Not You

Not You
28. Lost Track



...~ Happy Reading ~...


...____________________...


...*...


...*...


...*...


"Given?"


Jihan terbelalak melihat wajah tampan anak dari sahabatnya. Wanita itu cepat-cepat ingin menerobos melewati padatnya orang-orang dalam gedung itu, tetapi langkahnya tertahan.


Seseorang dari arah belakang mencekal tangannya. Jihan menoleh dan mendapati sosok pria yang ia temui kemarin di Elephant House.


"Oh, hai ...." Jihan mencoba menyapa sembari sesekali masih menoleh melihat ke arah depan.


"Sudah lama menunggu yah?" tanya lelaki itu.


"Ti-tidak juga, Tuan. Saya baru saja tiba beberapa menit lalu." Jihan menjawab dengan sedikit cepat.


Ia sibuk untuk terus menoleh ke arah depan, ingin mengawasi sosok kecil yang tengah duduk di depan sana.


Wanita itu tampak tidak tenang karena ingin memastikan banyak hal. Tiba-tiba saja, lelaki di hadapannya mempersilahkan ia untuk masuk ke sebuah ruangan hendak menemui seseorang.


"Ah, maaf, tapi ... saya ingin ke toilet sebentar. Boleh tunjukkan di sebelah mana toiletnya?' tanya Jihan mengalihkan perhatian lelaki itu.


Sebenarnya, ia hanya mengulur waktu karena belum ingin beranjak dari sana. Jihan tidak ingin kehilangan kesempatan emas mendapatkan bocah itu.


"Lewat sini, Nona. Mari saya tunjukkan," ajak pria itu dan langsung bergerak melangkah lebih dulu.


Ragu-ragu Jihan mengikutinya, tetapi manik hitam wanita itu tidak henti-henti mengarah pada sosok kecil Given di depan sana.


Bocah itu tengah duduk dengan anteng pada salah satu kursi yang dikhususkan untuk deretan tamu-tamu penting. Tidak ada seseorang familiar yang berada di sampingnya, melainkan semua di sana adalah orang asing.


Bagaimana bisa dia ada di sini? Itu beneran kamu kan, Giv?


Jihan membatin masih tak percaya bakal menemukan anak itu dalam acara megah tersebut. Ia lalu masuk di dalam toilet tetapi tidak melakukan apapun. Wanita cantik itu hanya mondar-mandir tak menentu, memikirkan ide apa yang bisa membantunya menahan sang bocah.


"Telepon kasih tau Vlora?" Jihan tampak berpikir. "Tidak, tidak, dia sedang sakit." Ia masih terus bolak-balik dalam bilik kecil itu.


"Menghubungi kantor polisi?" Berpikir lagi sejenak. "Ah, yang ada aku membuat keributan dan kekacauan di acara sebesar ini." Ia menggeleng.


"Apa yang harus aku lakukan?"


Bingung memikirkan banyak hal yang berkelebat di kepalanya, membuat wanita itu tidak tahan dan akhirnya memilih keluar.


"Anda baik-baik saja, Nona?" tanya pria tadi. Rupanya, ia setia menunggu Jihan di luar.


Melihat wanita itu yang baru saja keluar dari toilet dengan raut berbeda, sang pria pun bertanya hendak memastikan. Jihan tersenyum kaku menunjukkan bahwa ia baik-baik saja.


Pria itu lalu membawa Jihan ke sebuah ruangan dan menemui seorang wanita. Masuk di sana, Jihan terperangah melihat dua wanita cantik yang duduk anggun di sana.


Keduanya tampak cantik memesona dalam balutan gaun hasil rancangannya.


"Selamat malam, Kak Jihan!" balas Hill.


"Silahkan duduk, Nona Jihan!" Itu suara Nyonya besar.


Jihan begitu segan bertemu dengan keluarga ini. Salah satu keluarga yang nama besarnya terselip dalam jajaran orang berpengaruh di Edinburgh dan Britania Raya.


ALX³H Group, salah satu perusahaan publik terbesar di Edinburgh yang bergerak di banyak bidang, bahkan miliki cabang di beberapa negara.


Jihan lalu duduk dan mengobrol sebentar dengan dua kaum hawa nan jelita di hadapannya. Ibu dan anak itu menyampaikan kepuasan atas hasil desain Jihan yang mereka kenakan.


Bagi Jihan sendiri, hal itu merupakan sebuah kehormatan besar baginya, apalagi sampai diundang dalam acara megah ulang tahun ALX³H Group. Jihan cukup merasa bangga akan hal itu.


Setelah beberapa menit mengobrol ringan, acara pun dimulai. Nyonya besar dan Hil, Queen of Alexander itu, berpamitan masuk di aula untuk mengikuti rangkaian acara.


Jihan pun bergegas keluar dari ruangan pribadi itu dan hendak mencari kembali sosok kecil Given.


Sh*it! I lost track it. Seharusnya tadi aku minta bantuan nyonya besar gak sih? Yes, beliau pasti bisa membantu. Bodoh kau, Jihan. Bodoh!


Jihan merasa kehilangan kesempatan emas untuk yang kedua kalinya.


Tidak ingin berkecil hati, Jihan mencoba sekali lagi tenggelam di antara lautan manusia yang memadati hall tersebut. Derap langkah kecil dengan bola mata yang bergerak-gerik sana sini, tampak meneliti jauh, tetapi sosok bocah itu tak lagi ia temui.


Gaun panjang dan high heels yang ia gunakan, membaut wanita cantik satu itu tidak begitu lancar dalam usahanya. Ia sedikit kesusahan dan terbatas dalam ruang gerak, hingga sebuah insiden kecil menimpanya.


Jihan tersandung karena tidak fokus dengan apapun di hadapannya, alhasil ....


Brukkk!


Sebuah tangan besar menahan berat tubuhnya yang hampir saja terjatuh, hingga tidak sampai ambruk dan hanya akan mempermalukan. Jihan cepat-cepat menegakan tubuhnya kembali dan meminta maaf pada orang itu.


Namun, betapa kagetnya ia melihat siapa yang kini berdiri di hadapannya. Orang itu pun sama kagetnya melihat keberadaan Jihan di sana.


"Jihan?"


Oh, my ....


"Ka-kamu?"


...🌷🌷🌷...


...To be continued .......


...*...


...*...


...*...


...Jempol tolong dikondisikan yah 😍...


...______________________...