" Kyle mulai mengerling nakal ke arah Audrey.


"Jangan gila! Jelas-jelas ada ranjang empuk disana, dan kau malah mau mengajakku bercinta di lantai dapur yang keras," decak Audrey seraya memotong sayuran dengan kasar.


"Senssasinya akan berbeda," Kyle sudah mendekap pinggang Audrey dan tangan nakalnya yang mulai merambat kemana-mana.


"Jangan mulai!" Audrey mengacungkan pisau ditangannya ke arah Kyle dan suaminya itu langsung tergelak.


"Kembali ke kursimu dan biarkan aku memasak!" Perintah Audrey galak dan Kyle segera mengangkat kedua tangannya.


"Baiklah, Istriu sayang! Kita bercintanya nanti saja setelah makan!" Ucap Kyle seraya kembali duduk ke atas kursinya.


"Audrey!" Teguran dari Kyle lagi-lagi menyentak lamunan Audrey.


"Eh, iya, Kyle! Ada apa?" Tanya Audrey sedikit salah tingkah


"Kau melamun?" Tanya Kyle tanpa beranjak dari kursinya.


"Tidak! Aku hanya sedang berpikir akan memasak apa untuk nanti malam, " jawab Audrey sedikit berdusta.


"Pikirkan yang itu nanti saja. Yang penting memasak untuk makan siang dulu," ujar Kyle memberikan saran.


"Ya! Kau benar," gumam Audrey yang sudah kembali berkutat dengan bahan masakan dan kompor di hadapannya.


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.


Dukung othor dengan like dan komen di bab ini.