
...~ Happy Reading ~...
...____________________...
...***...
Langit malam di Edinburgh, tampak murung tanpa gemerlap bintang-bintang. Bulan berselimut kabut, mendukung pekat yang terlihat suram, sepekat suasana di kediaman utama Alexander, khususnya di ruang kamar tuan dan nyonya besar.
Tuan Brodric yang kala itu terkejut mendapati istrinya tengah terisak dan bermandikan air mata, semakin terkejut kala mengetahui alasannya.
"Dia itu putriku ... dia Yuki, putri kandungku yang kutinggalkan begitu saja saat mengikutimu ke mari Brodric."
Petir menyahut dari langit, kilat pun turut menyambar seolah merekam drama pilu malam itu. Gemuruh angin yang kencang, menerbangkan semua kebahagiaan dan sukacita di rumah megah itu.
"Berpuluh tahun aku merindukannya tetapi tidak pernah kau izinkan aku untuk mencari tahu tentangnya sekali saja." Isak tangis itu makin terdengar pilu.
Tuan Brodric tidak dapat tuk berucap sepatah kata pun. Mulutnya terbungkam oleh kenyataan yang dibeberkan sang istri. Sama seperti Nyonya Glad, ia pun sedikit shock mendengarnya.
"Dan sekarang dia ada di hadapanku dengan status yang sebentar lagi akan menjadi menantuku? Lelucon macam apa ini, Brodric? Takdir macam apa yang sedang mempermainkan hidupku? Apa yang harus aku lakukan? Haruskah aku memberitahukan kepadanya? Bagaimana caranya kulakukan itu semua?"
Wanita paruh baya yang masih saja cantik itu, terus meracau dalam tangis, sambil tangannya mencengkram dan mengacak rambutnya dengan kuat. Wanita yang selalu tampil cantik, anggun, dan berwibawa itu, terlihat sangat kacau.
"Dari mana kau tahu hal ini, Gladis?" tanya sang suami yang sedari tadi hanya terdiam.
Diamnya lelaki setengah abad itu, memikirkan banyak hal. Dari masa lalu, hingga sosok cantik itu kini berada dalam satu atap bersama mereka.
Tanpa menjawab pertanyaan sang suami, Nyonya Glad beranjak dan membuka laci kecil pada nakas. Mengambil sebuah gelang yang beberapa hari lalu ia temukan di kamar putranya yang sulung. Ia pun lalu memberikan benda itu pada suaminya.
Tuan Brodric menerima dengan wajah bingung. Ia menatap benda cantik dan berkilau itu, dengan kening yang mengerut.
"Ini miliknya?" tanya tuan besar itu dan mendapat anggukan dari sang istri. "Dari mana ku mendapatkannya?" tanyanya sekali lagi.
Nyonya Glad lalu menjelaskan pada suaminya bahwa benda itu ia temukan di kamar putra sulungnya, kala mendatangi kediamannya di Newington beberapa hari lalu.
Tuan Brodric masih tampak berpikir dan mencerna setiap apa yang dituturkan istrinya.
"Tapi dari mana kau bisa yakin bahwa dia itu putrimu?" tanya lelaki paruh baya itu sekali lagi.
"Aku yakin dia putriku, dia Yuki kecilku. Gelang itu adalah gelang miliknya yang tertinggal waktu dia lari dari rumah Hae. Dan gelang itu sama persis denganβ"
Wanita tua itu cepat-cepat menghapus jejak air mata di pipinya yang mulai tampak gurat-gurat mengeriput, lalu segera berlari mencapai pintu dengan jantung yang bergemuruh.
Sejujurnya ia takut, jika salah satu dari mereka terutama anak-anaknya tidak sengaja mendengar fakta yang baru saja ia ketahui itu.
Begitu pintu itu terbuka, ia kaget mendapati nampan yang tergeletak di bawah sana, bersama dengan sebuah gelas yang telah pecah, hancur berserakan dimana-mana. Sedikit genangan air bersama butiran-butiran obat yang juga berceceran sana sini.
Mengabaikan itu semua, Nyonya Glad sedikit menyembulkan kepalanya ingin melihat siapa gerangan yang membuat kekacauan itu.
Wanita cantik yang hampir mencapai setengah abad itu, terlonjak kaget saat melihat sosok Vlora yang berlari kencang menjauh dari sana.
"Vlora! Vlora!"
...π·π·π·...
...To be continued .......
...***...
...Jangan lupa like dan komen yah, gaess π...
..._________________________...
...###...
sambil menunggu episode selanjutnya, jngan lupa, mampir juga di karya teman AG yang satu ini yah π
Blurb :
Seperti biasanya, Bang Alan pulang kerja ketika Azan Subuh mulai menggema. Saat itu pula aku mulai bekerja mengais rezeki sebagai buruh cuci, pakaian para tetangga.
Sebelum mencuci pakaian orang lain, aku memprioritaskan mencuci pakaian keluargaku sendiri. Namun, aku sungguh dikejutkan oleh benda keramat dari kantong celana yang digunakan suamiku tadi malam.
Benda itu merupakan sebuah bekas bungkus ****** yang dulu sering aku lihat di televisi. Ini milik siapa? Kenapa ada di kantong celana milik suamiku?