Not You

Not You
39. Tidak Siap



...~ Happy Reading ~...


...____________________...


...***...


Hancur, begitulah yang dirasakan Vlora saat itu. Setitik asa di hatinya selama ini, masih bisa merajut kembali benang-benang kasih yang sudah jelas terputus.


Namun, semua itu hanyalah harapan semu. Kenyataan yang yang terjadi, benar-benar hancur dan tidak ada lagi jalan untuk menuju kata pulang.


Tidak dipungkiri dan tidak ingin menampik, bahwa Vlora jelas mengharapkan untuk bisa kembali kepada Tristan. Membangun kembali reruntuhan istana yang sempat goyah kemarin, adalah impiannya.


Pikirnya, hari itu mereka sama-sama hanya emosi dan dengan berpisah beberapa waktu, dapat memperbaiki segalanya.


Namun, ucapan Jihan di telepon tadi dengan lantang menyadarkan Vlora bahwa semuanya telah berakhir. Kini di antara dirinya dan Tristan, hanya akan ada kenangan yang tersisa.


Lelaki itu menemui Jihan di butik dan memberikan surat gugatan cerai yang harus ditandangani Vlora. Badai nestapa kembali melanda jiwa ibu satu anak itu.


"Pada siapa aku harus mengadu? Setalah dari tempat ini, kemana lagi kakiku melangkah?" Vlora meratap dalam kehancuran.


Hampir memakan waktu setengah jam, ia baru mengingat anaknya. Vlora tersadar dan lekas berlari ke kamar mandi lalu membasuh wajah, agar sembab itu tak begitu kentara.


Tepat saat ia membuka pintu kamar, sang putra telah berdiri di sana dengan pakaian rumahan.


"Giv? Kapan pulang, Sayang?" tanya Vlora sedikit heran.


"Sudah dari tadi, Mom. Dijemput sama uncle tampan," jawab Given dengan wajah datar.


"Hah? Benarkah? Berarti sudah dari tadi yah, Sayang? Maaf, mommy tidak menyadarinya," ucap Vlora sedikit memaksakan senyum.


Kenapa juga dia menjemput Giv hari ini?


Dalam hati Vlora sedang merasa ganjal dengan semua yang dilakukan tuannya hari itu.


"Mommy menangis lagi?" tanya Given membuyarkan lamunan ibunya.


Vlora kaget dan langsung menggeleng. "Tidak, Sayang! Mom hanya sedikit lelah. Ayo, makan!"


Ia pun mengajak Given untuk makan berdua di ruang makan khusus untuk pelayan. Namun, tuan muda yang melihat itu, membatalkan dan mengajak Given untuk makan bersama di ruang makan besar.


Vlora membiarkan hal itu dan ia malah berjalan ke tempat di mana ia merasa pantas. Di mana lagi kalau bukan area pelayan.


Baik Given maupun tuan muda, sama-sama menahannya untuk tetap bersama mereka, tetapi Vlora dengan tegas menolak.


Ia cukup tahu diri untuk tidak duduk semeja bersama orang sekelas keluarga Alexander. Di satu sisi, ia masih merasa risih dengan kejadian tadi di ruang kerja lelaki itu.


Setelah menyelesaikan makanannya, Vlora segera ke kamar. Saat melewati ruang makan besar, ia melirik sepintas ke tempat tersebut dan dua lelaki berbeda generasi itu masih setia duduk di sana.


Dari depan pintu, ia sudah mendengar dering ponselnya berbunyi. Baru hendak mengambil, telepon itu sudah lebih dulu berakhir.


"Siapa sih?"


Penasaran, ia pun melihat siapa gerangan yang menelponnya.


"Jihan lagi?" Kening Vlora mengerut. Tidak lama setelah itu, ponselnya kembali berdering dengan nama 'bestaik' pada layar.


📲 "Halo, Ji? Ada ap ...."


📲 "..."


Mata Vlora terbelalak dengan mulut yang menganga, begitu mendengar ucapan sahabatnya.


📲 "Ba-bagaimana bisa, Ji? A-aku harus apa sekarang? Aku tidak mau dia tahu hal ini, a-aku ... aku tidak sudi."


Vlora berbicara sambil berjalan mondar mandir di dalam kamar. Sebelah tangannya menggenggam ponsel, sebelah lagi mencengkram rambutnya dengan kuat. Wanita itu tampak kacau.


📲 "..."


Ia memejamkan matanya mendengar pertanyaan dan amarah sang sahabat di seberang sana.


📲 "Wait! Ok, aku mengaku salah untuk hal ini. I am sorry, Baby! A-aku akan cerita, tapi tidak untuk sekarang. Untuk saat ini, katakan di mana mereka bertemu, dan di mana Hariss sekarang?"


Belum juga Jihan menjawab, telinga Vlora lebih dulu mendengar keributan di luar sana. Ia menoleh keluar jendela dan betapa kagetnya ia melihat di depan gerbang besar, sosok Hariss tengah memaksa ingin masuk.


Vlora tersentak dengan seluruh tubuh yang refleks gemetaran.


📲 "Demi apa, Ji. Di-dia sudah di sini ... aku bagaimana ini? A-aku tidak siap dengan semua ini."


Vlora langsung membuang ponsel begitu saja dan berlari keluar kamar mencari anaknya.


"Giv!"


...🌷🌷🌷...


...To be continued .......


...*...


...*...


...*...


...📌 Jangan lupa like dan komen 📌...