Not You

Not You
46. Hantu Menyebalkan



...~ Happy Reading ~...


...____________________...


...***...


Jadi kau ... maksudnya Anda yang menculik anak saya?


Aku rasa kau ... maksudnya Anda. Anda perlukan seorang istri bukan pelayan!


Nada-nada emosi serta bayangan seorang wanita cantik yang tengah marah, seolah tampak nyata mendominasi seisi ruangan kerja seorang pria tampan.


"Arrrgghh!" Pria itu menggeleng kepala dan berlalu keluar dari ruang kerjanya.


Entah mengapa, langkah besarnya menuntun ia untuk menuju dapur. Padahal, tempat itu tidak pernah ia tengok meski hanya sekali saja.


Namun, kehadiran seorang wanita beberapa bulan lalu, mampu menarik langkahnya memasuki area tersebut. Hal itu malah menjadi keseringan, hingga ketiadaan wanita itu di rumahnya pun, masih mampu mempengaruhi kebiasaan baru ini.


Tidakkah Anda melihat saya sedang sibuk memasak, Tuan?


Chef, menu apa saja yang tidak disukai Grayman itu? Ah, maksudnya Tuan.


Aku akan membuatkan yang tidak dia sukai, ha-ha-ha ....


Baru saja tiba di depan pintu dapur, suara itu kembali terdengar dan bayangan itu kembali terlintas di hadapannya.


Lagi-lagi pria itu menggeleng dan berlalu dari sana, seolah ingin menghindari hal aneh yang selalu saja menghantuinya akhir-akhir ini.


Kesal sendirian, pria tampan itu melangakah ke depan hendak keluar rumah sekedar menenangkan pikirannya.


Siapa juga yang mau menjemput Anda? Saya mau melihat anak saya.


Selamat datang, Tuan! Padahal saya berharap Anda lupa jalan kembali, he-he-he ....


Hati-hati, Tuan! Semoga harimu menyenangkan!


Seperti sebuah slide yang memutar kembali aktivitas wanita cantik itu saat menjemputnya sepulang dari perjalanan manapun, juga mengantarnya kala hendak keluar rumah.


"Arrrgghh, sh*it! Apa dia telah berubah menjadi hantu yang bergentayangan di mana-mana? Hantu wanita yang menyebalkan."


Langkahnya terhenti tidak dapat lagi untuk keluar rumah. Mood pria itu mendadak anjlok, tak bersemangat. Bingung dengan apa yang terjadi padanya, ia malah melangkahkan kakinya ke kamar yang pernah ditempati wanita bagai hantu itu.


Baru saja membuka pintu kamar tersebut, suara itu sudah terdengar menyemburnya. Lelaki itu terpaku bodoh di depan pintu. Aroma parfum khas yang tidak lagi asing, menguar memenuhi penciumannya.


Setelah kepergian wanita itu sebulan lalu, sampai detik ini, tidak ada yang berani masuk dalam kamar tidur tersebut. Pria pemilik rumah itu melarang siapapun untuk tidak masuk. Membersihkan pun tidak diperbolehkan.


Iya, ini memang rumahmu, tapi kamar ini privasi saya!


Lama-lama aku bisa gila tinggal di sini ....


"Kau pergi ... dan aku yang sudah gila karena dirimu," gumam lelaki itu dengan mata terpejam.


Tidak ingin membohongi hati, lelaki itu mengakui merindukan sosok cantik yang selalu saja cerewet. Perasaan rindu itu mendorongnya melangkah masuk.


Ia mengedarkan pandangannya menyapu seisi ruangan itu dan yang ia dapati adalah raut judes wanita bak hantu itu, di segala sudut.


"Bolehkah aku merindukanmu? Ataukah aku harus meminta izin pada mantan kekasihmu untuk hal memalukan ini?" tanyanya pada cermin besar yang terdapat dalam kamar tersebut.


Dari yang tadinya kesal, kini ia tertawa bodoh. Ia pun memilih duduk pada ranjang. Matanya melihat sejenak ke arah bantal dan guling, sesudah itu berpindah pada nakas kecil di samping situ.


Iseng, ia membuka laci kecil pada nakas tersebut. Keningnya mengerut begitu mendapati sebuah benda feminim yang tertinggal di dalam laci. Diambilnya benda tersebut dan menatap dengan lekat.



Sebuah gelang cantik dengan beberapa hiasan yang menggantung di beberapa titik, menambah kesan indah dan anggun. Tampak di mata lelaki itu, ada sesuatu yang tidak lagi asing.


Ia mencoba terus berpikir, hingga ingatannya terhenti pada sekeping benda perhiasan yang sudah lama disimpannya. Lelaki itu segera bangkit dan berjalan cepat menuju kamarnya.


"Seingatku, sama persis seperti ini," ucapnya sambil memainkan salah satu dari hiasan pada gelang tersebut.


Begitu sampai di kamar, ia segera memeriksa benda kecil yang sudah ia simpan bertahun-tahun lamanya di dalam lemari. Ia pun membuka kotak perhiasan berwarna marah, lalu mencocokan dengan salah satu mainan pada gelang yang ditemukannya tadi.


"Maksudnya apa ini?"


...🌷🌷🌷...


...To be continued .......


...____________________...