Not You

Not You
73. Lain Kali Saja



...~ Happy Reading ~...


...____________________...


...***...


"Di mana dia, Zack?" tanya Nyonya Glad.


"Tuan masih di kamarnya, Nyonya." Asisten itu berbicara dengan kepala yang menunduk.


Wanita cantik berusia senja itu langsung melangkah melewati Zack, menuju ke kamar putranya yang sulung dan diikuti sang putri di belakangnya.


Hanya sekali ketukan pada pintu kamar sang putra, Nyonya Glad pun langsung menyelonong masuk begitu tak mendapat sahutan apa-apa. Di lihatnya seisi kamar itu, kosong.


"Kakak di mana, Mom?" tanya Hill yang juga tidak mendapati kakaknya.


"Tidak tahu, Sayang. Mungkin saja di–"


"Kakaaaaaakkkkk! pekik Hill seraya berhambur memeluk tubuh kekar kakaknya.


Suaranya mendadak menghentikan ucapan sang ibu. Sementara itu, dia yang baru saja keluar dari kamar mandi, kaget mendapati dua wanita cantik itu yang main masuk di kamarnya tanpa izin.


"Ck, kenapa masuk ke sini? Tidak bisa menunggu di luar saja?" tanya Hae dengan kesal, tetapi tetap membalas pelukan sang adik.


"Tidak bisa! Nanti Kakak kabur lagi. Iya 'kan, Mom?" tanyanya si cantik itu dan mendapat anggukan dari sang ibu.


"Kenapa Kakak tidak pernah ke rumah besar? Ayo, pulang ke rumah, Kak! Aku begitu merindukanmu." Hill masih saja mengoceh dengan terus memeluk kakaknya.


Hae dan ibunya masih berdiam diri dengan saling menatap. Lelaki tampan itu kemudian membuang pandangannya ke tempat lain, saat mengenali tatapan lembut sang ibu yang tampak memohon.


"Kakak masih sangat sibuk, Dear. Lain kali saja," jawab Hae sembari melepaskan pelukan adiknya.


"Kakak sudah tidak menyayangiku lagi." Gadis cantik itu pura-pura bersedih. "Aku seperti tidak punyak kakak saja." Menghentakkan kakinya dan berbalik hendak pergi, tetapi suara Hae menahannya.


"Masih ada Hariss 'kan? Kakak rasa kamu lebih senang dengannya." Ucapannya membaut Hill berbalik.


"Kak Hariss sibuk bermesraan dengan Kak Vlora." Dan perkataan itu seperti sebuah belati yang bergerak pelan mengiris bagian terdalam di balik dada Hae.


Wajahnya mendadak kesalnya tiba-tiba datar dan dingin. Hawa dalam ruangan mewah itu pun mendadak berubah.


"Ehm." Nyonya Glad pura-pura berdehem tuk menetralkan suasana. "Hill, boleh tinggalkan mommy dan Kakakmu sebentar?"


"Jika Mommy ada keperluan, lain kali saja. Aku sedang terburu-buru, Mom!" tegas Hae.


Pria tampan dalam mode dingin itu lalu bergegas meraih jas dan langsung melangkah ke luar kamar.


"Ayo, berangkat!" ucapnya pada sang asisten yang setia berdiri di depan pintu kamarnya.


Sang ibu dan adik perempuannya yang terus memanggil, tidak juga ia hiraukan. Tidak bisa berbuat lebih, Nyonya Glad pun pasrah dan menatap kepergian sang putra dengan berat.


Hill yang melihat kekecewaan di wajah ibunya, berinisiatif mengajak tuk pulang sekalian jalan-jalan. Namun, wanita berusia senja itu menolak. Ia masih ingin berada di sana. Sebuah feeling yang terus mengusik, seolah menahannya untuk terus berada di sana. Mungkin saja, hanya sekedar rasa rindu pada putra sulungnya itu.


Wanita yang masih saja cantik di usia senja itu, lalu kembali menatap seisi kamar milik putranya. Langkah kaki mengajaknya untuk mendekat ke arah ranjang. Ia pun menjatuhkan tubuhnya di sana dengan hati yang sedih.


"Apa yang harus mommy lakukan untuk bisa membawamu kembali ke rumah?" lirihnya.


"Mungkin kakak masih butuh waktu untuk sendiri, Mom! Jangan bersedih seperti ini!" Hill menghibur ibunya.


Apa mommy harus membatalkan pernikahan adikmu agar kau senang? Atau mommy harus menyuruhnya pergi lagi seperti dulu agar kamu bisa kembali?


Batin Nyonya Glad. Ia yang tadinya hendak berdiri, tetapi tiba-tiba tertahan ketika matanya tanpa sengaja melirik salah satu laci nakas yang tidak tertutup rapat.


Tangan lembutnya ingin mendorong dan menutup laci kecil itu, tetapi sesuatu yang berkilauan dari dalam sana berhasil menarik perhatiannya.


Rasa penasaran yang besar mendesaknya untuk melihat benda berkilau itu. Ia pun segera menarik laci itu dan betapa terkejutnya ia mendapat apa yang tersimpan di dalam sana.


...🌷🌷🌷...


...To be continued .......


...*...


...*...


...*...


...Jangan lupa like dan komen 📌...


...______________________________...