Not You

Not You
42. Hastag



...~ Happy Reading ~...


...____________________...


...***...


Jagat maya sedang dihebohkan dengan pewaris Alexander selanjutnya. Foto seorang bocah tampan berusia enam tahun, tersebar luas di berbagai jejaring sosial media dan saluran-saluran televisi Skotlandia.


Hastag dengan nama Given dan satu kalimat Pewaris Alexander berikutnya, bertebaran di mana-mana, juga menjadi tranding topik seantero Skotlandia hingga Britania Raya.


Tidak, ini tidak boleh terjadi. Aku ... aku harus apa sekarang?


Vlora cukup shock kala melihat tayangan berita di TV maupun di jejaring sosial, di mana wajah dirinya dan sang putra begitu mudah menjadi konsumsi publik.


Fakta baru yang paling mengejutkan Vlora ialah Hariss, mantan kekasihnya itu adalah putra kedua di keluarga Alexander. Sungguh ini sangat mengguncang ibu satu anak itu.


Dua tahun menjalin hubungan asmara dengan lelaki yang terobsesi pada dunia edukasi itu, Vlora tidak pernah tahu tentang nama Alexander yang disandangnya. Setahu Vlora, mantan kekasihnya itu hanyalah seorang Hariss Darmad, tanpa adanya embel-embel Alexander.


Misteri foto bocah berwajah mirip dengan sang putra, terpecahkan sudah. Benang kusut kemarin perlahan terurai.


"Pantas saja dia ada saat acara ulang tahun ALXΒ³H Group waktu itu," gumam Jihan. Vlora yang mendengar itu hanya mengangguk.


Pantas juga dia berani datang ke Newington, berani membantah tuan muda. Ternyata kakaknya ....


Vlora merasa kecewa sekali lagi karena dibohongi. Wanita cantik itu merasa semesta terlalu kejam mempermainkannya.


"Kamu tidak menyadari ini sama sekali, Ra?" tanya Jihan yang mendapat gelengan dari sahabatnya.


Vlora masih terbungkam dengan fakta-fakta yang ada, hanya menggeleng lemah.


Namun, bukan saja kecewa dan shock, tetapi wanita itu sedang dipenuhi ketakutan besar. Takut jika putranya diambil oleh keluarga yang penuh kekuasaan tersebut.


Dalam diamnya dengan layar TV yang terus menyala, dering ponselnya berbunyi. Lamunannya buyar saat melihat nama siapa yang tertera di layar ponsel. Ketakutan wanita itu pun semakin menjadi-jadi. Ia lalu menghapus air mata dan lekas bangkit dari duduknya.


"Ji, please! Bantu aku sekali ini saja. Kamu satu-satunya harapan aku," ucap Vlora seraya memohon.


Tidak ada niat sedikitpun di hatinya untuk menjawab ponsel yang masih saja berdering.


...*****...


Sementara itu di kediaman Tuan Muda Alexander, di Newington, terjadi sedikit kekacauan. Di depan gerbang rumah mewah tersebut, terlihat beberapa nyamuk pers tengah berdiri layaknya security yang menjaga gerbang.


Tuan muda pemilik rumah tersebut, tampak marah. Ingin sekali ia keluar dan menghadapi orang-orang di depan sana, tetapi Zack selalu menahannya.


"Kenapa hal ini bisa terjadi, Zack? Cari siapapun orang yang sudah menyebarkan berita ini. 24 jam, Zack. Hanya 24 jam!" tegas Tuan Muda Alexander.


Sesungguhnya lelaki itu tengah mengkhawatirkan Vlora dan Given. Ia kemudian meraih ponselnya dan menghubungi Vlora, tetapi wanita itu tidak menjawab.


"Sh*it!" kesalnya lalu melemparkan ponsel dengan sembarang.


Ada apa dengan Tuan? Yang harus khawatir kan Tuan Muda Hariss. Aneh ....


Melihat asisten yang masih berada di sana dan belum juga beranjak pergi dari kamarnya, lelaki bossy itu bertambah kesal.


"Kenapa masih di situ, Bo*doh?" tanyanya dengan geram.


"Itu, maaf, Tuan! Tapi soal tes kemarin bagaimana? Apa harus dilanjutkan atau ...."


"Batalkan saja. Tidak ada gunanya." Ada nada kecewa yang terdengar dalam suara lelaki itu. "Satu lagi, Zack. Suruh beberapa pengawal untuk menjemput mereka. Dia pasti ketakutan," imbuhnya lagi.


Zack mengangguk kemudian berpamitan, lalu segara menghilang dari hadapan tuannya.


Seintim itu hubungan mereka dulu?


Lelaki yang kini sendirian di dalam kamarnya itu, membatin dengan mata terpejam. Tiba-tiba saja seraut wajah cantik dengan senyum nan indah, menari-nari dalam angannya.


Ia tersentak dan menggelengkan kepalanya dengan kuat.


"Arrrgghh, ada apa denganku? Kenapa selalu dia yang terbayang? Tidak, tidak! Aku pasti sudah tidak waras, mana mungkin aku menyukai bekas adikku? Tidak!"


Ia membantah keras perasaannya sendiri. Lelaki itu mencoba mengatasi masalah hati yang dirasanya tidaklah wajar. Beberapa menit kemudian, denting ponselnya berbunyi mengalihkan atensinya.


"Zack?"


Didorong penasaran, dengan cepat ia menjawab panggilan tersebut, seolah ada sesuatu yang tengah dinantinya.


πŸ“² "Katakan!"


πŸ“² "..."


Tidak ada pertanyaan selanjutnya, lelaki itu langsung meraih kunci mobil dan berlari cepat keluar kamar dengan raut panik.


...🌷🌷🌷...


...To be continued ......


...*...


...*...


...*...


...Hai, hai, πŸ‘‹ maap telat hari ini. Sedikit gak mood soalnya 😌 butuh asupan gak muluk Β² cuman LIKE, KOMEN dan kembang aja πŸ˜…πŸ˜…...


..._______________________...